Dinikahi Pria Cacat

Dinikahi Pria Cacat
Kena batunya


__ADS_3

"Kalau itu patokan atau prioritas kamu dalam berumah tangga. Aku bisa buktikan kalau aku bisa puaskan kamu di ranjang. Kita buktikan sekarang ..!"


Graapp...


Ali menarik tangan sang istri dengan kuat menuju kamar. Dalam satu hentakan, tubuh sexy nya Ruby yang pakai rok mini, kini ambruk di atas ranjang.


"Mau apa kamu? Ali.. Ali... Kamu jangan gila.. Aku,.. Aku.." Ruby bingung harus berbuat apa. Ia yang panik, berusaha untuk bangkit. Tapi, ia malah tak bisa bangkit. Karena takut, panik bercampur jadi satu, melihat Ali yang sikapnya brutal.


Ia ketakutan melihat Ali, yang kini sedang membuka kancing kemejanya satu persatu. Ruby tak menyangka, pria di hadapannya seberani itu. Biasanya juga di kata katain diam bae.


"Ali.. Jangan..! Kamu... Berani kamu...!" Ujarnya dengan mata berkaca-kaca. Tangan nya mengacung menolak perbuatan yang akan dilakukan Ali. Karena kini suaminya itu sudah melepas bajunya. Kakinya Ruby tergerak menendang Ali, agar menjauh darinya.


Tapi kaki putih mulus itu malah ditangkap Ali. Apalagi Ruby terlihat hendak melarikan diri.


Graapp...


Satu tarikan, Ruby kembali ambruk di ranjang empuk itu.


"Aku akan puaskan kamuu!" Ujar pria itu tegas dengan mata yang memerah. Ia sakit hati saat direndahkan. Ia emosional, merasa sedih. Bahkan wajah kini juga ikut memerah


Ali benar benar merasa tersinggung dengan ucapan Ruby. Kejantanannya di ragukan. Ia harus membuktikannya sekarang.


Melihat Ali ingin membuka celananya. Ruby pun berusaha untuk bangkit lagi, ia akan kabur. Dan saat itu juga tangan kanan Ali akan menahan kakinya Ruby. Sehingga wanita itu tak bisa menggerakkan kakinya. Tenaga Ali sangat kuat. Dengan satu tangan saja. Ruby sudah terlumpuhkan. Ia kesusahan untuk bergerak.


"Jangan... Ali... Ali... Aku teriak ini .!" menatap Ali dengan mata yang melotot. Dan kedua tangan mengatup, minta ampun. Tak menyangka pria yang masih berdiri di hadapannya. Ternyata punya dada yang bidang dan berotot bahkan terlihat atletis, otot perutnya Ali berotot seperti roti sobek. Hanya saja, tangannya sebelah kiri, ototnya mengecil dan tak berfungsi dengan baik Tapi, Ali bisa menggerakkan tangan kirinya dengan menggoyangkan bahunya.


"Jangan.. Jangan Ali.." Tak juga mendapatkan ampunan dari sang suami. Ia kembali berusaha menendang dengan kaki yang tak ditahan Ali. Karena Ruby semakin takut melihat sang suami. Yang kini hanya memakai CD di hadapan. Celana panjang yang dikenakan sang suami sudah melorot. Sehingga benda tumpul dibalik CD sangat tercetak jelas. CD nya Ali mencembung sudah. Artinya benda tumpul yang ada di balik CD itu sudah membesar.


"Iiiihh... Jangan...!" Ali sudah berhasil menindih tubuh Ruby. Mengungkung pergerakan tubuh Ruby. Tangan kanannya menahan kuat kepala Ruby, agar tak bergerak ke sana kemari. Hingga bibirnya kini bertemu dengan bibirnya Ruby.

__ADS_1


Deg


Ini pertama kalinya Ali merasakan bibirnya bertabrakan dengan bibir wanita. Ali belum bisa menyimpulkan rasanya apa. Yang jelas, sensasi enak, karena bibirnya Ruby kenyal dan manis.


Pria itu semakin berhasrat. Tubuh Ruby yang ditindih berontak terus. Hal itu membuat nya merasakan benda kenyal lainnya yang ada pada tubuh sang istri.


Nyukkk.


Ia merasakan darahnya berdesir hebat. Seperti di setrum. Seumur hidup baru kali ini ia menyentuh wanita. Bahkan berjabat tangan dengan wanita ia tak pernah. Tentu kejadian ini, adalah peristiwa yang sangat luar biasa untuk nya. Jantung nya mendadak bermasalah. Ia merasa panas dingin. Semakin Ruby berontak, rasanya semakin menantang. Bahkan tabrakan bibir yang tak lembut itu tak terasa lagi.


Puukk..


Ali pun merasakan seperti ada sesuatu menimpuk kepalanya, rasanya seperti tersengat aliran listrik. Benar saja, sebuah raket nyamuk tenyata sudah mendarat di kepalanya. Pantesan ia merasa kesetrum saat bibirnya bertemu dengan bibirnya Ruby. Memang ia sedang kesetrum beneran oleh raket nyamuk. Bahkan suara seperti petasan terdengar. Karena rambutnya Ali gosong kena raket yang korslet itu.


Ruby yang panik, berusaha meraih raket nyamuk yang ada dibatas ranjangnya itu, dan tanpa pikir panjang ia memukulkannya dengan sekuat tenaga pada Ali.


Pergerakan Ali pun melemah. Kesempatan itu digunakan Ruby untuk menjauhkan Ali dari atas tubuh nya. Ali yang tersadar akan kelakuannya. Tak mau memaksa sang istri lagi. Ia pun menggulingkan tubuhnya yang kekar ke sebelah Ruby. Terlentang mematung dengan kedua mata menatap langit langit kamar. Sebenarnya Ali merasa takut sekaligus malu saat ini. Ia tak menyangka bisa melakukan hal seperti itu. Ia memaksa Ruby, bahkan tangis Isak Ruby tak diindahkannya. Ia merasa jadi pria yang kejam. Memaksa seorang wanita untuk bercinta dengannya. Walau awalnya ia tak niat melakukan itu. Sikap menyepelekan Ruby lah yang memancingnya.


"Ke...keluar kamu.... Keluar..! Bicara dengan gagap, karena masih takut melihat penampakan Ali yang tak pakai baju. Hanya ada dalaman yang menutupi bagian intinya. Yang kini masih terlihat hidup.


"Bajingan kamu.. Brengsek...!" Umpat Ruby kesal pada Ali. Tapi yang dimaki maki, malah asyik terlentang. "Keluar dari kamarku?" masih bicara penuh kebencian.


Ali masih membeku di atas ranjang. Ia bersikap seperti itu. Karena ia sedang bingung harus berbuat apa. Jujur ia juga merasa malu dengan kelakuannya. Tak seharusnya ia berbuat kasar pada Ruby. Walau Ruby merendahkannya. Meragukan keperkasaan.


"Keluar...!" teriak Ruby.


Teriakan yang kuat itu, membuat kedua mata tajamnya Ali tertarik menatap Ruby. Ia pun mengubah posisinya, duduk di atas ranjang. Kedua kaki terjuntai ke lantai. Kakinya Ali sebelah kiri sedikit lebih kecil dari yang kanan, dan panjang kedua kakinya ukurannya memang beda. Lebih panjang yang kanan tiga centi meter. Hal itulah yang membuat Ali terlihat berjalan pincang. Seandainya Ali orang kaya, ia bisa mendesain sepatu khusus. Agar kakinya terlihat tak panjang sebelah.


"Keluar dari kamarku...!" teriak Ruby dengan berderai air mata. Ruby kesal, Ali bergeming. Ia semakin kesal pada Ali. Gara gara kelakuan Ali, ia tak jadi berangkat kerja.

__ADS_1


"KELUAR....!"


"DIAM...!" ujar Ali tegas, kedua matanya yang memerah menatap tajam Ruby, seperti mangsa yang siap diterkam.


"Kamu katakan milikku kecil sebelah kan? aku gak bisa memuaskan kamu." Ujar Ali, beranjak dari duduknya berjalan ke arah Ruby yang terpojok di sudut pintu.


"Pegang... Pegang ..!" ujar Ali memamerkan miliknya yang mengacung sempurna. Tegak dan keras. Sepertinya miliknya itu bisa dibuat sebagai gantungan Tas HERMES.


"Tidak...!" membuang muka, karena terkejut melihat miliknya Ali yang mengacung di hadapannya. Ya Ali sudah mengeluarkan ular kobranya, dari sarangnya.


"Pegang ..!" meraih tangan Ruby dan mendekatkannya ke miliknya. Tentu saja Ruby berontak. Tapi, tangannya yang mengkibas kibas itu sempat menyenggol miliknya Ali yang tegang dan keras itu.


Ali menutup miliknya setelah melepas kan tangan Ruby.


"Mau dihargai? hargai dulu orang lain." Ujar Ali dingin. Ia pun mulai memungut pakaiannya. Sedangkan Ruby masih membuang muka dengan tubuh bergetar karena menangis.


"Gak usah kamu bilang. Aku sadar diri, Aku tahu diri koq. Kalau aku ini cacat. Kamu tertekan, aku lebih tertekan lagi. Kalau tak mengingat kebaikan haji Zainuddin. Aku tak akan mau dipaksa jadi pengantin pengganti. Karena, saat itu kamu sudah menolak, bahkan pingsan.


"Tak ada orang yang ingin terlahir dalam keadaan tak sempurna. 6 Minggu sudah aku kamu maki maki, terkait fisikku. Aku tetap sabar Walau aku cacat fisik, tapi aku tak cacat mental. Aku tahu tanggung jawab." Masih menatap tajam Ruby yang terdiri dengan tubuh bergetar. Rambut sudah aut autan.


" Untuk kedepannya, jangan pernah ku dengar mulut tak sopanmu itu merendahkan aku. Kamu tak suka denganku, apa kamu pikir aku suka denganmu?" bicara sedikit keras ke telinga Ruby.


Ali tak menyangka ia bisa bersikap tak tahu malu itu pada Ruby. Siapa dulu yang memancing. Orang juga ada batas kesabarannya. Syukur si Ruby gak dicekik mati. Karena Ali terus terusan dibully dan direndahkan.


Hu hu hu ..


Wanita itu masih menangis tersedu-sedu. Ia menjauhkan kepalanya, suara Ali yang keras, membuat kupingnya sakit.


"Kamu suka padaku. Aku pernah dengar kamu curhat pada Abdul."

__ADS_1


TBC


__ADS_2