Dinikahi Pria Cacat

Dinikahi Pria Cacat
Terungkap


__ADS_3

Sore hari Ruby dan putrinya dibawa pulang ke rumah. Ya putrinya Ali, lahir telat saat adzan Dzuhur. Perasaan Ali sangat campur aduk saat ini. Ia merasa bahagia, sedih dan takut bercampur jadi satu. Karena pria yang dipanggil Ruby sebagai Agam Memang benar Agam.


Bahkan kini pria itu ikut dibawa ke rumah orang tuanya Ruby. Karena Ruby sudah menghubungi orang tua Agam. Dan sebentar lagi akan sampai di rumah mereka.


Ruby yang baru melahirkan sibuk mengurusi Agam. Tidak peduli lagi dengan bayinya yang ingin pelukan hangat darinya.


"Bu, dedek bayinya sudah pernah disusui?" tanya perawat meletakan bayi mungil itu di sebelah Ruby yang sedang berbaring. Perawat datang untuk memandikan bayi.


"Belum pernah Kak." Jawab Ali, karena dilihatnya istrinya itu diam saja. Nampak banyak pikiran.


"Belum ada Asi nya. Apa nya mau dihisap." Jawab Ruby lemah. Sesekali ia meringis kesakitan disaat terasa darah banyak keluar dari kema-luannya.


"Walau belum ada, ibu harus tetap memberikannya. Itu sebagai pemancing. Perang-sang, agar ASi ibu cepat keluar. Juga ditambah dengan makanan sehat, dan ibu harus hindari setrres." Ujar Perawat tegas. Ia mulai tak suka dengan sikap Ruby yang seolah tak menginginkan anaknya.


Karena tadi saat di puskesmas, setelah melahirkan. Ruby bukannya menanyakan tentang anaknya. Tapi, sibuk menanyakan pria yang disebutnya Agam. Kemudian sibuk menelpon. Harusnya tidur saja, untuk memulihkan kesehatan. Karena baru bongkar mesin.

__ADS_1


"Iya sus, terima kasih sarannya. Besok datang jam berapa untuk mandikan putriku?" tanya Ali dengan sumringah, mengelus lembut pipi bayinya.


"Pukul delapan ya pak." Perawat terlihat siap siap untuk pulang. "Sudah boleh diberi susu formula sekarang pak. Itu anaknya sudah menjulurkan lidah "


"Oohh.. Iya Sus." Perawat dan Ali sama sama keluar dari kamar. Ali mengantarkan perawat hingga keluar rumah. Dan di ruang tamu itu, masih ada pria bernama Agam dan wanita bernama Liberty.


"Maaf ya bang, dek. Gak bisa menemani ngobrol. Lagi sibuk urus istri." Ujar Ali ramah pada Agam dan wanita bernama Liberty itu.


"Keluarganya Abang Kasmas, masih lama datangnya?" tanya wanita yang bernama Liberti. Ya sekarang Agam, sudah dipanggil dengan nama Kasmas.


"Oouuww... !" Wanita itu melirik Agam, yang nampak bingung. Ya Agam sangat bingung saat ini. Ia juga merasa kepalanya mau pecah. "Kalau gak jelas info keluarga Abang ini, kami pulang dulu. Rumah kami jauh... Sangat jauh... Harus jalan kaki lagi terus naik boat." Ujar Liberti bingung.


"Oouuhh.. Gak apa apa kalau mau nginap di sini."


"Bukan soal nginapnya bang. Ini abang kasmas mau kumat malam hari. Ia bisa menggelepar, karena gak tahan dengan sakit kepalanya. Aku takut merepotkan?"

__ADS_1


"Ali... Ali... Si Aysha, nangis ini .. Mana susunya..!" teriak Ruby dari kamar.


Aaauuuww..


Mendengar suara Ruby yang kencang, malah membuat pria yang dikatakan Agam. Meringis kesakitan memegangi kepalanya. Liberty langsung menenangkan dengan memijat lembut kepala pria itu.


Ali yang panik, tentu saja lebih memilih membuatkan susu untuk anaknya.


"Assalamualaikum...!"


"Walaikun salam.." Jawab Ali dari kamar. Ia sedang memberikan susu formula pada anaknya.


"Agam... Anakku...!" seorang wanita berteriak dan menangis. Ali tahu yang datang adalah orangtuanya Agam. Jadi benar pria itu Agam.


TBC

__ADS_1


__ADS_2