Dinikahi Pria Cacat

Dinikahi Pria Cacat
Agam


__ADS_3

Becak motor yang ditumpangi pasangan suami istri Ali dan Ruby sudah sampai di pelataran puskesmas. Ruby terus saja meringis kesakitan yang membuat Ali sangat sedih dan kasihan melihat istrinya itu. Kalau bisa, ingin rasanya sakit itu dipindahkan ke tubuhnya saja.


"Hati hati turunnya sayang..!" ujar Ali menuntun sang istri turun dari becak. Dari tadi Ali terus memanggil Ruby dengan sebutan itu.


Ruby yang meringis kesakitan, mana kepikiran lagi menyahuti perkataan sang suami.


Melihat ada pasien ingin melahirkan, dua perawat bergegas ke arah Ruby dan Ali. Satu perawat membantu Ruby berjalan yang juga sedang dipapah Ali, dan perawat satu lagi membantu membawakan tas perlengkapan bayi mereka.


"Iya bu, sabar bu. Sedikit lagi kita sampai." Ujar perawat lembut.


Abang tukang becak memberhentikan becaknya agak jauh dari ruang persalinan. Jadilah mereka harus melewati koridor puskesmas, menuju ruang bersalin.


"Aduuh.. Sakit... Aku gak tahan lagi..!" keluh Ruby, dengan wajah merengutnya.


"Iya bu, sabar ya!" ujar perawat ramah, memperhatikan sekilas Ali yang juga ikut memapah sang istri.


"Iya sus." Ruby melihat fokus ke depan, karena ruang persalinan sudah dekat. Ia sudah tak tahan lagi. Ia pun mempercepat langkahnya. Saat iyu juga, kedua bola matanya hendak keluar dari tempatnya. Karena melihat sosok yang ia kenal, keluar dari persimpangan dan membelok di hadapannya.


"AGAM.... ABANG AGAM....!" teriaknya, seolah lupa kalau ia sedari tadi merasakan sakit yang teramat.

__ADS_1


Deg


Jantung Ali berdebar sangat kuat, mendengar sang istri yang memanggil nama kekasihnya. Ya di hadapan mereka sedang berjalan sepasang manusia. Apakah pria yang membelakangi mereka itu adalah Agam?


"Abang AGAM...!" Ruby menghempaskan kedua tangan yang sedang memapahnya. Ia berlari mengejar Agam.


Tangan Ali mengatung dan terlihat tak berdaya. Ia syok melihat istrinya yang hendak melahirkan itu, malah mengejar pria yang dipanggilnya Agam. Ali jadi mematung di tempat. Dunia seolah berhenti berputar, hidupnya kiamat sudah, menyaksikan sang istri yang meringis kesakitan sambil memegangi perutnya mengejar pria itu. Pria yang sangat dicintai istrinya itu.


Ternyata mimpi mimpi nya tentang Ruby yang akan pergi dari hidupnya, akan terwujud.


"Abang Agam...!" yang dipanggil panggil tak kunjung menoleh kebelakang. Ruby mempercepat langkahnya.


Graapp...


"Ya bu..!" ujar pria itu ramah.


"Abang Agam... Abang Agam...!" ujar Ruby dengan berlinang air mata. Wajahnya yang pucat dengan kening sudah dibasahi oleh keringat dingin. Menatap pria itu dengan kerinduan yang mendalam.


"Ya bu, ibu kenal saya?" tanya pria itu heran dan bingung.

__ADS_1


Hua


Hua


Ruby menangis kencang dan langsung memeluk pria yang dipanggilnya Agam. Saat itulah Ali dan perawat menghampiri Ruby.


"Maaf pak,!" memisahkan sang istri yang memeluk Agam.


"Ali.. Ali.. Ini Agam... Dia Agam...!" ujarnya seolah lupa dengan sakitnya yang mau melahirkan. Segitu dahsyatnya rasa cintanya pada pria itu. Hingga sakitnya yang mau melahirkan sirnah seketika.


"Iya.." Merengkuh tubuh sang istri agar masuk ke ruang bersalin.


Agam dan wanita yang bersamanya hendak melanjutkan langkahnya.


"Gak, Agam ku tidak boleh pergi. Ali... Hentikan dia.. Aauuuuwww.... Sakit.... Sakit... Ali.... Suster.... Tolong Aku..!" Ujarnya dengan berlinang air mata, tak bisa melangkah kan kakinya lagi, Ruby melorotkan tubuhnya di lantai.


Pria yang dipanggilnya Agam. Berbalik badan, heran dengan si ibu yang terus memanggilnya. Ia yang melihat Ruby terduduk lemah langsung berlari menghampiri Ruby. Ia tak segan segan menggendong Ruby masuk ke ruang bersalin dengan paniknya.


Nyut...

__ADS_1


Ali merasakan sakit yang teramat menyaksikan tontonan itu. Di sinilah ia sadar. Kalau ia memang tak pantas untuk Ruby. Istrinya butuh pertolongan, tapi ia tak bisa melakukannya. Yaitu menggendong sang istri.


TBC


__ADS_2