
"Aku lapar, kamu tahu agama kan? belikan aku makanan sekarang. Kalau kamu tak ada duit belikan aku makanan, kamu masak sana!" ujar Ruby dengan tatapan benci dan penuh jijik menatap Ali yang membuat hati Ali berdenyut sakit mendengarnya.
Ia tak masalah disuruh memasak, tapi cara bicaranya Ruby yang kasar yang membuatnya tersinggung. Dua minggu mereka tinggal di rumah Haji Zainuddin. Ruby tak pernah berucap kasar lagi. Tapi, hari ini, ia kembali direndahkan.
"Iya kak." Jawab Ali menunduk, tak berani menatap wajah garangnya Ruby. Ali memang lebih muda dari Ruby satu tahun. Jadi dulu saat Ali datang ke rumahnya Ruby, dan diasuh Pak Haji Zainuddin. Ali sudah bertutur sapa Kakak pada Ruby.
Ada kepuasan tersendiri di hati Ruby, mendengar jawaban Ali yang ternyata penurut itu. Setidaknya Ali yang tak mau ribut dengannya, membuat sedikit beban hatinya berkurang. Karena sampai saat ini, setelah dua Minggu kejadian ditinggal kekasih. Ruby masih kepikiran. Ia setres memikirkan nasibnya yang di ghosting.
Ali yang suka makanan olahan di rumah daripada membeli. Jelas memutuskan untuk memasak. Ia masih punya uang dari gajinya satu bulan ini. Ia bekerja dengan Pak Haji Zainuddin dapat gaji Rp. 1.500.000. Jikalau omset penjualan menaik. Ia akan dapat bonus 300 ribu. Gajinya tidaklah banyak, karena Ali hanya bekerja setengah hari setelah pulang kuliah.
Ali mulai memeriksa bahan makanan yang bisa diolahnya. Tenyata di kulkas banyak persediaan makanan. Mama Nisya, sudah belanja keperluan mereka untuk satu Minggu.
Untuk makan malam mereka, Ali memasak telur dadar dan tumis kubis. Hanya itu jenis makanan yang bisa dimasak dalam waktu singkat. Karena, waktu magrib sudah mepet. Tak butuh waktu lama, dua puluh menit masakannya sudah matang. Wanginya telur dadar dengan banyaknya daun bawang, tercium sampai ke kamar.
Tentu saja Ruby dibuat lapar saat mengendus wangi telur dadar itu.
Saat Ali sibuk memasak di dapur. Ternyata Ruby mengeluarkan tas Ali dari kamar mereka. Ia juga mengeluarkan satu bantal dan tikar plastik untuk suaminya itu.
Ali terperangah melihat tas minggatnya teronggok di lantai ruang tamu ukuran 3x3 meter itu. Ada tikar dan bantal di sebelahnya.
"Aku tak mau tidur sekamar denganmu. Jadi kamu tidur di sini." Ujar Ruby tegas, melenggok masuk ke kamar mandi dengan handuk tersampir di bahu wanita itu
Ali melorotkan tubuhnya, bersandar di dinding ruangan itu dengan lemas. Dua minggu mereka tinggal di rumah Haji Zainuddin. Ruby terlihat tak memusuhinya. Walau sikapnya dingin.
Huuufft..
Ali tak mau memusingkan sikap Ruby. Toh ia sudah biasa tidur di lantai. Lagian, di awal awal Ruby juga sudah memperingatkannya, agar tak menanggapi serius pernikahan ini. Tapi, jika dia ingat pesan Haji Zainuddin. Ia akan sedih, Pak Haji memintanya membimbing Ruby selama satu tahun. Sanggup kah ia?
Ali menggelar tikar dari plastik itu. Ia meletakkan tas nya dipojokan. Ia hanya memiliki harta 5 stel pakaian, tiga sarung dan satu peci. Serta deodorant, ya Ali walau tak wangi seperti artis artis atau orang kaya. Tapi, tubuh nya tak pernah menerbarkan aroma tak sedap.
"Astaghfirullah....!" ujar pria itu memegang dadanya yang berdebar kuat.
Ali langsung membalik badan. Saat ia dan Ruby berpapasan di lorong menuju ruang dapur. Ruby baru saja dari kamar mandi. Tentu saja penampilannya sexy. Tubuh putih semampainya hanya ditutup handuk dari dada hingga lutut.
__ADS_1
Hahaha...
"Nyebut nyebut loh..! sana kamu kocok arisan di kamar mandi. Pria muna seperti mu pasti bisanya seperti itu " ujar Ruby sinis, dan langsung masuk ke kamar sambil menertawakan tingkah Ali yang malu melihatnya.
"Astaghfirullah....!" Lagi lagi Ali mengucapkan istighfar. Ia kembali di fitnah. Ali tahu betul agama. Ia tak pernah melakukan seperti yang dituduhkan oleh Ruby.
Dalam agamanya melakukan hal yang dikatakan Ruby adalah dosa. Itu sejalan dengan alasan pendapat ulama Syafi'i dan ulama Maliki ini disampaikan juga diperkuat dalam kedua hadis berikut:
أَنْ يَتُوبُوا، إِلَّا أَنْ يَتُوبُوا، فَمَنْ تَابَ تَابَ اللهُ عَلَيْهِ النَّاكِحُ يَدَهُ
Artinya, "Ada tujuh golongan yang tidak akan dilihat (diperhatikan) Allah pada hari Kiamat, tidak akan dibersihkan, juga tidak akan dikumpulkan dengan makhluk-makhluk lain, bahkan mereka akan dimasukkan pertama kali ke neraka, kecuali jika mereka bertobat, kecuali mereka bertobat, kecuali mereka bertobat. Siapa saja yang bertobat, Allah akan menerima tobatnya. Satu dari tujuh golongan itu adalah orang yang menikah dengan tangannya (onani)." (Lihat: al-Baihaqi, Syu'ab al-Iman, jilid 7, hal. 329).
يَجِيءُ النَّاكِحُ يَدَهُ يَوْمَ الْقِيَامَةِ وَيَدُهُ حُبْلَى
Artinya, "Orang yang menikah dengan tangannya akan datang pada hari Kiamat dalam keadaan tangan terikat," (HR al-Baihaqi).
Dengan demikian, menurut ulama Syafi'i, istimna' (onani atau masturbasi) merupakan kebiasaan buruk yang diharamkan oleh Al-Qur'an dan Sunnah.
Hanya saja dosa onani atau masturbasi disampaikan lebih ringan dosanya dari berzina karena bahayanya tak sebesar perzinaan, seperti kacaunya garis keturunan, dan sebagainya.
Ada juga pendapat ulama yang mengharamkan dalam kondisi tertentu dan membolehkan dalam kondisi yang lain.
Haram dalam kondisi tertentu dan boleh dalam kondisi lain. Sementara itu, yang mengharamkan dalam kondisi tertentu dan membolehkan dalam kondisi yang lain adalah para ulama Hanafi.
Istimna' diharamkan bila sekadar untuk membangkitkan dan mengumbar dorongan syahwat. Namun, ketika kuatnya dorongan syahwat, sementara pasangan sah tempat menyalurkan tidak ada, sehingga istimna' semata untuk menenangkan dorongan tersebut, maka hal itu tidak dipermasalahkan.
Sebab, bila tidak dilakukan justru ditakutkan akan terjerumus kepada perbuatan zina.
"Astaghfirullah..... Astaghfirullah....!" Ali tak memungkiri, melihat leher jenjang nya Ruby yang putih mulus sekilas tadi. Membuatnya langsung berhasrat. Ia pun dengan cepat menjauhkan pikiran negatif itu dari otaknya.
Sesampainya di kamar mandi, ia mengguyur kepalanya. Berharap otaknya gak traveling lagi.
Tak mau kepikiran itu terus, Ali setelah menunaikan sholat magrib, langsung membaca Alquran.
__ADS_1
Ia sebenarnya ingin mengajak Ruby sholat berjamaah. Tapi, ia takut kena sembur. Mana mereka baru hari ini satu rumah.
Ali pun mulai membaca Alquran. Dan sudah kebiasaan Ali membaca dengan suara yang bernada, atau pakai lagu.
"Berisik loe..! Sana loe ngaji di mushollah. Jangan di sini, aku itu lagi buat konten di tiktok. Suara loe ngaji mengganggu tahu. Lagian ngaji koq lama bener, hampir satu jam."
Ruby yang keluar dari kamar, merepet pet... Orang ngaji masak dimarahi.
"Shadaqallahul-'adzim..."
Ali tak mau ada keributan. Ia pun memilih untuk berhenti mengaji. Lagi pula waktu sholat Isya sudah tiba.
Ia pun mulai melaksanakan sholat isya. Sedangkan Ruby asyik makan sendiri di dapur. Ia bahkan tak sabar, menuggu Ali selesai sholat dan mereka makan bersama.
Ali sudah selesai sholat. Ia pun beranjak ke dapur. Saat ia sampai di dapur. Ruby telah selesai makan.
"Kamu kalau masak yang banyak Napa? kamu tahu kan aku itu suka telor. Besok besok masak telur itu yang banyak, lima butir sekali dadar, tebal buatnya!" ujarnya dengan bengis, beranjak dari kursi meja makannya.
Ali tak suka dengan cara bicaranya Ruby. Ia ingin menegur. Tapi, ia urungkan. Lihat saja dulu beberapa hari ini, kalau tak berubah. Ia harus buka suara.
Huufftt...
Ali terpaksa harus memasak lagi untuknya, pauknya sudah habis dimakan si Ruby monster.
"Aneh, ada wanita seperti itu. Aku baru tahu, kalau wanita itu kejam kejam. Tadinya aku tak percaya dengan cerita nenek. Kalau aku dibuang ibuku, karena aku cacat. Tapi, setelah satu rumah dengan Ruby, aku baru yakin, kalau wanita itu banyak yang jahat." Ucapnya dengan pelan yang hanya bisa didengar olehnya.
Ali selama ini hidup dengan wanita tua, yang dipanggilnya nenek. Neneknya itu meninggal disambar petir, saat bekerja di sawah. Saat itu Ali berumur 10 tahun. Sang nenek yang tetap bekerja di sawah, padahal turun hujan. Ia pun kena sambar petir. sedangkan Bimo saat itu berada di pondok. Nenek merasa kerjaannya sangat nanggung. Makanya ia ingin menyelesaikannya lalu beristirahat. Eehh gak tahunya, saat kakinya menapak di batang sawah, sang nenek malah di sambar petir.
Ali yang tak punya keluarga lagi. Akhirnya merantau dari kampungnya dan bertemu dengan Haji Zainuddin di kota. Dan Haji Zainuddin membawanya ke rumahnya. Ia dibesarkan dan disekolah kan oleh Haji Zainuddin hingga seperti sekarang. Dan anak gadisnya yang cantik diberikan lagi sama dia.
Ali jadi Dilema. Mau nolak, ia banyak Budi dengan Haji Zainuddin. Tapi, mau diteruskan pun seperti nya ia bisa kena stroke lama lama. Bininya mulutnya pedas dan kejam, buat orang emosi.
TBC
__ADS_1
Dukung dong novel ini say. Like coment positif vote hadiah ya🙂❤️
.