Dinikahi Pria Cacat

Dinikahi Pria Cacat
Calon ibu anakku


__ADS_3

"Keluar.... Keluar kamu...! Aku mau mandi..!" Ruby yang belum puas bertengkar dengan Ali. Menggedor gedor pintu itu dengan penuh amarah.


"Sabar... Antri dong .!" Sahut Ali dari dalam.


Ali akhirnya tahu sudah, trik mengatasi sikapnya Ruby yang semena mena padanya. Ya caranya, ucapan kasarnya Ruby tak usah diambil hati. Diplesetkan aja, biar jadi lucu.


"Cepat.... Aku mau muntah...!"


Huekk


Huekk


Mendengar sang istri ingin muntah. Ali mempercepat acara mandinya. Ia dengan tergesa gesa, melilitkan handuk di pinggangnya. Tanpa menyadari, kalau masih ada busa di kepalanya.


Krekk..


Saat membuka pintu. Penampakan pucat sang istri terlihat jelas di hadapannya. Ruby juga terlihat menutup mulutnya dengan kedua tangannya. Ali jadi merasa kasihan pada Ruby.


Saat itu juga Ruby cukup dibuat tercengang dengan otot dadanya Ali yang bidang terpampang nyata di hadapannya. Bintik bintik air yang menempel di otot liat itu, terlihat seperti kilauan cahaya permata, karena di terpa sinar matahari yang masuk dari celah celah dapur itu. Mana dada bidang berotot liat itu dhiasi oleh bulu bulu halus bak semut beriring. Cacat di tangan seolah tak terlihat lagi.


"Minggir... Minggir.. Malah bengong disitu." Ujar Ruby kesal. Padahal yang bengong saat ini adalah dirinya.


"Silahkan calon ibu dari anakku..!" Ali memperlebar tangannya mempersilahkan Ruby Ia menepi, memberi ruang pada sang istri untuk masuk ke dalam kamar mandi.


Dikatakan sebagai calon dari ibu anakku, membuat Ruby jengah. "Aku gak mau jadi ibu dari anak anakmu. Aku akan gugurkan ini!" Ruby geram, ia seperti ingin menggigit Ali, yang pagi ini membuatnya seperti lelucon.


"Kalau mau masuk penjara, silahkan! ingat, aku tak main main dalam hal ini. Aku hargai kamu sekarang. Karena ada darah dagingku rahimmu. Gak usah sok kecakepan lagi. Seperti yang ku katakan sebelumnya. Kalau aku sempurna, kamu bukanlah tipeku."

__ADS_1


"Iiiihh... Aku benci kamu...!" Teriak Ruby, kakau ia marah marah. Rasa mual hilang sudah.


Ali mengekori Ruby, Karena ia khawatir pada sang istri.


"Ngapain masuk... Mau ngintip?" ujar Ruby kesal, mengambil air segayung dan menyiramkannya pada Ali.


Sontak kelakuan sang istri membuat Ali geram. Ia sudah selesai mandi, malah disiram.


"Sepertinya kamu perlu diruqiyah." Celetuk Ali.


"Enak saja, kamu yang perlu diruqiyah." Jawab Ruby kesal kembali menyiram Ali


"Kalau aku memang, setiap hari meruqiyah diri sendiri." Jawab Ali tak mau kalah. Menghindar dari air yang disiramkan Ruby.


"Kamu kenapa sih Ali, ku lihat kamu berani sekarang samaku. Mentang mentang cewek itu mengejar ngejarmu?"


"Kamu cemburu...?!" Ali menatap Ruby penuh selidik.


Hueeekk


Hueekkk


Ruby Lin akhirnya muntah. Tangan Ali refleks memijat mijat tengkuk sang istri.


Ruby yang kesal, tak suka dijamah Ali. Ia menepis tangan itu. " Keluar.... Keluar kamu..!" marah marah sambil muntah. Tentu itu rasanya sakit sekali.


Ali yang tak mau ribut. Akhirnya keluar dari kamar mandi itu. Sebenarnya ia tak tega melihat keadaan Ruby yang pucat. Tapi, istrinya itu sungguh keras kepala dan seperti anak anak.

__ADS_1


Ali memakai pakaian dengan tidak tenang, karena suara Ruby yang masih muntah terdengar jelas ke ruang tamu. Ya, Ali barang barang Ali kebanyakan di ruang tamu. Maklumlah rumah kontrakan mereka hanya berukuran 4x8m.


Saat ingin menyisir rambut dan berkaca. Eehh ternyata masih ada busa sampo di kepalanya.


Huufftt...


Ali melap busa itu dengan handuk. Tak berani masuk lagi ke kamar mandi untuk membersihkannya. Setelah itu, ia ke dapur. Memasak air untuk mandinya sang istri. Ia tahu, tubuh istrinya itu pasti remuk redam sekarang. Karena ia juga merasakannya. Pulang pergi dari kota Sibolga - Medan, itu sangat menguras energi.


Lima menit berlalu, Ruby bekuk juga keluar dari kamar mandi.


"Calon ibu anakku....! ini air hangat untuk kamu mandi..!"


Ujar Ali sambil mengetuk pintu kamar mandi pelan.


Tak ada sahutan dari dalam. Hanya suara air disiram terdengar.


"Ini air nya." Ujar Ali lagi lembut.


Tetap tak ada sahutan.


Ali yang tak mau ribut, akhirnya memilih diam. Ia akan masak sarapan. Memeriksa bahan makanan yang bisa dimasak di dalam kulkas. Ternyata stok makanan sudah habis.


Ali pun akhirnya memutuskan untuk belanja ke pasar pagi. Pasar sangat Deket dengan kontrakannya. Jadi dengan jalan kaki, 5 menit sudah sampai.


Ali belanja keperluan untuk dua hari. Ia sudah seperti ibu ibu rempong. Membawa kresek belanjaan.


Saat sampai di rumah. Ternyata Ruby sudah selesai mandi. Dan air panas itu digunakan oleh Ruby.

__ADS_1


TBC


__ADS_2