
Kreekk...
Ali membuka pintu kamar dengan perasaan yang senang tentu saja berdebar debar. Sudah satu tahun mereka menikah. Baru kali ini istrinya itu menelponnya saat ia keluar rumah, dan meminta ia kembali, dengan ucapan yang lembut.
"Kamu ke mana aja si Ali... Ini sudah pukul 22.32 Wib. Aku itu sudah telat untuk tidur. Kan kamu tahu sendiri. Aku itu harus tidur paling lama pukul 10 malam." Ujar Ruby cemberut, duduk bersandar di beadbord tempat tidur. Menatap ke arah jam yang bertengger di tembok tepat di hadapannya.
"Ya kalau mau tidur, ya tidur saja. Gak usah nunggu aku segala." Ali mengulum senyum. Ia merasa senang, karena merasa dibutuhkan.
Ruby yang kesal, akhirnya menatap malas ke arah sang suami.
"Iihh... Kamu tahu sendiri, aku itu gak bisa tidur. Kalau kamu gak ngaji dan elus ini anak." Menunjuk perut yang buncit itu.
Sejak mereka satu ranjang, Ali memang sering melantunkan ayat suci dekat perut Ruby. Dulu ia belum berani menyentuh perut sang istri. Tahulah istrinya anti akan dirinya. Tapo, lama kelamaan Ruby malah yang minta dibelai perutnya.
Eehhmmm...
"Mana enak ngelusnya kalau gak langsung." Ujar Ali sok merajuk.
Ruby memutar matanya jengah. Kening mengerut, bingung dengan maksud ucapan Ali.
__ADS_1
"Maksud nya ?"
"Aku itu hanya mengelus pakaianmu. Apa enaknya."
"Ooouuww... Kamu maunya aku buka baju gitu?" tanya Ruby sewot.
"Ho...oh...!"
Blaashh..
Bantal melayang sudah ke arah Ali. Ia dengan cepat menangkap bantal itu dengan gelagapan. Maklumlah tangannya hanya satu yang berfungsi dengan baik.
Haahh..
Ali dibuat nyengir lihat kelakuan Ruby yang mematuk matukkan jari telunjukku.
"Emang elus langsung perutnya harus buka baju, harus begituan?" Ali meletakkan bantal di ranjang itu. Dia pun mulai naik ke atas ranjang. Jari telunjuknya ia gerak gerakkan.
"Ya kalau sudah buka baju, kamu pasti minta."
__ADS_1
"Kalau kamu gak izinkan, aku gak akan maksa. Aku akan nunggu kamu siap." Ekspresi wajah Ali terlihat tegang dan memerah. Pria itu terlihat seperti menahan hasrat. Wajar ia seperti itu, karena pembicaraan mereka ke arah situ.
"Aku gak mau, belum ada rasa." Ujar Ruby cepat.
"Iya...!" Ali mulai melantunkan ayat suci Al-Quran. Malam ini ia fokuskan melantunkan suroh Yusuf. Disaat Ali membelai perut sang istri sambil mengaji, anak yang ada di perut istriya itu akan melakukan pergerakan kuat diawal dan lama kelamaan pergerakan itu akan melemah.
"Tidur ya putriku sayang... Semoga kelak kamu jadi anak yang cantik, yang cantiknya melebihi bidadari di surga begitu juga dengan hatimu."
Puukk .
"Menyindir aku ya?" Satu tamparan manja, mendarat di punggung Ali, saat ia mencium perut sang istri yang masih ditutupi daster itu.
Ali melirik sang istri. "Menyindir?" tanya nya heran.
"Ia, kamu pasti mikirnya aku ini bukan wanita baik. Makanya kamu ngomong begitu?" menampilkan ekspresi wajah masam.
"Ya ampun.. Kalau kamu ku anggap wanita jahat. Aku mana mau dipaksa nikah waktu itu." Jelas Ali, menatap heran sang istri. Tangannya masih membelai perut istri nya. Ruby ajak berantem, dan anaknya kembali melakukan banyak pergerakan di dalam perutnya.
TBC
__ADS_1