Dinikahi Pria Cacat

Dinikahi Pria Cacat
Suami tak berguna


__ADS_3

Sejak kejadian malam itu. Malam di mana Ali menumpahkan segala rasa sedih di hatinya. Ruby tak pernah bersikap kasar lagi. Tapi, ia tetap terlihat bersikap menjaga jarak dengan sang suami.


Mereka sudah tidur seranjang, tapi tak ada kontak fisik yang terjadi. Ali tak terlalu memasalahkan hal itu. Karena dapat sikap baik dari Ruby, itu sudah sangat disyukuri olehnya.


Sore ini, mereka ada jadwal periksa kandungan. Karena setiap bulannya Ali selalu menemani Ruby periksa kehamilannya. Sejak kehamilan lima bulan, posisi janinnya sungsang. Hal itu cukup membuat Ali sangat khawatir.


"Eemmm... Posisinya masih sungsang ya dok?" tanya Ruby penuh kekhawatiran. Menatap layar monitor di depannya.


"Iya Bu, itu biasa. Tak usah khawatir. Lakukan latihan yang saya suruh, terus kita banyak banyak berdoa. Semoga ada pergerakan yang pas menjelang kelahiran nanti." Sahut Dokter ramah. Pemeriksaan kandungan Ruby telah selesai. Ali membantunya turun dari bed. Menuntun sang istri duduk di kursi meja kerja dokter.


"Hindari makan ice cream ya Bu. Makan mie juga, Agar bayinya nanti lahir gak gede. Karena kulihat di data, beratnya sudah 1.5 kg. Biasanya sih janin 7 bulan itu 1kilo gram lah normalnya." Ujar Dokter ramah, sambil menuliskan resep vitamin baru untuk Ruby.

__ADS_1


"Iya dok."


"Banyakin makan buah, seperti jeruk, kiwi, pepaya, alpukat. Tapi, alpukat dimakan tanpa gula ya Bu. Tapi tetap penuhi kebutuhan karbohidrat dan protein juga."


"Iya dok."


"Terus satu lagi, kalau bisa waktu berhubungan suami istri nya dikurangi. Misal, yang tadinya 3 kali dalam seminggu. Kalau sekarang cukup 1 x dalam seminggu. Bukan karena apa, takutnya terjadi kontraksi rahim istrinya. Ya fokus nennen aja dulu. Biar pori pori ****** payu-dara istrinya terbuka cepat dan merang-sang Asi."


"Eehhmmm...! iya dok."


"Baiklah Bu, ada lagi yang mau ditanyakan?" tanya dokter ramah.

__ADS_1


"Eemmm itu Dok, boleh gak aku makan buah durian?" tanya Ruby dengan penuh kehati hatian. Di kampung mereka sedang musim duren. Dan Ruby sangat suka makan duren.


"Oouuhh... Boleh bu, tapi jangan banyak. Cukup 2-3 biji saja ya? pokoknya jangan lebih dari berar 1 ons daging buah duriannya di makan. Durian itu mengandung alkohol bu." Jelas Dokter.


"Iya Dok." Shut Ruby


Padahal Ruby yang tak bisa dibilangin mama Nisya. Sudah makan durian kemarin habis lebih dari 10 biji. Tapi, ia tak merasakan keluhan apa apa.


Setelah pulang dari rumah sakit. Mereka langsung menuju rumah orang tua Ruby. Karena esok, akan diadakan acara tujuh bulanannya Ruby. Mereka mengendarai motor ke kampungnya. Padahal Ali sudah melarang. Tapi, Ruby yang gak bisa naik angkot, tetap ngotot naik motor. Ruby merasa mual dan sakit kepala jikalau naik angkot. Jadilah Ali dibonceng sang istri ke rumah sang ayah. Padahal jaraknya tidaklah dekat. Mereka harus menempuh jarak 30 km.


"Ruby .. Kalau kamu merasa capek, kita istirahat sebentar di sini " Ujar Ali dengan penuh kekhawatiran. Kini mereka sedang berada di SPBU. Dan Ya, setelah kesepakatan didapatkan. Mereka sekarang memangil nama satu sama lain.

__ADS_1


"Gak usah, sudah dekat, kalau singgah lagi, disini. Keburu larut malam." Jawab Ruby. Ia sudah naik lagi di atas motor bebeknya. Ali pun akhirnya naik diboncengan. Ali merasa jadi suami tak berguna. Ia belum punya cukup uang untuk beli mobil dan gaji orang jadi supir pribadinya.


TBC


__ADS_2