
Ruby masih menunjukkan sikap tak bersahabat nya. Ali yang tak mau ada keributan, tetap memilih diam. Dan seperti biasa dia malam ini tidur di ruang tamu. Sedangkan sang istri tidur di kamar yang tentunya sangat nyaman.
Sudah pukul 23.10 Wib, Ali masih belum bisa memejamkan matanya. Ia terus memikirkan keadaan hatinya yang terasa aneh. Ada debaran tak biasa bercampur bahagia di hatinya. Ia tak menyangka, kalau ia berani menyentuh istrinya itu. Padahal jelas ia tahu istrinya itu tak menyukainya.
Huufftt..
"Ya Tuhan... Aku ingin tidur. Kalau kejadian itu terus ku pikirkan bisa gila aku. Aku pasti menginginkannya lagi." Ujarnya frustasi dengan suara pelan. Jujur, Ali jadi kecanduan untuk melakukan hubungan suami istri. Ternyata rasanya begitu nikmat. Apalagi saat mereka melakukannya Ruby dalam keadaan yang sangat bergairah.
"Astaghfirullah...!" Ia mengusap wajahnya kasar. Menembak kepalanya sendiri dengan jemarinya. Agar kenikmatan saat bercinta tak menguasai pikirannya. Ali harus bisa meredam nafsu itu. Karena tak mungkin ia minta hak nya pada Ruby, bakal terjadi perang lagi nanti. Dengan terus berdzikir akhirnya Ali bisa juga tidur lelap.
***
Keesokan harinya.
Setelah selesai sholat subuh. Ali sudah terlihat sibuk di dapur. Memasak sarapan untuk mereka. Saat sholat subuh tadi, Ali memanjatkan doa pada sang Ilahi Robbi. Agar istrinya itu tak membencinya lagi. Tak perlu ia dicintai. Dihargai atau dianggap sebagai teman saja ia sudah bersyukur.
__ADS_1
Ali yang sibuk memasak nasi goreng. Melirik sang istri yang kini berjalan menuju kamar mandi. Tentu saja penampilan istrinya terlihat sexy dan menggoda di matanya. Karena Ruby, memakai set piyama lengan pendek dan celana di atas lutut.
Huufftt..
Ali menarik napas panjang. Setelah merasakan nikmat nya melakukan hubungan badan. Pikiran Ali 75 persen sekarang ke hal itu.
"Ya Tuhan.... Pantas banyak sekali kasus kasus tindak asusila. Ternyata susah juga melawan hawa nafsu. Syukur iman ku kuat. Kalau tidak, hancur lah diriku." Ali bermonolog. Kemudian ia melanjutkan pekerjaannya.
Dua piring nasi goreng penuh cinta telah terhidang di atas meja makan. Agar lebih enak, Ali memasak telur dadar.
Hufftt..
Ali yang dari tadi mengintip kapan Ruby keluar dari kamar dikejutkan dengan sang istri yang akhirnya keluar dari kamar dengan penampilan rapi, sudah siap pergi bekerja. Dan sang istri terlihat langsung berjalan ke ruang tamu. Itu artinya istrinya itu tak mau sarapan.
"Eemm.. Ru, Ruby kita sarapan dulu." Ujarnya tergagap, menatap sekilas Ruby dan langsung menunduk, karena Ruby membalik badan, dan menatap Ali dengan tatapan tak bisa dibaca. Ali memang pria sedikit pemalu pada wanita. Apalagi kalau ia ada rasa pada wanita itu.
__ADS_1
"Aku sudah telat, nanti sarapan di kantor saja."
Syurr...
Ali merasa seperti dapat hembusan angin dari surga. Ia merasa sangat bahagia baru ini kali pertama. Ruby menyahuti ucapannya dengan sopan. Biasanya juga ngegas dan menghina.
"Ouuww...!" Ali memperhatikan Ruby yang terlihat mengambil sepatu dari rak.
Ia akhirnya mempunyai ide untuk membawakan bekal untuk sang istri. Ia pun berjalan cepat ke arah dapur. Dengan tergesa-gesa memasukkan nasi goreng spesial yang dimasak penuh cinta itu ke dalam box bekal.
"Tunggu..!" Ruby yang sudah ada di atas motor. Menatap ke arah Ali yang kini berdiri di ambang pintu.
"Ini bekal untukmu." Ujarnya dengan melempar senyum tipis. Tangan kanannya yang menyodorkan wadah makanan itu, terlihat gemetar. Ali memang grogi.
"Tas ku gak cukup menampung bekal itu." Ujar Ruby, mulai menampilkan ekspresi bete. Gara gara Ali, ia bisa telat.
__ADS_1
"Sebentar, aku ambilkan tas nya " Ali kembali berlari ke dapur. Ia merasa senang sekali. Sepertinya Ruby sudah mau baikan dengan nya.
TBC