
Kini semuanya telah berkumpul di ruang rawat Hyorin dan bayinya, Hyorin sudah terlihat lebih segar dari pada sebelumnya karena dia sudah membersihkan diri sekaligus sudah mengisi perutnya. Sang bayi cantik sedang tertidur pulas di gendongan Omanya setelah kenyang meminum ASI.
Suasana bahagia tergambar jelas dari wajah masing-masing orang yang ada disana. Ayesh terus menemani Istrinya yang masih harus beristirahat.
"Yesh mau kamu beri nama siapa Putrimu itu?" ucap Ayah Mertuanya.
"Namanya Yesherly Aurumia Akbar Yah," jawab Ayesh.
"Wah nama yang bagus, emas ya?" tanya Tuan Akbar.
"Betul Yah, baby Sherly merupakan emas bagi kami. Cinta kami bersenyawa hingga pada akhirnya Sherly ada ditengah-tengah kita semuanya."
Hingga hampir subuh mereka masih berada di ruang rawat Hyorin, pada akhirnya satu persatu diantara mereka pamit untuk pulang ke rumah.
Kini tinggallah keluarga kecil Ayesh yang sedang diliputi kebahagiaan karena kehadiran putri kecil mereka. Sesekali baby Sherly terbangun karena minta diASIhi atau karena dia risih dengan popok yang basah dan meminta untuk diganti, dengan cekatan Ayesh membantu Hyorin menggantikan popok putrinya karena sebelum pulang Ibunya sudah mengajari mereka berdua caranya menggantikan popok agar tidak sedikit-sedikit meminta bantuan perawat. Mereka harus mandiri merawat baby Sherly.
Di tempat lain, Doni sedang berada dalam perjalanan mengantarkan Jesika pulang ke rumahnya. Tiba-tiba Doni menghentikan mobilnya di tepi jalan.
"Jes bolehkah aku berbicara sebentar,"
Jesika yang sudah sangat mengantuk hanya menganggukan kepalanya.
"Aku ingin menikah denganmu secepatnya Jes," ucap Doni yang seketika membuat rasa kantuk yang tadi menyerang Jesika tiba-tiba lenyap.
"A-apa aku tidak salah dengar Don?" tanya Jesika tidak percaya dengan ucapan Doni barusan.
"Kamu tidak salah dengar Jes, aku serius!"
"Maukah kau menikah denganku?" sambung Doni.
Jesika menarik nafasnya dan menghembuskannya perlahan, "Aku mau Don,"
"Benarkah?" tanya Doni memastikan.
"Iya Don tentu saja," jawab Jesika mantap dengan keputusannya.
Wajah Doni berbinar karena kebahagiaan yang menyelimutinya saat ini.
__ADS_1
"Kalau begitu aku akan segera mempersiapkan pernikahan kita,"
Doni kembali menstater mobilnya, "Tunggu!" ucap Jesika tiba-tiba.
"Kenapa Jes, apakah kamu akan menarik kembali keputusanmu?"
"Bukan itu Don, ini terlalu pagi untuk aku pulang!"
Doni yang paham maksud Jesika, kemudian membawa Jesika ke tempat lain untuk menghabiskan malam mereka yang hampir berakhir, karena sebentar lagi fajar akan menyingsing dan Matahari pagi akan segera muncul setelah bersembunyi di tempat peraduannya.
Bukan tanpa alasan Jesika meminta Doni untuk tidak mengantarkannya pulang ke rumah karena tetangga julidnya pasti akan nyinyir kepadanya, apalagi dia pulang pagi-pagi buta dengan diantar oleh Doni. Mungkin Doni sudah sering mengantar jemputnya, namun ketika pulang sepagi ini Jesika tidak mau ada gosip yang menyebar luas dengan kebenaran yang tidak pasti.
Mereka kini sudah sampai di sebuah pantai, setelah menyelesaikan kewajiban pagi mereka kini keduanya naik kembali ke mobil dan memutuskan untuk tidur sebentar di dalam mobil ditemani deru ombak lautan yang menghantam karang sebelum memutuskan untuk pulang.
Hyoshan dan Nita pagi ini sudah tiba di Bandara, mereka semalam berhasil mendapatkan penerbangan malam sehingga pagi ini sudah sampai di tanah air. Keduanya bergegas menuju rumah sakit untuk menjenguk keponakan mereka. Hyoshan dan Nita sudah tidak sabar melihat bidadari kecil yang telah lahir ke dunia. Mengabaikan rasa lelah dan kantuk yang mendera sepanjang perjalanan pulang.
Senyum merekah di bibir keduanya begitu membuka ruang perawatan Hyorin.
Hyoshan berhambur menghampiri Adik kesayangannya, "Selamat sayang, sekarang kamu sudah menjadi Ibu," Hyoshan memeluk Adiknya dengan perasaan haru.
"Terimakasih Kak," jawab Hyorin menyambut pelukan Kakaknya.
"Tidak apa-apa Kak, Ibu tidak akan marah. Ibu justru bahagia karena Cucunya telah lahir ke dunia. Giliran Kakak yang harus memberikan Cucu untuk Ibu dan Ayah!" Hyorin mengurai pelukan Kakaknya dan Hyoshan menjawab ucapan Hyorin dengan anggukan.
"Tentu saja baby kami juga akan segera launching untuk menemani baby Sherly bermain," Hyoshan mengerling kepada Nita.
Hyoshan bergantian mengucapkan selamat kepada Ayesh dan begitu terharu karena ternyata Ayesh sudah bisa berjalan kembali.
Nita juga mengucapkan selamat kepada sahabat sekaligus Adik Iparnya itu. Dia juga menggendong baby Sherly dan menciuminya gemas.
Setelah sekian lama, pertemuan yang mengharu biru itu ditutup dengan pulangnya Hyoshan dan Nita untuk beristirahat di rumah. Mereka sangat lelah dan berjanji akan datang kembali secepatnya.
Setelah Hyoshan dan Nita berpamitan banyak dari kalangan Dokter dan perawat yang juga datang untuk mengucapkan selamat kepada pemilik rumah sakit tempat dimana mereka mencari nafkah untuk keluarga mereka atas kelahiran putri pertama pasangan Hyorin dan Ayesh, tidak terkecuali Dokter Asef.
Hyorin dan Ayesh begitu terkejut ketika Tante Mirna dan Silvia datang menjenguk, setelah mengucapkan selamat dan meminta maaf atas semua kesalahan yang selama ini telah mereka lakukan, keduanya mengucapkan terimakasih karena kebaikan hati Ayah Hyorin yang mencabut gugatan atas mereka sehingga mereka dapat bebas dari penjara lebih cepat.
Mereka sesungguhnya hanyalah korban dari tipu muslihat Bondan yang mampu menjerat mereka dengan iming-iming harta. Mereka berjanji tidak akan mengulangi perbuatan mereka karena sekarang mereka bisa hidup dengan layak saja sudah amat sangat bersyukur. Jika bukan karena kebaikan Tuan Mahardika tentu saja mereka belum akan bisa menghirup udara sebebas ini.
__ADS_1
Hyorin memaafkan dengan ikhlas mereka berdua, sebab memang tidak baik menyimpan dendam yang hanya akan merusak diri mereka sendiri.
***
Kini Enam bulan sudah baby Sherly berada di tengah-tengah keluarga kecil Ayesh. Kebahagian selalu menyelimuti kehidupan mereka setelah lahirnya baby Sherly.
Ayesh juga sudah kembali ke kantor dengan kaki yang sudah bisa berjalan dengan sangat sempurna.
Ayesh sering kali ingin pulang lebih cepat demi melihat putri cantiknya yang kini terlihat semakin gembul dan menggemaskan ditambah baby Sherly yang sudah mulai bisa berceloteh.
Sedangkan Hyorin selalu merawat baby Sherly dengan sangat telaten, dia mengurusnya sendiri tanpa bantuan Baby Sister sebab Hyorin ingin kasih sayang sepenuhnya dirasakan oleh putri kecilnya itu.
Selain mengurus bayi mereka, Hyorin juga tidak pernah mengambaikan Ayesh, dia membagi perhatiannya secara adil untuk dua orang yang sangat dicintainya itu. Seperti pagi ini, setelah mereka menghabiskan malam panjang mereka dengan saling merengkuh, kini tiba saatnya mereka akan menghadiri acara pernikahan Doni dan Jesika.
Hyorin sudah menyiapkan baju ganti untuk Ayesh yang senada dengan dirinya, setelahnya dia mengambil baby Sherly untuk diASIhi sebelum mengganti baju bayi gembulnya.
"Sayang apakah sudah siap, sebentar lagi acara dimulai nanti kita terlambat!" ucap Ayesh dari luar kamar Sherly yang tertutup pintunya.
"Sebentar lagi Mas, Sherly sedang ganti baju." Jawab Hyorin dari dalam.
Mereka kini sudah sampai di tempat dimana Doni dan Jesika akan melangsungkan akad nikah mereka. Tidak seberapa lama acarapun dimulai, suasana menjadi tegang ketika Doni mengucapkan ijab qobul dan disambut dengan kata sah secara bersama-sama dari semua tamu yang hadir.
Satu persatu mengucapkan selamat kepada Doni dan Jesika, tidak terkecuali Nita dan Hyoshan.
Nita tersenyum bahagia kepada Doni yang pada akhirnya menemukan tulang rusuknya, Doni yang sempat menyukainya dan harus menyerah karena Nita mencintai Hyoshan. Namun, takdir memang sangat unik dan sulit ditebak, Doni yang memilih bersabar dan mengikhalaskan Nita justru menemukan Jesika yang kini bersanding dengannya.
Ayesh menggenggam jemari Hyorin yang sedang memangku baby Sherly yang mulai mengantuk. Ayesh sesekali menciumi baby Sherly yang mulai terlelap bermaksud menggodanya agar jangan tertidur dulu.
"Mas biarkan Sherly tidur, kalau digoda terus bisa-bisa dia malah merajuk karena jengkel tidurnya terusik," cegah Hyorin yang melihat Suaminya terus menggoda Sherly.
Ayesh beralih menciumi jemari tangan Istri kesayangannya itu yang setiap saat selalu memperhatikan dan merawatnya dengan sangat telaten ketika dia sakit. Devinisi Dokter Pribadi yang sesungguhnya.
"Terimakasih Hyorin sayang, telah hadir dalam hidupku, kelak menualah bersamaku. Dokter Pribadiku, Istriku."
-Tamat-
-----------------------------------------------------------------
__ADS_1
Terimakasih ya Kak yang telah mendukung dan setia dengan cerita Author yang receh ini, tanpa dukungan dari kalian tidak akan jadi apa-apa Author ini. 🙏🙏😘😘😘🥰🥰🥰🥰
Terimakasih untuk Kakak-kakak yang sudah membaca karya Author dari awal hingga tamat, mohon maaf apabila masih banyak kesalahan dan mungkin alur yang membosankan bagi kalian, Author akan terus belajar memperbaiki diri supaya dapat menyajikan cerita yang jauh lebih menarik. Sekali lagi terimakasih ya Kak dan mohon maaf, semoga dimaafkan oleh Kakak-kakak semua. Love U All para readers. 💕💕😘😘😘🙏🙏🙏🙏