
Hyorin telah bersiap sejak pagi, dia mengenakan dres selutut berwarna hijau muda dilengkapi dengan cardigan dan sepatu kets. Hyorin mengikat rambutnya tinggi sehingga memperlihatkan leher jenjangnya, hal ini membuat Hyorin terlihat semakin cantik.
Sedangkan Ayesh memilih mengenakan celana jeans dan kaos oblong berlengan pendek, tidak lupa sepatu kets dan juga jaket denim berwarna hitam. Ayesh terlihat sangat tampan dengan penampilannya yang santai seperti ini.
Usai sarapan pagi mereka kemudian bergegas menuju destinasi wisata terkenal yang ada di Sydney. Perjalanan mereka dimulai dari Sydney Opera House yang merupakan salah satu tujuan wisata yang sangat terkenal dan unik sejak abad ke 20 bagi para wisatawan.
Gedung Sydney Opera House ini memiliki desain bangunan yang unik berbentuk cangkang sehingga menjadi ikon tersendiri bagi Sydney. Selain itu, gedung ini menjadi tempat untuk menampilkan berbagai macam pertunjukan seperti teater, balet, dan karya seni indah lainnya.
Sydney Opera House terletak di Bennelong Point di Sydney Harbour dekat dengan Sydney Harbour Bridge dan pemandangan dua bangunan ini menjadi ikon tersendiri bagi Australia.
Sydney Opera House itu sendiri merupakan sekumpulan beberapa struktur menyerupai layar kapal raksasa yang di dalamnya terdapat 5 buah gedung opera.
Masing-masing gedung opera tersebut mempunyai karakter yang berbeda-beda sehingga fungsinya pun berbeda-beda. Ada yang lebih cocok untuk pertunjukan orkestra atau pertunjukan dengan live music, ada yang lebih cocok untuk pertunjukan teater dengan setting yang berubah-ubah, dan ada pula bagian yang khusus digunakan untuk pertunjukan balet.
Karena keunikan karakter masing-masing gedung opera itulah sehingga beberapa gedung opera ada yang telah dibooking secara permanen oleh beberapa institusi pertunjukan bertaraf internasional.
Hyorin dan Ayesh berkeliling di dalam gedung dengan saling bergandengan tangan, berpindah dari satu tempat ke tempat yang lainnya. Hyorin sangat antusias dengan perjalanan kali ini karena sudah sejak lama dia ingin mengunjungi gedung ini dan sekarang akhirnya terwujud.
"Sayang apakah kau senang?" tanya Ayesh disela-sela aktivitas berkeliling mereka.
"Aku sangat senang Mas, sangat senang...!" jawab Hyorin antusias sembari tersenyum manis kepada Ayesh.
"Kau lihat disana?" Ayesh menunjuk sebuah jembatan besar dan tinggi yang tidak jauh dari Sydney Opera House.
Hyorin mengangguk, "Iya Mas aku melihatnya,"
"Indah bukan?" tanya Ayesh.
"Itu merupakan jembatan terlebar di dunia, namanya Sydney Harbour Bridge yang menjadi salah satu ikon Sydney dan juga Australia sendiri selain Sydney Opera House,"
"Memang sangat pantas jika disebut sebagai ikon Mas, karena jika dilihat dari bentuk bangunannya masing-masing memiliki keunikan dan karakteristik tersendiri,"
"Kau benar sayang,"
Ayesh merangkul Hyorin dan mengajaknya melanjutkan jalan mereka.
Sydney Harbour Bridge adalah jalur utama untuk menyeberangi Pelabuhan Sydney (Sydney Harbour) yang menghubungkan distrik pusat bisnis Sydney dengan wilayah utara Sydney.
Jembatan ini merupakan jembatan terlebar di dunia sehingga diatasnya terdapat jalur kereta api, kendaraan bermotor, sepeda, dan trotoar.
Setelah puas berkeliling gedung, Ayesh mengajak Hyorin untuk mencari tempat makan siang, karena dia khawatir jika bayi mereka di dalam perut sampai kelaparan karena saking asyiknya berjalan-jalan dan lupa untuk mengisi perut mereka.
Keduanya juga tidak lupa mengambil banyak foto sebagai kenang-kenangan sekaligus akan mereka upload di media sosial mereka.
__ADS_1
Doni merasa puas melihat foto-foto yang Ayesh dan Hyorin upload di akun media sosial mereka masing-masing sebab selama ini Ayesh bukan tipe orang yang suka mengumbar hal-hal terkait kehidupan pribadinya untuk dikonsumsi banyak orang. Namun, karena dia ingin membuktikan kepada Indra bahwa Hyorin dan dirinya tidak terpisahkan maka dia setuju dengan pengaturan Doni.
Sedangkan Doni sendiri juga melakukan tugas bagiannya dengan sangat baik, meskipun harus bekerja lembur hampir setiap hari, Doni pun tidak keberatan apalagi Jesika dengan setia selalu menemaninya hingga dia selesai lembur di malam hari.
Indra yang sedang berada di perusahaan mendapatkan notifikasi pesan chat dari orang kepercayaannya bahwa Hyorin dan Ayesh mengunggah foto-foto liburan mereka dimedia sosial.
Segera saja Indra membuka media sosial miliknya dan mencari akun dengan nama Hyorin melalui ponsel pintarnya yang langsung menampilkan foto-foto kebersamaan Hyorin dan Ayesh yang terlihat sangat bahagia.
Senyum Hyorin yang manis semakin memperlihatkan paras ayunya. Indra juga mengakui betapa tampannya Ayesh meskipun dengan gaya berfotonya yang cukup kaku. Mereka memang terlihat sangat serasi.
"Sial...mereka benar-benar membuat darahku semakin mendidih!" gumam marah Indra.
Indra yang sedang dibakar api cemburu memukul-mukul meja di depannya dan membanting banyak barang hingga berserakan dilantai.
Bersamaan dengan hal itu asisten pribadinya datang dengan tergesa-gesa.
"Mohon maaf Tuan, saya lancang langsung masuk ke dalam ruangan Anda karena Tuan sepertinya tidak mendengar ketukan pintu dari saya." Asisten Pribadi Indra merasa takut karena ada kilatan kemarahan di mata Tuannya itu.
"Apa perlu saya bereskan dulu Tuan semua ini?"
"Tidak perlu!"
"Katakan ada apa?!"
"Ayahku bukannya sedang berada di luar negeri?"
"Benar Tuan, tapi beliau mempercepat kepulangannya karena ada keadaan darurat di perusahaan dan saat ini beliau meminta Anda untuk menghubunginya,"
"Kenapa Ayahku tidak menghubungiku langsung?" tanya Indra merasa heran.
"Beliau sudah menghubungi Anda berkali-kali tapi tidak mendapatkan respon dari Anda Tuan."
Indra mengecek ponselnya, memang benar ada puluhan panggilan tak terjawab dari Ayahnya. Sejak tadi Indra benar-benar mengabaikan semua panggilan karena kemarahannya yang membabi buta.
"Kamu tolong bereskan semua ini, aku akan menghubungi Ayahku!" perintah Indra kepada asistennya.
"Baik Tuan,"
Indra keluar dari ruangan meninggalkan asisten pribadinya yang mulai membereskan barang-barang yang berserakan di lantai karena ulahnya barusan. Indra kemudian menghubungi Ayahnya di luar.
"Hallo Ayah ada apa?" tanya Indra begitu telfonnya tersambung.
"Kau ini bodoh atau bagaimana hah?!"
__ADS_1
"Kau apakan perusahaan Ayah!"
"Maksud Ayah?" tanya Indra tidak paham dengan arah pembicaraan Ayahnya.
"Apa sebenarnya yang kau kerjakan hingga hal begini daruratnya bahkan kau tidak tahu!" maki Ayah Indra karena saking kesalnya.
"Aku tidak tahu sama sekali Yah,"
"Dewan direksi akan berkumpul besok, persiapkan dirimu!"
"Ayah dalam perjalanan pulang, kita bahas ini dirumah!"
Ayah Indra mematikan sambungan telfonnya.
Indra kembali masuk ke dalam ruang kerjanya dan menanyakan kepada asitennya apa yang sebenarnya terjadi dan asistennya itu menjelaskan bahwa dia juga baru saja mengetahui berita ini tadi sebelum presedir menelfonnya, sehingga dia tidak memiliki kesempatan untuk menceritakan masalah yang sedang mereka hadapi kepada Tuannya apalagi Indra sedang dalam kondisi emosi.
Sehingga dia menahan diri sejenak sampai Tuannya bisa mengendalikan dirinya hingga presedir memintanya untuk menyampaikan pesan kepada Indra. Sungguh permasalahan yang terjadi secara bertubi-tubi bagi Indra membuat dirinya semakin repot.
Sementara Indra sedang diliputi masalah, kini Hyorin dan Ayesh sedang berada di Bondi Beach yang merupakan salah satu pantai yang populer di kalangan para wisatawan mancanegara, selain karena terkenal dengan keindahan pantainya juga karena dapat diakses secara gratis.
Aktivitas wisata yang biasanya selalu dilakukan di Bondi Beach adalah berselancar, ditambah dengan hamparan pasir putih menghiasi pantai yang luas dan bersih membuat semakin menambah keindahan pantai tersebut. Selain itu, wisatawan dapat dengan mudah mengakses beberapa fasilitas yang ada di Bondi beach seperti cafe, restoran dan berbagai macam souvenir bisa diperoleh dengan mudah. Pada setiap akhir pekan di Bondi beach biasanya selalu digelar beberapa festival seperti salah satunya adalah festival musik pantai.
Hyorin duduk di hamparan pasir putih, Ayesh datang membawakan Hyorin minuman dingin dan camilan. Mereka akan berada di pantai sambil menunggu hingga sunset dan akan kembali ke hotel setelahnya.
"Sayang apakah kau lelah?" tanya Ayesh ketika telah duduk di samping Hyorin.
"Aku lelah tapi aku sangat bahagia Mas,"
Cup...
Ayesh mencium kening Hyorin kemudian beralih ke perut Hyorin yang sudah mulai terlihat besar.
"Sayang kamu baik-baik di perut Ibu ya, jangan rewel dan jangan menyusahkan Ibumu!"
"Oh iya Nak, apakah kamu senang hari ini?" tanya Ayesh kepada anaknya yang masih di dalam perut istrinya.
"Aku senang Ayah, terimakasih Ayah sudah membawa aku dan Ibu jalan-jalan." Jawab Hyorin menirukan suara anak-anak.
Mereka mungkin terlihat konyol bagi orang lain yang melihat tingkah mereka, namun bagi mereka sendiri hal-hal sederhana seperti ini justru membuat keduanya semakin dekat.
"Ayo kita kembali!" Ayesh berdiri dari duduknya dan mengulurkan tangannya untuk Hyorin yang disambut dengan raihan tangan dari Hyorin.
Keduanya menuju hotel untuk membersihkan diri, makan malam dan kemudian mengistirahatkan tubuh mereka yang penat karena seharian berjalan-jalan di berbagai tempat di Sydney.
__ADS_1