Dokter Pribadiku, Istriku

Dokter Pribadiku, Istriku
Episode 91


__ADS_3

Hyorin dan Ayesh sudah meninggalkan langit Indonesia menuju Australia, tujuan mereka adalah ke Melbourne untuk menemui Alex dan Alysa karena Hyorin ingin mengucapkan terimakasih secara langsung kepada mereka berdua karena telah membantu Ayesh dan Doni selama berada di Australia.


Selanjutnya mereka juga berencana akan menemui Mr. Jacob, sedangkan sisa dari perjalanan mereka akan digunakan untuk berlibur, selama menikah Ayesh belum pernah sekalipun membawa Hyorin pergi jalan-jalan karena mereka terus disibukkan dengan pekerjaan.


Perjalanan Ayesh dan Hyorin diperkirakan akan mengahabiskan waktu rata-rata selama enam jam lima belas menit untuk bisa sampai di Melbourne, itu artinya mereka akan cukup lama berada di pesawat.


Hyorin sebelumnya telah berkonsultasi kepada Dokter kandungan yang setiap bulan memeriksanya dan Dokter menyatakan jika kandungan Hyorin aman sehingga boleh menempuh perjalanan jauh, namun dengan catatan setelah tiba di tempat tujuan harus beristirahat yang cukup terlebih dahulu sebelum melakukan aktivitas.


Hyorin memanfaatkan waktu di pesawat untuk tidur agar ketika sampai bisa lebih segar. Ayesh dengan setia menjaga Hyorin yang terlelap.


Perjalanan jauh pertama yang dia tempuh bersama Hyorin setelah menikah, sungguh terasa lebih membahagiakan bagi Ayesh.


Kini mereka sudah sampai di Melbourne, Ayesh memesan taksi yang akan mengantarkan mereka ke hotel. Sedangkan untuk perjalanan selanjutnya Ayesh sudah mempersiapkan mobil untuk mempermudah mereka pergi ke tempat tujuan yang akan mereka singgahi.


Ayesh juga sudah mereservasi hotel sebelum berangkat sehingga mereka tinggal check in saja ketika sampai di hotel yang dimaksud.


"Mas aku lelah sekali," ucap Hyorin begitu memasuki kamar.


"Kamu bersih-bersih dulu sana sayang, baru istirahat."


"Aku akan pesan makan malam,"


Hyorin masuk ke dalam kamar mandi untuk membersihkan diri dan setelah itu beristirahat karena perutnya sedikit kram akibat duduk terlalu lama.


Sementara itu, di Indonesia Indra sedang memikirkan berbagai macam cara untuk bisa mendapatkan saham rumah sakit Mahardika.


Dia sekarang tidak hanya menginginkan 50% tetapi berambisi untuk bisa menguasai 100%. Dari awal Indra tidaklah benar-benar tulus mencintai Hyorin, dia mengincar apa yang dimiliki oleh Hyorin.


Siang tadi begitu meninggalkan Bandara dia sudah menemui orangnya untuk melakakukan apa yang dia perintahkan. Melihat Ayesh dan Hyorin yang sepertinya tidak dapat dipisahkan dengan cara halus, maka dia akan memaksa mereka agar secepatnya berpisah.


"Lihat saja kehancuran kalian pasti akan segera aku wujudkan," Indra menyeringai licik.


Di tempat lain Doni yang sedang melakukan apa yang sudah dia rencanakan bersama Ayesh sebelum berangkat ke Australia juga nampak sedang sibuk dengan kegiatannya, hingga malam Doni masih berada di kantor.


Doni sudah mengetahui jika ketika perjalanan menuju ke Bandara, Indra mengikuti mereka. Doni berpura-pura tidak tahu sehingga dia tetap tenang. Doni sengaja mengalihkan perhatian Indra dengan kepergian Ayesh dan Hyorin ke luar negeri.


"Jangan lupa pasang foto-foto liburan kalian ke media sosial," isi pesan teks Doni kepada Ayesh untuk mengingatkannya.


"Akan aku ingat pesan kamu Don," jawab Ayesh melalui pesan teksnya.


Doni kembali berkutat dengan pekerjaannya, kali ini Doni benar-benar sudah tidak lagi akan memaafkan Indra sebab dia benar-benar tidak tahu diri, niat Indra hanyalah menguasai rumah sakit tidak benar-benar tulus ingin memiliki Hyorin. Informasi ini berhasil Doni peroleh dari orang yang dia tugaskan untuk memata-matai pergerakan Indra.


Doni melirik arloji di balik kemejanya, ternyata sudah jam sepuluh malam. Doni memutuskan untuk pulang dan akan melanjutkan pekerjaannya esok hari.


Doni turun menuju parkiran yang memang sudah sepi dan tinggal mobilnya saja, semua karyawan telah pulang sore tadi. Doni terperanggah ketika di samping mobilnya ada seorang wanita yang sedang terduduk dan tampak sedang menunggunya. Wanita itu tersenyum ramah ketika melihat sosok Doni keluar dari pintu utama kantor.


"Jesika?"


"Kenapa malam-malam begini kamu disini?" tanya Doni merasa heran kepada Jesika.


"Aku menunggumu Don," jawab Jesika.

__ADS_1


"Kenapa tidak masuk saja Jes, disini terlalu dingin. Angin malam tidak baik untuk tubuh kamu Jes,"


"Aku nggak mau ganggu kamu Don,"


"Ayo masuk mobil!" ajak Doni.


Doni dan Jesika pergi meninggalkan kantor, Doni berniat mengantarkan Jesika dulu sebelum pulang.


"Maafkan aku Don, aku membuat kamu harus mengantarkan aku pulang, padahal kamu sendiri tentu sudah sangat lelah."


"Tidak apa-apa Jes,"


"Niatnya mau menemani tapi malah merepotkan," sesal Jesika.


Doni tersenyum, "Tidak perlu sungkan Jes,"


Mereka berdua terus saja mengobrol santai hingga sampai di depan rumah Jesika, kemudian Doni pamit untuk langsung pulang karena hari sudah larut malam.


Di Melbourne kini sudah hampir pagi, Ayesh sudah bangun untuk melakukan aktivitas paginya.


"Ayo bangun sayang sudah pagi," ucap lembut Ayesh di telinga Hyorin.


"Aku masih lelah sekali Mas, sebentar lagi ya?" jawab Hyorin sedikit memohon masih dengan memejamkan matanya.


"Nanti ibadah pagimu terlambat sayang,"


Hyorin menggercap-gercapkan matanya, bangkit dari tempat tidur kemudian menyelesaikan aktivitas paginya.


Ayesh sudah menghubungi Alysa tadi malam dan Alysa pagi ini sudah menunggu mereka di rumah bersama dengan Alex.


"Mari masuk Yesh, sudah di tunggu Alex di dalam!"


"Terimakasih Alysa,"


Ayesh masuk ke dalam rumah Alysa yang diikuti oleh Hyorin, mereka dipersilahkan duduk oleh Alex sedangkan Alysa membawakan minum dan juga camilan untuk mereka.


"Kenalkan Lysa, Lex ini Hyorin istriku, sekaligus Dokter Pribadiku." Ayesh memperkenalkan Hyorin.


Hyorin menjabat tangan pasangan suami istri itu sambil tersenyum.


"Dia cantik sekali Yesh, kamu sungguh pintar memilih istri." Puji Alysa.


"Tentu saja Lysa aku bisa lihat mana yang terbaik untukku, dia tidak hanya cantik wajahnya tapi hatinya juga sangat cantik." Ayesh memuji istrinya sedangkan Hyorin merasa wajahnya panas karena mereka terus saja memujinya, Hyorin berusaha untuk menunjukkan senyum terbaiknya meskipun belum akrab dengan Alex dan Alysa.


"Jadi Hyorin ini seorang Dokter Yesh?" tanya Alysa.


"Iya tapi sekarang hanya akan menjadi Dokter Pribadi untukku saja, dia sudah tidak lagi bekerja di rumah sakit keluarganya," jawab Ayesh menjelaskan.


"Loh kenapa seperti itu Yesh?" tanya Alex.


"Aku tidak mau dia terlalu lelah, tugas mencari uang biarkan aku saja yang melakukannya."

__ADS_1


"Wah kamu penyayang istri sekali rupanya Yesh, meskipun sangat disayangkan sebenarnya Yesh, kamu menyia-nyiakan potensi yang istrimu miliki dengan percuma," ucap Alex.


"Bilang saja kalau kamu tidak mau Hyorin memeriksa orang lain kan Yesh, dasar bucin kamu itu Yesh," ledek Alysa sambil tertawa.


"Itu kamu tahu Alysa," Ayesh ikut tertawa.


"Aku tentu tahu, sama seperti kamu dulu menjaga Jovanka." Alysa menutup mulutnya merasa telah salah bicara.


"Maafkan aku Hyorin, aku tidak bermaksud untuk mengungkit masa lalu Ayesh," ucap Alysa penuh penyesalan sambil memegang tangan Hyorin.


"Tidak apa-apa Kak Alysa, aku sudah tahu semuanya mengenai Jovanka dan kami berteman baik,"


"Benarkah?" tanya Alysa merasa heran.


Hyorin mengangguk dan tersenyum mengisyaratkan bahwa dia baik-baik saja.


"Syukurlah...," Alysa mengelus dadanya.


"Aku sampai khawatir tadi."


"Begini Lex, Lysa maksud kedatangan kami kemari untuk mengucapkan terimakasih secara langsung kepada kalian berdua karena telah membantu kami menemukan Mr. Jacob dan karena bantuan kalianlah permasalahan yang menimpa keluarga Hyorin kini telah terselesaikan dengan baik," Ayesh menjelaskan maksud kedatangannya.


"Iya Kak Alex dan Kak Alysa, aku mewakili keluarga besar Mahardika mengucapkan banyak terimakasih kepada kalian, mohon maaf karena kami sudah banyak merepotkan kalian," Hyorin menambahkan.


"Sama-sama Yesh...Hyorin...tidak perlu sungkan. Kami malah sangat senang karena bisa membantu kalian." Jawab Alysa sambil memandang Hyorin dan Ayesh bergantian.


"Sekali lagi terimakasih Kak Alysa," Hyorin memeluk Alysa.


Setelah mengobrol cukup lama bahkan sampai berkeliling rumah Alysa, selepas makan siang mereka berdua pamit untuk kembali ke hotel.


Hyorin kembali memeluk Alysa, "Kalau pas ke Indonesia, jangan lupa mampir ke rumah kami ya Kak!"


"Iya Rin tentu saja kami akan mampir,"


"Terimakasih Kak," Hyorin mengurai pelukannya.


"Oh ya Kak, ada oleh-oleh untuk kalian tapi masih ada di mobil, biar Mas Ayesh ambilkan dulu, malah tadi lupa." Ucap Hyorin.


Ayesh mengambil oleh-oleh yang telah mereka persiapkan untuk Alysa dan Alex, mereka menerimanya dengan senang hati.


"Seharusnya tidak perlu repot-repot begini, kalian mau datang saja kami sudah sangat senang."


"Tidak apa-apa Kak,"


"Kami pamit dulu ya Lysa, Lex...," Ayesh menjabat tangan Alysa dan Alex.


"Iya hati-hati di jalan kalian ya, kapan-kapan jangan lupa main kesini lagi."


"Iya Kak, terimakasih. Kami pergi dulu ya Kak."


"Bye Kak Alysa, Kak Alex." Hyorin melambaikan tangannya dan mobilpun berjalan meninggalkan rumah Alysa dan Alex.

__ADS_1


Tujuan Hyorin dan Ayesh selanjutnya adalah berkunjung ke tempat Mr. Jacob hanya saja mungkin akan dilakukan mereka esok hari sebab Ayesh tidak mau jika Hyorin sampai kelelahan sehingga mereka memutuskan untuk kembali ke hotel saja hari ini untuk beristirahat.


__ADS_2