
Hari begitu cepat berganti, satu minggu telah berlalu dan malam ini merupakan malam dimana acara reuni kampus akan di selenggarakan di salah satu Hotel Bintang Lima. Acara akan dimulai sekitar pukul Delapan malam nanti.
Ayesh sedang mematut dirinya di depan cermin mempersiapkan diri untuk bertemu dengan teman-teman lamanya.
"Rin kamu jadi ikut ke acara reuni kampusku kan? Kok belum siap-siap?" tanya Ayesh yang melihat Hyorin masih duduk santai di sofa kamar mereka.
"Aku malu Mas, aku tidak usah ikut saja ya Mas?"
Ayesh mendekati Hyorin yang tampak tidak bersemangat, Ayesh berjongkok di depan Hyorin dan membujuk gadis itu supaya mau ikut dengannya.
"Kenapa harus malu sayang, bukankah kamu itu Istriku, teman-temanku juga pasti akan membawa pasangan mereka masing-masing. Jadi kamu tidak usah khawatir ya, tunggu disini Mas punya sesuatu untukmu."
Ayesh keluar dari kamar dan masuk ke dalam ruang kerjanya, mengambil sebuah bingkisan berbentuk kotak yang sudah ia siapkan untuk Hyorin. Ayesh kembali masuk ke dalam kamar.
"Ini untukmu Rin, bukalah!" Ayesh menyodorkan kotak yang dibawanya kepada Hyorin.
"Ini apa Mas?"
"Buka saja nanti kamu pasti akan tahu!"
Hyorin membuka kotak yang Ayesh berikan, ternyata kotak itu berisi gaun yang sangat indah berwarna merah marun lengkap dengan sepatu dan juga tas dengan warna yang senada.
"Itu untuk kamu Rin, pakailah!"
"Mas ini terlalu berlebihan, seharusnya tidak perlu kamu belikan aku baju, sepatu, dan tas baru seperti ini."
"Mas itu sayang banget sama kamu, pakailah Rin. Aku akan merasa bahagia jika kamu mau memakainya."
Hyorin tersenyum, kemudian bergegas masuk ke ruang ganti untuk menukar pakaiannya dengan gaun yang Ayesh telah siapkan untuknya.
Hyorin keluar dari ruang ganti, mata Ayesh dibuat tidak berkedip dengan makhluk indah ciptaan Tuhan yang ada di hadapannya.
"Cantik...," gumam Ayesh tanpa sadar.
"Mas...Mas Ayesh...ayo kita berangkat, nanti terlambat."
Ayesh tersadar dari keterpukauannya melihat Istri cantiknya yang terlihat sangat anggun.
"Aku hubungi Doni dulu Rin, sudah sampai mana bocah itu,"
Ayesh hendak menelfon Doni, bersamaan dengan bel pintu Apartemen di pencet oleh seseorang.
Ayesh bergegas membukakan pintu.
"Loe lama sekali sih Don, terlambat nanti ki---,"
Ayesh tidak menyelesaikan kata-katanya begitu melihat siapa yang datang, sebab ternyata bukan Doni yang datang untuk menjemput mereka.
"Hai Yesh," Jovanka tersenyum di depan pintu.
"Ngapain kamu kesini Jov?"
"Aku mau berangkat ke reunian bareng sama kamu, bolehkan?"
Ayesh belum sempat menjawab, ternyata Hyorin sudah berada di belakangnya.
"Siapa yang datang Mas, Kak Doni? Kok nggak disuruh masuk?" tanya Hyorin sebelum melihat Jovanka.
"Hai Rin," Jovanka menyapa Hyorin.
__ADS_1
"Kak Jovanka?" Hyorin kaget melihat Jovanka berada di depan pintu Apartemen mereka.
Hyorin menatap Ayesh, seolah meminta penjelasan kepadanya.
"Sorry Yesh, gue terlambat! Macet parah tadi di jalan." Doni berkata sambil terengah-engah, Doni habis lari-lari tadi di koridor takut Ayesh menunggu lama.
"Loe disini juga Jov?" kaget Doni melihat Jovanka yang masih berdiri di depan pintu.
Jovanka hanya tersenyum.
"Bagaimana Yesh, bolehkan aku ikut bersama kalian?"
"Boleh Kak, sekalian saja bareng kita." Jawab Hyorin.
Ayesh menatap Hyorin tidak setuju dengan keputusan gadis itu yang tidak meminta persetujuannya terlebih dahulu.
Mereka berempat akhirnya berangkat dengan Doni sebagai driver seperti biasanya.
Ayesh duduk di kursi belakang bersama Hyorin sedangkan Jovanka duduk di samping Doni yang mengemudi.
Hyorin sengaja terus bergelayut manja di lengan Ayesh yang duduk di sampingnya sedangkan Ayesh sesekali mencium rambut Hyorin penuh kasih sayang dan mengelusnya.
Jovanka yang melihat pemandangan itu merasa geram, dia mengepalkan tangannya penuh dengan aura kecemburuan.
Seharusnya itu adalah tempatku gadis kecil....
Jovanka membatin dengan sorot mata licik.
Doni yang melihat tingkah Jovanka pura-pura tidak tahu dan akan segera memperingatkan Ayesh supaya berhati-hati dengan nenek sihir yang Satu mobil dengan mereka saat ini.
Mereka berempat tiba di lokasi sesaat sebelum acara dimulai, Ayesh terus menggenggam tangan Hyorin sambil berjalan membawa gadis itu memasuki ruang acara.
Semua mata tertuju pada Ayesh dan Hyorin ketika mereka memasuki ruangan, banyak pria yang terpukau dengan penampilan Hyorin yang begitu cantik dan anggun. Tidak sedikit yang lansung memujinya. Begitu pula para gadis yang melihat Ayesh begitu tampan dan semakin berwibawa.
Di dalam ruangan sudah banyak sekali berkumpul teman-teman Ayesh dan Doni, ada yang membawa pasangannya ada juga yang datang sendiri.
Ayesh memperkenalkan Hyorin kepada teman-temannya.
"Kenalin Bro, ini Istri gue namanya Hyorin,"
Hyorin menjabat tangan teman-teman Ayesh satu persatu, bahkan ada yang tidak berkedip melihat Hyorin terpesona dengan kecantikan gadis itu yang terus tersenyum ramah.
"Kapan loe nikah Yesh, kok nggak ngundang kita-kita. Pinter juga loe milih Istri, pantes disembuyiin terus takut di ambil orang ya?" seloroh teman-teman Ayesh.
"Tenang Bro, pasti gue undang kalian di resepsi pernikahan gue."
"Asyik...ditunggu undangannya Bro,"
"Pasti Bro...tunggu ya, secepatnya gue bagikan ke kalian."
Di tempat lain Jovanka sudah bergabung dengan teman-temannya, Jovanka memang dulu Satu jurusan dengan Ayesh dan Doni, sehingga banyak yang mengenal Jovanka juga meskipun Jovanka pada akhirnya melajutkan kuliah di Luar Negeri dengan mengambil jurusan Bisnis, dan tanpa malu sedikitpun Jovanka ikut acara reuni malam ini demi bisa bersama dengan Ayesh.
"Jov bukankah Ayesh itu dulu pacar loe kan, sebelum loe ke Luar Negeri? Kalian apa udah putus?" tanya Jesika teman akrab Jovanka semasa kuliah bersama.
"Gue belum putus sama dia, tapi pas gue balik dia udah nikah aja. Bingung kan gue mesti gimana, niatnya balik mau ketemu doi malah gue yang dibikin sakit hati." Bohong Jovanka kepada Jesika.
"Kasian sekali loe Jov, loe nggak berusaha gitu buat merebut Ayesh lagi dari perempuan itu?"
"Gue ada niatan sih, tapi pelan-pelan aja Jes."
__ADS_1
"Eh mana boleh begitu, keburu hamildun tuh cewek repot entar loe."
Jovanka mempertimbangkan perkataan Jesika, yang memang ada benarnya juga sebab kalau Hyorin sampai hamil, akan semakin sulit dirinya mendekati Ayesh.
Acara reuni pun di mulai dengan dipandu oleh host malam itu, dibuka dengan sambutan dari ketua panitia dan dilanjutkan dengan acara yang cukup santai dengan diiringi alunan musik nan romantis.
Ada yang asyik mengobrol dengan teman-teman lama mereka melepas kerinduan, ada pula yang menyumbangkan lagu.
Hyorin yang tidak memiliki kenalan selain Ayesh dan Doni memilih untuk duduk saja di balik meja, menikmati acara.
"Rin aku pergi dulu ya sebentar, kamu disini sama Doni ingat jangan kemana-mana!"
"Mas Ayesh mau kemana?" tanya Hyorin.
"Aku tidak kemana-mana, tunggu disini ya. Titip Orin ya Don?"
"Siap Pak Pengacara, wanitamu aman bersamaku," Doni mengacungkan kedua jempolnya sambil tertawa jail.
Ayesh meninggalkan Hyorin dan langsung menuju ke belakang panggung, mengobrol dengan seseorang.
Host yang sedang memandu acara dibisiki sesuatu oleh penyelenggara acara kemudian mengangguk mengerti dengan instruksi yang diberikan.
"Hadirin yang berbahagia mohon maaf mengganggu waktu santai kalian semua, malam ini merupakan malam yang sangat spesial bagi kita semua dan akan bertambah syahdu malam kita dengan persembahan sebuah lagu yang akan dibawakan oleh saudara kita yaitu Ayesha Reynaldo Akbar, beri tepuk tangan yang meriah untuk saudara Ayesh."
Semua yang hadir bertepuk tangan dengan sangat meriah, lampu tiba-tiba mati dan sosok Ayesh muncul di atas panggung dengan lampu sorot yang fokus ke arahnya.
"Selamat malam semua, senang sekali malam ini bisa berjumpa dengan kalian teman-teman seperjuangan, tanpa kalian semua saya tidak akan pernah menjadi diri saya yang sekarang, big thank's untuk kalian semua yang telah mengukir sejarah bersama di masa lalu dan akan mengisi hari-hari bersejarah kita dimasa kini dan yang akan datang." Ayesh menjeda kalimatnya.
"Baiklah teman-teman, lagu ini aku persembahkan untuk wanita spesial dihatiku, yang telah mengisi kekosongan ruang dan waktu yang pernah ada, teruntuk Istriku Hyorina Nasywa Putri Mahardika. Wanita yang sangat aku cintai, wanita yang tangguh, cantik dan baik hatinya."
Ayesh mulai menyanyikan lagu yang berjudul "Cinta Sejati" dengan diiringi petikan gitar yang dimainkannya.
Hyorin dibuat menitikkan air mata haru ketika lirik demi lirik dinyanyikan oleh Suaminya itu, Hyorin teringat dengan semua yang telah Ayesh lakukan, dia sangat tersanjung dengan perlakuan Ayesh yang terkadang di luar dugaan.
Kali ini Ayesh benar-benar mengakuinya sebagai seorang Istri di depan semua teman-temannya.
"Naik...naik...susul...susul...," teriak teman-teman Ayesh agar Hyorin naik ke atas panggung diiringi dengan tepuk tangan meriah.
Hyorin memandang Doni yang ada di sebelahnya, Doni yang ditatap Hyorin menganggukkan kepalanya tanda setuju dan mempersilahkan Hyorin untuk maju ke depan.
Ayesh turun dari panggung dan membawa Hyorin naik ke atas panggung dengan menggenggam erat tangan gadis itu.
Jovanka semakin geram melihat perlakuan Ayesh terhadap Hyorin di atas panggung, cara menatap Ayesh sangat lembut dan sangat dalam, berbeda ketika dengan dirinya saat ini.
Ayesh begitu dingin seolah membeku jika berhadapan dengan dirinya.
"Jov tidak bisa dibiarkan itu, kamu harus segera bertindak!" Jesika berbisik di telinga Jovanka memberikan pengaruh buruk.
"Kamu benar Jes,"
Jovanka maju ke arah panggung, sedangkan Jesika tersenyum licik memandang punggung Jovanka yang bergerak maju.
Rasakan kamu Jovanka, kamu pasti akan mempermalukan dirimu sendiri sama seperti saat kamu mempermalukanku di depan semua teman-teman beberapa tahun lalu.
Jesika tertawa puas di dalam hatinya, akhirnya kini tinggal selangkah lagi dendamnya akan terbalaskan.
---------------------------------------------------------------------
Hai Kak terimakasih ya selalu setia menunggu Author update. 🤗🤗🤗
__ADS_1
Author ucapkan Selamat Hari Natal bagi kalian semua yang merayakannya ya Kak. 💕💕💕
Terus dukung Author ya dengan Like, komen, vote dan jadikan favourite ya Kak agar jangan sampai ketinggalan saat Author update lagi. 😘😘😘