Dokter Pribadiku, Istriku

Dokter Pribadiku, Istriku
Episode 35


__ADS_3

Mobil yang ditumpangi Hyorin beserta rombongan memasuki Desa Z setelah perjalanan hampir Delapan jam lamanya.


Duduk terlalu lama membuat Hyorin dan juga Nita merasakan tubuhnya pegal disana sini.


Hyorin merenggangkan otot-ototnya yang terasa kaku.


"Akhirnya kita sampai juga Rin," ucap Nita begitu mereka turun dari mobil.


"Aku capek sekali Nit," balas Hyorin.


"Sini aku bawakan barang-barang kamu Rin!"


Dokter Indra mengambil begitu saja tas yang berisi barang-barang pribadi milik Hyorin.


"Tidak usah Kak, aku bisa bawa sendiri."


Dokter Indra tidak menggubris perkataan Hyorin dan berlalu pergi meninggalkan Dua gadis dihadapannya.


Hyorin dan Nita mengejar Dokter Indra dan mengekori pemuda itu pada akhirnya.


Ketiga tim yang diantar oleh Dokter Asef ke Desa Z masuk ke Aula Kantor Desa Z dan disambut hangat oleh Kepala Desa dan Perangkat Desa setempat.


Dokter Asef menyampaikan amanat kepada ketiga tim yang dikirimnya untuk melaksanakan tugas kemanusiaan tersebut dengan baik dan menjunjung tinggi integritas serta profesionalisme sebagai seorang tenaga medis, kemudian Dokter Asef menyerahkan tanggungjawab sepenuhnya kepada Kepala Desa Z.


Kepala Desa Z membagi masing-masing tim untuk bertugas sekaligus bermukim sementara selama bertugas di Dusun-dusun dan kebetulan Desa Z terdiri dari Tiga Dusun sehingga masing-masing kelompok akan ditempatkan di setiap Dusun dengan Kantor Desa sebagai Posko utama.


Tim Hyorin mendapatkan tugas di Dusun 3 dengan rumah Kepala Dusun 3 sebagai tempat persinggahan. Sedangkan Dua tim lainnya tersebar di Dusun 1 dan Dusun 2.


Masing-masing Kepala Dusun membawa Tim yang ditugaskan menuju tempat-tempat yang telah dipersiapkan.


Wilayah Dusun Tiga merupakan wilayah yang berada paling tinggi diantara Dua Dusun yang lainnya. Jalannya yang curam, sempit dan berkelok mengharuskan pengendara berhati-hati saat melintas, ada pula jalan setapak yang menghubungkan antara Dusun 3 dan Dusun 2, namun kondisi jalannya sangat menurun untuk sampai di Dusun 2 dan menanjak ketika kembali ke Dusun 3.


Beruntung Hyorin berada dalam Satu Tim dengan Nita, sehingga paling tidak dia tidak harus beradaptasi terlebih dahulu dengan teman sekamar, sebab mereka sudah saling kenal sejak jaman putih abu-abu dan sudah paham dengan karakter masing-masing.


Hyorin dan Nita memasuki kamar yang dipersiapkan oleh Kepala Dusun 3 sedangkan Dokter Indra beserta Dua orang Perawat laki-laki lainnya berada dalam Satu Kamar yang terpisah dengan mereka berdua.


"Akhirnya nemu bantal juga Rin, aku sudah capek banget."


"Eh...jangan langsung naik ke ranjang, mandi dulu sana Nit, ntar gantian!"


Nita kemudian membongkar tasnya dan mengeluarkan alat mandi, tidak ada kamar mandi di dalam kamar sehingga Nita harus ke belakang untuk mandi.


Hyorin nampak duduk di bibir ranjang ketika Nita masuk ke dalam kamar.


"Kenapa melamun Rin, mandi sana ntar keburu malam ini di gunung loh Rin, suhu akan mudah turun begitu saja!"


Hyorin yang tampak kurang bersemangat hanya menoleh dan bergegas mengambil alat mandi yang sudah dia persiapkan sejak tadi dan tidak lupa membawa baju ganti.


****

__ADS_1


Ayesh yang berada di Apartemen merasa semakin tidak tenang, sebab Hyorin berangkat bersama Dokter Indra dalam kondisi sedang tidak baik-baik saja.


Ayesh berusaha menghubungi istrinya berkali-kali namun tidak bisa tersambung.


Ayesh sangat khawatir jika Hyorin merasa kembali nyaman bersama Dokter Indra.


Penugasan Hyorin akan berlangsung selama Satu bulan ke depan dan apabila wabah masih tetap berlanjut maka akan digantikan oleh tim lain yang dikirim ke Desa Z, begitu seterusnya hingga wabah benar-benar dapat dikendalikan.


Lalu apa jadinya Ayesh tanpa Hyorin Satu bulan lamanya, baru sehari saja Hyorin tidak ada di Apartemen rasa hati Ayesh sungguh sepi, terasa ada bagian yang kosong.


Ayesh ingin menyusul Hyorin, namun dia tidak tahu dimana Desa Z itu berada. Kemudian dia menghubungi Ayah mertuanya dan berhasil mendapatkan nomor telfon Dokter Asef.


Ayesh akan mengajak serta Doni untuk menemaninya menuju Desa Z ketika saatnya tiba. Kini rasa hati yang membuncah harus ia pendam dalam-dalam.


Ayesh setiap hari berkutat pada setumpuk pekerjaan yang harus diselesaikan agar dia bisa cepat menyusul Hyorin.


Doni untuk sementara waktu tinggal di Apartemen Ayesh agar Ayesh tidak merasakan kesepian yang teramat sangat.


Sementara di Desa Z, Hyorin dan Nita beserta Tiga anggota tim lainnya setiap hari disibukan dengan kegiatan merawat pasien-pasien yang terjangkit wabah. Lelah dan segala macamnya menjalar keseluruh bagian tubuh tanpa terkecuali. Namun, semua itu harus mereka lakukan demi baktinya kepada Negeri tercinta melalui profesi yang mulia sebagai tenaga kesehatan.


Tiga minggu telah berlalu, Hyorin tidak bisa menghubungi Ayesh dan begitupun sebaliknya sebab ketiadaan sinyal dari provider manapun di Desa Z, semua kegiatan masih harus dilaksanakan secara manual.


Selama Tiga minggu pula Dokter Indra berusaha mendekati Hyorin, memberikan perhatian lebih demi bisa mengambil hati gadis yang telah bersuami itu kembali. Namun, Hyorin tidak pernah meladeni segala bentuk perhatian yang Dokter Indra berikan.


Hyorin tidak ingin mengotori marwah sebagai seorang istri sah Ayesh, meskipun saat ini kondisi hubungan mereka berdua sedang tidak baik-baik saja. Namun, Hyorin yakin semua akan kembali membaik ketika mereka berjumpa kembali, berbicara dari hati ke hati dengan pikiran yang lebih jernih.


"Dokter Orin bukankah hari ini jadwal kamu untuk mengambil obat di posko Kabupaten?" tanya Dokter Indra disela-sela sarapan mereka sebelum mulai menangani pasien.


"Kalau begitu aku yang antar," ucap Dokter Indra.


"Tidak usah Kak, aku akan berangkat bersama Nita saja."


"Bukankah akan sangat berbahaya jika kalian hanya berdua?"


"Kak kalau aku dan Kakak pergi bersama lalu siapa yang akan memeriksa pasien-pasien yang masih dalam pengawasan medis? Bukankah jarak Desa Z dengan posko Kabupaten sekitar 24 kilometer, itu akan memakan waktu yang cukup lama."


Dokter Hyorin terus saja menolak sedangkan Dokter Indra tidak pantang menyerah membujuk Hyorin.


"Sudah-sudah begini saja, saya dan Dokter Orin akan diantar oleh Bapak Kepala Dusun 3, sedangkan yang lainnya bisa terus melanjutkan tugas masing-masing. Dokter Orin benar jika Dokter Indra pergi bersama kami nanti akan terjadi kekosongan Dokter, kalau terjadi keadaan darurat disini bagaimana?" Nita memberanikan diri untuk angkat bicara agar Hyorin sahabatnya tidak merasa tertekan dengan Dokter Indra yang terus melakukan intimidasi dengan kata-katanya.


"Iya benar, aku sepakat dengan Nita. Aku akan bilang kepada Bapak Kepala Dusun supaya bisa mengantar kami."


Dokter Indra akhirnya menyerah, kesempatan satu-satunya untuk bisa pergi berdua bersama Hyorin pupus sudah. Padahal dia sudah menyusun rencana agar bisa membuat Hyorin kembali kepadanya.


Hyorin dan Nita bersama Bapak Kepala Dusun berangkat menuju posko Kabupaten dengan menggunakan kendaraan dinas kantor Desa Z.


Selepas rombongan keluar dari Kantor Desa Z, sebuah mobil mewah berwarna hitam memasuki halaman Kantor Desa.


Seorang pemuda keluar dari dalam mobil masih dengan kacamata hitam yang bertengger di atas hidungnya yang mancung diikuti oleh seorang pemuda yang tadi duduk dibalik kemudi.

__ADS_1


Dua pemuda itu memasuki Kantor Desa dengan terlebih dahulu mengucapkan salam, yang dibalas oleh orang yang ada di dalam dengan salam pula.


Mereka menemui Bapak Kepala Desa Z dengan sopan di ruang tamu Kantor Desa.


"Mohon maaf ada perlu apa Mas-mas ini datang kemari?" tanya Kepala Desa Z sopan begitu tamunya itu duduk.


"Begini Pak perkenalkan saya Doni dan ini Ayesh, sahabat saya ini hendak menemui istrinya yang sedang bertugas disini." terang Doni kepada Bapak Kepala Desa Z.


Kepala Desa Z kemudian menjawab sambil mengarahkan pandangannya kepada Ayesh yang sejak tadi masih terdiam, "Siapa nama istri Nak Ayesh?"


"Nama istri saya Orin pak, Dokter Hyorin." Ayesh menunjukkan buku akta pernikahan mereka.


Entah dari mana dia terpikir untuk membawa serta buku keramat itu, buku yang mampu mengikat seseorang seumur hidupnya. Menjadikan sesuatu yang tadinya haram menjadi halal untuk dinikmati.


"Oh ya Dokter Hyorin ternyata sudah bersuami to, pantas saja Dokter cantik itu tampak tertutup dengan Laki-laki. Dia benar-benar menjaga sikap dengan baik." Puji Kepala Desa Z.


Ayesh dalam hati sangat bersyukur dan beruntung memiliki istri seperti Hyorin yang mampu menjaga dirinya dengan baik.


"Disini banyak sekali pemuda yang sepertinya tertarik dengan Dokter Hyorin, wah suaminya ganteng gini tampak berpendidikan tinggi pula, mana mungkin dia akan tertarik dengan pemuda yang ada disini." Seloroh Kepala Desa Z.


"Bapak terlalu memuji kami, sebelumnya kami mohon maaf datang kemari mungkin mengejutkan Bapak. Sebab, selama Tiga minggu ini saya tidak bisa menghubungi istri saya, hal ini membuat saya sangat khawatir pak."


"Tidak apa-apa Nak, kami juga mohon maaf karena disini jaringan internet belum tersedia, untuk sinyal biasa saja masih sangat sulit hanya di tempat-tempat tertentu saja yang bisa menjangkau sinyal tersebut."


"Oh seperti itu ya Pak, kami bisa maklum Pak."


"Harapan kami suatu saat nanti akan ada sinyal yang menjangkau wilayah Desa kami secara menyeluruh agar Desa kami tidak terisolir dan mempermudah komunikasi antar warga." ucap Kepala Desa Z penuh harap.


Ayesh manggut-manggut mendengarkan harapan seorang Kepala Desa untuk memajukan Desa yang sedang dipimpinnya.


"Oh ya Pak dimana saya bisa menemui istri saya?"


"Dia bertugas bersama timnya di Dusun 3, tapi mohon maaf sekali ini Nak Ayesh dan Nak Doni, tadi Dokter Hyorin bersama Suster Nita dengan diantar Bapak Kepala Dusun 3 baru saja pergi menuju posko Kabupaten untuk mengambil stok obat yang sudah mulai menipis."


"Kira-kira mereka akan kembali jam berapa Pak?"


"Kalau perjalanan lancar pulang pergi dapat memakan waktu Dua jam, mungkin sekitar Dhuhur mereka sudah bisa kembali Nak."


"Baiklah bolehkah kami menunggu disini Pak?"


"Iya silahkan Nak, tidak perlu sungkan. Kalau begitu Bapak tinggal dulu."


"Iya silahkan Pak, mohon maaf kami sudah mengganggu."


 


Hai Kak maafkan Author yang sedang kurang enak badan 🤧🤧🤧 jadinya telat update, 🙏🙏 do'akan Author supaya cepat pulih ya, agar bisa update terus. Terimakasih Kak ❤️❤️❤️


Yuk terus dukung Author jangan lupa like, komen, vote dan jadikan favourite ya Kak.

__ADS_1


Terimakasih ya Kak, sudah setia mendukung Author. 😘😘😘


__ADS_2