
Hyorin dan Ayesh sampai di apartemen, menyimpan dan membereskan semua barang-barang belanjaan mereka kemudian beristirahat sejenak.
"Aku lelah sekali hari ini Mas," ucap Hyorin begitu duduk di sofa sambil bersandar.
"Apalagi aku, tambah emosi tadi."
"Kalau bukan tempat umum, sudah aku hajar tuh orang."
"Mas kamu yang sabar ya,"
"Aku butuh energi Rin, charge dulu energiku dong biar pulih,"
"Nanti saja setelah mandi Mas, masih gerah nih."
Tanpa menunggu lama Ayesh mencium bibir Hyorin yang terlihat sangat menarik baginya, apalagi Hyorin yang sedang kepanasan mengikat rambutnya asal, memperlihatkan leher jenjangnya yang putih mulus.
Hyorin masih tetap sama memakai liontin yang dulu Ayesh berikan sebagai tanda terimakasih karena telah menolongnya.
Ayesh merasa bahagia, gadis yang dia cari selama dua tahun ternyata kini dapat bersanding dengannya dan mereka saling mencintai satu sama lain.
Ayesh melepaskan ciumannya, kemudian melesat ke kamar mandi untuk membersihkan dirinya sebelum terlalu jauh merengkuh istrinya.
Malam ini, Ayesh mengajak Hyorin ke rumah orangtuanya. Mereka sampai disana sekitar pukul tujuh malam. Ayesh sudah memberitahu Ibunya jika mereka akan datang malam ini.
Nyonya Akbar tentu saja menyambut dengan antusias kedatangan Ayesh dan Menantu kesayangannya itu.
"Ibu Orin kangen," Hyorin memeluk Ibu Mertuanya begitu sampai di rumah orangtua Ayesh.
"Ibu juga kangen sama kamu Nak, bagaimana kandunganmu baik-baik saja kan?"
"Dia baik Bu, bahkan sangat penurut di dalam sini." Hyorin menunjuk perutnya yang mulai membuncit.
"Baguslah...ayo kita masuk!"
"Aku dicuekin nih ceritanya!" Ayesh pura-pura merajuk.
"Kamu kan udah gede, masa cemburu sama Istri kamu sendiri sih?"
"Ayo Mas kita masuk!" ajak Hyorin seraya menggandeng tangan Ayesh agar tidak semakin menjadi ngambeknya.
Ayesh mengekori Istri dan Ibunya tanpa protes lagi sebab kalau keduanya sudah bertemu pasti akan sangat kompak dan sulit untuk ditentang.
Mereka makan malam bersama sambil melepas senda gurau dan setelahnya mereka berbincang santai di depan televisi.
"Kalian akan menginap kan malam ini?" tanya Pak Akbar.
"Iya Yah, kami akah menginap." Jawab Ayesh.
"Kalau begitu bagus,"
Nyonya Akbar merasa senang karena mereka akan menginap malam ini.
"Yesh bisa ke ruang kerja Ayah sebentar?" ucap Pak Akbar sambil berdiri menuju ruang kerjanya.
Ayesh hendak mengikuti langkah Ayahnya, namun Hyorin memberikan kode bahwa dia juga ingin ikut serta.
__ADS_1
Pada akhirnya Ayesh mengizinkan Istrinya untuk ikut dan Pak Akbar tidak mempermasalahkan untuk hal itu.
Hyorin duduk di sebelah Ayesh, dia terus menggenggam jemari pemuda yang sudah menjadi suaminya itu. Rasa hatinya sebenarnya betul-betul kalut jika nantinya mendengar sebuah kebenaran yang sudah lima tahun terkubur begitu saja.
"Yesh ceritakan apa yang kamu dapatkan dari Mr. Jacob." ucap pak Akbar begitu Ayesh dan Hyorin duduk.
"Mr. Jacob merupakan salah satu korban dari Bondan, dia sulit sekali aku temui karena anak-anaknya sengaja menyembunyikannya. Beruntung Alex dan Alysa membantuku dan Doni dalam melakukan pencarian." Ayesh menjeda ucapannya.
"Bukankan Mr. Jacob adalah orang yang Bondan tolong?"
"Betul Yah, tapi setelahnya Bondan selalu melakukan pemerasan terhadapnya."
"Cincin itu bagaimana?"
"Cincin itu milik Mr. Jacob yang diberikan kepada Bondan sebagai ucapan terimakasih namun karena cincin itulah, Bondan bersikap semena-mena terhadap Mr. Jacob dan selalu meminta suntikan dana untuk bisa memperbesar bisnisnya, namun setelah semua harta milik Mr. Jacob dialihkan ke anak-anaknya, Mr. Jacob memilih untuk bersembunyi dan anak-anaknya bersepakat untuk merahasiakannya dari orang luar."
"Mr. Jacob telah memberikanku cincin yang satunya agar aku bisa dengan mudah menjerat Bondan dalam kasus yang terkait dengan keluarga Hyorin."
"Apa maksud Mas, dalang dari semuanya itu Bondan?" Hyorin ikut angkat bicara.
Ayesh tersenyum, "Iya Rin, Bondanlah yang menjadi otak kejahatan Tante Mirna dan Silvia."
"Apakah itu sebabnya mereka harus berurusan dengan polisi Mas?"
Ayesh mengangguk, "Kini kita tinggal menjebloskan Bondan ke dalam penjara sesuai keinginan Mr. Jacob dan keluarganya."
"Setelah itu aku janji akan membawa kamu menemui Mr. Jacob, Alex dan Alysa untuk mengucapkan terimakasih karena telah banyak membantu kita dalam menyelidiki kasus ini," sambung Ayesh.
Air mata Hyorin mulai luruh, Ayesh yang melihat itu kemudian memeluknya.
"Bawa istri kamu ke kamar Yesh, dia harus istirahat!" Pak Akbar memberikan kode agar perbincangan mereka jangan dilanjutkan lagi karena khawatir dengan kondisi Hyorin dan akan disambung besok saja di kantor.
Hyorin terduduk di atas ranjang, matanya masih sembab, Ayesh memandang istrinya lekat dan kembali membawa istrinya ke dalam pelukannya.
"Rin apapun yang terjadi tetaplah disisiku, aku akan bereskan semua ini hingga ke akar-akarnya, setelah Tante Mirna dan Silvia mendekam di penjara, Bondan akan secepatnya menyusul!" janji Ayesh pada istrinya.
"Terimakasih Mas, tapi kenapa Ibuku yang harus jadi korban mereka Mas?"
"Motifnya persaingan bisnis, kamu tentu paham akan hal itu. Akan aku buat perhitungan dengan Bondan,"
"Dia harus mendapatkan hukuman yang setimpal dengan perbuatannya,"
"Sekarang ayo kita istirahat, sudah malam. Kasian yang ada di dalam perut kalau Ibunya emosinya terganggu, nanti dia bisa lahir dengan emosi yang tidak stabil."
Keesokan paginya Hyorin sudah berada di dapur membantu Ibu Mertuanya, Nyonya Akbar sangat menyukai Hyorin yang cekatan, dia jadi merasa punya putri kandung yang bisa jadi patnernya di dapur. Impian Nyonya Akbar yang baru bisa dia wujudkan ketika Ayesh memiliki seorang Istri.
Selesai membantu Ibu Mertuanya memasak Hyorin kembali ke kamar untuk membersihkan diri dan memanggil Suaminya untuk sarapan bersama.
Ayesh sudah rapi ketika Hyorin keluar dari kamar mandi.
"Mas kok sudah rapi saja?"
"Hari ini ada meeting sama Ayah juga sayang, jadi aku harus berangkat lebih awal ada yang harus diurus dulu, tadi aku sudah menghubungi Doni untuk menjemput kesini."
Hyorin hanya ber "O" panjang mendengar penuturan Suaminya, sepertinya ada hubungannya dengan Bondan yang harus segera diselesaikan.
__ADS_1
"Kamu diantar Supir berangkat ke rumah sakitnya nggak apa-apa kan sayang?"
Hyorin mengangguk, "Iya Mas tidak apa-apa, kamu hati-hati ya. Tapi sarapan dulu, sudah aku siapkan di bawah!"
"Mungkin minggu depan kita sudah bisa pindah ke rumah kita sayang,"
"Secepat itukah Mas?"
"Tentu saja sayang, aku tidak mau nanti anak kita lahir dan masih harus tinggal di apartemen, dia butuh tempat yang luas untuk bermain."
Hyorin berlari memeluk Ayesh, "Terimakasih Mas, kamu begitu memikirkan dan memperhatikan kenyamanan kami dengan sangat baik,"
"Karena kamu adalah anugerah terindah dalam hidupku," Ayesh mencium kening Istrinya.
"Ayo kita turun sayang, Doni mungkin sebentar lagi sampai kesini."
Hyorin mengikuti Ayesh turun, kemudian mereka sarapan bersama.
"Orin apakah kamu masuk kerja hari ini?"
"Iya Bu, sudah sering sekali aku tidak masuk. Tidak enak dengan Dokter Asef."
"Baiklah Nak, tapi jangan terlalu capek ya."
"Iya Bu,"
Suara mobil Doni memasuki halaman rumah keluarga Akbar terdengar sampai ke dalam.
"Ajak Doni masuk untuk sarapan bersama Yesh!" perintah Ibu Ayesh.
Ayesh keluar menyuruh Doni untuk bergabung di meja makan, namun Doni menolak karena sudah sarapan bersama Jesika.
"Sudah banyak kemajuan rupanya kamu Don,"
Doni menggaruk kepalanya yang tidak gatal karena merasa malu.
"Sebentar...," Ayesh memutari tubuh Doni.
"Kamu pikir aku menginap di rumah Jesika Yesh?"
"Kali saja begitu Don, ingat Don bukan muhrim. Hahahaa...," Ayesh meledek Doni.
"Gini-gini aku masih punya iman kali Yesh, merusak anak gadis orang sama saja merusak diriku sendiri,"
"Iya...iya...percaya aku Don, ayo masuk sudah ditunggu yang lain!"
Setelah semua selesai sarapan Ayesh, Doni dan Pak Akbar pamit untuk berangkat ke kantor. Begitu pula dengan Hyorin yang berangkat ke rumah sakit dengan diantar supir keluarga Akbar. Hyorin berharap kali ini dia tidak lagi harus bertemu dengan Indra.
Rasa trauma terhadap Indra masih menyelimutinya sejak kejadian di pusat perbelanjaan kemarin.
------------------------------------------------------------------
Hai Kak maafkan Author yang baru update ya, karena kesibukan Author di real life. 🙏🙏🙏
Terus dukung Author ya, jangan lupa like, coment, vote dan jadikan favourite ya Kak. 💕💕💕
__ADS_1
Terimakasih yang selalu mendukung Author 😘😘😘