
Hyoshan sampai di rumah sekitar pukul Delapan malam. Hyorin langsung berhambur ke arahnya, bertanya ini itu sebab dia mengkhawatirkan hubungan Kakaknya dengan Nita.
"De' kamu tenanglah, sudah Kakak atasi!"
"Benarkah? Kakak hebat!" Hyorin berputar-putar mengitari Hyoshan yang sedang berdiri.
"Awas De' nanti jatuh, ingat kamu sedang hamil!" nasehat Kakaknya.
"Aku lelah, aku naik dulu mau mandi ya Rin!"
"Nanti turunlah untuk makan malam Kak, aku hangatkan lagi makanannya."
"Tidak usah De', aku sudah makan di rumah calon mertua!" Hyoshan menghentikan langkahnya di anak tangga kedelapan dan menoleh kepada Hyorin.
Hyorin dibuat takjub dengan Kakaknya yang perkembangannya sangat pesat.
"Kamu juga istirahat De', telfon Ayesh gih. Kasihan dia mungkin menunggu telfon dari kamu hari ini,"
Hyorin teringat akan ponselnya yang dia letakan di kamar, khawatir Ayesh menghubunginya dan dirinya tidak tahu. Diapun bergegas naik dan masuk ke kamarnya.
Kini sudah seminggu Ayesh pergi, setiap hari Ayesh akan mengabari Hyorin dengan melakukan panggilan video, meskipun begitu rasa rindu diantara keduanya sangat kentara.
Ayesh berada di Melbourne yang memiliki perbedaan zona waktu sekitar Empat jam lebih cepat dari pada waktu di tempat Hyorin tinggal. Hal ini terkadang membuat keduanya susah untuk mengatur waktu berkomunikasi.
Melbourne adalah ibu kota dan kota terpadat di negara bagian Voctoria sekaligus kota terpadat kedua di Australia dan Oseania. Melbourne terdiri atas satu wilayah metropolitan dan Tiga Puluh Satu Kotamadya. Kota ini menduduki sebagian besar pesisir Teluk Port Phillip dan menyebar ke pedalaman hingga barisan pegunungan Dandenong dan Macedon, Semen anjung Mornington dan Lembah Yarra. Penduduknya disebut Melburnian.
Malam ini Hyorin sangat susah untuk memejamkan mata, Ayesh seharian tidak memberikan kabar apapun kepadanya. Chat yang Hyorin kirimkan juga tidak ada satupun yang Ayesh balas. Begitu pula dengan Doni yang tidak bisa dihubungi oleh Hyorin. Rasa khawatir mulai menyeruak di relung jiwanya.
"Mas kamu kemana? Kenapa tidak ada kabar seharian ini?" Hyorin bermonolog dalam hatinya.
Berkali-kali Hyorin menghembuskan nafas beratnya. Hyorin mulai terlelap, disaat itulah ada bunyi panggilan yang masuk ke ponselnya namun Hyorin tidak mendengar panggilan itu. Jiwanya sudah terbang ke alam mimpi.
Keesokan paginya Hyorin menatap sendu layar ponselnya sebab sekitar pukul Dua dini hari waktu Indonesia Barat atau sekitar pukul Enam pagi waktu Melbourne Victoria Australia ternyata Ayesh menghubunginya sedangkan dia tidak mendengar adanya panggilan itu, Hyorin merasa sangat menyesal sebab ketika dia mencoba menghubungi Ayesh kembali lagi-lagi pria itu panggilannya sudah tidak bisa tersambung.
Wajar saja demikian mungkin Ayesh sedang sibuk dengan misinya kali ini, meskipun di tempat Hyorin masih pagi tentu disana sudahlah siang dan aktivitas sudah dimulai.
__ADS_1
Hyorin menghempaskan tubuhnya di kasur, menatap langit-langit kamarnya. Di dalam hatinya tetap percaya pada Ayesh yang akan selalu menjaga diri dan hatinya, namun kenapa begitu hampa? Hari-hari kemarin mereka selalu bersama, banyak hal yang sudah mereka lalui, senang, sedih dan banyak rasa lain.
Seandainya boleh memilih dia akan ikut kemanapun suaminya pergi, namun dia juga tidak bisa bersikap egois dengan membahayakan kandungannya jika harus berpergian jauh.
Hyorin berusaha keras menekan perasaan yang muncul di dalam hatinya, dia memilih bergegas pergi ke rumah sakit untuk bekerja, berharap waktu akan bergulir dengan cepat.
Melbourne Victoria, Australia
Ketika Hyorin sedang menahan rindu yang cukup berat, sebenarnya Ayesh juga merasakan hal yang sama. Dia ingin secepatnya menemukan Mr. Jacob. Ayesh dan Doni bekerja keras siang dan malam.
Ayesh sudah seminggu ini mencari Mr. Jacob namun masih nihil, begitu sampai di benua yang sekaligus merupakan nama sebuah negara itu, Ayesh langsung menuju ke alamat yang Ayahnya berikan namun ternyata Mr. Jacob telah pindah. Beruntung Ayesh memiliki teman di Melbourne. Dia mengajak Doni untuk menemui temannya itu setelah menghubunginya melalui sambungan telfon.
Malam ini mereka sudah membuat janji untuk bertemu di sebuah restoran khas Indonesia yang ada di Melbourne yang bernama Pondok Rempah.
Pondok Rempah dapat ditemukan di kawasan Central Business District (CBD) Melbourne, bersebelahan dekat dengan Queen Victoria Market. Lokasi yang sangat strategis dan berada di pusat kota membuat rumah makan ini mudah didatangi oleh setiap pelanggan yang tengah berkunjung ke pusat kota Melbourne.
Pondok Rempah ini menjalin mitra dengan Wonderful Indonesia, Pondok Rempah menjual aneka masakan Indonesia yang telah tersertifikasi halal.
Menu yang disajikan juga beragam mulai dari nasi goreng, sop buntut, ikan asam-manis, sate ayam, tahu isi, ayam bakar bumbu rujak, iga bakar, pisang goreng, serta masih banyak lagi yang lainnya, selain itu tempat ini juga menyediakan pilihan hidangan vegetarian dan gluten-free, sesuai dengan permintaan pelanggan.
"Hai Yesh, Don apa kabar?" wanita itu menyalami Ayesh dan Doni secara bergantian yang disambut oleh keduanya dengan senang hati. Suami dari wanita itu juga melakukan hal yang sama.
Wanita yang malam ini bertemu dengan Ayesh dan Doni bernama Alysa yang merupakan teman mereka saat kuliah dulu, Alysa menikah dengan Alex dan pindah ke Melbourne mengikuti Suaminya bahkan kini Alysa telah resmi menjadi warga negara Australia.
"Kami baik Alysa, kamu apa kabar?"
"Bisa kalian lihat sendiri aku sangat baik, kenalkan ini suamiku namanya Alex." Alysa memperkenalkan suaminya.
Suami Alysa sangat rupawan dan tampak sebagai seorang laki-laki yang baik dan sangat menyayangi Alysa.
Mereka saling bercerita banyak hal sembari menyantap makan malam mereka.
"Eh ya Yesh, apa kabar dengan Jovanka? Apakah kalian sudah menikah?" tanya Alysa disela-sela obrolan mereka.
Ayesh tersedak air yang sedang diminumnya.
Uhuk...uhuk...
__ADS_1
Doni menepuk-nepuk pundak Ayesh.
"Maafkan aku Yesh tidak seharusnya aku bertanya demikian," Alysa sedikit menyesal.
Ayesh sudah sedikit lebih tenang, "Tidak apa-apa Alysa,"
"Begini Lysa, kini Jovanka dan Ayesh sudah menikah tetapi dengan orang yang berbeda." Doni mewakili Ayesh menjelaskan.
Alysa membulatkan matanya, "Kok bisa Don?"
"Ceritanya panjang, lain kali aku ceritakan." Jawab Doni.
Akhirnya Ayesh menceritakan tujuannya datang ke Australia dan meminta bantuan kepada Alysa dan suaminya untuk bisa membantu mereka menemukan Mr. Jacob.
"Wah kebetulan sekali suamiku ini seorang wartawan, siapa tahu dia memiliki file-file terkait Mr. Jacob yang kini menghilang entah kemana,"
"Mr. Jacob itu orang yang cukup terkenal di Melbourne karena kekayaannya yang sangat banyak, hanya saja setelah Mr. Jacob mewariskan semua hartanya ke anak-anaknya kini Mr. Jacob seolah menghilang di telan bumi, kabar terakhir dia memilih tinggal di pedesaan namun tidak diketahui dimana tepatnya." Jelas Alex yang memang bisa berbahasa Indonesia.
Alex bertemu dengan Alysa di kampus saat dia menajalani pertukaran pelajar antar Negara untuk belajar bahasa Negara tetangga. Selain berprofesi sebagai seorang wartawan, Alex juga merupakan salah satu pengajar Bahasa Indonesia di sekolah-sekolah di Australia.
"Datanglah ke rumah kami esok hari, kita cari informasi terkait Mr. Jacob di file-file yang aku simpan." Perintah Alex kepada Ayesh dan Doni.
"Baiklah kami pasti akan datang berkunjung," jawab Ayesh.
Tanpa mereka sadari ada sepasang mata yang mengawasi mereka berempat, memfoto interaksi mereka terutama interaksi antara Ayesh dan Alysa. Orang itu tersenyum devil, terbersit sebuah rencana untuk menghancurkan hubungan Ayesh dan Hyorin.
"Alysa, Alex kami pamit dulu. Kami pasti akan datang ke rumah kalian. Terimakasih kalian sudah mau datang menemui kami." Ucap Ayesh sebelum beranjak pergi.
"Tidak perlu sungkan, kami dengan senang hati menerima kalian disini, kapan-kapan bawalah istrimu kemari, aku ingin berkenalan dengannya, wanita hebat yang bisa menaklukan manusia kutub seperti kamu," Alysa tertawa.
"Dia wanita langka Alysa, dia seperti porselen yang aku jaga agar jangan sampai pecah."
"Percaya aku Yesh, sebelum pergi ayo kita berfoto bersama akan aku bagikan di akun media sosialku biar teman-teman kita ngiri,"
Mereka berempat berfoto bersama dalam berbagai pose, Alysa mengunggahnya di media sosial miliknya. Baru beberapa menit terupload sudah banjir komentar dan like dari teman-teman mereka.
Ayesh dan Doni berpamitan untuk kembali ke hotel tempat mereka menginap. Ayesh sudah merindukan istrinya, dia ingin segera menghubungi Hyorin setelah kemarin tidak bisa berkomunikasi sama sekali.
__ADS_1