Dokter Pribadiku, Istriku

Dokter Pribadiku, Istriku
Episode 40


__ADS_3

Hari ini Ayesh diperbolehkan pulang oleh Dokter setelah menjalani perawatan selama Tiga hari di rumah sakit.


Hyorin merasa lega melihat Suaminya yang sudah jauh lebih baik dari pada sebelumnya.


"Aku senang sekali bisa pulang Rin, rasanya sudah kangen dengan kasur ini," Ayesh merebahkan tubuhnya di kasur begitu sampai di Apartemen.


"Aku juga Mas, sudah lama sekali rasanya aku tidak pulang, kangen dengan suasana rumah ini,"


"Kamu tidak kangen sama aku Rin?"


"Nggak Mas," jawab Hyorin asal.


"Kamu jahat sekali sama Suami sendiri, Aku sudah lama puasa, malam ini boleh ya?" Ayesh menaik turunkan alisnya.


"Mas kamu itu masih sakit, tidak usah mikir macam-macam deh. Aku mandi dulu ya Mas, gerah lama-lama disini." Hyorin mengalihkan pembicaraan dan ngacir masuk ke kamar mandi.


"Awas kamu Rin, lihat saja nanti!" Ayesh terbahak dengan sikap malu-malu istrinya.


Ayesh dengan setia menunggu istrinya keluar dari kamar mandi. Dia juga sangat gerah sudah ingin mandi sebab selama tiga hari ini Ayesh hanya mandi beberapa kali saja selama berada di rumah sakit.


"Rin udah belum? Ayesh mengetuk pintu kamar mandi.


"Iya Mas, sebentar lagi." Jawab Hyorin dari dalam.


Ayesh dan Hyorin sudah selesai dengan semua ritual bersih-bersihnya. Kini mereka bersiap untuk tidur. Hyorin sedang duduk di bibir ranjang sambil membaca buku tatkala Ayesh masuk ke dalam kamar.


"Rin minggu depan ada acara reunian kampus, kamu ikut aku ya?" pinta Ayesh sambil memposisikan dirinya di samping Hyorin.


"Aku malu Mas, tidak ada yang aku kenal juga kan Mas,"


"Kamu kan sama aku, nanti ada Doni juga."


"Lihat nanti saja ya Mas, aku pikir-pikir dulu."


"Yakin nggak mau ikut? Nanti kalau mantan aku datang juga terus kita nostalgiaan kamu nggak apa-apa kan Rin, secara pernikahan kita belum go public."


Hyorin tampak berpikir, memang benar apa yang Ayesh ucapkan. Mereka belum mengumumkan pernikahan mereka, hanya beberapa orang terdekat saja yang memang sudah mengetahuinya.


"Kok diam Rin?"


"Aku mau bobo Mas, ngantuk!"


Hyorin menutup buku yang sedang ia baca dan menaruhnya di atas nakas, menarik selimut dan memposisikan dirinya memunggungi Ayesh. Hal yang sama juga Ayesh lakukan, dia memiringkan tubuhnya ke arah yang berlawanan dengan Hyorin.


Entah apa yang terjadi dengan mereka, suasana menjadi berubah sangat canggung.


"Mas...kamu sudah tidur?"


"Aku belum bisa tidur Rin,"


"Oh ya...tidurlah Mas, sudah larut."


"Rin seharusnya kita tidak seperti ini, setelah satu bulan lebih tidak bersama. Aku kangen sekali sama kamu Rin," Ayesh membalik posisi tidurnya ke arah Hyorin, sedangkan Hyorin tetap pada posisi yang sama.


"Kamu masih sakit Mas, sebaiknya sekarang istirahat,"


"Apakah kamu marah soal yang tadi?"


"Soal apa Mas?" Hyorin membalik tubuhnya menghadap Ayesh.


"Reuni...,"


Hyorin menggeleng dengan menggebungkan pipinya membuat Ayesh sangat gemas.

__ADS_1


Ayesh meraih tangan Hyorin dan membawa gadis itu ke pelukannya.


Ayesh menciumi Istrinya dengan lembut dan semakin dalam, hingga dia menyentuh bagian sensitif dari gadis itu yang membuat tubuh Hyorin memberikan respon karena ulahnya.


Ayesh semakin bersemangat ketika apa yang dilakukannya tidak mendapatkan penolakan.


Dia yang sudah menahan gairahnya sejak lama, menginginkan kehangatan lebih, melepaskan kerinduan dan ingin sekali mengobati dahaganya.


Malam ini berakhir dengan peluh, mereka kembali bersenyawa.


****


Ayesh bangun lebih dulu dibandingkan Hyorin, dia berinisiatif membuatkan sarapan untuk Istrinya yang masih terlelap.


Ayesh tidak mau membangunkan Istrinya yang mungkin kelelahan sebab tadi malam Ayesh membuat Hyorin harus bertarung bersamanya Dua ronde.


Sungguh permainan yang panas dan melelahkan.


Ayesh menarik sudut bibirnya membuat lengkungan yang indah yang dulu jarang terlihat, Ayesh merasakan manisnya cinta setelah terpisah oleh jarak.


Menahan diri cukup lama, ternyata rasa cinta itu tidak menguar berevaporasi justru cintanya kepada Istrinya semakin tercampur rata dan homogen.


Terdengar bunyi bel yang dipencet dari luar, Ayesh segera melihat siapa yang berkunjung pagi-pagi sekali.


"Surprise...," senyuman seorang gadis tampak terkembang di ambang pintu. Dia merentangkan tangannya.


"Jovanka...," Ayesh kaget dengan kehadiran gadis itu.


Jovanka langsung memeluk Ayesh yang masih mematung di depan pintu, gadis itu hendak melakukan cipika cipiki kepada Ayesh namun dia tepiskan.


"Maaf Jov, itu tidak pantas." Ayesh melepaskan pelukan Jovanka.


"Kenapa Yesh? Bukankah dulu kita biasa melakukannya?"


"Suasananya masih tetap sama, aku merindukanmu Yesh."


Jovanka memasuki dapur, dia melihat di meja makan sudah tersaji sarapan untuk Dua orang.


"Wah kamu tahu ya kalau aku akan datang, so sweet...," ucap Jovanka kepedean.


"Kapan kamu kembali Jov?"


"Aku baru sampai Yesh dan langsung kemari, aku kangen sekali sama kamu."


"Sebaiknya kamu menemui orang tuamu dulu Jov, mereka pasti sangat merindukanmu."


"Aku kangennya sama kamu Yesh, kenapa ponsel kamu selalu tidak aktif? Kamu mengganti nomornya ya setelah aku pergi?"


"Kita bicarakan nanti saja ya Jov, sebaiknya kamu pulang saja sekarang. Aku sedang siap-siap mau ke kantor."


Ayesh mengusir Jovanka, sebab Ayesh sangat khawatir jika Hyorin sampai tahu ada wanita lain yang datang ke Apartemen, Ayesh tidak mau Hyorin salah paham kepadanya dan berpikir yang tidak-tidak sebab mereka tidak tinggal bersama ketika Hyorin sedang bertugas di Desa Z.


"Tapi Yesh, aku ingin sejenak bersamamu. Bukankah ini masih sangat pagi, aku sengaja dari Bandara langsung kesini lebih dulu agar aku bisa bertemu denganmu sebelum kamu berangkat bekerja."


"Jov tolong kamu pergi dulu sekarang, aku akan menemui kamu nanti."


Ayesh membawa Jovanka ke arah pintu dan menyuruhnya untuk segera pergi. Ayesh segera menutup pintu dan mengecek Hyorin di kamar, khawatir Istrinya sudah bangun dan mengetahui kejadian tadi.


Ayesh bernafas lega ketika melihat Istrinya masih bergumul dengan selimut.


Ayesh mendekati Hyorin dan mengecup mata lentik gadis itu yang masih tertutup rapat, membuat gadisnya berkesiap menggercap-gercapkan matanya yang masih enggan terbuka.


"Bangun Orin sayang, sudah pagi bukankah kamu harus bekerja? Aku sudah membuatkan sarapan untukmu."

__ADS_1


Hyorin tersenyum, menurut Hyorin kini perlakuan Ayesh sangat manis terhadapnya.


Hyorin mengecup pipi kiri Ayesh, "Terimakasih Mas, aku bersyukur bisa selalu bersamamu."


Ayesh menggenggam kedua tangan Hyorin dan menciumnya.


"Percayalah padaku Rin, aku pasti akan selalu ada untukmu. Tidak ada orang lain dihatiku selain kamu."


Hyorin memeluk Suaminya dengan perasaan yang benar-benar bahagia.


"Sudah mandi dulu sana, nanti kita sarapan bersama. Aku tunggu my Princess...,"


Hyorin menuruti perkataan suaminya, kemudian bersiap dengan setelan baju kerjanya dan menemui Ayesh di meja makan.


"Aku antar kamu ya Rin," ucap Ayesh disela-sela aktivitas mengunyahnya.


"Hu'um Mas," Hyorin mengangguk dan tersenyum manis.


****


Jovanka yang tidak menyangka akan di usir oleh Ayesh merasa sangat kesal, dia pergi dari Apartemen dengan emosi yang meluap-luap.


Jovanka menelfon seseorang dan bergegas menemuinya.


Jovanka merupakan kekasih Ayesh ketika mereka kuliah bersama, namun gadis itu pergi meninggalkan Ayesh untuk melanjutkan kuliah di Luar Negeri.


Ayesh saat itu tidak setuju, namun gadis itu tetap memaksa. Ayesh sangat mencintai Jovanka pada waktu itu dan tidak ingin berpisah dalam waktu yang cukup lama dengan Jovanka.


Jovanka berjanji akan menghubungi Ayesh setiap waktu, diawal-awal perpisahan mereka komunikasi mereka masih berjalan lancar, namun seiring berjalannya waktu gadis itu tidak pernah menghubungi Ayesh lagi.


Ketika Ayesh berusaha menghubunginya Jovanka selalu beralasan jika dia sedang sibuk.


Di saat seperti itu Ayesh merasa sangat putus asa dan frustasi. Hingga pada akhirnya Ayesh memutuskan untuk menyusul Jovanka ke tempat dimana dia melanjutkan study, Ayesh pergi bersama Doni untuk menyusul Jovanka ke Luar Negeri.


Ayesh dibuat kecewa oleh Jovanka yang ternyata sudah memiliki kekasih baru, Ayesh memergoki Jovanka masuk ke sebuah Hotel bersama seorang Laki-laki.


Hati Ayesh hancur berkeping-keping, beruntung Doni ada bersamanya sehingga dia tidak sampai melakukan hal-hal yang fatal. Setahun lamanya Ayesh terpuruk dengan kehidupannya, hingga senyumnya seolah tidak lagi ada.


Dia juga mengganti nomor ponselnya dan berusaha bangkit dari keterpurukan, berubah dari Ayesh yang ceria menjadi Ayesh yang sangat dingin. Seolah membenci semua wanita dan menganggap semuanya sama murahannya dengan Jovanka.


Dia yang begitu menjaga Jovanka ketika bersamanya, malah justru gadis itu yang merusak dirinya sendiri.


Ayesh ingin menjadikan Jovanka pelabuhan terakhirnya, menjadikan gadis itu sebagai Nyonya Ayesh selama kehidupannya.


Setelah menyelesaikan kuliah, Ayesh berencana untuk menikahi Jovanka. Namun, alam berkehendak lain dengan memperjalankan kisah cinta mereka berakhir dengan luka. Meskipun Jovanka sendiri menganggap Ayesh masih sebagai kekasihnya mungkin hingga saat ini.


Ayesh yang dia anggap bodoh dan mau saja dibodohi karena kebucinan Ayesh terhadap dirinya.


Hingga pada suatu ketika Ayesh juga bertemu dengan Silvia, gadis itu terus mengejarnya namun Ayesh selalu mengabaikannya bahkan hingga saat ini.


Silvia juga Ayesh anggap sama murahannya dengan Jovanka sehingga menambah daftar wanita-wanita yang Ayesh benci.


Jovanka kini kembali, ingin menggapai Ayesh yang dia anggap masih seperti dulu sangat mencintainya, Jovanka sangat yakin jika Ayesh tidak mengetahui kelakuannya selama berada di Luar Negeri.


Jovanka bahkan kini seolah sedang menggali lubangnya sendiri. Dia juga tidak mengetahui jika Ayesh telah menikah dan telah menemukan kebahagiannya bersama Hyorin.


----------------------------------------------------------------------


Bau-bau valakor muncul nih Kak, 🤭🤭🤭


Terus dukung Author ya, jangan lupa like, komen, vote dan jadikan favourite ya. 💕💕💕


Terimakasih ya Kak, yang selalu setia dengan cerita Author. Love U All 😘😘😘

__ADS_1


__ADS_2