
Ilustrasi ;
Emergency LOVE
Genre ; Romantis, komedy, fantasi, drama
Sebelumnya terima kasih sudah membaca karya saya sejauh ini, jangan lupa untuk like atau vote dan memberi tanggapan atau komentar jika ada pertanyaan dan sarannya atau pendapat kalian. Mohon dukungannya ya teman-teman. 😄😄
{Special Love Of Yamashita Ito}
"Yamashita Ito, pria memiliki wajah dua yaitu cahaya dan kegelapan itu adalah takdir sebagai manusia setengah kutukan Yamashita. Namun takdir itu tidak diterima olehnya karena harus merasakan kehilangan, penderitaan, kesedihan, kebencian dan kemarahan. Apa ada cara mengatasi takdir itu?"
Di wilayah Izu adalah tempat bangkitnya penduduk Yamashita yang dipimpin oleh Moyuka Elizabeth. Miyuki sebagai putrinya memiliki kutukan lebih besar dari penduduknya maka mereka memilih menyembunyikan rasa sakit karena akan berpengaruh kutukan yang ada ditubuh putri Yamashita.
"Ito? Mulai sekarang kau adalah pengawal Miyuki, tolong lindungi Miyuki apapun itu."
Pesan terakhir dari Moyuka pada Ito membuatnya ragu mewujudkan permintaan itu karena memiliki dua mata yang berbeda.
"Kenapa harus aku?" Pikirnya.
Melihat dua mata yang berbeda sudah membuatnya marah, jika harus menanggung rasa sakit dari Yamashita.
"Kenapa? Kenapa? Kenapa harus Yamashita merasakan sakit ini?!"
Hingga suatu hari, dia ditemui oleh wanita cantik namun melihat wajahnya saja mudah ditebak bahwa wanita itu punya wajah licik yaitu, Matsumoto Shimizu.
"Apa kau muak dengan penderitaanmu?"
"Penderitaanku?"
"Benar sekali, lagi pula matamu sangat berguna untuk menghapus penderitaanmu."
"Mata ini bisa menghapus penderitaan ku?"
Matsumoto membenarkannya. "Maukah kau ikut dengan ku, aku akan membebaskanmu."
"B-benarkah?"
Ito memutuskan ikut bersamanya. Namun, hidup Ito berakhir penjara. Matsumoto mengendalikan otak dan pikirannya agar menuruti perkataannya.
"Mulai sekarang, kau adalah guardian ku." Wajah wanita itu terukir senang penuh kelicikan.
"Baik, Matsumoto-sama."
Ito yang berwajah ketakutan dan penderitaan itu mulai menghilang. Hanya wajah kosong terukir diwajahnya, bagaikan bonekanya.
••
Seiringnya waktu berjalan, usia Ito menginjak ke-13 tahun. Dia bersama Matsumoto pergi laboratorium rahasia milik klan master. Di situlah, wajah itu tertulis membeku menyaksikan gadis kutukan berusia 12 tahun alias Miyuki berada di ruang itu.
Ruang yang menyiksa tubuhnya, hingga teriakan itu terdengar sangat sakit. "Aagghhh!!!"
"Tak sangka, aku menemukan putri kutukan ini." Ucap pria tinggi berambut putih dengan tongkat panjang ditangannya alias Victor Rihito.
"Kerja bagus, kau adalah putri kesayangan ku Matsumoto." Pujinya.
"Terima kasih ayah."
"Lalu, siapa dia?" Pria itu bertanya pada anaknya, siapa pria kecil berdiri disamping Matsumoto.
"Dia guardian ku, dia juga memiliki keajaiban seperti gadis itu."
"Begitu, itu sangat cocok untukmu."
"Sekali lagi makasih ayah, lalu apa yang kau lakukan padanya?" Tentu saja, Matsumoto puas menerima pujian dari ayahnya.
"Tentu saja, aku sedang ujicoba melakukan eksperimen baru dari kutukan gadis itu."
Dua orang itu bersama para pengawalnya dan tim penelitian sains melakukan ujicoba eksperimen baru dari kutukan Miyuki, walaupun memakan banyak waktu.
Ito dan Miyuki bertatapan muka, mereka dipertemukan setelah menghilang tiga tahun.
"Ito? Itu..kau?"
"Siapa?"
Pertanyaan Ito membuat Miyuki bertanya-tanya, ada apa dengan Ito? Padahal gadis itu Miyuki alias keluarganya.
"Huh?"
"Apa kau tidak kesakitan? Tubuhmu baru saja dihancurkan."
Malahan Ito hanya menanyakan kondisi Miyuki. Gadis itu tidak mengerti,
"Ito? Ada apa denganmu?"
"Apa? Kau mengenalku? apa kita pernah bertemu? Ku rasa tidak."
Wajahnya penuh kekosongan dengan nada yang begitu dingin menatap gadis dihadapannya.
"Aku hanyalah guardian Matsumoto-sama, jadi..jangan menghalangi ku."
"Apa? Tidak mungkin.."
"Kenapa? Kau tidak ada hubungannya denganku bukan?"
Miyuki menyerah mulai mengerti. "Terserah kau saja."
Pembicaraan antar dua guardian berakhir tanpa damai sedikit pun karena wajah itu saling bermusuhan seolah mengganggu.
••
Seiringnya waktu berjalan, hasil eksperimen yang dibuatkan dari tes DNA Miyuki dinyatakan FAIL. Akibat kelebihan larutan darah Yamashita hingga hasilnya malah jadi modifikasi nuklir, gadis muda punya bentuk tubuh yang sempurna, paras wajah 99% cantik menawan, rambut silver berkilau namun tubuhnya hanyalah bahan nuklir.
Ito bersama Matsumoto menyaksikan kemarahan Victor hingga pria itu menyiksa Miyuki karena dia tidak mengeluarkan sedikit pun kekuatannya.
"Setetes apapun kau mengambilnya dari tubuh ku, tidak akan menghasilkan apa yang kau ingin kan, melainkan kegagalan yang kau dapatkan." Ucap Miyuki membiarkan laki-laki itu menyakitinya.
Ito hanya diam tapi raut wajahnya sedikit berubah bahwa dia tak tega melihat Victor mencambuk gadis tak berdosa itu. Dia tak menunjukkan rasa sakit pada dirinya, tapi luka-luka itu membekas di tubuhnya.
"Kenapa... kenapa dia tidak teriak? Luka itu menyakitkan bukan?" Pikir Ito.
"Rasanya aku... tidak tega melihatnya."
Tak sehari kemudian, Miyuki bersama hasil ekperimen gagal itu menghilang. Matsumoto meminta para pengawalnya bersama Ito untuk mengejar mereka,
"Mereka sudah berani melawan ku yaa!" Ujar Matsumoto kesal mendengar kabar buruk tentang Miyuki dan klonnya kabur.
Sementara dalam pencarian, Ito menemukan dua gadis itu.
"Jangan mendekat." Sahut Miyuki menghentikan langkah pria itu mendekatinya.
"Selangkah pun kau mendekat, aku akan menyerangmu."
Namun, Ito mengabaikannya dan langsung maju menyerang. Untungnya Miyuki mampu menangkisnya,
"Ini perintah Matsumoto-sama!" Tegas Ito meminta Miyuki kembali.
"Aku menolaknya." Balas Miyuki menendang perut pria itu hingga jatuh ke tebing pohon.
"Ito Yamashita, dimana dirimu yang sebenarnya?! Apa kau termakan kelicikan si ****** itu?!"
Ito tak mengerti apa yang ditanyakan oleh Miyuki. Dia bangkit dan tak menyerah serang gadis itu, namun tetap saja dia jatuh mengalah.
Miyuki mendekatinya dan memperhatikan dua mata Ito yang berbeda warna.
"Jadi begitu, kau tidak terima takdirmu. Ingatlah mata mu itu memiliki dua sisi yaitu cahaya dan kegelapan, dua sisi itulah yang memberi jawaban pada takdirmu."
"Apa maksudmu? Dua sisi?"
"Kau butuh waktu untuk mengerti apa yang aku ucapkan sekarang, tapi ingatlah. . Kau tak mampu mengalahkan ku."
"Ayo, Miki Akane."
"baik."
Miyuki bersama klonnya menghilang. Ito juga putus asa mengejar mereka, perlahan-lahan wajah itu menunjukkan kemarahan.
"Apa yang terjadi dengan ku?! Bukankah aku sudah bebas?!"
Matsumoto kesal berat menerima laporan bahwa dua gadis itu tidak ditemukan. "SIAL!!!"
Hingga seminggu kemudian, ada kabar angin sedang heboh bahwa terjadi ledakan nuklir di era perang Hiroshima. Ito dan Matsumoto menduga bahwa eksperimen gagal itu meledakan diri.
"Eksperimen gagal itu meledak? Ternyata waktu bertahannya hanya seminggu kah?" Pikir Matsumoto.
"Tidak, tergantung penggunanya." Jawab Ito.
"Jadi, si Miyuki memilih mengakhirinya, dasar bodoh!"
"Ingat, jika kau bersamanya yang ada penderitaanmu kembali." Saran Matsumoto.
__ADS_1
"Baik."
••
27 oktober, banyak hal yang sudah terlewatkan yaitu putri kesayangan Matsumoto dinyatakan meninggal, Miyuki diminta menggantikan Mayumi dijadikan mempelai wanitanya Nishimura namun ujung-ujungnya Miyuki mengkhianati Shimizu. Itu cukup berat, apalagi reaksi Matsumoto-sama sangatlah muak terhadap masalahnya.
"Apa yang mereka rencanakan sebenarnya? Mengkhianati ku kan?" Gumamnya.
Matsumoto tak yakin jika putri kesayangannya itu meninggal maka dia meminta Ito melakukan pencarian hingga terdengar kabar melegakan bahwa putri kesayangannya bersembunyi di China.
Ito hanya berdiam diri berpikir, "mendengar kabar Mayumi-sama kabur itu karena ada alasan tertentu, dia masih bersalah yang telah dia lakukan terhadap orang yang dia cintai."
Setahunya, Ito adalah mata saksi melihat Mayumi diam-diam membawa pria ke ruang laboratorium rahasia.
"Apa yang kau lakukan, Mayumi-sama?"
"Dan..dia siapa?"
Akibat Mayumi ketahuan, dia tak punya pilihan lain memberitahunya.
"Ito? Dia..Ryuzaki, pria yang sangat aku cintai dan aku..aku ingin menyegel tubuhnya."
"Apa maksudmu?" Tanya Ito.
"Aku tidak tau kapan itu terjadi Ito, jika aku meninggalkannya lalu kembali bersamanya maka rasa cinta itu takkan memudar, justru segel di tubuhnya itu mendengarku maupun menuruti ku."
"Tapi..bukankah menyegelnya sama saja kau melukainya?"
"Aku tau, tapi..akan ku coba denga DNA ku."
Ito membiarkan gadis itu melakukannya tapi. . .
"Kau siap bertanggung jawab kan? Aku tidak mau terlibat."
"Aku mengerti, tapi tolong sembunyikan hal ini." Pinta Mayumi.
Ito mengabaikannya tetapi melihat wajahnya mudah ditebak bahwa pria itu menurutinya.
Setelah tahu keberadaan Mayumi, Ito diminta kembali untuk memberitahukan informasi Mayumi lebih rinci. Namun, tak disangka tiba di bandara. Seseorang sedang menunggunya,
"Aku sudah lama menunggumu." Sapa nada familiar itu.
"Siapa?" Ito penuh curiga menatap dari ujung kaki pria itu hingga ujung kepalanya.
Pria berjubah hitam panjang dengan bulu-bulu tebal warna putih mengitari dilehernya dan sebuah tongkat aneh di tangannya, layaknya dia seperti penyihir.
Bibir pria itu tersenyum sinis penuh ide,
"Aku kemari ingin bicara denganmu, tapi sebelum itu... maaf.." Dia terpaksa memukul belakang Ito hingga hilang kesadaran.
Begitu Ito membuka kedua matanya, dia berada di sebuah kamar kecil, simpel hanya jendela dan kasur tersisa dikamar itu.
"Ad-duh, apa yang terjadi?"
"Kalau dipikir-pikir tadi itu..." Dia mengingat kejadiannya kembali, hingga pria itu datang menemuinya.
"Kau sudah bangun?"
"Kau siapa?!"
"Tenanglah, aku bukannya ingin membunuhmu dan kenalkan namaku Nishimura Tatsuro, kau Ito Yamashita kan?"
"Nishimura? Bagaimana kau mengenalku?"
Pria bernama Tatsuro itu perlahan-lahan mendekat kehadapan Ito. "Karena ini misi ku."
"Misi mu?"
Tatsuro membenarkannya lalu memperhatikan mata pria itu, "hmmm..apa matamu ini yang dimaksudkan?" Pikirnya.
"Apa maksudmu?"
Diam-diam Tatsuro mendekatkan salah satu tangannya ke samping telinga Ito, kemudian menjelitiknya.
". . . . !" Begitu mendengar suara getaran kuat dari jelitikan jari Tatsuro membuat dua mata pria itu menyala dengan warna yang berbeda yaitu kuning dan biru.
Ito tak begitu mengerti apa yang dilakukan Tatsuro padanya. Tatsuro dengan santai menjelaskannya,
"Dengar baik-baik, matamu memiliki dua sisi yang berbeda yaitu biru adalah cahaya dan kuning adalah kegelapan, dua sisi itu merupakan takdir untukmu. Kau tak bisa lari dari takdir terutama dirimu sebagai manusia setengah kutukan."
Kata itu pernah diingatkan oleh Miyuki, namun kata itu tidak mempan untukknya. Tetapi, mendengar Tatsuro mengatakannya membuat detak tubuhnya bergelombang.
"Sebagai pengawal Miyuki, kau tak patut melarikan diri dan membiarkannya terluka. Kau tau.. Miyuki sejauh ini juga menderita sepertimu."
Tatsuro berwajah damai mengusap kepala Ito dengan lembut, "karena ini misi ku."
Lagi-lagi jawaban Tatsuro membuat Ito muak mendengarnya, tetapi sentuhan dikepalanya membuat teringat seseorang.
"Ito? Mulai sekarang kau adalah pengawal Miyuki, tolong lindungi Miyuki apapun itu."
Hingga airmatanya berlinang diwajahnya. "Apa yang aku lakukan selama ini? Bukankah itu permintaanya? Kenapa.. kenapa aku mengabaikannya?!"
Tatsuro memeluknya sambil menenangkan pria itu. "Aku mengerti, tapi sekarang ikutlah denganku itu artinya kau bisa bergerak bebas melindungi Miyuki tanpa perintah si ****** itu."
Akhirnya Ito bebas dari rantai Matsumoto, tentunya dia tanpa ragu menceritakan kejadian pada dirinya dan Miyuki di kediaman Shimizu. Tatsuro mulai mengerti, melihat wajah tenangnya saja membuat Ito memeluknya.
"Makasih.."
"Huh? Ito?"
Ito melebarkan senyumnya, "kau seperti ayah ku."
"Eh?" Tatsuro jadi terkejut tapi setelah itu dia senang melihat wajah pria itu sudah normal kembali.
"Mulai sekarang, mari lindungi tuan putrimu."
"Baik."
Kediaman Shimizu, Matsumoto marah besar mendapat kabar tentang Ito menghilang, "siapa yang melakukan hal ini?!!" Serunya.
Dia berjanji dalam seumur hidupnya akan membunuh orang-orang yang mengkhianatinya terutama Miyuki.
"Jangan meremehkan ratu iblis ini."
••
Dua hari kemudian, tugas Ito adalah melindungi Miyuki. Diam-diam dia mengawasi keberadaan Miyuki di RS Aizawa, walaupan rasa bersalahnya belum pudar. Dia ingin meminta maaf padanya, tetapi. . .
Dua sosok tak asing itu alias Arata bersama Lina berhadapan dengan Miyuki, tentu saja mereka menyerang dengan pistol dan Miyuki sekaligus menghancurkannya hanya sekali genggaman.
"Wajah itu masih terlihat kosong, apa dia masih belum pulih?"
Ito tidak menyangka bahwa emosi Miyuki tak bisa bangkit meski dari wajahnya saja mudah ditebak gadis itu kehilangan sesuatu. Dan lagi pria familiar ikut melindungi Miyuki yaitu Ryuzaki, itu cukup melegakan bagi Ito.
Tetapi kondisi Arata dan Lina sedang tidak aman, maka dari itu dia memilih bawa dua orang itu pergi dari Miyuki, akan tetapi Miyuki dan Ito sempat berkontak mata,
"Maaf.."
"Huh, Ito?" Mata gadis itu sedikit membulat melihat Ito sepertinya sudah kembali.
Ito berhasil membawa mereka pergi, lalu meminta mereka bergabung dengannya bersama Tatsuro.
"EHHH? Bergabung denganmu???" Teriak Arata berdiri dihadapan dua pria itu.
"Kenapa?" Tanya Arata menatap mereka penuh curiga.
"Sebaiknya nanti saja, adikmu sedang kondisi tidak baik." Jawab Ito mengubah topik pembicaraanya, karena kondisi Lina ternyata sedang tidak baik.
Lina tak tahan diri itu jatuh pingsan, lantas membuat Arata panik. "Oi, Lina?!"
Tatsuro meminta Ito membawa Lina dan menyembuhkannya, sementara dia ingin bicara dengan Arata.
"Serahkan pada ku." Ito menurutinya.
"Baiklah, sekarang aku perlu bicara empat mata denganmu, Saito Arata." Ucap Tatsuro bernada dingin dengan tatapan mengerikan pada Arata.
"Heh? Aku?"
••
Sesuai perintah Tatsuro meminta Ito mengurus Lina, kali ini pria itu sedang memeriksa data tubuh Lina dengan layar teknologi.
"Sepertinya sesuatu terhapus di memori otaknya, apa hal itu membuatnya sakit?" Pikirnya.
Ito memegang salah satu tangan gadis itu, kemudian mencoba merasakan apa yang hilang di otaknya dengan kekuatan mata kuningnya.
". . . !"
Tiba-tiba sebuah gelombang kuat membuat mata kuning Ito kesakitan. "Aaaghh! Apa..yang terjadi?"
Sebuah memori yang hilang itu terlihat oleh Ito, meski memori itu tampak samar-samar. Tetapi, dia mengenal suara tak asing itu. . .
"Terima kasih sudah jadi temanku Lina, tapi..aku tidak tau apa yang terjadi jika kau mengenalku jauh lebih dekat dengan ku, dunia ini sedang membenci ku. Siapapun mengingat nama ku hari ini maka besok dia akan melupakannya."
__ADS_1
"Suara itu. . . Miyuki?!"
Akhirnya Ito mengetahui apa yang hilang dari memori Lina hingga membuatnya kesakitan yaitu memori Lina bersama Miyuki.
"Jadi..begitu?"
Dia kembali menganalisis tubuh Lina dengan kemampuan penyembuh dimata birunya, lalu mengembalikan memori Lina yang separuh hilang.
Mata biru itu mampu menyembuhkan luka kecil maupun besar tak hanya itu meski warnanya lemah tetapi juga memiliki rangkaian data layaknya mesin teknologi.
dan, mata kuning adalah hasil modifikasi Yamashita kegunaannya memperkuatkan tubuh Ito menyerang musuh dan melacak tubuh orang.
"Success processing. . ."
Data itu berhasil mengembalikan memori Lina, hingga gadis itu sadar memperhatikan sekelilingnya.
"Di.. mana aku.. ?"
"Tenang saja, kau sudah berada ditempat aman."
Lina bangun itu mulai merasa reda rasa sakit di kepalanya. "Anu..apa yang terjadi?"
"Sekarang kepala ku.. tidak sakit lagi."
"Benarkah? syukurlah. Aku hanya memulihkan memori yang hilang pada dirimu." Ucap Ito lega melihat Lina pulih kembali.
"Aku..aku mengingatnya. Terakhir.. orang-orang itu membawa ku ke laboratorium." Lina mengingat saat terakhir bertemu dengan Miyuki lalu diculik oleh orang asing.
"Orang-orang?"
"Aku kurang tau tapi.. aku sempat mengingat lambang klan master."
"Bukankah margamu Saito, salah satu 10 klan master bukan?"
"B-benar, tapi kakakku membawa ku kabur."
"Hah? Kau dan kakakkmu kabur???" Ito sedikit tak paham cerita Lina bersama Arata yang kabur dari Saito, klan master. Bukankah Saito adalah klannya juga? Itu artinya mereka sekeluarga kan?
Namun, tak ada jawaban dari Lina. Dia memilih menundukkan wajahnya dan menekukkan tubuhnya. "Aku..aku tidak tahan melihat kakakku tersiksa di tempat itu." Gumamnya.
Wajah Ito terbuka lebar dan sadar bahwa ternyata ada orang selain dirinya juga merasakan penderitaan. Tangannya itu tampak sedikit mengepal erat, sakingnya tak tahan. Tangan itu memilih menarik tubuh gadis dihadapannya jatuh di pelukannya.
Lina terkejut. "Huh?"
"Aku mengerti, kau tau.. aku juga sudah muak dengan penderitaan itu."
"Ito? Kau.. juga, jangan-jangan.." Lina juga sadar kalau Ito adalah salah satu klan Yamashita itu artinya pria itu juga merasakan penderitaan yang sama dengan Miyuki.
"Benar.. aku baik-baik saja, tapi Miyuki sulit dipulihkan."
"Apa maksudmu?! Apa yang terjadi dengan Miyuki? Dia kesakitan.." Sahut Lina benar-benar tak percaya mengetahui kondisi Miyuki sedang dilanda oleh penderitaan, ketakutan, kesedihan dan kehilangan membuat emosinya terkubur sedalam-dalamnya sebagai kontrak kutukan agar tubuhnya tetap terjaga hingga bertemu pria yang dia cintai atau bisa dibilang ingatan yang terlupakan itu kembali.
Lina menangis tersedu-sedu, tidak terima hidup Miyuki harus berakhir dipenderitaannya. "Dia.. dia harus bahagia, aku mohon lakukan sesuatu Ito!"
Ito mengusap rambut kuning gadis itu dengan lembut. "Benar juga, Miyuki harusnya berakhir bahagia bukan.. berakhir penderitaan."
"Semua ini berawal dari kesalahan ku, aku membiarkan diri ku jatuh kegelapan tanpa melindungi Miyuki sedikit pun.. maafkan aku, Saito Angelina."
Kedua tangan Lina menyentuh wajah pria itu lalu menatapnya, "ini.. bukanlah kesalahanmu, ini.. takdirmu, kau harus melawan penderitaan yang ada dalam dirimu."
"Melawan penderitaan ku?"
"Benar, itu yang dikatakan Miyuki saat terakhir bertemu dengannya."
Ito merasa tenang setelah mendengar jawaban Miyuki dari Lina yaitu, dia harus melawan penderitaannya sendiri. Itu artinya, Miyuki juga sedang melawan penderitaannya.
"Terima kasih.. Lina." Bibirnya ikut tersenyum damai membuat Lina memeluknya kembali hingga pipi pria itu tampak memerah.
"Kau pahlawan ku, Ito."
"Heh? Aku pahlawanmu?"
•••
Sementara Arata dan Tatsuro sedang bertemu empat mata di ruang tengah. Hingga tempat itu memancarkan aura perang dingin, tanpa berucap Tatsuro mengeluarkan pistolnya lalu mengarahkannya tepat kehadapan ubun-ubun kepala Arata.
"Heh?" Arata tak bisa berkata-kata maupun menggerakkan tubuhnya apalagi tatapan Tatsuro mengatakan sedikit saja dia bergerak maka nyawanya akan melayang.
"Anu.. bisakah kau menurunkan senjatamu? Aku tidak mengerti apa maksudmu?"
Tatsuro mengabaikan permintaan itu, "apa maksudmu dengan rencana busukmu itu?"
"Rencana busukku?"
"Apa kau benar-benar orang berotak bodoh? Seolah tak mengingat apa-apa yang kau lakukan di Osaka dan merebut senjata seenaknya!" Seru Tatsuro lantas membuat tubuh Arata gemetar.
"Enghh..itu.. itu.. maafkan aku!" Arata tak punya pilihan lain dan menyerah.
Tatsuro masih tidak menerima maaf itu, bahkan senjatanya masih berdiri dihadapan Arata.
"Kau pikir hanya maaf saja bisa menenangkan ku! Kau juga sudah berani menembak anakku dengan peluru penyegel."
"Heh? Peluru penyegel?"
Beberapa detik kemudian, GARRRGGGHHHH
"Ryuzaki itu putramu ya?!"
Tatsuro kesal behadapan dengan pria berotak bodoh itu, dia memilih untuk bertanya satu hal.
"Darimana kau dapatkan peluru penyegel itu?"
"Ooh itu.. Dari gadis berpirang pink, katanya peluru itu adalah obat dan menyuruh ku untuk menembaknya."
"APA??!" Teriak Tatsuro. "Ini benar-benar gawat!"
"Heh? Gawat."
"Dengar baik-baik, gadis berpirang pink itu adalah Mayumi. Dia sudah berani melacak tubuh putra ku hingga menyegel kekuatan murninya agar Miyuki dilenyapkan."
"Jika kau bertemu dengannya, bunuh dia." Nada Tatsuro kali ini terdengar mengerikan dan melihat tatapannya saja membuat Arata menelan ludah.
Ito dan Lina juga mendengarnya. "Mayumi?"
"Ada apa Lina?"
"Mayumi adalah teman sekelas ku juga, dia sering merendahkan Miyuki dan menyiksannya di sekolah. Meski pun Miyuki sudah berkali-kala menyelamatkannya."
Mendengarnya saja tangan Ito mengepal erat penuh amarah. "Mayumi?!"
Ito sudah membuat keputusan bulat bahwa dia tidak akan memaafkan perbuatan Mayumi pada Miyuki.
"Ku pikir wajah itu bisa membuatku percaya dan mengandalkannya, ternyata selama ini dia bersama orang-orang itu menyiksa Miyuki habis-habisan! Tak bisa ku maafkan!!"
••
Mengenang memori sudah berlalu melewatinya. Kini cuaca mulai beranjak musim gugur, Ito bersama Miyuki sedang duduk dibawah hujan kelopak sakura.
"Jadi..kau menemukan jawabannya ya?" Tebak Miyuki setelah mendengar cerita panjang dari Ito.
Ito membenarkannya. "Maafkan aku."
"Tidak Ito, semua itu adalah takdir. Meski pun banyak penderitaan yang menghantui Yamashita tapi kali ini aku senang kau disamping ku, jadi.. jangan tinggalkan aku Ito."
"Baik, tuan putri."
"Hei, Ito?"
"Ya, tuan putri."
"Jika suatu hari kutukan ini akan ambil alih tubuh ku, tolong bunuh aku saja karena aku tak cukup yakin Ryu bisa kembali untukku."
"Aku tidak punya kekuatan untuk mempercayainya lagi, andai saat itu kami tidak dipisahkan maka Mayumi tidak akan mengambil alih tubuh Ryu."
"Tapi tuan putri, bukannya aku tidak bisa melakukannya.. Kau harus tau bahwa kau tidak bisa mati karena aku sudah yakin Ryu juga bisa kembali untukmu."
"Kau tau caranya.."
"Bukankah Tatsuro-sama sudah mengatakan jawabannya?"
"Aku hampir melupakannya.."
Miyuki tersenyum menatapnya lalu mengusap rambut pria itu.
"Selamat datang kembali.. Ito Yamashita."
"Baik, aku kembali tuan putri."
{Bersambung. . .}
__ADS_1
•••