Emergency Love

Emergency Love
Cokelat Darurat


__ADS_3

Ilustrasi ;


Emergency LOVE


Genre ; Romantis, komedy, fantasi, drama


Sebelumnya terima kasih sudah membaca karya saya sejauh ini, jangan lupa untuk like atau vote dan memberi tanggapan atau komentar jika ada pertanyaan dan sarannya atau pendapat kalian. Mohon dukungannya ya teman-teman. 😄😄



Masih awal februari, Miyuki berdiri dihadapan papan kalendar menempel di dinding kamarnya itu, matanya diam-diam memperhatikan angka 14 merupakan tanggal yang begitu spesial bagi orang-orang barat maupun dikalangan lainnya.


"14 februari?.. ah! Bukankah itu.. "


Walaupun tanggal itu sangat spesial, namun satu hal membuatnya teringat hingga wajahnya langsung berubah murung keriput.


"Huffhh... ternyata jadual shif ku sangat padat di tanggal itu." Keluhnya.


"Ternyata kau masih diam disini ya?" Suara familiar itu datang menyaksikan istrinya masih berdiam diri di kamar


"Huh, Ryu? A-ada apa?" Miyuki sadar itu cepat-cepat menyembunyikan ekspresi keluhnya dengan melebarkan wajah pahitnya.


"Kau tidak ada shif hari ini kan?"


"Heh? Uhmm.. ya b-benar, jadual shifku mulai besok pagi." Jawab Miyuki tampak gemetar.


Ryu mendekatinya penuh curiga menatap Miyuki sangat aneh hari ini. "ada apa denganmu?"


"Heh?"


"Wajahmu jelek dan keriput."


"Heh?!" Saking kagetnya, gadis itu memeriksa cepat wajahnya, mendengar Ryu sedang mengejeknya. Itu artinya darurat jika kecantikannya dibawah 50%


"Aneh.." Ryu tak bisa berkutip melihat tingkah istrinya sangatlah aneh berlebihan.


"Ahh.. ma-m-maaf." Tak punya pilihan lain selain meminta maaf atas perilakunya terhadap suaminya. Namun, Ryu tidak mempedulikannya melainkan kembali ke topik pembicaraan sebelumnya.


"Karena kau tidak bertugas, maukah kau ikut bersama ku?"


"I-ikut kemana?"


"Perusahaan LIVE."


"Huh? B-benarkah?" Miyuki terkejut dan ragu, Ryu mengajaknya ke perusahaan.


Ini pertama kalinya dia akan ke tempat itu. Tempat yang penuh para pekerja kantor membuat Miyuki agak frustasi bila harus bertemu dengan wajah-wajah yang memancarkan aura jahat karena nama suaminya sangatlah wangi di perusahaan. Orang-orang itu tidak akan menerima gadis polos sepertinya disamping Ryuzaki.


Tidak hanya itu, pria itu juga populer dikalangan wanita.


"Aduuh.. bagaimana ini??"


Salah satu jari Ryu menjelitik dahi istrinya hingga Miyuki sadar dari frustasinya.


"Apa yang kau pikirkan?"


"Huh? Aah, ti-tidak ada apa-apa. A-aku bersiap-siap dulu." Jawaban Miyuki ketahuan bahwa dia sedang frustasi, hingga berniat meninggalkan tempat itu.


Tetapi, tangan pria itu menarik punggung istrinya lalu mendekatkan bibirnya tepat ditelinga Miyuki.


"Berangkatnya jam 10 pagi, bukan sekarang." Bisiknya.


"Eh?" Miyuki berpikir bahwa sekarang ini frustasinya benar-benar bodoh.


"Idiot." Ejek Ryu.


••


Perusahaan LIVE adalah perusahaan milik Nishimura yang memiliki pekerjaan seperti siaran berita, komunikasi, program presentasi dan kemahiran teknologi maupun komputer. Perusahaan itu didirikan oleh Nishimura Tatsuro yang telah berhasil mengembangkan beberapa teknologi seperti senjata kecil berbagai tipe, senapan, dan jenis peledak. Setelah bertahun-tahun sukses, pria itu menyerahkan perusahaan pada anaknya, Ryuzaki. Karena sebagai penerus Nishimura, anak itu berhak mewarisi tahta Nishimura.


Akibat perusahaan itu milik Nishimura, tentunya tempat itu sudah banyak bekerjasama diberbagai perusahaan Clan Master.


Begitu Miyuki dan Ryu masuk di tempat itu, tempat yang dipenuhi para kalangan pekerja. Tak disangka mereka tertangkap oleh suara tak asing itu.


"Ah! Ka-kalian?"


Tentu saja mereka terkejut dan Miyuki cepat-cepat melepaskan tangannya dari genggaman suaminya.


"Kita bertemu lagi.." Ucap Mika.


Sebelumnya mereka pernah bertemu dengan Mika di pantai Okinawa. Sikap Mika tak pernah berubah melihat kehadiran Miyuki masih disamping Ryu hingga merasa tak enak hati.


"Apa kau ke sini hanya ingin membuat keributan di tempat ku?" Tanya Ryu.


"Apa kau lupa, aku sedang bekerja di sini." Jawab Mika santai.


"Dan.. kenapa dia bersamamu?" Protesnya.


"Dia is.."


"Ryu-sama?!" Seru Miyuki menegaskan agar tidak mengatakan dia istrinya karena mengungkapkan kebenaran sama saja melukainya.


"Tapi.."


"Maaf, nona Mika. Aku diminta oleh tuan ku untuk menemaninya rapat hari ini."


"Aku tidak meminta kau menjawabnya!" Seru Mika lantas membuat Miyuki terpaksa tutup mulut.


"Mika!"


"Kenapa? Aku sepupumu, itu artinya aku masih punya hak menegaskan bonekamu."


Ryu menyerah karena jika meneruskan pertengkaran dingin di tempat ini maka orang-orang akan memperhatikannya dan juga merusak nama baik istrinya. Pria itu memilih menarik istrinya pergi dan...


"Oi Mika? Jika aku mendengar kata-kata busuk tentang Miyuki dari orang-orang itu maupun dirimu, maka.. Bersiaplah enyah dari ku."


Dia memperingatkan pada gadis itu agar tidak mengganggu Miyuki, jika itu terjadi maka bersiaplah menerima akibatnya. Mika tak bisa berkutip, tetapi kedua tangannya sudah terlihat mengepal erat penuh amarah.


"Yamashita itu ya!!! Selalu saja menghalangi ku!"


Pasangan itu sedang dalam perjalanan pintu lift ke lantai 7, Miyuki merasa tidak enak hati melihat Ryu begitu kejam pada Mika.


"Ryu, ku rasa kau sedikit berlebihan padanya."


Ryu menatapnya sambil mengusap rambutnya. "Tidak apa-apa, aku hanya melakukannya untuk melindungi mu. Aku tidak ingin melukaimu seperti dulu lagi, jadi aku tidak akan biarkan orang-orang melukaimu."


"Aku mengerti."


"Jika suatu saat, tempat ini semakin marah karena ku. Maka aku akan membawamu kabur bersamaku agar kita sama-sama bebas."


Miyuki hanya diam tidak menanggapinya, melainkan sibuk memikirkan cokelat cintanya di tanggal 14 ke depan.


"Aku harus memikirkan bagaimana cara membuat coklat untuknya. Waktu ku tidak banyak hanya tersisa lima hari lagi."


••


Pertemuan sepuluh klan master di Shibuya, kali ini mereka sedang merapatkan tentang generasi master selanjutnya yang akan memimpin masing-masing klan master. Namun, salah satu wanita mewakili Nishimura itu tampak tak enak hati melihat wanita diseberangnya ikut datang mewakili Fuji alias Matsumoto.


"Ada apa dengan wajahmu, Miya-san?" Tanya Matsumoto menampilkan senyum jahatnya.


"Kenapa?" Miya bertanya alasan mengapa wanita itu mewakili Fujii. Bukankah dia itu hanya pemimpin klan cabang biasa? Apa sesuatu sedang terjadi?


Bukannya menjawab pertanyaan Miya, malah wanita itu mengadu fitnah dimata para klan master.


"Ara..ara, lihat si wanita ****** Nishimura ini.. Dia merencanakan untuk mengambil nyawa generasi ku."


"Siapa yang kau maksud ******, hah?!" Tentu saja Miya kesal hingga rapat mereka terganggu.


"Miya, jika kau cemburu dengan mereka.. setidaknya jangan lakukan hal bodoh seperti membunuh." Tegur salah satu pemimpin Juumonjii.


"Benar, itu sama saja kau merusak nama baikmu dan klanmu."


"Sial!" Miya bertambah kesal itu makin protes. "Kenapa kalian bisa terpedaya tipu licik si ****** itu?!"


"si ****** katamu?" Matsumoto juga kesal mendengar ejekan Miya memanggilnya "si ******"


"Sudah cukup!!!" Teriak kepala cabang klan master meneguri dua wanita itu masih ditengah pertengkaran dingin.


Hingga mereka akhirnya bertutup mulut. "Aneh, setiap bertemu pasti berperang deh.." Gumam Lujinian.


"Bukankah kalian sepatutnya meributkan tentang cokelat spesial di tanggal 14 nanti?"


"APA?!" teriak dua wanita itu seolah ucapan tadi mengingatkan mereka bahwa benar mereka sepatutnya memikirkan cokelat spesial 14.


Tanpa berpikir panjang, para wanita yang memimpin klan master itu langsung kabur tanpa pamit.


"Widihhh.. Ngilangnya cepet ya." Sahut Lujinian tak menyangka para wanita itu hilang begitu saja.


Tak sanggup berkata-kata . . . . LOL


••


Ryu bersama para pemegang saham klan master sedang mendikusikan tentang penghasilan inti ekonomi. Sementara Miyuki sebagai guardiannya memilih berjaga pintu luar, walau sebelumnya Ryu memintanya untuk menemaninya masuk. Namun, wajah pahit Miyuki menolaknya karena menyaksikan tatapan mengerikan dari orang-orang klan master.


Kemudian, dua wanita sedang lewat nan senang itu tampak membicarakan tentang cokelat spesial 14.


"Hei, cokelat apa yang ingin kau berikan pada kekasihmu?"


"Hmm..apa ya? Bagaimana denganmu?"


"Aah.. aku ingin memberikannya buatan cokelatku saja karena uangku tidak cukup membelinya."


"Begitu ya."


"Oh! Astaga aku melupakannya!" Gumam Miyuki tersadar oleh percakapan dua wanita tadi.


"Aku harus bertanya salah satu dari mereka bagaimana cara membuat cokelat spesial super enak."


Saking semangatnya, dia meninggalkan tempat itu untuk menemukan informasi membuat cokelat. Sebelumnya, Ryu mengingatkan Miyuki tidak keluar tanpa izinnya.


Begitu Ryu selesai rapat, dia tidak menemukan Miyuki di tempat itu.


"Benar-benar keras kepala ya."


Miyuki berkeliling itu kebetulan mendengar pembicaraan beberapa wanita pelayan kopi tentang cokelat spesial 14, hingga membuat gadis itu ingin bertanya.


"Anu.. permisi, apa kalian sedang membicarakan cokelat spesial 14?"


"Ooh, tentu saja. Kami tidak sabar menantikan hari itu, apa lagi cokelat yang ingin kami berikan."


"Wahh.. Itu pasti romantis sekali."


"Apa rencanamu gadis muda? Pastinya kau mengharapkan cokelat buatanmu untuk kekasihmu bukan?"


"Ku rasa begitu, tapi.. Aku sedikit punya masalah."


"Apa?"


"Anuu.. Apa kalian bisa memberiku resep membuat cokelatnya? Ini.. pertama kalinya bagiku untuk membuatnya."


"Astaga.. Kau orang ketiga meminta bantuan pada kami."


"Heh, orang ketiga?"


"Benar, tapi tidak apa-apa. Kami akan memberikan resep yang kau inginkan."

__ADS_1


Miyuki senang itu memeluk salah satu wanita yang mau membantunya. Lalu, memberikan resep cokelatnya pada gadis muda itu.


"Aku benar-benar terima kasih dan ketika hari itu datang aku akan balas budi pada kalian."


"Gadis muda yang baik, sepertinya wajahmu sangat asing di tempat ini. Apa kau pekerja baru?"


"Aah, aku.."


"Ternyata kau di sini." Ujar Ryu akhirnya menemukan istrinya.


Miyuki terkejut mendengar suara itu hingga tak sanggup menatapnya. Dan para pelayan kopi menunduk minta maaf pada pria itu.


"Apa yang kalian lakukan di sini?"


"Maafkan kami tuan Ryuzaki."


Ryu mendekati istrinya dengan tatapan menyeramkan, membuat Miyuki membungkuk.


"Aku benar-benar minta maaf."


"Kau ini ya, dibilang jangan pergi malah pergi."


"Maaf.."


Ryu menyentuh kepala istrinya dengan lembut. "Aku khawatir terjadi sesuatu padamu."


"Aku.. tidak akan melakukannya lagi, maafkan aku Ryu."


"Angkat kepalamu." Perintah Ryu. Miyuki mengangkat kepalanya kembali.


"Maaf, jika istriku sudah mengganggu kalian." Ucap Ryu meminta maaf atas perlakuan istrinya kurang sopan pada orang-orang di tempat itu.


"Iya, tidak apa-apa tuan. Nona muda ini sangat baik kok."


"Itu benar."


Ryu menarik Miyuki pergi dari tempat itu. Setelah Beberapa detik terlewat... para wanita itu akhirnya sadar ucapan Ryu tadi.


"Apa?! I-ISTRINYA??!!!" Mereka kaget mendengar Miyuki adalah istri Ryuzaki.


••


10 februari. . .


11 februari. . .


12 februari. . .


Dan 13 februari, Miyuki berdiri dihadapan supermarket dengan wajahnya sedikit mengerut akibat kurang tidur.


"3 hari sudah lewat, aku masih belum dapat bahan buat cokelat." Keluhnya.


Dua hari sebelumnya, dia mencari bahan buat cokelat. Namun sayangnya, dia selalu saja kehabisan stok mengambilnya karena dari awal pagi hingga sore toko market itu tak pernah sepi. Para wanita saking semangat itu mengambil kesempatan untuk merebutnya karena musim cokelat spesial 14 dapat diskon 30% membelinya hingga Miyuki tak dapat kesempatan untuk melengkapi bahannya.


Hari itu terus terjadi hingga sampai saat ini, Miyuki penuh semangat tidak akan menyerah mendapatkan cokelat karena hanya tempat itu yang masih tersisa cokelat spesial 14.


"Semoga hari ini, aku mendapatkannya!"


"Semangat!!!"


Begitu dia masuk, tubuhnya jadi gemetar menyaksikan kehadiran dua ibu bersaudara bersama guardiannya ikut ke tempat itu, tidak hanya mereka Yuri dan Lina juga di sana.


"Gawat niih.. Ketemu mereka."


Dia berniat mundur bersembunyi, namun pada akhirnya..


"Ara..ara, itu kau Miyuki-san?"


"Heh?" Saking terkejut, dia menolehkan wajahnya ke belakang menatap wajah Maya menyapanya.


"Yahh ketahuan deh.."


"Yoo! Lama tak bertemu." Sapa Miyuki menampilkan senyum pahitnya.


Maya dan Miya menghampiri gadis menantunya,


"apa kau kemari ingin membelikan cokelat untuk putra ku?" Tebakan Miya tentu benar.


"Tapi sayang sekali..."


"Kami tidak akan membiarkanmu." Ujar dua saudara itu kompak tak akan membiarkan Miyuki membeli cokelatnya.


"Huh?"


Miyuki mengerti alasan mengapa dua orang itu tidak akan membiarkannya membeli cokelatnya karena sesuai tradisi klan master, mereka tidak akan menerima hadiah atau benda spesial dari klan cabang terutama Yamashita.


Maya mengerutkan keningnya menyaksikan wajah kesedihan Miyuki. "Ekspresi macam apa itu?" Tegurnya.


"Maaf.."


"Kamilah yang minta maaf, akibat tradisi menjengkelkan inilah yang menghalangi kami untuk membebaskanmu." Ujar Maya bernada dingin.


"Aku.. mengerti."


Pembicaraan kecilpun berakhir, wajah Miyuki ikut berkecil hati. "Apa yang harus aku lakukan?"


Saking ngelamun diluar, dia ditemui oleh dua temannya.


"Oh, Miyuki? Kau juga disini ya.."


"Lina? Y-yuri?"


"Lama tidak bertemu, Miyuki." Sapa Yuri.


Miyuki sedikit mengerutkan wajahnya melihat Yuri dan Lina tampak akrab.


Keduanya kompak tersenyum. "Rahasia.."


"Hmph.. Baiklah."


"Tidak biasanya kau keluar sendirian, kemana Ryu?" Tanya Lina.


"Ehrr.. anu, dia sibuk.. dan aku libur hari ini, jadi besok aku akan bekerja kembali." Jawab Miyuki masih menunjukkan rasa putus asanya.


Mereka heran. "Apa kau baik-baik saja?"


"Entah.. aku hanya ingin membuatkan untuknya tapi.. sesuai tradisi aku tidak akan dapat izin dari mereka, aku hanyalah guardiannya."


"Guardian?"


Miyuki tersadar oleh ucapannya yang terceplos itu cepat-cepat mengubah keadaan.


"Ah! Maksudku.. m-maksudku itu hanyalah beban."


"Hm?" Mereka curiga melihat tingkah Miyuki seolah menyembunyikan sesuatu.


"Kalau soal itu, ambil saja milikku.." Lina hanya berpikir bahwa Miyuki sulit mendapatkan cokelat. Maka dari itu, dia memberikan cokelat untuk Miyuki.


"Lina?" Miyuki tentu saja tidak enak hati terhadap Lina karena sadar Lina juga salah satu anggota klan master.


"Tapi.."


Lina melebarkan senyumannya. "Aku mengerti, tapi bukankah kau ingin membuatkan untuknya?"


"Untuknya? Maksudmu Ryu?" Tebak Yuri.


Miyuki membenarkannya. "Anu.. Lina, terima kasih.. sebaiknya untukmu saja, kau juga ingin membuatkan untukknya bukan?"


Tebakan Miyuki itu malah membuat pipi Lina memerah. "Ehrr.. anu.. itu.. yaaa.."


Gadis itu mengembalikan cokelat itu kembali ke tangan Lina. "Miyuki?"


"Aku tidak apa-apa, akan ku usahakan untuk membuatnya."


"B-benarkah?"


Miyuki menganggukkan kepalanya dengan menampilkan wajah ceria yang palsu.


Pada akhirnya, Miyuki tidak mendapatkan satupun cokelat dari toko market.


•••


14 Februari adalah hari cokelat cinta, orang-orang menantikan cokelat buatan cinta dari pasangan masing-masing. Berbeda dengan Miyuki yang hanya memilih menghabiskan pekerjaannya di RSA, meski wajah putus asanya masih terlihat.


Ryu juga heran melihat Miyuki akhir-akhir ini tidak banyak bicara bahkan juga bertingkah aneh. Diam-diam masuk ke kamar Miyuki dan melihat salah satu angka yang dibundarkan istrinya di kalender.


"Cokelat spesial 14?" Gumamnya.


Tidak hanya itu, dia juga memperhatikan tulisan dikertas-kertas kecil yang menempel di papan schedule yaitu merupakan perjuangan istrinya mencari toko cokelat hingga dia menangkap sekertas tulisan pendek tapi berarti.


.


.


.


"*Peninggalan Izu adalah penderitaan bagi ku."


"Awal pertemuan ku dengan Ryu di usia ku 9 tahun berakhir diusia ku 12 tahun."


"Victor Rihito dan Matsumoto dalang penderitaan ku."


"Perang Hiroshima, si rubah penghancur miYuki"


"Aku menemukan pria itu dalam kondisi amnesia."


"Mayumi gadis cantik telah menyegel hubungan ku dan Ryu."


"Mayumi adalah musuh utama ku."


"Aku butuh kekuatan, Hiroishi kakakku, Haru si pacar klon ku Miki, Ito pengawal ku, Arata, Lina dan Yuri teman ku."


"Sekali lagi aku menemukannya di jembatan itu, dia masih kondisi yang sama.."


"Dia melupakanku.."


"Ryuzaki Nishimura."


"Apa yang terjadi denganmu*?!"


.


.


.


. . . ! Ryu tampak sulit mengekspresikan wajahnya. Tetapi, sekujur tubuhnya kaku dan bergelombang kuat hingga membuatnya teriak kesakitan.


"Arrgghhh! Apa.. yang terjadi?"


"Tu-tulisan itu? Apa m-maksudnya, Miyuki?"


Dia tidak mengerti apa maksud yang dituliskan oleh istrinya. Awal pertemuan? Perang Hiroshima? Amnesia? Dia sangat bingung menemukan jawabannya.


"Aku.. akan menemuinya."

__ADS_1


••


Miyuki sedang bertugas membantu Hiroishi menjalani pemeriksaan pasien.


"Vaksinnya?" Pinta Hiroishi.


Tak ada tanggapan Miyuki itu membuat Hiroishi penasaran ada apa dengan Miyuki, ternyata gadis itu dilanda lamun kesedihan.


"Ya ampun.. Ada apa lagi denganmu, Miyuki?" Tanya Hiroishi menepuk pundak gadis itu.


"Huh? Oh.. M-maaf, kau meminta vaksinnya ya? I-ini.."


Miyuki akhirnya sadar itu memberikan vaksinnya pada Hiroishi.


Ditengah kesibukkan mereka, pria familiar tampak terengah-engah datang ke tempat itu.


"Permisi.."


"Ryu?" Miyuki tampak sedikit merautkan wajah murungnya.


"Ooh, buas petir? Ada apa?" Tanya Hiroishi.


"Bisakah aku bicara dengannya?"


"Tidak.." Tolak Hiroishi, tapi bibirnya kemudian tersenyum. "Tapi kau bisa membawanya."


"Aku tidak tahan dia terus berwajah murung, jadi sebaiknya kau hibur.." Tambahnya.


"Jangan sampai aku melihat wajah itu menangis, kau mengerti kan?" Saran Hiroishi.


"Aku tau itu."


"Miyuki? Ikut aku.." Tanpa basa-basi lagi, Ryu menarik tangan istrinya pergi ke suatu tempat.


"Ryu, kemana kita akan pergi?"


Pertanyaan Miyuki diabaikan oleh Ryu, pria itu hanya terus menggenggam erat tangan istri dan berlari.


Miyuki benar-benar tidak mengerti.. "Ryu?"


••


Pasangan itu berlari dengan bergandengan tangan dibawah langit biru penuh hawa salju. . .


Lari dan lari.. Miyuki masih merautkan wajah tak mengerti melihat Ryu bertingkah aneh. Dia juga meminta Ryu untuk berhenti, namun tak ada respon dari suaminya.


"Ryu?"


Dia merasa takut sesuatu hal membuat Ryu marah padanya. Hingga akhirnya langkah mereka berhenti, keduanya tampak terengah-engah ambil nafas.


Miyuki kedinginan karena dia masih mengenakan seragam suster, akibat Ryu menariknya pergi tanpa memintanya untuk mengganti pakaiannya.


Kali ini Ryu membiarkan gadis itu jatuh kedinginan. "Awal pertemuan? Perang Hiroshima? Amnesia? Apa maksud semua itu?" Tanya Ryu.


Miyuki terdiam sejenak karena tau Ryu sudah masuk ke kamarnya.


"Kau tidak sopan sekali, Ryu."


"Jawab pertanyaan ku!" Tegas Ryu membuat Miyuki ketakutan.


Ryu membulat gemetar dan sadar melihat dirinya mulai menakuti istrinya. Padahal dia sudah berjanji tidak akan menyakitinya maupun melukainya.


Dia ikut jatuh bertekuk lutut dan menyerah dihadapan istrinya. "Maafkan aku."


"Ryu?"


"Aku melihatnya tapi.. aku masih belum bisa mengerti apa maksud semua itu."


Miyuki mencoba memberanikan salah satu tangannya untuk menyentuh wajah Ryu, tetapi tangannya gemetar karena kedinginan. Dia tetap usahakan agar bisa menenangkan emosi Ryu. Untungnya suaminya sadar itu menarik tangannya menyentuh ke wajahnya.


"Maaf Ryu.."


"..suatu saat takdir akan menjawab semuanya, saat ini aku.. aku tidak mampu menjawab pertanyaanmu karena aku juga butuh jawaban dari semua kebenaran yang ku kumpulkan." Ucap Miyuki.


Pria itu akhirnya menyelimutkan tubuh istrinya dipelukannya, Miyuki mulai terasa hangat. Tetapi, ini memalukan berpelukan di tengah jembatan, membuat pipinya ikut memerah.


"Anu.. R-ryu? I-ni u-untukmu." Sahut Miyuki memberikan sebuah kotak kecil segi empat panjang pada suaminya.


"Untukku?"


Miyuki malu harus bicara jujur bahwa kotak kecil itu berisi buatan cokelatnya.


"I-iya, isinya c-cokelat. A-aku membuatnya, mungkin sedikit aneh rasanya."


Ryu membuka isi kotak itu, dan benar isinya sepapan cokelat buatan istrinya. Dia mengerti seberapa besar kekuatan Miyuki membuatnya, hingga dia tidak mendapatkan cokelat di toko, klan master juga tidak menerima hadiah dari klan terendah. Tetapi, bagi Ryu. Dia tak keberatan menerimanya.


Miyuki menatap Ryu bersia-siap mencicipi buatannya penuh keraguan apalagi rasa cokelat itu pasti mengerikan baginya.


Begitu cokelat itu masuk dimulutnya, "Ini.. enak kok."


"Huh, b-benarkah?"


"Kau ingin mencobanya?"


"Tidak.. ini kan.." Miyuki bermaksud menolaknya. Namun tak disangka ucapannya terhenti hingga matanya membulat gemetar merasakan sesuatu yang menempel di bibirnya.


Bibir Ryu yang begitu lembut, tipis nan sexy dipenuhi rasa cokelat buatan Miyuki itu ikut terasa di mulutnya hingga rasa itu tertelan olehnya.


Rasa cokelat yang begitu enaknya meleleh hingga ke hati menyebar ke jantung.


"I-ini.. inii.. c-ciuman?"


"Bagaimana rasa cokelatnya, enak bukan?" Tanya Ryu menatapnya begitu dekat.


Miyuki sulit berkedip, matanya masih membulat susah menjawab. Dia memilih mengangguk-anggukkan kepalanya.



Ryu yang masih merangkul tubuh istri itu memeluknya, dia ikut lega melihat suasana kembali melelehkan. Meskipun Miyuki sulit buka bicara melainkan membiarkan tubuhnya dipeluk suaminya.


Kemudian, Ryu mengucapkan sesuatu.


"....ntaimu."


"Huh?" Miyuki makin membulat mendengarnya, namun nada itu tidak jelas terdengar tapi nada itu membuatnya penasaran apa yang sebenarnya dikatakan oleh suaminya.


"Ryu?"


"Tidak ada apa-apa." Ryu hanya tersenyum sambil memeluk erat.


"*Apa benar cinta pertamaku yang ku lupakan adalah, Miyuki?"


"Rasa perasaan ini sama seperti yang ku lupakan, meski memori yang hilang itu masih samar-samar, ku pastikan orang itu adalah dia*.."


•••


Khusus hari cokelat spesial 14 adalah tradisi klan master, walaupun sebenarnya hari itu adalah hari kekasih tetapi bagi mereka itu berlebihan. Secara kesepakatan suara masyarakat maupun klan master setuju jika hari cokelat spesial 14 adalah momen yang berarti bagi setiap teman, kekasih maupun keluarga. Tetapi membuat kesepakatan pasti ada syarat tertentu yaitu. . .


Klan cabang terutama Yamashita tak dapat melakukan hal itu atau memberi apapun pada orang yang lebih tinggi darinya karena mereka hanyalah boneka sesuai hukum klan master.


Di musim setengah dingin bercampur hangat para pasangan sangat menikmati buatan cokelat dari sang kekasihnya. Terutama, Miya yang memberikan cokelat spesialnya pada suaminya, Tatsuro. Pria itu tersenyum senang hati menerimanya.


Maya bersama guardiannya alias Aori menjenguk makam Moyuka. Keduanya juga memberikan cokelat itu dihadapan makam ibunya Miyuki.


"Saat ini.. dia masih baik-baik saja. Jadi jangan khawatir."


Aori ikut tersenyum mendengar Maya begitu perhatian pada almahrum Moyuka.


Di sisi lain, Lina dengan wajah yang memerah itu mendadak gugup plus malu memberikan cokelat spesialnya pada dua pria itu alias Arata dan Ito.


"I-ini untuk k-kalian."


Arata sangat senang, bahkan tampak kagum kegirangan menerimanya.


"Lina-chan, kau adalah adik terbaikku.."


"Aku benar-benar berterima kasih padamu adikku tersayang."


Lina merasa geli dan aneh melihat sikap kakaknya, "kakak, k-kau berlebihan."


Setelah Arata pergi, Lina jadi semakin gugup melihat dirinya berdua dengan Ito.


"A-anu..i-i-itu.."


Tak disangka gadis itu mendapat kecupan dahi dari pria berpirang putih itu. "Huh?" Tentu saja Lina tak bisa berkutip.


"Terima kasih.." Ujar Ito nada yang begitu singkat, halus dan penuh berarti.


Lina tak tahan wajahnya makin memerah itu teriak. "Kyaaaaa!!" Sambil kabur ke kamarnya.


Ito hanya membiarkan gadis itu kabur hingga bibirnya diam-diam tersenyum tipis dan senang.


Sementara Yuri berwajah ceria juga memberikan cokelatnya pada Hiroishi.


"Makasih Yuri."


Yuri lega melihat wajah Hiroishi bisa tersenyum lembut seperti biasanya.


"Oya, ngomong-ngomong apa kau tau apa yang terjadi dengan Miyuki? Tadi dia tidak semangat." Tanya Hiroishi.


"Dia tidak mendapatkan cokelatnya di toko kemarin."


Mendengar jawaban itu, Hiroishi meledak tawa. "Ahahahah.. Yang benar saja."


"Kenapa dokter?"


"Tidak, ku rasa itu pertama kali baginya."


Hiroishi tau, bahwa selama ini Miyuki tak pernah membuat cokelat maupun menerimanya bahkan melihatnya saja tidak pernah. Itulah mengapa Hiroishi merasa lucu karena Miyuki benar-benar polos seperti biasanya.


••


Ryu dan Miyuki tampaknya baikan, keduanya berniat kembali ke RSA. Akan tetapi. . .


"Apa kalian selesai bersenang-senang hari ini?" Tanya suara wanita familiar itu membuat Ryu kesal sambil menyembunyikan istrinya di belakangnya.


"Kau?"


Wanita nan seksi, punya wajah cantik tapi licik itu bersama para pengawalnya berdiri dihadapan pasangan itu.


"Matsumoto-sama."


Sekujur tubuh Miyuki tampak gemetar ketakutan, Ryu mencoba menenangkannya itu menggenggam erat salah satu tangannya.


"Aku punya firasat buruk.." Batin Miyuki.


{Bersambung. . .}


••



Wahh.. Udah lama gak update lagi. Maaf banget.... Soalnya jadual begitu padat menghalangi ku untuk memikirkan jalan ceritanya. Sekali lagi, mohon maaf...


Jangan lupa diberi komentar, like dan votenya, itupun bagi yang ikhlas kok, gak maksa..

__ADS_1


Jaga kesehatan ya para thor ku maupun para pembaca dari virus corona 😄😄 dan lindungi diri bersama teman-teman maupun keluarga untuk bantu cegah virus corona.


"Domo arigatou gozaimasu.."


__ADS_2