Emergency Love

Emergency Love
Bab 59


__ADS_3

Hari demi hari dilalui oleh Prada dan Greta dengan bersama. Meski rencana liburan harus tertunda lantaran pelaporan oleh pihak lawan. Namun, tak membuat kemesraan mereka tergadai.


Alih-alih meninggalkan satu sama lain, perkara ini semakin menguatkan keduanya. Dengan bergandengan tangan, keduanya belajar menjalani hidup dengan cobaan ini.


Ujian rumah tangga mereka tidak hanya itu saja, Rosaline yang kini sudah ditetapkan sebagai tersangka pun terus mengintimidasi secara psikologis terhadap Greta. Ibu mertuanya menganggap Greta hanya memanfaatkan keretakan di antara ibu dan anak agar bisa menguasai aset Prada.


"Sinting ... jika dia bukan ibu Prada, mungkin aku sudah merobek mulutnya." keluhnya suatu hari setelah mendengar ceramah Rosaline di rumah tahanan.


Iya, Rosaline telah ditahan sementara oleh pihak yang berwajib sembari menunggu proses sidang yang akan menentukan ke manakah nasibnya akan berlabuh. Ke neraka hawa naf su ataukah ke surga yang menyakitkan.


Selain proses hukum ayah tiri Prada, kasus pemungutan barang bukti secara ilegal juga akan memasuki tahap persidangan. Hanya saja, bukti yang mereka miliki tidak cukup lengkap untuk menahan Prada.


**


Memasuki minggu ke tiga, kali ini sidang pemeriksaan silang. Pihak terdakwa mengajukan saksi yang bisa meringankan dan telah disetujui oleh jaksa


Pemeriksaan ulang, yang dilakukan oleh kuasa hukum atau pro se yang melakukan pemeriksaan langsung, mengklarifikasi keterangan saksi yang diberikan dalam pemeriksaan silang termasuk pokok bahasan yang diangkat dalam pemeriksaan silang tetapi tidak dibahas dalam pemeriksaan langsung. Pemeriksaan ulang membahas keterangan saksi yang didiskusikan ulang oleh pihak lawan. Bergantung pada kebijaksanaan hakim, lawan diberi banyak kesempatan untuk mengarahkan dan memeriksa kembali saksi.


Jaksa telah mengizinkan saksi untuk bersaksi di persidangan. Sedangkan pihak pelapor akan mendengar kesaksian tersebut


Meski terkesan panjang dan bertele-tele. Namun, sebagai orang yang menghormati hukum, Prada dan kuasa hukumnya akan tetap melewati semua ini dengan hati yang besar. Karena dia yakin semua akan berjalan sesuai jalannya.

__ADS_1


**


Tanpa ditemani oleh sang istri pada sidang hari ini, Pengacara muda itu merasa ada yang kurang. Segera saja dia ingin membagi hasil sidang kepada Greta. Namun, ponsel wanita yang sudah dinikahin itu tidak menunjukkan status online


Sejak mendapatkan ultimatum dari Prada, Greta kini sedikit mengurangi jam kerjanya. Dia hanya akan mengambil beberapa jam jaga dan kini mulai aktif belajar management rumah sakit.


Waktunya banyak dihabiskan di kantor untuk membantu sang paman. Kesibukannya di IGD kini semakin terkikis oleh banyaknya hal yang harus dia lakukan karena kesehatan paman mulai kurang baik.


Barulah ketika Greta keluar dari rumah sakit usai rapat penanganan pasien tumor di otak. Karena usainya yang sudah rentan dan berisiko besar, maka para jajaran harus ekstra hati-hati.


Prada menggoda wanita yang sudah merapatkan badannya dalam dekapannya."Kenapa wajah istriku kusut?"


"Minggu depan sidang mendengarkan pernyataan Ibu, kau bisa hadir, Sayang?"


"Minggu depan? Aku akan mengatur jadwalku." Demi Prada, Greta bisa mengosongkan jadwalnya di rumah sakit.


"Aku hanya butuh dukunganmu saja, karena kau adalah suport system bagiku,"


Greta menarik kepalanya usai mendengar ujaran Prada yang mulai menghimbau padanya, "Hilih ... gombal, Pak Surip aja ketawa denger kamu!"


Bukan tambah kesal. Tetapi Prada ingin sekali menerkam wanita itu karena telah mengoloknya dirinya. Jika tidak ada supirnya, entah Greta masih bisa selamat ataukah tidak.

__ADS_1


Kemudian, Prada berbisik, "Udah gak tahan, nih."


"Kamu?" Greta mencubit pinggang Prada lalu memarahinya, "Prada .... sialan!"


"Ngomong-ngomong masalah gak tahan, kurasa aku melupakan sesuatu. Sepertinya masa haidku tidak datang bulan ini. Seharusnya sudah datang. Tapi, aku tidak boleh terlalu percaya diri sebelum ada bukti kongkret._"


Greta tidak mau memberi harapan Prada sebelum terjadinya berita besar ini. Dia takut jika suaminya akan kecewa bila tidak seperti yang diharapkan.


"Ah kamu juga suka, kan?" Tak mau kalah, Prada membalas ulah sang istri dengan meremas tubuh belakangnya.


Ulah nakal Prada ini berimbas dengan lirikan tajam dari mata Greta. Wanita itu juga tampak komat-kamit merapal sumpah serapah untuk sang suami yang dia nilai tak seron ok di depan Pak Surip.


Pria tua yang berada di belakang setir itupun tak kuasa menahan tawa mendengar suami istri junjungan yang begitu dia sayangi itu. Pak Surip yang sangat tahu seluk beluk Prada sejak dulu, kini berharap banyak dengan Nyonya Gretanya. Karena dengan adanya Nyonya rumah itu, kehidupan Prada mulai berwarna.


Pengacara itu kini lebih ekspresif lagi, jika dulu wajahnya hanya datar seperti dan dingin seperti pantai IGD, maka kini wajah Prada sudah sering dihiasi oleh senyuman. Adanya Greta banyak membawa pengaruh baik terhadap Prada. Itu bukti valid.


Dia berdoa, "Semoga Bapak dan Ibu diberi umur panjang agar bisa berbahagia seperti ini. Dan segera dikaruniai keturunan yang lucu-lucu."


"Pak agak cepetan, bisa? Udah pengen cepet-cepet sampai, nih!" pintanya pada pria yang sudah bertahun-tahun bekerja dengannya. Supir Prada pun paham dengan apa yang diminta olehnya. "Oke, Pak Bos!"


...ΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩ...

__ADS_1


__ADS_2