
Sebelum memasuki masa persidangan atau berkas dinyatakan P21, Paman Greta tidak diijinkan keluar kota. Hasil penyelidikan tidak membuatnya ditahan. Namun, dia tidak bisa lepas begitu saja dari hukuman atas perbuatannya.
Dia juga mengakui dengan kesadaran penuh bahwa telah menandatangani hasil autopsi yang pertama dengan tidak menuangkan sebagaimana yang semestinya. Paman Direktur dituntut melindungi kejahatan dengan menutupi tindak pidana dengan memalsukan dokumen penyebab kematian ketiga korban.
Usai diperbolehkan pulang, kepulangan Paman Greta sudah menjadi santapan awak media. Sehingga tepat sebelum pria setengah abad itu memasuki mobilnya, langkahnya harus terhenti sejenak lantaran desakan untuk wawancara mendadak.
Tidak ada yang banyak dia ucapakan, di depan kamera, dia hanya meminta maaf kepada keluarga korban serta masyarakat Indonesia yang sudah mengikuti kasus ini. Sebagai penutup, Paman mengatakan siap menerima hukuman atas perbuatannya. Sungguh sikap gentleman.
Jika paman masih bersikap tenang dan menunjukkan sikap sesantai mungkin, jauh berbeda dengan Greta. Wanita itu sangat mengkhawatirkan sang paman. Meski berulang-kali Prada memintanya untuk tetap tenang. Namun, jauh di relung hatinya dia tak bisa menyembunyikan rasa gundahnya.
Prada mengatakan agar Greta tidak perlu banyak memikirkan hal tersebut, selain tidak bagus bagi kesehatan janin, Greta masih memiliki tanggungjawab lain yang lebih besar, yakni tentang kepemimpinan rumah sakit yang ditinggal begitu saja oleh pamannya.
Sebagai pemilik hati yang begitu memperhatikan orang lain, sudah seharusnya Greta peduli akan hal tersebut. Sehingga pamannya berpesan padanya untuk mengurus rumah sakit sementara ini hingga dewan direksi memilih pemimpin baru.
**
__ADS_1
Pada hari pertama Greta duduk di kursi pemimpin rumah sakit, dia masih sangat kikuk. Tak ada seorangpun yang berani menolak keinginan pemimpin sebelumnya yang mengatakan akan menyerahkan kepemimpinannya kepada keponakan Direktur.
Tak banyak orang tahu bagaimana sibuknya seorang pemimpin rumah sakit. Selain bertugas mengatur, mendistribusikan dan mengkoordinasikan tugas-tugas kepada bawahan. direktur juga memberikan petunjuk dan bimbingan teknis serta pengawasan kepada departemen dalam rumah sakita.
Tanpa Greta sadari, waktu yang dia habiskan di rumah sakit sedikit banyak mampu mengikis kekhawatiran terhadap pamannya. Mungkin hal seperti ini lah yang paman Greta inginkan. Agar tidak terlalu larut memikirkannya.
Tak ada jam jaga ataupun piket bagi Greta. Dia juga dibantu oleh dua orang dokter sebagai asisten serta seorang sekretaris untuknya. Bahkan kantornya pun kini tidak berada di IGD lagi.
Apakah IGD akan kekurangan bantuan karena Greta meninggalkannya?
Sembari menunggu pengajuan banding ibunya dan juga persidangan paman Greta, Prada juga tidak tinggal diam. Pria itu masih memiliki banyak kasus yang masuk ke kantor hukumnya. Meski telah memiliki lima pengacara senior termasuk Wahyu, kantor hukum Prada tidak pernah sepi dengan berbagai kasus. Sehingga pria itu juga akan turun tangan untuk menyelesaikan kasus agar pundi-pundi rupiah masuk ke kantongnya.
Sudah beberapa hari ini Greta, istrinya sibuk dengan dunianya. Keduanya sama-sama tenggelam dalam profesi mereka. Hingga tak jarang waktu untuk bertemu semakin tergerus.
"Nanti mau dijemput jam berapa?" tanya Prada dalam sambungan telepon dengan Greta.
__ADS_1
"Sore nanti aku ada undangan event rumah mode untuk VIP membernya, kamu pulang sendiri aja, deh."
Sudah lama Prada tidak mendengar istrinya sibuk menghabiskan duit. Mungkin hari ini adalah kesempatan wanita itu untuk bersenang-senang sejenak dan melupakan kekhawatirannya.
"Bersenang-senanglah, Honey! habiskan uangku sesukamu. Jangan pulang sebelum menguras habis." imbuhnya.
"Jangan berlebihan, aku hanya pergi menghadiri saja. Nggak enak, kan udah langganan jadi VIP member pula. Nanti kamu jemput saja usai acara, bagaimana?"
"Baiklah, sekalian dinner, ya?"
"Tidak, Bojo. Aku udah lama nggak masak. Kita makan di rumah aja, ya? Aku akan memasak untukmu."
Dalam hati Prada, pria itu mencari sebuah alasan yang tepat untuk menggagalkan rencana Greta. Karena dia sangat tahu seperti apa kemampuan sang istri dalam mengolah makanan.
...ΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩ...
__ADS_1