Emergency Love

Emergency Love
Info Karya Baru


__ADS_3

Ada berita terbaru,


Judul : Luka Terindah


Sebelum memasuki bab pertama, saya akan membagikan blub serta menjelaskan tokoh-tokoh yang sering keluar nantinya.


Meski bukan karya yang sempurna, alangkah baiknya saya ingin pamer terlebih dahulu. (Pede mode on)


Blurb :


Sandra harus menelan pil pahit dari luka akibat kepergian sang kekasih menjelang pernikahan. Kailash kekasih sandra memutuskan untuk membatalkan rencana pernikahan karena pria itu merasa belum siap. Tanpa dia sadari, buntut dari keegoisan Kailash menyebabkan luka mendalam bagi Sandra.


Mampukah Sandra mengobati dan melupakan masa lalu pahit itu? Ataukah dia akan kembali terseret ke pusara yang ditebar oleh Kailash?


Pasti banyak pertanyaan jika kalian baru saja mengikuti novel Emergency Love. Tahaaaan ...


Nanti akan ada jawabannya ketika novel ini publish.


TOKOH



Sandra



Lulusan ilmu hukum yang berprofesi sebagai pengacara khusus menangani kasus perceraian. Selain itu, Sandra juga aktif menjalankan bisnis toko kue.



Kailash



Lulusan ilmu hukum yang pernah menjadi seorang Jaksa. Namun, terpaksa keluar dari zona nyaman atas desakan ayahnya. Dia meninggalkan karier cemerlangnya dan memutuskan mengambil alih Firma hukum ayahnya.

__ADS_1



Leon



Pengacara muda yang terobsesi ingin sukses melebihi Kailash. Hingga menghalalkan segala macam cara.



Audi



Seorang penyanyi muda yang memiliki kasus dengan reporter.


****************


Pada suatu sore ini, hujan yang menderas


Saat Merindumu, merindumu adalah menemu sunyi


seperti gerimis menjumpai tangis serupa puisi sebait kata pada tubuh sepi pada dirinya sendiri.


Merindumu adalah menemu sunyi, seperti detak dalam tubuh sajak. Serupa bunyi rima yang tak henti-henti. Menyeru namanya sendiri


Hujan ini turun lagi, hujan ini turun lagi untuk yang kesekian kali. Mengingatkanmu


mengingatkanku tentang rintik soal waktu yang sedetik dan terus mengusik.


Hujan ini turun lagi menetesi kedua pipi membasahimu serta membasahiku


tentang kenang soal air mata yang berlinang.


Hujan ini turun lagi, dari kata yang kau namakan cinta. Namamu, namaku dan tentang cinta. Soal rasa yang pernah singgah.

__ADS_1


Hujan ini turun lagi, membekas di lubuk hati. Anggap aja hujan ini adalah aku. Kuanggap saja hujan ini adalah kenangan, Meski rintik yang sedetik, tapi mampu mengingatkan.


Anggap saja hujan ini adalah kerinduan, meski rintik yang setitik, tapi mampu mempertemukan. Anggap saja hujan ini adalah aku, meski sudah tak lagi deras, tapi tetap membekas.


Aku rindu hujan di tiap-tiap tetesan, pada matamu


dan langit kesunyian. Aku rindu hujan


di tiap-tiap percikan pada detakmu yang mendekati gemuruh keheningan.


Aku rindu dirimu di tiap-tiap hujan pada namamu menderas kerinduan. Aku kira, senja tak akan menjadi indah karena aku tak melihatnya


Aku kira, pelangipun tak akan berwarna karena aku tahu hanyalah tinta hitam legam dalam pandangan


Dan aku mengira, dawai hujan akan selalu ternada.


Apakah kau tahu, apa itu hujan? Hujan inilah yang mengirimkanmu melewati nada rintiknya


Begitu menenangkan dan mengalirkan melodi dalam nadi ini entah bagaimana caranya


Yang aku tahu bahwa tanpamu, hujanpun enggan menjatuhkan rintiknya.


Kekasihku, apa benar namamu yang dibawa rintik hujan kala itu? Jika iya, maka kedatanganmu memecahkan segala perkiraan yang merisaukan


Yang kini menjadikanku dapat melihat senja yang begitu indah. Menjadikanku dapat mengganti tinta hitam yang legam itu, yang membuatnya menjadi berwarna hingga membuatku candu


Karena itulah aku hanya mau engkau tetap memberikanku melodi anggun ini. Janganlah engkau memberi melodi angkuh kepadaku karena aku mencintaimu.


Tentang Hujan. Lalu, apa katamu tentang hujan? Bagiku hujan itu suatu anugerah dimana kita bisa merasakan satu kehangatan tersembunyi


****************


Sekian, semoga kalian penasaran dan terus menunggu update-an.


Klik like, tulis komen dan jangan lupa subscribe agar tidak ketinggalan berita terbaru.

__ADS_1


Cium sayang, dari saya si tukang halu.


__ADS_2