
Sibuk memikirkan ancaman dari kakek yang menginginkan keturunan dari cucu lelakinya, membuat Greta melupakan sesuatu yang penting dan harus segera disampaikan oleh Prada. Pesan berupa kode yang telah dia pecahkan merupakan sebuah informasi mengenai penyelundupan obat terlarang yang dikirim oleh papanya ke ayah Prada pada saat itu.
Rupanya selama ini, papa Greta sedang meneliti kandungan senyawa dalam obat yang diperjualbelikan secara ilegal tersebut. Inilah alasan tragedi kecelakaan yang merenggut nyawa tiga orang itu.
Tidak ingin buru-buru berburuk sangka, sebelum Greta mendapatkan hasil laporan kematian kedua orangtuanya, dia akan tetap bersikap setenang mungkin.
Begitu dia teringat akan hal tersebut, Greta yang baru saja keluar dari kamar mandi kemudian mencari penyimpanan data yang akan dia jabarkan pada Prada. Usai menemukan benda yang dia cari, segera saja Greta naik ke lantai atas untuk menemui sang suami.
Bukan bermaksud ingin membahas wasiat dari kakek, Greta hanya ingin segera menyelesaikan permasalahan mereka agar bisa segera terbebas dari keluarga ini.
Sudah tiga kali Greta mengetuk pintu kamar Prada. Namun, tak ada terdengar suara dari dalam. "Mungkin dia sibuk! Tapi, ini keadaan darurat," Greta memberanikan diri untuk masuk ke ruangan priadi yang jarang dia masuki.
Greta tidak menemukan Prada di dalam kamarnya. Pandangan matanya menyisir ke sekeliling ruangan dengan nuansa netral dengan dominasi warna perak itu.
Tak berselang lama, Prada keluar dari kamar mandi dengan handuk di atas kepalanya. Terlonjak kedua mata Prada menangkap kedatangan Greta di dalam kamarnya. Pasalnya ini terlalu dini dari keusilannya yang menggoda sang istri untuk mencetak buah hati tadi.
__ADS_1
"Kau datang lebih awal?"
"Aku ... ada hal penting yang harus kukatakan padamu."
"Malam ini? Kenapa buru-buru sekali? Kau berniat mengambil sembilan puluh persen dari aset kakek?" Rupanya Prada masih berpikir jika malam ini Greta akan menyetujui untuk bekerjasama membuat seorang keturunan darinya.
"Kamu ini ngomong apa? Ini!" ucapnya lalu mengeluarkan sebuah USB flashdisk dari saku piyamanya.
Tanggap dengan sikap Greta, pengacara tampan itu mengambil laptop yang kebetulan ada di atas meja kamar dan segera mengaktifkan benda tersebut.
Sibuk dengan kegiatan masing-masing, Prada yang kini mengeringkan rambutnya tetap bisa fokus dengan penjelasan Greta.
Isi dari pesan itu adalah sebuah operasi pengedaran obat terlarang yang nantinya akan digunakan sebagai bahan baku salah satu obat di perusahaan farmasi terkenal di negara ini.
Penjelasan Greta memang mudah dipahami oleh Prada. Untung saja istrinya bisa memecahkan kode yang dibuat oleh papa mertuanya. Tetapi, ada sedikit masalah. Prada tidak bisa mengendalikan perasaanya.
__ADS_1
Terlebih ketika Greta cukup dekat dengannya, harum helai demi helai rambut Greta membuatnya candu untuk terus dan terus menghirupnya.
Bahkan ketika Greta berbalik dan menatap Prada, pria itu tak kuasa melawan gejolak di dadanya. Tatapan itu semakin dalam dan dalam.
Greta semakin berani mendekati Prada bahkan lebih. Tak ada lagi jarak di antara mereka. Tak sampai di situ saja, Greta juga semakin liar dengan naik ke pangkuan sang suami dan mulai bergerilya.
Tangan gemulainya mulai mengelus kedua pipi Prada hingga membuat Pria itu belingsatan tak karuan.
Hancur sudah harga diri pengacara senior itu di tangan sang istri. Aset sebesar sembilan puluh persen yang ditawarkan oleh kakek rupanya menjadi obat paling manjur untuk mendekatkan sepasang suami istri itu.
"Sayang, kau sudah berani, ya?'
Tak menjawab, Greta hanya tersenyum dengan nakal. Wanita itu tak menghiraukan larangan atau dukungan dari Prada. Dia semakin berani dan licik menguasai sang suami. Tindakan mendominasi yang Greta lakukan ini semakin membuat Prada naik hingga ke awang-awang. Semakin lama, kobaran api itu semakin besar, hingga membangkitkan gelora yang selama ini telah dijaga. Prada tidak akan menyia-nyiakan kesempatan ini.
...****************...
__ADS_1