Emergency Love

Emergency Love
Apple Blood


__ADS_3

Ilustrasi ;


Emergency LOVE


Genre ; Romantis, komedi, fantasi.


Sebelumnya terima kasih sudah membaca karya saya sejauh ini, jangan lupa untuk like atau vote dan memberi tanggapan atau komentar jika ada pertanyaan dan sarannya atau pendapat kalian. Mohon dukungannya ya teman-teman. 😄😄



"Apa kalian bersenang-senang hari ini?" Ujar Matsumoto berdiri bersama para pengawalnya dihadapan Ryu dan Miyuki.


"Kau?"


"Matsumoto-sama?"


Sekujur tubuh Miyuki gemetaran itu memilih sembunyi dibelakang suaminya.


"Miyuki?"


"Ryu?..a-aku.."


Ryu menggenggam erat salah satu tangan istrinya. "Tenang saja, aku akan melindungimu."


Matsumoto memerintah para pengawalnya mengepung keduanya dengan senjata.


"Yamashita Miyuki, kau ingat.. urusan kita belum selesai saat itu."


"Tapi.. kau tidak perlu bersembunyi seperti pecundang karena perisaimu sangat lemah untuk melindungimu." Tambahnya.


"Berisik!!" Seru Ryu.


"Ucapanmu hanyalah membuat Miyuki ketakutan!"


"Ketakutan? Hehhh..jadi emosimu sudah kembali kah?" Gumam Matsumoto.


Tiba-tiba bibirnya tersenyum jahat, "itu artinya.. kau juga pelakunya ya?"


"Pelakunya?"


"Akan ku katakan sebenarnya, guardianmu itu sudah merusak sebagian tubuhmu." Jawab Matsumoto.


"Merusak sebagian tubuh ku?"


"Benar, sebelumnya tubuhmu memiliki kekuatan dewa sayangnya kekuatan itu disegel oleh seseorang. Mau tau siapa orang itu.."


"Matsumoto-sama?!" Seru Miyuki menegurnya agar tidak mengatakan siapa yang sudah menyegel kekuatan Ryu.


"Hm.. Kenapa? Kau takut, dia mendengar kebenarannya? Lebih baik dia juga tau daripada jadi orang yang tidak tau apa-apa."


Miyuki menundukkan wajahnya "Ryu..tolong lupakan apa yang dia katakan." Sahut Miyuki bernada sedih.


"Biarkan aku yang menceritakan kebenaran termasuk Mayumi."


Ryu terkejut hanya sedetik kemudian, dia mengerti dan akan menunggu jawaban Miyuki.


"Aku mengerti."


"Baiklah, saat ini aku tidak mau membuang-buang waktu.. Bawa guardiannya." Perintah Matsumoto pada para pengawalnya.


Mereka mencoba menangkap Miyuki sesuai perintah Matsumoto. Tentunya, Ryu tidak akan membiarkan istrinya tertangkap begitu saja.


"Aku tidak akan membiarkan kalian membawanya!"


Untungnya, Ryu selalu membawa senjata taurus favoritnya. Dia membidikkan peluru ke senjata mereka hingga hancur dan tak dapat berfungsi. Reaksi Matsumoto sangatlah tak percaya menyaksikan senjata tersebut.


"Astaga, aku benar-benar lupa bahwa saat ini perisai dihadapan ku adalah pencipta taurus tipe penghancur."


Ryu mengarahkan senjatanya tepat dihadapan kepala Matsumoto. "Apa yang kau inginkan sebenarnya pada Miyuki?" Tanya Ryu.


"Aku hanya mau..dia mati ditangan ku."


Ryu mengerutkan wajahnya. "Kenapa?"


"Karena kau tidak tau, dosa besar yang telah dilakukan padaku maupun putriku, Mayumi."


"Gadis yang sempat kau cintai juga menderita karenanya." Sambungnya.


Mendengarnya saja membuat Ryu tidak mengerti malah itu jadi pertanyaan. Matsumoto berencana membuat Ryu lengah dalam pembicaraan tadi, selagi Ryu memikirkannya Matsumoto punya kesempatan mengeluarkan sesuatu.


Miyuki jadi khawatir. "Jangan bilang benda itu ada di..."


Dia juga tahu benda apa yang di bawa oleh Matsumoto.


Yaitu. . .


"Arghhhh!" Teriak Miyuki tampak kesakitan pada kedua matanya.


"Miyuki?" Ryu tersadar oleh teriakan Miyuki. "Apa yang kau lakukan pada Miyuki?"


Matsumoto dengan senang hati menunjukkan benda itu tepat dihadapan mata Ryu.


"Aku hanya memegang benda ini, itu saja."


"Sudah ku duga.. itu..i-itu.."


"Apple blood."


Itu benar, benda yang digenggaman Matsumoto adalah buah apel merah pekat alias Apple Blood. Buah itu bukanlah buah biasa, buah yang mampu membangunkan kekuatan Miyuki. Meski pun saat ini, Miyuki menolak karena akan menyakiti orang-orang maupun tubuhnya.


"Argghhh!! Hentikan Matsumoto-sama!! Hentikan!!" Teriak Miyuki berusaha untuk menolak membangun kekuatannya.


"Miyuki?!" Ryu masih tidak mengerti apa yang terjadi pada istrinya.


Sayang sekali, Ryu lengah bahwa saat ini Matsumoto punya peluang banyak untuk menjatuhkannya.


GRAGK!!


"Sejak kapan dia . . ."


Sekujur tubuh Ryu kaku dan mati rasa merasakan sesuatu menusuk tepat di perutnya hingga mulut Ryu mengeluarkan banyak darah kemudian jatuh terpapar.


"Ryu?!"


"Perisaimu terlalu lemah." Ucap Matsumoto nan dingin itu kemudian menendang tubuh Ryu jatuh ke laut.


Untungnya Miyuki masih bisa menyelamatkannya, walaupun kedua matanya ikut kesakitan.


"Ryu? Ryu? Argh!"


"M-mi..y-yu..k-ki." Ryu masih terlihat sadar akan tetapi tubuhnya mati rasa untuk bergerak akibat pendarahan diperutnya.


Matsumoto juga tak tinggal diam itu menepatkan senapannya di belakang Miyuki.


"Sekarang ikut denganku atau akan ku tembak dia."


Dia membuat pilihan pada Miyuki agar mau ikut dengannya atau Ryu tidak akan selamat lagi. Wajah Miyuki terukir kesedihan menatap Ryu, kedua tangannya ikut mengepal kesal. Dia berpikir bahwa dia tidak punya pilihan lain melihat senjata itu sudah mengepungnya.


"Hei, Matsumoto? Jika kau ingin kekuatanku.. itu sama saja kau ingin membunuh dirimu, apa kau siap?"


Nada Miyuki terdengar dingin dan tajam membuat Matsumoto curiga ada apa dengan gadis itu.

__ADS_1


"Aku tidak mungkin membunuh diriku, jadi jangan mempermainkan ku ya."


Bibir Miyuki terangkat dingin kemudian salah satu tangannya ikut menggenggam erat senapan Matsumoto hingga hancur. Lalu Miyuki menatapnya,


"Aku tidak mempermainkanmu.."


". . Matsumoto-sama."


Matsumoto terkejut melihat kedua mata Miyuki menyala berwarna kuning bening namun warna itu memancarkan aura membunuh membuat Matsumoto gemetaran. Miyuki berdiri dengan menampilkan senyum jahatnya.


"Apa kau berpikir apple blood itu adalah kelemahan ku? Sayang sekali.. Benda itu adalah buah favoritku."


"Tapi..saat ini kau sudah mengacaukan semuanya rasanya..ingin melenyapkanmu segera."


Sekujur tubuh Matsumoto tampak gemetaran. Dia mencoba menembak Miyuki dengan senjata mungilnya. Tak disangka tangan Miyuki menangkap peluru itu dengan begitu mudah.


"Kau..kau!! Monster!!" Seru Matsumoto terdengar ketakutan.


Dia memerintahkan para pengawalnya menyerang Miyuki, tetapi hanya dengan melihat mata gadis itu mereka jadi hancur menghilang.


"Apa?!"


Matsumoto tak kuat lagi, dia memilih masuk mobil dan pergi meninggalkannya. Miyuki ingin mengejarnya, namun tangan muncul menarik tangannya agar mencegah Miyuki pergi.


"Ryu?"


Ternyata Ryu juga melihatnya, meskipun tubuhnya tak bisa bergerak tapi matanya ikut menyaksikan Miyuki tampak berubah dratis ketika apple blood menyakitinya.


Miyuki hanya menarik telapak tangan Ryu menyentuh pipinya dengan menampilkan senyum tipisnya.


"Dengar Ryu.. Bagi orang yang mengenal namamu baik namaku akan dilenyapkan oleh orang itu."


"..Rihito-sama."


Mata Ryu masih membulat, rasanya benar-benar membingungkan. Dia ingin mengatakan sesuatu akan tetapi sekujur tubuhnya masih mati rasa.


"Kau ingin mengatakan sesuatu? Baiklah..aku akan memulihkannya." Dengan menyentuh pipi Miyuki, tubuh Ryu terasa membaik. Begitu pulih, Miyuki jatuh pingsan dipelukan suaminya.


"Jujur saja, aku benar-benar tidak mengerti saat ini." Keluhnya.


••


Berikutnya di kediaman klan master Shibuya, Lujinian menerima surat seseorang.


"Elizabeth?"


Surat itu dari keluarga Elizabeth, tak disangka ada sebuah foto dalam surat yaitu gambar putri rubah penghancur.


"Yamashita?" Tampaknya Lujinian juga mengenal wajah itu.


Dia berniat melaporkan hal itu pada Rihito karena sebagai kepala cabang klan master patut memberitahu apapun pada sang pemimpin. Tetapi, surat itu mengatakan bahwa itu pesan khusus untuknya.


"Ku rasa yang tau soal ini adalah. . ." Pikirnya.


Sementara kediaman Nishimura, dua ibu saudara itu menunggu kedatangan seseorang. Tepat waktu yang diinginkan, orang yang ditunggu-tunggu itu sudah berdiri dihadapan mereka.


"Apa setidaknya membicarakan hal penting di tempat lain saja?" Orang itu malah protes membuat mereka sedikit kesal.


"Kenapa? Ini kediaman ku, jadi aku tidak ingin mendengar ocehanmu Elizabeth Tatsuro." Sahut Maya menahan amarah.


Tak lain orang yang ditunggu-tunggu itu adalah Tatsuro Nishimura alias anggota keluarga Elizabeth yang merupakan sepupu Moyuka. Meski sebelumnya mereka sempat menjalin hubungan kekasih, tetapi hal itu tidak diketahui oleh Nishimura maupun Ryu kecuali Ito dan Miyuki.


"Maaf-maaf, aku sedikit bosan mendiskusikan tempat yang sama."


"Ughh! Kau itu ya!" Miya tak tahan ikut kesal itu memilih menarik telinga suaminya.


"Aa-aduh, m-maaf..a-ampun."


Tatsuro menghela nafas panjang dan lega. "Itulah mengapa aku tidak mau berada disituasi dua wanita ini.."


Mereka tampak serius kembali, "Ryu sempat mengabarkan ku Matsumoto sedang mengincar Miyuki dan hal itu terjadi kemarin, kan?"


Maya memulai pertanyaannya untuk memastikan ucapannya. Tatsuro membenarkannya,


"Lalu, bagaimana keadaan mereka?" Tanya Miya.


"Tenang saja, aku mengamankan mereka di Vila ku." Jawab Tatsuro tenang nan santai.


"Tapi, kondisi Miyuki sedang bermasalah." Sambungnya.


"Apa yang terjadi dengannya?" Tanya Maya.


"Buah mematikan itu berhasil membangunkan kekuatannya."


Memdengar jawaban singkat dari Tatsuro membuat dua wanita itu terkejut. "Apa?!"


"Maksudmu Apple blood?" Miya benar-benar tidak percaya bahwa buah bernama apple blood kembali.


"Jangan bilang Matsumoto yang memilikinya, tapi bagaimana bisa?"


Bahkan Maya juga ikut tak percaya, Matsumoto yang menemukan buah itu. Tapi, itu mengherankan bagaimana bisa Matsumoto mendapatakannya? Padahal buah itu sangat sulit ditemukan.


"Untuk sementara waktu Ito yang menanganinya, meskipun belum sadar tapi.. setidaknya kekuatan itu tidak akan bangkit lagi." Ujar Tatsuro menenangkan keduanya.


"Bagaimana dengan Ryu?" Tanya Maya.


"Dia bertanya padaku, " Apa benar sebagian tubuhku rusak karena seseorang menyegel ku? " Aku sangat terkejut dia menanyakan hal itu." Jawab Tatsuro.


"Kau menjawabnya?" Miya berharapa Tatsuro tidak menjawabnya, jika pertanyaan itu terjawab maka kebenaran tak dapat dipercayainya.


"Tentu saja tidak, aku hanya bilang " Lebih baik bertanya saja pada istrimu." Itu saja." Itu melegakan bagi Miya mendengar jawaban suaminya.


Ketiganya merenung sejenak. "Firasatku mengatakan bahwa pertanyaan itu berasal dari Matsumoto, ku rasa dia ingin Ryu mengetahui semuanya." Ujar Maya.


"Sebaiknya serahkan pada Miyuki, hanya dia yang tau semuanya." Sambung Miya.


"Kau benar, semua itu berawal dari usia kecil keduanya." Sahut Tatsuro.


Ketiga mengandalkan jawaban Miyuki itu tidak mengecewakan Ryu.


••


Kini Ryu dan Miyuki ditempatkan vila milik Tatsuro, sebelumnya Lina menemukan mereka jatuh tumbang dipinggir jembatan dan saat ini kondisi mereka setengah membaik apalagi Miyuki belum sadar masih dalam masalah pada matanya.


Akibat apple blood, sepertinya Miyuki kembali menjadi si rubah penghancur.


"Bagaimana kondisinya?" Tanya Lina pada Ito yang tampaknya sibuk mengetik keyboard layar komputer.


"Ryu hanya baik-baik saja, tapi yang jadi masalah adalah mata Miyuki. Ku rasa akan gawat jika dia sadar."


"Apa maksudmu?"


"Aku baru tau kalau Matsumoto-sama telah mencuri buah apel itu."


"Buah apel?"


"Apple blood, buah yang diselimuti darah pekat dan memancarkan aura membunuh, tidak hanya itu.. benda itu juga mampu membangun kekuatannya."


"Apple blood? Jadi.. apa yang harus kau lakukan? Apa ada penawarnya?"


"Tentu saja ada, dia seseorang yang memiliki kekuatan murni dan mampu menyembuhkan Miyuki, tapi.."

__ADS_1


"Tapi?"


"Kekuatan itu sudah disegel dan.. Miyuki merusaknya saat itu bukan?" Sahut nada familiar itu membuat dua orang itu cepat-cepat berbalik menyaksikannya.


"K-kau? S-sejak k-kap-pan.." Lina tampak terkejut melihat sosok pria tinggi itu muncul seperti hantu.


"30 detik yang lalu." Jawab Hiroishi.


"Yang penting saat ini... aku bukan hantu lo." Sambungnya sambil menarik kacamatanya.


"Heh?"


"Lalu, apa yang membuatmu kemari?" Tanya Ito santai nan serius.


"Aku yang mengajaknya loo.." Ucap seseorang memperlihatkan setengah tubuhnya dibelakang Hiroishi.


Orang itu tak sendirian, si kelelawar tidak mau ketinggalan. "Dan.. aku tidak mau ketinggalan ikut."


Hingga wajah Ito dan Lina sulit mengekspresikannya melihat dua pengganggu itu datang bertingkah seperti anak SD.


"Kenapa harus dua pengganggu ini?" Keluh Ito.


"Pengganggu katamu? Siapa yang kau maksudkan?" Protes Arata.


"Tentu saja kita berdua, iya kan?" Sahut Haru santai.


"Apa?! Oi elang putih, kau tidak sopan sekali ya!!!" Teriak Arata mencoba memberi pukulan pada Ito.


Namun, Hiroishi menahan tubuh pria itu bertindak." Oi, ubi jalar?"


"Heh?" Semuanya tampak heran mendengar Hiroishi memanggil Arata "ubi jalar?" dengan wajah yang begitu dingin.


Wajah Arata tampak berkeringat ketakutan melihat tatapan Hiroshi sangatlah mengerikan.


"Aaaghhh..gawat gawat gawat gawat gawat gawat!!! Apa yang harus aku lakukan? Baru kali ini dia begitu menyeramkan seperti monster hitam."


Saking takutnya, Hiroishi malah mengusap kepala Arata dengan lembut hingga suasana jadi hening.


"Ara..ara, kau pria manis sekali. Sayang sekali jika aku memasakmu, benarkan kelelawar?" Ucap Hiroishi melebarkan senyumannya.


"Heh? B-benar s-sekali." Jawab Haru.


Bahkan Lina dan Ito juga ikut ketakutan. "A-anu...apa kita bisa kembali ke topik pembicaraan?" Tanya Lina.


"erhm..."


Ito juga tampak serius kembali, "lalu.. bagaimana kau tau tubuh orang itu disegel dan rusak?"


"Yah tentu saja, kami berdua saksi mata kejadian itu." Hiroishi dan Haru kompak menjawab pertanyaan itu bersamaan.


"Saksi mata? Lalu..siapa orang itu?"


"Itu Aku, bukan?" Ucap nada familiar itu juga mendengar pembicaraan mereka dari awal.


Semuanya terkejut, orang itu mendengarnya. "RYUZAKI?!"


Mendengar semua hal yang dikatakan mereka tadi membuat raut wajah Ryu marah dan kecewa.


"Jadi.. Selama ini kalian sudah menyembunyikan sesuatu dari ku ya?!"


••


Saat ini Ryu sedang kondisi baik itu menemui Miyuki di ruang khusus isolasi. Tepat berdiri dihadapannya, Miyuki terlihat tertidur dengan kondisi tubuhnya yang terikat rantai untuk mencegah kekuatan Miyuki bangkit.


Matahari semakin terbenam membuat suasana semakin gelap dan sepi. Bibir pria itu masih gemetar berucap, dia memilih mendekatinya perlahan-lahan. Hingga tepat dihadapan wajah Miyuki, Ryu merautkan wajah sedihnya.


"Aku tidak mengerti.."


"Tidak mengerti?" Terdengar suara Miyuki itu artinya gadis itu sudah sadar membuat tubuh Ryu gemetar dan berniat menjauhinya.


"Diamlah disitu!" Tegurnya lantas Ryu terdiam karena baru kali ini Miyuki melantangkan nadanya padanya.


"Jawab pertanyaan ku, apa yang membuatmu tidak mengerti?" Tanya Miyuki.


Ryu mengepal erat tangannya, merasa marah pada dirinya maupun Miyuki karena banyak hal membuatnya bertanya-tanya hingga dirinya muak dengan pertanyaannya masih tak terjawabkan.


"Sial! Memangnya kau tau apa tentangku! seolah ingin tau apa yang membuatku tidak mengerti!!"


"Justru kaulah yang membuatku bingung dan tidak mengerti, kenapa aku harus cinta padamu, kenapa aku harus baik padamu dan kenapa.. kenapa aku harus melindungimu? Padahal sebelumnya aku membencimu, sangat membencimu!" Seru Ryu.


Miyuki terdiam sejenak, "kau jahat Ryu."


"Kau benar-benar nyebelin!"


"Kau seperti ini karena Mayumi-sama!! Hingga kau melupakanku dan.. aku menemukan kalau tubuhmu sudah disegel." Ujar Miyuki juga benar-benar muak pada perasaannya yang tersembunyi.


"Dan kau merusaknya bukan?!" Sambung Ryu.


Miyuki terkejut lalu membenarkannya, saking tak tahan gadis itu marah hingga rantai yang meliliti tubuhnya ikut terlepas dan perban dimatanya juga ikut melepas.


"Gawat!"


Gadis itu langsung mencekik leher pria itu. GGRH!


Dan bibir Miyuki tersenyum jahat dengan niat ingin menghabisi tubuh Ryu. Tetapi, ia tak jadi melakukannya melainkan memegang kedua pipi Ryu lalu menatapnya dengan wajah yang penuh kesedihan.


"Baiklah.. Biarkan aku yang membuatmu mengerti kali ini."


"Maka semua hal yang tak dimengerti itu akan segera terjawabkan."


Kedua mata Miyuki menyala kuning bening dan Ryu menatap mata itu hingga tubuhnya gemetar karena merasa Miyuki mengunci sendi tulangnya agar tidak kabur dari tatapannya.


"Gawat..a-aku tidak bisa bergerak dan. . . Miyuki. . ."


"M-miyuki?" Ryu berusaha memanggil Miyuki, sayang tak ada tanggapan darinya hingga. . .


Kemudian. . .


Dan. .


Saat itu. .


Sebuah memori yang hilang telah kembali . . .


"*Siapa aku?"


"Dan. . siiapa kau?"


"Dimana aku*?"



{Bersambung . . . }


••


jangan lupa komen, like dan votenya. aku benar-benar berterima kasih pada orang yang sudah membaca episode hari ini. . .


tetap sehat selalu teman2


and stay at home.

__ADS_1


#covid_19


__ADS_2