
Ilustrasi ;
Emergency LOVE
Genre ; Romantis, komedi, fantasi.
{Special Love Of Nishimura Ryuzaki}
"Gawat.. Tubuhku tidak bisa bergerak, dan.. Miyuki?..."
Saat ini Miyuki tampak tak terkendali itu mengunci semua tubuh Ryu agar tak lari dari tatapannya.
"Sekarang... Aku akan membuatmu mengingat semuanya, Ryuzaki Nishimura!!"
.
.
Kemudian. . .
.
.
Sebuah memori telah kembali. . .
.
.
ini adalah kisah pangeran dan monster yang terlupakan. . .
.
.
Di sebuah pulau kecil yang hanya hutan dan laut, di tambah dengan suasana musim panas yang mengejutkan hingga membuat orang-orang tak kuat tinggal di pulau kecil tanpa kebutuhan mereka.
Pria muda nan tampan berusia 12 tahun, wajahnya terlihat mematung menung seolah baginya nyaman jika merenung sendiri dibawah terbenamnya matahari. Apalagi menyaksikan hal tersebut di pinggir pantai.
Karena mendengar suara ombak bernyanyi sudah membuat pria itu tak mau pulang. Hingga dia tertangkap sesuatu yaitu. .
"Huh? Ada orang?"
Sosok gadis kecil sedang terpapar jatuh di pinggir pantai, melihatnya saja dia sudah babak belur dan dipenuhi noda darah bagian tubuhnya.
Pria tadi tak tinggal diam menghampirinya dan melihat kondisi gadis itu, apa dia baik-baik saja?
"Anu..kau baik-baik saja? Kau mendengar ku?"
Hanya mendengar suaranya saja membuat gadis itu sadar sejenak.
"S-siapa?"
"I-itu.. m-musuh k-kan?"
Tampaknya pria itu lega mendengar suaranya, itu artinya gadis itu dapat diselamatkan.
"Tenang saja, nama ku Ryuzaki Nishimura dan aku bukan musuhmu."
"..aku tidak sengaja menemukanmu di sini, jadi aku akan menolongmu." Sahut pria bernama Ryuzaki.
"S-syu-kurlah.." Ucap gadis itu berakhir tak sadarkan diri.
Ryu menggendongnya dan segera mengamankan gadis itu.
••
Tiba disebuah kediaman kecil yang dibuat dari belahan kayu, tempat yang tersembunyi di hutan membuat orang-orang sulit menemukan rumah berkayu itu. Dan tempat itu adalah tempat yang ditinggali oleh seseorang,
Ryu membaringkan gadis itu, kemudian memeriksa denyut nadinya. Hasilnya, gadis itu kehilangan banyak darah hingga membuat dirinya makin lemah dan kritis. Demi menyelamatkannya, Ryu mengorbankan darahnya diminum oleh gadis kecil tadi. Dia penuh harap gadis itu bisa bangun lagi.
Hari ke hari, dia terus meminumkan darahnya pada bibir gadis itu. Meski saat ini, dia belum sadar tetapi denyut nadinya mulai kembali.
Perlahan-lahan, gadis itu membaik dan sadar kan diri. Jujur saja, wajah Ryu terukir bahagia melihat gadis berwajah bersih nan cantik dan polos membuatnya lega.
"Syukurlah, ini berhasil..."
Saking bahagianya, pria itu memeluknya membuat mata gadis itu sedikit terbuka.
"Hangat.." Ucapnya.
"Ku pikir, mendonorkan darahku kau tidak bangun. Tetapi hari ini aku beruntung dan berhasil."
"Berhasil? Itu artinya kau merawatku dengan darahmu?"
Ryu membenarkannya. "Ooya, kau masih ingat nama ku bukan?"
"Ryuzaki Nishimura."
"Benar dan namamu?"
"Namaku.. Yamashita Miyuki."
"Yamashita? Hmm.. Sepertinya aku pernah dengar nama itu tapi dimana ya.." Pikirnya.
"Kau pernah mendengarnya?" Tanya Miyuki.
"Yahh lupakan saja, mulai sekarang kau adalah pengantinku."
Sayangnya pria muda itu memilih menyembunyikan sesuatu lalu mengubah topik pembicaraan yaitu ingin menjadikan gadis bernama Miyuki itu pengantinnya. Tentu saja kalimat itu membingungkan,
"Huh?"
"Kenapa?"
Ryu menarik kedua tangan Miyuki lalu menggenggamnya,
"Yahhh kenapa ya, intinya aku senang menemukanmu. Anu.. Kau ingat kejadian sebelumnya?"
"Kejadian sebelumnya?"
Miyuki mencoba mengingatnya kembali, namun pahitnya hal itu membuat kepalanya meringis. Dan pria itu langsung memeluknya sambil mengusap ujung rambutnya dengan lembut. Seolah mengerti apa yang dirasakan oleh gadis itu.
"Aku mengerti, tidak usah memaksanya."
Ucapan Ryu terdengar sedih, kemudian melihat rambut pendek Miyuki terpotong berantakan.
"Aku sudah menduganya kalau.. dia orangnya."
Ryu menatapnya kembali, "rambutmu berantakan sekali.."
"Erhh..r-rambutku? Ini..i-ni aku yang memotongnya."
"Aku tau itu, tapi bisakah aku ingin tau alasannya?"
Pertanyaan Ryu lantas membuat bibir Miyuki gemetar, "anu..itu..aku memotongnya karena aku memutuskan ikatan ku dengan seseorang."
"Maksudmu membunuh ayahmu, kan?"
"Huh? K-kenapa kau begitu tau semuanya?" Tanya Miyuki tampak sekujur tubuhnya ketakutan. Ryu menenangkannya dengan sekali menepuk pundak gadis itu.
"Tenanglah, sebelumnya aku melihat tentangmu sedang diviralkan. Jadi aku menyelidikinya lebih dalam dan akhirnya aku menemukanmu."
"Apa itu artinya kau menemukanku karena ingin menyelamatkan ku?" Miyuki mencoba untuk menebaknya.
__ADS_1
Ryu membenarkannya. "Kau mengunci semua penderitaanmu maupun emosimu bukan? Aku akan melepaskannya dan membebaskan beban yang menghantuimu."
Pipi gadis itu bercucuran airmata membuatnya bingung. "Huh? Aku.. aku menangis?"
Ryu mengusap lembut pipi Miyuki, "kau menangis karena kau berusaha ingin melepaskannya dan aku siap bertanggung jawab."
Miyuki tak menanggapinya lagi melainkan menangis, namun dia malu menumpahkannya. Ryu mengerti itu memilih menarik gadis itu jatuh dipelukannya.
"Kau ini pengantinku, jadi kapanpun itu kau akan bersamaku." Sahutnya.
"Ya.."
"Ya, aku.. aku akan bersamamu, kapanpun itu aku akan terus bersamamu, Ryu."
"Baguslah." Bibir pria itu tersenyum lega.
Kemudian melihat suasana diluar begitu cerah menghijau,
"Hari yang indah ya.." Gumamnya.
••
Hari ke hari, Ryu mengajari banyak hal pada Miyuki yaitu mengendalikan kekuatannya. Karena mereka yang berada ditempat itu akan kemungkinan tidak aman maka dari itu keduanya memerlukan kekuatan untuk saling melindungi. Hingga suatu saat disiang itu, Miyuki bertanya. . .
"Ryu? Bagaimana kau bisa ada disini? Apa orang-orang sedang mengincarimu ya?"
"Tidak, aku hanya kabur saja."
"Tapi..itu mungkin bukan alasanmu yang sebenarnya bukan?"
"Ku rasa begitu, tubuhku memiliki kekuatan murni. Orang-orang itu mencoba manfaatkan ku, kekuatan ini tidak berbahaya yang jadi masalah adalah kau, Miyuki."
"Aku?"
"Benar, melihat tanda itu dilehermu maka mereka akan membunuhmu dan mengatakan monster"
"Monster? Anu.. ryu? Apa aku monster?"
"Bisa jadi begitu, tapi bagiku kau adalah pengantin ku."
"Benarkah?"
"Tentu, ooya aku punya buku. Kau mau mendengar aku membacanya."
"Aku mau."
"Ayo baring sini."
Miyuki menyandarkan kepalanya dipangkuan Ryu. Dia siap-siap mendengar Ryu membacanya, karena melihat huruf-huruf aneh saja membuat Miyuki bingung.
"Kau mengerti tulisannya ya?" Tanya gadis kecil itu.
"Ini tulisan romawi, aku sangat suka membaca buku bertulisan romawi."
"Kau hebat Ryu."
Ryu ikut tersenyum mendengar pujian Miyuki. "Buku ini menceritakan sebuah kisah pangeran dan monster."
"Suatu hari gadis monster bertemu dengan pangeran tampan, kaya raya dan baik. Itu adalah pertemuan pertama bagi gadis itu, melihatnya saja sudah membuatnya jantungan. Akan tetapi musuh kerajaan pangeran adalah monster, tentu saja dia menyerang gadis mosnter tanpa ampun sedikitpun."
"Hasilnya gadis monster terluka parah, bahkan dia diusir dari kerajaan iblis akibat tidak menuntaskan misinya. Saat ini, dia benar-benar terpikul oleh beban penderitaannya. Tapi.."
"Pangeran itu bertemu dengannya lagi dengan keadaan terluka sama seperti dia melukainya. Tentu saja gadis itu ketakutan bertatap wajah lagi dan kabur. Pangeran tak tinggal diam menahannya hingga suara isak tangis terdengar olehnya."
"Pangeran merasa bersalah, atas apa yang dia lakukan padanya. Sebagai maafnya, dia ingin mencintainya lalu menikahinya. Tidak hanya itu, dia akan melindunginya sampai ajal menjemput."
Cerita itu berakhir bersambung karena buku itu memiliki beberapa halaman yang hilang, Ryu berjanji akan mencarinya dan menceritakan pada Miyuki.
Bagi Miyuki, itu tidak jadi masalah yang penting sudah mendengar cerita yang didengarkannya hingga membuatnya bertanya, "Apa itu cinta Ryu?"
"Hm? Kau tidak tau ya?"
"Iya benar, cinta adalah sebuah perasaan kasih sayang lebih dari apapun itu dan rasanya tidak mau jauh darinya seperti kau pengantinku."
"Jadi..kau mencintaiku?"
"Iya, aku mencintaimu. Tak peduli apapun dirimu saat ini, yang penting kau pengantin yang berharga untukku, itu janjiku."
Miyuki tersenyum senang. "Kalau begitu aku men..arghh!"
"Miyuki?"
Ryu terkejut melihat Miyuki yang tiba-tiba kesakitan kemudian menyadari beberapa orang mengepungnya dengan mengarahkan senjata padanya.
"Sejak kapan mereka tau tempat ini?!" Sedikit mencurigakan, Ryu tak sadar bahwa selama ini mereka sudah lama menemukan tempat persembunyiaannya. Hanya saja, mereka menunggu waktu yang tepat menangkap Ryu dan Miyuki.
"Ara..ara akhirnya aku menemukan dua kelinci di sini." Ucap nada familiar itu yaitu Matsumoto Shimizu.
"Argghhhh..." Tampak Miyuki kesakitan melihat wanita itu memegang sesuatu.
"Sakit sekali.. Ryu.."
Ryu melihat wanita itu memegang sebuah apel merah pekat lantas membuat Miyuki sakit dan ketakutan.
"Apple blood? Jadi begitu..." Dia juga tau bahwa benda ditangan Matsumoto lantas membuat Miyuki sakit. Tapi, dia khawatir kondisi Miyuki memucak hingga kegelapan menguasainya.
"Sepertinya kau kemari atas perintah Rihito-sama bukan?" Tebak Ryu.
"Kalau itu benar?"
"Cih! Kau pikir aku akan kembali dan.. Aku juga tidak akan membiarkanmu membawa pengantin ku." Sambil menggendong Miyuki.
"Hmm...begitu ya, Marina, Eru aku mengandalkan kalian." Matsumoto nan santai itu memerintahkan dua guardian spesialnya untuk menangkap dua kelinci itu.
"Dimengerti!"
Ryu tak punya pilihan lain itu memilih menghilangkan diri bersama Miyuki dihadapan mereka. Lantas membuat orang-orang itu tak berkutip sejenak. Namun, bibir wanita itu tersenyum senang.
"Dasar pengecut, kejar mereka." Perintahnya.
Saat ini, Ryu membawa Miyuki ke tempat persembunyiaannya kembali. Kemudian, dia memasang kekuatan perisai untuk melindungi tempat yang terbuat dari kayu lemah agar orang-orang itu tak bisa menembusnya masuk maupun melihat persembunyiannya.
"Miyuki?" Ryu memanggilnya dengan nada yang terdengar sedih.
"Ryu..z-zaki.."
Tak sanggup berbicara lagi, pria itu memeluknya. "Aku pasti akan bersamamu dan melindungimu." Sahutnya.
"Ryu..a-aku..a-aku menc-cintaimu." Meski dalam keadaan kesakitan, gadis berusia 9 tahun berusaha mengatakan dirinya juga mencintai Ryu lebih dari apapun.
"Yahh..aku juga, aku juga mencintaimu Miyuki."
"J-jangan tinggalkan a-aku sendirian."
"Ya..iya, aku tidak akan meninggalkanmu sendirian." Ryu juga berjanji akan melindungi pengantinnya sampai ajal menjemput.
Kejadian tadi sungguh menyakiti perasaannya melihat kondisi Miyuki menderita oleh kegelapan hatinya. Pria itu ingin menyembuhkannya agar bisa terbebas dari semua penderitaan. Tetapi saat ini, kekuatannya belum cukup untuk membebaskannya.
"Maafkan aku.. miyuki." Sahut nadanya yang terdengar sedih.
Alhasilnya, dua pengawal yang diperintahkan oleh Matsumoto gagal menemukannya.
"Begitu ya." Gumam Matsumoto sudah menduga bahwa Ryu menggunakan kekuatan untuk melindungi dirinya bersama Miyuki.
"Tapi.. aku akan kembali." Tambahnya.
••
__ADS_1
3 tahun setelah kejadian, Ryu dan Miyuki tidak berada di pulau itu lagi. Karena berada di tempat itu sudah tidak aman lagi, jadi dengan kekuatan supernya yang bisa membuat Ryu terbang itu membawa Miyuki bersembunyi di sebuah kota kecil, Chiba.
keduanya menghabiskan waktu bersama dengan mempelajari beberapa tekhnik senjata, kekuatan super dan hal sejarah kuno.
"Ini sudah 3 tahun berlalu setelah kejadian itu." Gumam Ryu menyaksikan cahaya rembulan yang indah menyinari dibawah pintu jendelanya.
"Ryu?" Panggil suara gadis kecil nan lembut di ujung pintu membuat pria itu sadar akan kehadirannya.
"Miyuki? Kau tidak bisa tidur ya?"
"K-ku rasa begitu." Wajah Miyuki terukir gugup dan memerah masuk ke kamar Ryu. Tetapi Ryu tidak sungkam hal itu malah membiarkan gadis itu masuk dan. . .
"Mendekatlah."
Ryu merangkul tubuh wanita itu dengan lembut. "Apa mimpi buruk itu mengganggumu?"
Miyuki mengangguk kecil dan membenarkannya.
"Hei Miyuki, berapa umurmu sekarang?"
"12 tahun, kenapa?"
"Tidak, kau sudah bertumbuh menjadi gadis yang cantik. Itu artinya hari ke hari kau jadi semakin cantik."
Miyuki hanya menjawabnya dengan senyuman yang begitu lembut. "Ooya, aku ingin memberimu sesuatu."
Tiba-tiba dia terpikirkan sesuatu yang berhak dimiliki oleh Ryu yaitu,
"Kalung?"
Miyuki membenarkannya. "Aku menghabiskan waktuku di kamar membuatnya untukmu."
"Kalung ini terbuat dari logam kuat dan berlian ini... aku menemukannya saat kau dan aku bekerja di goa itu dan.."
Pria itu malah memeluk erat lantas membuat Miyuki terkejut. "Huh? ryu?"
"Makasih.. aku benar-benar berterima kasih padamu." Ujar Ryu
Miyuki menatapnya kembali, "aku benar-benar bersyukur bertemu denganmu Ryu."
Dia melebarkan senyuman yang indah nan lembut itu membuat Ryu makin menyayanginya,
Tetapi...
"Senyuman itu sudah tak terlihat lagi. . ."
Sebuah serangan kilat menimpa Miyuki hingga dia berubah monster, si rubah penghancur akibat melihat Ryu tidak sadarkan diri setelah mengenai peluru oleh dua guardian spesial Matsumoto.
"Kita bertemu lagi. . ."
Bibir Miyuki terus menampilkan senyum jahat, meskipun kedua matanya bercucuran airmata, dia tak sanggup mengendalikan diri. Siapapun mendekati dirinya dan Ryu, dia akan membunuhnya.
Ledakan terus menambah, tubuh gadis itu tetap saja utuh. Bahkan tubuhnya ikut terkendali oleh kegelapan hatinya.
"Semuanya harus ku bunuh."
Eru dan Marina ikut tak tertolong lagi, apalagi kota kecil bernama Chiba itu tak terlihat indah lagi. Tempat itu hanya dihiasi oleh api neraka.
Kemudian, sebuah peluru melayang ke arah tubuh Ryu. Akan tetapi, yang mengenai benda tersebut adalah. . .
"Miyuki?" Tampak Ryu sadar kembali, tetapi dia terkejut melihat Miyuki berdarah-darah tepat dihadapan matanya.
"Ryu..m-maafkan aku, aku sudah membuat kekacauan." Ucap Miyuki mulai terdengar lemas.
Pria itu bahkan tak percaya melihat tempat itu dilanda api neraka. "Tidak mungkin."
Miyuki tak kuat lagi, jatuh ambruk dan mengeluarkan banyak darah bagian punggungnya. Ryu akhirnya sadar, bahwa gadis itu melindunginya dengan mengorbankan tubuhnya sebagai perisainya.
"Dasar bodoh."
Ryu mendekatinya dengan memeriksa kondisi Miyuki. "Bertahanlah, Miyuki!"
Sayangnya, waktu tak cukup lagi, Miyuki mencoba menyentuh wajah Ryu. Tetapi pria itu malah menggenggam tangannya.
"S-sekali lagi maafkan a-aku Ryu."
"T-terima k-kasih buat semuanya. . . A-aku tak bisa bersamamu l-lagi, a-aku hanyalah monster."
Seperti yang dikatakan oleh Miyuki bahwa saat ini dia tak punya kekuatan lagi untuk bertahan hidup dengan Ryu, apalagi dirinya adalah seorang monster yang diincari oleh musuh. Gadis itu benar-benar putus asa dan Ryu terus mengatakan bahwa apa yang di ucapkan Miyuki itu salah.
"Salah..kau salah, kau itu manusia dan bagiku kau adalah pengantinku yang sangat berharga."
"Aku mohon.. Jangan berakhir disini, aku mohon Miyuki.."
"Miyuki?!" Wajah Ryu dilanda kesedihan jika harus merelakan kepergian Miyuki, dia tidak terima.
Pria itu terisak tangis memeluk Miyuki yang sangat dicintainya. Namun kondisi Miyuki sudah mulai menipis.
"Ryu? Apa..s-sudah m-malam? R-rasanya g-gelap dan..se-sema-kin gelap. A-aku..."
"Aku..takut g-gelap."
Semakin gelap dan gelap, gadis itu akhirnya berhenti bergerak tak berkutip lagi. Tubuh Ryu gemetar, tak sanggup melihat tubuh Miyuki tak terbangun. Bahkan pria itu tak kuat mengatakan apa-apa lagi pada gadis yang tak kembali itu. Kedua matanya terus membulat dan. . . .
Menangis.
"Saat itu. . . Aku gagal menyelamatkannya, aku benar-benar payah menjadi pelindungnya.. Padahal aku sudah berjanji."
Dan pria itu memilih teriak dan teriak AAAAAGGGGHGHHHGHHH
"Kenapa?..."
"Kenapa orang-orang terus mengincari monster yang tidak bersalah? Apa karena dia berbahaya? Bagaimana jika orang yang dicintai itu adalah seorang monster? Pasti akan melakukan apapun untuk melindunginya agar..."
"..dia bahagia, tapi.. tapi kenapa harus berakhir seperti ini? Apa dunia ini benar-benar membenci monster yang ku sayangi ini.."
"Padahal... dia baik.."
Sayangnya pria itu juga berakhir tertembak oleh Matsumoto. BANG💥
"Benar-benar merepotkan ya." Keluhnya.
Kedua mata Ryu sedikit terbuka menatap tubuh Miyuki yang tak bergerak lagi disampingnya. Dia benar-benar terluka dan bersalah karena tak dapat melindunginya maupun membebaskannya, airmatanya masih mengalir.
"*Maaf..m-mafkan aku...."
"..Miyuki*.."
••
Setelah mengingat momen terlupakan, saat ini wajah Ryu dibanjiri oleh kesedihan.
"Miyuki.. I-itu kau bukan?"
Miyuki hanya menahan diri lalu membenarkannya, "seperti yang kau ceritakan padaku.."
"Pangeran dan monster. . ." Sahutnya.
{Bersambung . . . }
••
terima kasih sudah membacanya, janga lupa mampir komen, like, vote serta ratingnya ya. insya allah aku juga mampir kok karya para thor ku.
__ADS_1
tetap sehat sekali ya.😄😄