Emergency Love

Emergency Love
Cinta Emergensi


__ADS_3

Ilustrasi ;


Emergency LOVE


Genre ; Romantis, fantasi, komedi


Novel ringan ini adalah karya kecil yang mengandung ilustrasi, hasil dari buatan sendiri.


Tahun 2028, dimana perkembangan teknologi dunia mulai maju dan semakin canggih itu, tidak hanya maju, perkembangan sihir kuno yang sempat diabaikan telah dijadikan sihir unik pada senjata. Tetapi sihir itu masih dalam proses, hanya sebagian negara yang telah berhasil membangunkannya. Salah satunya adalah jepang, sebagai negara maju.


Namun berbeda pada pria remaja berdarah jepang ini yang menceritakan kisah dirinya alias Ryuzaki mengalami cinta yang tak pernah menyatu bahagia akibat kegelapan, penderitaan, tangisan dan kebencian menghalanginya.


"Jangan mengakhiri hidupmu hanya karena cinta."


Kata itu tak pernah hilang dilubuk hatinya yang terluka. Dalam seumur hidupnya, dia ingin menyelamatkan cintanya yang hilang. Cinta yang sempat terkubur oleh semua emosi hingga tertidur. Tetapi kemudian membangkit cinta baru namun tak bisa kembali dengan cinta seutuhnya.


"Cinta itu tidak bersalah, tetapi yang bersalah adalah tindakan kita sendiri menciptakan tujuan tak searah dengan hati maupun pikiran."


.


.


.


Cover : by Jannah



28 maret, 2029


adalah hari dimana sosok Miyuki tidak bisa kembali dengan seutuhnya hingga membuat pria itu tak terkendali oleh amarahnya sendiri.


Dia bertekad melakukan cara apa saja untuk menghidupkannya kembali. Tepat di tanggal itu, empat pangeran alias Hiroishi, Haru, Arata dan Ito bersama Ayahnya, Tatsuro alias salah satu penyihir tingkat tinggi telah sepakat pada Ryu agar menghapus segel yang selama ini telah mengurung dirinya maupun kekuatannya.


Karena hanya kekuatannya yang bisa memulihkan Miyuki.


"*Kalian tau.. Apa itu kutukan?"


"Tentu saja jawabannya penderitaan..."


"Penderitaan yang tak berujung bahagia..."


"Menghalangi cintaku menyatu maupun bertahan..."


"Ini benar-benar mimpi buruk*."


Pancaran cahaya keluar dari pusat laboratorium itu menandakan rencana yang mereka sepakati telah berhasil bahwa mereka telah berhasil menghapus segel yang terikat ditubuh Ryu. Meski mereka sempat lelah akibat penyegelan itu sangatlah kuat hingga menyerap stamina tubuh mereka.


Kekuatan Ryu telah kembali, begitu ia sadar wajahnya yang terukir kesedihan menyadari kekuatannya berupa sebuah benda arloji.


"Ternyata kau mampu menghentikan waktu." Sahut Hiroishi.


"Jika bukan karena segel yang mengurungku, aku..aku pasti bisa menghentikan waktu saat dimana Miyuki dalam bahaya." Kata Ryu masih menyalahkan dirinya.


"Tenangkan dirimu, Ryu. Saat ini kau masih punya cara untuk mengembalikannya." Ito berwajah tenang itu menenangkan Ryu agar tidak kepikiran.


Diam-diam Tatsuro memeriksa jasad Miyuki, saat mencoba untuk menyentuhnya hingga tak disangka pria itu terlempar bagai kesetrum listrik.


"Paman baik-baik saja?" tanya Haru membantu pria tadi terjatuh.


Yang lain menyaksikannya itu bertanya, "apa yang terjadi?" Tanya Arata.


Tatsuro bangkit, kemudian menghampiri Ryuzaki. "Ku rasa tak ada yang bisa menyentuhnya kecuali dirimu."


"Itu pasti darahku sudah terikat dengannya." Jawab Ryu.


"Buas petir?..apa kau masih menyimpan kalung Miyuki?" Tanya Hiroishi tiba-tiba.


"Maksudmu ini?" Ryu memperlihatkan kalung Miyuki yang sempat jadi pemberian untuknya.


"Jika kau menggabungkan darahmu dan kalung itu dengan perawatan teknisi Eidos maka itu akan berhasil menciptakan tubuh barunya."


"Dann kau hanya tinggal memindahkan organ yang masih stabil."


"Dengan begitu dia akan kembali tetapi...dia kembali tidak dengan ingatan maupun penderitaan melainkan tanpa kekuatan."


Mendengar ucapan Hiroishi menjelaskannya, Ito ikut membenarkannya. Tetapi, Ryu tidak merespon pendapatnya pada mereka melainkan...


"Beri aku waktu untuk memikirkannya." Kata Ryu.


••


Sebelumnya di restoran sedang terjadi ledakan misterius memakan sedikit korban jiwa. Kabar buruk itu mulai menyebar dari berita, Masaki masih dilantai atas gedung setelah meledakkan tempat itu dengan senjata sihir tipe 9 yaitu mode explode.


Dia sempat menugaskan pada pengawalnya untuk menemukan jasad dua saudara perempuan alias Maya dan Miya. Masaki ingin memastikan, apa mereka benar-benar tidak terselamatkan?


"Tidak ada salah satu dari mereka korban jiwa."


Mendengar laporan dari bawahannya cukup membuatnya lega.


"Begitu.. Biarkan mereka lolos dan sekarang ayo kembali."


"Siap masaki-sama."


Di sisi lain, Lina bersama Lujinian dan Aori tiba di tempat itu dengan tujuan mencari Miya, Maya dan Minami. Apa mereka selamat dengan kondisi baik-baik saja? Mereka khawatir terjadi sesuatu.


Namun, tempat itu dikelilingi oleh para penyihir bomba dan beberapa tim polisi serta petugas turut berjaga demi keamanan. Mereka menjalani tugas masing-masing, satunya memadamkan api, memeriksa korban, membawa korban terluka ke RS dan sebagiannya berjaga.


"Apa yang harus kita lakukan?" Tanya Lina.


"Mereka tidak akan membiarkan kita masuk maupun mengganggu."


Dia khawatir, tim polisi tidak mengizinkannya untuk melewat jalur tersebut. Tetapi, Lujinian dengan santai itu menjawab.


"Serahkan padaku." Ujarnya.


"Eh? Emangnya kau bisa apa?" Lina lantas heran mengekspresikan wajahnya menatap Lujinian santai itu pergi terlebih dahulu.


"Dia kepala klan master, negara ini maupun pemerintah dan presiden sangat menghormati 10 klan master." Jawab Aori.


"D-dia kepala klan master?" Kaget Lina membuat Aori bertanya.


"Hm? Kenapa?"


"Aku terlanjur tidak sopan dengannya, kenapa kau tidak bilang padaku?" Cemas Lina.


"Kau tidak bertanya padaku, Lina.."

__ADS_1


"Tapi tenang saja, dia orangnya ramah kok." Ucap Aori santai itu menenangkan Lina tidak mencemaskan sikap Lujinian.


"Ramah katamu? Wajahnya saja mudah dibaca kalau dia pria yang menakutkan." Batin Lina masih tidak percaya kalau Lujinian bisa seramah itu.


••


"Ughh..me..repotkan..s-sekali." Ucap Miya tampaknya kesulitan bergerak oleh tembok yang menimpanya.


Kemudian melemparnya dengan sekali pukulan, dia berdiri memperhatikan sekelilingnya.


"Apa yang terjadi?" Gumamnya bertanya, dia heran melihat disekitarnya papan-papan bangunan itu runtuh akibat ledakan tadi.


"Ooh? Kemana yang lainnya?"


Dia menemukan Maya dan Aori sedang dalam kondisi tak sadarkan diri. "Huh?"


"Miya-sama?!" Teriak Aori menemukan sosok Miya masih bertahan.


Aori bersama Lina dan Lujinian turut membantu mereka. "Kau baik-baik saja, Miya-sama?" Tanya Aori memasangkan wajah cemasnya.


"A-aku baik-baik saja, o-oya b-bagaimana dengan Ryuzaki? Ku dengar M-miyuki agghh.." Tampaknya Miya sedikit meringis pada salah satu kakinya terluka.


Lujinian membantu Miya berdiri, "sekarang bukan waktunya untuk membahas hal ini, kau terluka."


"Tapi.."


"Setidaknya pikirkan kondisimu." Sahut Lujinian menegaskan Miya tidak memikirkannya.


Lina dan Aori membawa dua orang tak sadarkan diri itu masuk ke mobil.


Lina menatap disalah satu bangunan seolah merasakan seseorang sedang mengamatinya.


"Ada apa Lina?" Tanya Aori.


"Aku merasakannya, ledakan tipe 9 mode explode dan asalnya berada di bangunan itu." Jawab Lina.


"Mode explode? B-bukankah i-itu..senjata sihir yang diciptakan oleh Shimizu?" Sahut Miya.


Lujinian membenarkannya. "Tidak salah lagi ini ulah Shimizu."


"Lalu, b-bagaimana penyegelan Ryuzaki?" Tanya Miya.


"Penyegelan itu berhasil dilumpuhkan, saat ini Ryu-sama ingin membangkitkannya kembali dengan sihir Eidos." Jawab Aori.


"A-apa? I-itu tidak mungkin, bukankah perawatan Eidos salah satu sihir terlarang?"


"Aku tau itu, tapi dia belum memberi keputusan untuk melakukannya." Jawab Lujinian.


Miya khawatir jika anaknya, Ryuzaki akan melakukam perawatan sihir Eidos pada Miyuki karena akan menghambat masalah pada kutukannya. Sihir Eidos bukanlah perawatan biasa tapi perawatan terlarang oleh pengguna sihir, melakukannya saja itu hal mustahil.


Sebelumnya mendengar sejarah dunia bahwa melakukan perawatan Eidos dapat menggagalkan eksperimen akibat kelebihan sihir. Akan berbahaya jika Ryu melakukannya.


••


1 April, 2029 di pusat Laboratorium Master Elizabeth,


musim semi masih terlihat, kondisi Ryuzaki tampaknya sudah stabil dan mempersiapkan diri membuat keputusan. Apakah dia benar-benar melakukan perawatan Eidos terhadap istrinya?


"Akan ku lakukan apapun caranya agar dia kembali." Ucapnya.


"Kau harus tau, bahwa ini perawatan sihir terlarang." Sahut Maya tampaknya dia sudah membaik setelah dirawat di RS selama beberapa hari.


"Itu benar Ryu, kau harus mengikhlaskannya."


"Jika kalian adalah aku, bagaimana perasaanmu jika orang yang sangat dicintai dan berharga itu tidak tersenyum lagi?"


"..kalian pasti berpikir akan melakukan cara apapun untuk mengembalikannya." Ucap Ryu benar-benar berwajah serius dan tak ada satupun yang mau berani memberi tanggapan.


Ia tegaskan bahwa keputusannya itu sudah bulat tidak ada lagi yang akan menghalanginya. Dia hanya ingin mengembalikan istrinya, itu saja permintaannya. Tidak lebih maupun kurang.


"Apa itu artinya peresmian Nishimura di tunda?" Tanya Lujinian dan Ryu membenarkannya.


Maya dan Miya terpaksa menyerah menatap Ryu begitu serius ingin melakukannya.


"Yahh.. Mau gimana lagi, itu sudah jadi tanggung jawabmu." Ujar Maya.


"Kau memang anak keras kepala sama seperti diriku." Ucap Miya.


Ryu membungkukkan badannya pada mereka dengan mengatakan,


"Mohon kerjasamanya."


Hingga hari ke hari, Ryu bersama Ito melakukan perawatan Eidos pada tubuh Miyuki. Meski hal itu mustahil membangkitkan tubuh seseorang yang tak bisa kembali, karena mengembalikannya itu sama saja tidak seutuhnya.


"*Aku tau, melakukan tindakan ini sudah melanggar batasku...


Aku tau, membangkitkan tubuhnya itu tidak bisa kembali dengan seutuhnya..


Aku tau, semuanyat tidak sesuai harapan yang ku inginkan..


Yang ku butuhkan adalah kehadirannya yang takkan pernah hilang dariku*.."


Seminggu . . .


Dua minggu. . .


Tiga minggu kemudian,


Ryu tidak menyerah meneruskan perawatan Miyuki, Ito dan Tatsuro khawatir kondisi Ryu tampaknya sudah lelah akibat kerja kerasnya.


"Apa dia baik-baik saja?" Tanya Ito berdiri di samping Tatsuro.


"Entahlah.. Jika kau memintanya untuk istirahat maka dia akan bilang, kalau dia baik-baik saja asal tanggung jawabnya sudah tuntas." Jawab Tatsuro memeriksa hasil data Miyuki.


Ito ikut melihatnnya, "tingkat staminanya mulai stabil ya."


"Bisakah kau perhatikan baik-baik?"


"Hm, ada apa?"


"Dari hasil data diagnosis Miyuki, hampir 75% berhasil. Tapi, ini sudah diluar dugaan."


"Hm? Maksudmu.. Ryuzaki mengubah salah satu teknisi sihir eidos." Tebak Ito.


Tatsuro sudah menduga bahwa Ryu akan melakukan pengubahan Eidos. Tapi, dia ingin tau bagaimana Ryu mendapat ide berlilian itu.


"Dia membuatku terkejut." Gumamnya sedikit menampilkan bibirnya tersenyum simpul.

__ADS_1


Seolah sang ayah merasa puas dengan ide Ryuzaki begitu mengejutkan.


Tepatnya satu bulan penuh, Ryu menghela nafas panjang berdiri dihadapan sebuah peti kaca. Seorang gadis berkulit putih nan sempurna tampak tak sadarkan diri masih terbaring dalam peti dipenuhi oleh es eidos.


Karena dengan benda itu akan membantu kesadarannya kembali.


"Hasil data diagnosis 90%, hanya butuh waktu sedikit lagi dia akan mencapai maksimum."


Ryu menatap wajah gadis itu dengan damai, "tinggal sedikit lagi, Miyuki." gumamnya.


"Yoshida?" Panggil Ryu pada Haru tampak sibuk berurusan komputer.


"Yes, master."


"Aku bukan mastermu." Protes Ryu.


"Hehhe, ada apa buas petir?"


"Bisakah kau menjaganya? Aku ingin keluar sebentar."


Ryu meminta Haru menjaga peti kaca untuk memastikan prosesnya berjalan dengan baik.


Haru dengan cepat itu siap menuruti perintahnya dengan gaya pose tampannya.


"Yosh, serahin aja sama si kelelawar tamvan ini."


"Bravo." Ryu dengan cepat membalasnya dua jempol pada Haru membuat mata si kelelawar berbinar bahagia.


Karena ini pertama kali Ryu memberinya dua jempol. "Wahhh.."


Lol😂


••


Kediaman Shimizu, Matsumoto bersama dua anaknya sedang mendiskusikan perekutan klan master. Sebagai klan cabang Shimizu, mereka akan melangkah maju agar dapat menjadi salah satu klan master.


"Bukankah hal itu mustahil?" Tanya Mayumi.


Matsumoto sedikit mengerutkan keningnya, "apa maksudmu?"


"Meskipun aku sudah kembali, itu tidak akan menghasilkan apa-apa." Jawab Mayumi.


"Hei berpikirlah sedikit bahwa kau itu kembali bukanlah sia-sia melainkan kau beruntung."


"..karena kau adalah penyihir tingkat strategis." Sambung Matsumoto.


"Aku tau itu, tapi.."


"Jangan membantah, aku sudah berterima kasih padamu karena telah melenyapkan pembunuh ayah kesayanganmu."


"Aku terkejut kau melakukannya dengan sekali serangan." Sahut Masaki.


"Tapi.. Itu mengecewakan sekali."


Masaki sangat kecewa terhadap Mayumi, kakaknya sendiri karena telah membunuh Miyuki. Meskipun kakaknya nyaris terbunuh oleh samurai katana milik Miyuki, tapi hal itu masih dapat disembuhkan. Berbeda dengan Miyuki terkena serangan sihir strategis Mayumi, hal itu mustahil disembuhkan melainkan tak bisa hidup kembali.


Mayumi angkat bicara dengan nada dinginnya pada Masaki.


"Aku tidak peduli, dia baik atau tidak karena siapapun berurusan denganku maka dia tidak bisa lari dariku, bukankah begitu oba-sama?"


Matsumoto membenarkannya dengan senyum yang terampil licik.


Masaki bangkit dari tempat duduknya, "rasanya melelahkan jika harus berurusan keluargaku sendiri.."


"Karena keluarga ini bukanlah damai tapi bermuka dua."


Sepertinya, dia tidak tahan membahas hal tersebut dan memilih meninggalkan tempat itu. Mayumi ikut protes atas sikap adiknya tidak sopan.


"Dia sudah berani bertingkah tinggi, apa karena oba-sama tidak pernah peduli?"


"Bukan urusan ku." Namun, dengan wajah santai Matsumoto malah membiarkan Masaki karena bagaimana pun itu hal tersebut bukanlah urusannya. Jika dia ikut maka akan memperpanjangkan masalah antar ibu dan anak.


Mayumi bangkit dari tempat duduknya, "jadi oba-sama akan mengambil alih klan Fujii?"


"Tentu saja, karena ini bagian dari rencanaku." Jawab Matsumoto sambil menarik secangkir tehnya dengan tangan lembutnya.


"Begitu ya, kalau begitu aku pergi dulu." Gadis berpirang merah muda izin pamit pada ibunya.


Dan sang ibu bertanya, "Mau kemana?"


"Beberapa hari yang lalu terjadi serangan dadakan di Chiba, aku ingin memeriksanya.. Siapa tau aku menemukan dalang ledakan itu." Jawab Mayumi.


"Hm..baiklah, ku serahkan padamu."


Matsumoto santai membiarkan putrinya pamit, kemudian meminum tehnya. Diam-diam bibirnya tersenyum dengan aura bahagianya.


"Aku tidak percaya putriku membunuhnya dengan sekali serangan, bukankah Miyuki memiliki kutukan berbahaya? Tapi.. Kabar itu sudah memuaskan ku." Gumamnya sambil meletakkan tehnya kembali.


Dia merasa puas dengan kabar Miyuki tak dapat hidup kembali. Bahkan tak percaya, Mayumi hanya menyerangnya dengan sekali pukulan. Padahal Matsumoto sempat gemetar melihat kutukan sebenarnya pada Miyuki.


••


Dalam perjalanan ke pusat penerbangan, Mayumi bersama guardiannya alias Meri akan melakukan penerbangan helikopter menuju kota Chiba. Namun, mobilnya mendadak berhenti.


"Ada apa Meri?" Tanya Mayumi.


"Maaf, Mayumi-sama. Sepertinya bahan bakar hampir habis."


"Kenapa kau tidak bilang dari awal?"


"Maaf, itu karena Mayumi-sama mendadak pergi."


Mayumi menghela nafas panjang dan mengeluh, "hmm..mau gimana lagi."


Mereka turun dari mobil hingga tak disangka seseorang tak sengaja lewat itu membuat Mayumi terkejut. Bahkan orang itu juga terkejut,


"Huh? R-ryu..z-zaki?"


"Mayumi?"



{Bersambung. . .}


tinggalkan jejak kalian yahh, bakal di feedback kok plus tambahin juga dong ke favorit. terima kasih sudah mampir🙇🙇


selamat menunaikan ibada puasa, marhaban ya ramadhan.💕❤😍💕

__ADS_1


__ADS_2