Emergency Love

Emergency Love
Red Queen


__ADS_3

Ilustrasi ;


Emergency LOVE


Genre ; Romantis, fantasi, komedi


Novel ringan ini adalah karya kecil yang mengandung ilustrasi, hasil dari buatan sendiri.


••



Setelah dilenyapkan pria bernama Victor Rihito oleh Miyuki. Gadis itu menerbangkan tubuhnya ke langit mencari target selanjutnya, dan tentu dia menemukannya...


"Aku menemukannya." Gumam Miyuki menyaksikan pertarungan hebat diantara Ryu dan Matsumoto.


"Aku jadi tertarik dengan supernatural dewa itu." Tambahnya melebarkan senyum jahat kecilnya tertarik pada kekuatan dewa milik Ryu dari kejauhan.


Diam-diam tangannya mengeluarkan dua anak panah,


"Yah, ku rasa benda ini cukup mengerikan jika aku membidiknya."


"Tapi...itu bisa melenyapkan satu area, benar-benar menarik teknologi sihir yang dihasilkan ke benda ini."


Anak panah itu alias silver horn milik Hiroishi, meski sebelumnya Miyuki ingin meminjamnya tapi Hiroishi dingin menolaknya karena sadar benda itu tipe penghancur, namun Miyuki malah mengambilnya tanpa sepengetahuannya.


"Maaf ya, rencana ini harus segera dituntaskan kalau tidak. . . ." Sambil melempar anak panah itu ke arah Matsumoto dengan sekali tiup.


"Perang bodoh tidak akan berakhir." Tambahnya.


Anak panah itu benar-benar melayang cepat ke arah Matsumoto dan tepatnya mengenai belakangnya.


AAGGGHHH


"B-benda a-apa ini? T-tubuh ku?" Matsumoto panik dan merasa tubuhnya berat seperti ditarik oleh gravitasi tanah.


"Aaagghh...t-tidak!" Teriak Matsumoto jatuh ke tanah, kemudian tubuhnya tak bisa bergerak.


Lina sempat memperhatikan panah yang menancap dibelakang Matsumoto,


"B-bukankah panah itu...."


"...Silver horn?" Tebaknya.


Arata membenarkannya, Ryu menghampiri mereka.


"Ryu? Kau tau panah itu, kan?" Tanya Arata pada Ryu.


"Tentu saja, anak panah itu sudah jadi milik monster hitam."


"Huh? H-hiroishi? Itu artinya dia berada disekitar sini kan?" Tanya Lina.


"Aku tau itu, tapi bukankah ini terlalu aneh? Hiroishi bersama Miyuki ke pulau Miyaki, jadi tidak mungkin dia melakukannya." Tebak Arata merasa curiga.


Ryu menghela nafas menyerah pada kecurigaan dua saudara ini tak ada habisnya,


"Sebaiknya simpan pembahasannya, beberapa detik lagi tempat ini meledak, akan sangat gawat jika berada disini."


Untungnya, buas petir sedang bermood baik.


"Baik."


Ketika hendak meninggalkan area itu, kesadaran Ito akhirnya kembali.


"M-miyuki..." Sahut Ito sadar memanggil nama "miyuki"


Lina lega melihat Ito tampaknya kembali.


"Ito, kau sudah sadar? Syukurlah."


Bukannya balas jawaban Lina, namun pria itu berusaha mengatakan sesuatu pada mereka. Walaupun tubuhnya belum seberapa membaik.


"K-kalian harus tau...red queen i-itu... sudah bangkit." Ucapnya.


hal yang dikatakan oleh Ito itu sempat membuat ketiganya bingung.


"Red Queen?"


"Benar, orang itu adalah..." Begitu Ito mengungkapkan siapa Red Queen itu, dan tubuhnya mendadak tak bisa bergerak sama sekali. Itu seperti sesuatu mengikat semua organ dalam dengan rantai besi.


"Tubuhku?!" Paniknya.


Dari kejauhan Miyuki menyadari Ito yang ingin mengungkapkan identitasnya.


"Sebaiknya tutup mulut atau kau akan menghilang selamanya." Dingin Miyuki.


Ketiganya panik dan heran ada apa dengan Ito sebenarnya.


"ito, kau baik-baik saja?"


Ryu merasa tak sempat untuk menyelamatkan dirinya bersama lainnya.


"Kita tidak punya waktu, ayo pergi!" Sahutnya.


Keempat orang itu di pindahkan ke tempat aman oleh Miyuki. Matsumoto masih terikat tubuhnya ke tanah itu akhirnya menemukan sosok Miyuki di langit.


"Kau...red queen?!"


Miyuki tersenyum licik, "game over, Youkai."


Setelah mengucapkannya, satu area alias Yokohama meledak para pasukan sihir yang masih bertarung dengan aliansi Elizabeth ikut hancur. Siapapun kabur tidak akan selamat kecuali salah satu dari mereka terbang ke langit.


Semuanya hancur lebur tak ada yang tersisa dari tempat itu. Miyuki tertawa bahagia, tapi terdengar jahat.


"Hahahahhahahah...ini menyenangkan sekali, benar-benar menyenangkan..." Ucapnya.


•••


Di pulau Miyaki, Hiroishi dan Mayumi menyaksikan cahaya ledakan dari kejauhan.


"Benar-benar dahsyat." Kagum Mayumi.


"Apa Miyuki benar-benar melakukannya ya?" Gumam Hiroishi dan kebetulan Mayumi disampingnya ikut mendengar.


"Ada apa sebenarnya, Hiroishi?"


"Miyuki ingin meledakkan tempat itu, tak peduli siapapun di sana maupun kabur karena apapun itu semuanya akan hancur."


Mayumi terkejut kecil, "Huh? T-tapi, b-bukankah Ryu bersama lainnya masih di sana?"


"Itu dia, seberapa jauh pun mereka kabur itu mustahil melakukannya."


Keduanya mengira Ryu bersama lainnya tak bisa selamatkan diri.


"T-tidak mungkin..." Ucap Mayumi.


Hiroishi sadar ada yang kurang pada dirinya, "tunggu...!"


"Anak panah itu!? Jangan bilang...."


"...dia berhasil mencurinya kah?"


Dia benar-benar menduganya bahwa Miyuki meledakan tempat itu menggunakan anak panah miliknya. Tapi, hal itu membuatnya kesal menyadari Miyuki berhasil mencurinya.


"Sial! Padahal anak panah itulah satu-satunya harapan besar untuk melenyapkannya!"


"Sekarang, apa yang harus kita lakukan Hiroishi?" Tanya Mayumi.


Hiroishi menghela nafas panjang, "kita ubah rencana, maukah kau menggabungkan sihirmu padaku."


Mendengarnya saja, membuat kedua pipi Mayumi memerah. "Huh? Ucapan mu terdengar...seperti sedang melamar ku saja ya, Hiroishi."


Hiroishi sadar itu ikut malu pada ucapannya. "Sial, lupakan itu! Ayo kerjasama."


"Baiklah, tapi sebelum itu..." Dengan cepat Mayumi menggenggam kedua tangan Hiroishi.


"Bisakah kau memberiku kesempatan untukmu?"

__ADS_1


Hiroishi terdiam sejenak, tapi kemudian dia menjawab dengan melebarkan senyumannya menatap Mayumi.


"Sampai kapan pun itu kesempatan itu tak pernah berakhir kecuali kau mengakhirinya."


Mata Mayumi berbinar kagum nan bahagia, tanpa pepatah lagi dia memeluk erat dengan Hiroishi.


"T-terima kasih, terima kasih H-hiroishi..." Isak tangis Mayumi.


Hiroishi mengusap lembut rambut gadis itu. "Kau tidak perlu berterima kasih seperti itu."


"Sekarang ayo lakukan..."


"Tunggu, Hiroishi... Aku masih belum yakin Miyuki bukan manusia lagi, aku masih merasakannya..."


"Aku masih merasakannya, suara tangisan Miyuki."


"Tapi, ...."


"Apa sebaiknya kita lenyapkan saja kegelapan yang ada pada dirinya?"


"Apa kita bisa melakukannya?" Hiroishi masih kurang yakin dengan pendapat Mayumi, tapi gadis itu berusaha membuatnya yakin pada dirinya.


"Tentu saja, yang terpenting adalah kelemahan Miyuki, itu akan membuatnya lengah dan akan jadi kesempatan kita menggabungkan sihir untuk melenyapkan sisi kegelapannya."


"Grizer spechleess."


Grizer spechlees adalah penggabungan antara dua sihir yang menghasilkan sepuluh kali lipat ledakan newton maupun energi ion, hal itu mungkin berhasil mengalahkan segala cara serangan musuh.


•••


Matahari mulai menutupi diri dan malam juga mulai menjemput keheningan, tak terasa perang singkat itu berakhir sadis. Tak ada sedikitpun orang yang selamat dari pertempuran Yokohama, tempat itu benar-benar tersapu bersih tanpa noda maupun jasad kecuali runtuhan bangunan Yokohama sangatlah berantakan sekali.


Diam-diam Miyuki kembali ke pulau Miyaki, meskipun dia harus bersembunyi sejenak dibalik batu.


"Aghh!" Terdengar suara ringis kesakitan olehnya.


Tubuhnya terasa lemah dan tak hanya itu, rasa sakit dikepalanya benar-benar mau pecah.


"Sial! A-apa yang terjadi?!"


Kedua matanya terbuka lebar dan terkejut melihat tangannya dipenuhi noda darah.


"Huh? A-apa yang sudah k-ku l-lakukan?"


Kemudian, memperhatikan di sekelilingnya dengan wajah yang bingung.


"I-ini...d-dimana?"


Sepertinya kesadaran Miyuki sangatlah tidak normal, terkadang kegelapan menguasai dirinya dan kadang sadar kembali dengan alam kebingungnan.


"Aaggh!"


Setelah merasakan rasa sakit mengerikan, kegelapan mulai merenggut dirinya hingga bibir itu tersenyum jahat tapi wajahnya berlinang airmata.


"T-tolong siapapun itu...tolong aku...."


"Tolong lenyapkan aku..."


•••


Ryu bersama lainnya akhirnya kembali dengan selamat, tapi mereka terkejut keberadaannya tiba di pulau Miyaki.


"Huh? T-tempat i-ini..."


"Pulau Miyaki?" Ucap Arata.


"T-tapi, siapa yang membawa kita ke tempat ini?" Tanya Lina.


Hanya Arata menjawab, "A-aku tidak tau."


Sementara Ryu masih terdiam itu merasakan sesuatu tentang Miyuki.


"Perasaan ini...."


Ito tampaknya mulai membaik, lalu Lina mencoba menanyakan tentang identitas Red Queen pada Ito.


"Kalian pasti tidak percaya kalau Red Queen itu adalah...."


"Huh? Hiroishi..? Mayumi..?" Lina bersama lainnya heran melihat kedekatan Mayumi dan Hiroishi.


Begitu mereka berhadapan, Arata maju menghalangi mereka dengan tatapan curiga.


"Aku masih curiga kemampuan cuci otakmu pada Hiroishi."


Mendengarnya saja membuat Mayumi tertawa kecil.


"Maaf ya, saat ini aku tidak punya waktu menjadi karakter antagonis."


"Untuk saat ini tidak perlu saling curiga karena kalian harus tau kalau ada yang tidak beres dengan Miyuki."


Hiroishi dan Mayumi berusaha tetap tenang menjelaskan situasi sebenarnya.


"Lalu, itu kau yang melakukannya?" Tanya Ryu.


"Tentu saja tidak, itu..." Tiba-tiba ucapan Hiroishi terputus oleh suara seseorang yang malah menghalanginya.


"Ara-ara... Langit malam yang indah ya..." Sahut suara familiar membuat semuanya terdiam sejenak.


Tak lain itu adalah Miyuki, tampaknya sedang duduk santai menatap langit malam dengan wajah tersenyum damai.


"Miyuki?" Ryu merasakan perasaan buruk yang ada didalam lubuk hati dan pikiran Miyuki.


"Ooya, ini anak panah yang kau cari bukan, Hiroishi?"


"Tapi, maaf ya...anak panahnya tersisa satu." Miyuki mengembalikan sisa anak panah dengan melemparnya pada Hiroishi.


Hiroishi mengambilnya, "kau tidak sopan sekali ya."


"Tidak kok, justru kaulah yang tidak sopan dengan ku."


"Apa kau sudah mempersiapkan rencanamu untuk membunuh ku?"


"Aku menyukai trik itu."


Melihat sifat dan tingkah Miyuki seperti iblis membuat Arata, Lina, Ito tidak mempercayainya.


"Miyuki, apa yang terjadi padamu? Kau baik-baik saja kan?"


Lina tampak khawatir itu coba mendekati Miyuki, malahan, mendapatkan serangan hebat dari iblis red queen. Mendengar suara jentikan jari Miyuki, tubuh Lina terasa panas dan terikat oleh organnya sendiri hingga membuatnya tidak bergerak.


"Aaagghhh, t-tubuh ku?!"


"Jangan coba mendekati ku, walaupun selangkah ke hadapan ku." Tegur Miyuki.


"K-kenapa?"


"Maaf..." Hanya kata maaf dari bibir Miyuki dengan raut sedih di wajahnya


Lina jatuh pingsan dan disambut oleh Ito.


"Karena kalian sudah berkumpul, bisakah aku menidurkan kalian sementara waktu?"


"Apa yang ingin kau lakukan?" Tanya Arata.


"Menghancurkan dunia ini."


"Tidak akan ku biarkan!" Serentak Hiroishi dan Mayumi menggabungkan sihirnya menembak ke arah Miyuki.


"Grizer speechless!"


Mereka berhasil mengurung Miyuki dengan sihir cahaya 360° Grizer speechless. Hanya tinggal menghitung waktu, sihir itu meledakkan kegelapan hati Miyuki.


"Semoga saja ini berhasil." Harap Mayumi.


Ryu masih diam menyaksikannya, dan sibuk memikirkan cara menemukan kelemahan Miyuki.


"Miyuki benar-benar seorang red queen, memiliki gelar itu maka dia bukan manusia lagi." Gumam Ito merasa tak bisa berbuat apa-apa menyelamatkan Miyuki.

__ADS_1


"Sayang sekali...." Terdengar suara familiar di belakanh Hiroishi dan Mayumi.


Kemudian menyentuh salah satu pundak mereka, lalu berbisik.


"Itu tidak mempan untukku." Ucap Miyuki.


Tentu saja keduanya terkejut, bagaimana mungkin Miyuki bisa terbebas oleh sihir terkuat itu.


"Huh? T-tidak mungkin..." Ujar Mayumi.


"Oyasuminasai." Bisik Miyuki, kemudian menidurkan semuanya kecuali...


"Aaahh, aku ingat...kekuatan dewa itu." Sambil tersenyum jahat menatap orang yang berhasil bertahan.


Ryuzaki benar-benar tidak mempan pada kekuatan Miyuki. Dia menghela nafas panjang agar bisa melepas rasa khawatirnya dan tetap tenang, setelah itu ajak bicara dengan Miyuki.


"Katakan apa keinginanmu."


"Keinginanku, hm...bisakah aku membunuhmu?"


"Apa itu artinya kau ikut terbunuh?"


"Tidak, tubuh ini akan meledak sendiri jika kekuatan ini sudah mencapai batas."


"Kalau begitu bunuh aku saja."


"Huh?" Miyuki sedikit terkejut, kemudian memiringkan kepalanya dengan tatapan mengerikan.


"Hmmm...heeeh? Apa ini kebetulan? Kau begitu cepat menyerah, padahal kau ini memiliki kemampuan sihir tingkat dewa loo."


Dia mulai mengeluarkan pisau dari kekuatannya, tetapi Ryu curiga melihat tangan itu tampak gemetar ketakutan melakukannya.


"Oi, tanganmu gemetar, apa kau benar-benar akan me...!"


Tak sempat bertanya, Ryu kaget melihat Miyuki muncul tepat dihadapan wajahnya.


"S-sejak k-kapan..."


Dia mencoba menghentikan waktu dengan sihirnya, sayang sekali itu mustahil mempan pada Miyuki. Pada akhirnya, Miyuki berhasil menusuk bagian jantung Ryu dengan pisaunya.


Aagghh


Tak lama kemudian, Miyuki memeluknya dan perlahan-lahan terdengar tangisan dipenuhi rasa penderitaan dan ketakutan.



"Hikss... Tolong aku... Tolong aku..."


"Hikss...tolong lenyapkan aku."


Ryu jadi heran, "Huh? Miyuki...?"


Tapi itu sebentar, dia mulai mengerti alasan mengapa Miyuki seperti itu. Lalu, jari-jemarinya memegang tangan gadis itu.


"jadi begitu..."


"Kau tau...pisau ini tidak dapat melukaiku."


"Huh?"


"Maaf..."


"Maaf...ternyata akulah yang merusak semuanya, harusnya aku tidak membangkitkanmu dengan Eidose."


"Maafkan aku Miyuki."


"Ryu...Aagghh...."


Belum sempat Miyuki mengatakan sesuatu, dia jatuh kesakitan dan merasa seluruh tubuhnya kesakitan. Ryu mencabut pisau dijantungnya dan itu sembuh kembali.


Kemudian mengarahkan senjata taurusnya ke arah Miyuki.


"A-apa yang kau l-lakukan?"


"Aku akan melenyapkan red queen yang sudah mengambil alih tubuhmu."


"Electricity auto start, stamina tubuh melemah, denyut nadi tidak teratur, hati dan pikiran kacau-balau, stres, kram, rasa gemetar dan ketakutan mencapai batas...memulai stabil tubuh baru, penggabungan...melenyapkan emosi kegelapan, metal destroyer di aktifkan!"


Membaca gerakan tubuh butuh 4 detik melakukannya, tapi persiapan tubuh butuh rasa sakit dari pemiliknya selama 2,50 detik.


Begitu dia menembaknya, penghancuran metal tubuh agar rasa emosi yang menghantui Miyuki segera lenyap. Namun. . .


Miyuki teriak kesakitan tiada habisnya, bagaikan seseorang memukulnya hingga beberapa cahaya yang ada ditubuhnya selama ini, akhirnya menampakkan diri.


"Yo?" Sapa Ryu.


Lima cahaya itu merupakan jiwa Miyuki, kemudian berubah menjadi manusia mirip Miyuki.


Ryu tersenyum sinis, "sudah ku duga, diantara lima kembarannya hanya satu yang asli, benar bukan red queen."


Salah satu kembaran Miyuki tersenyum jahat, ada yang meminta tolong, menangis, meringis kesakitan dan stres. Semua itu adalah rasa sakit yang menimpa hati dan pikiran Miyuki.


"Tidak, sepertinya semuanya adalah asli."


"Kalian benar-benar sudah puas menyakiti Miyuki."


Dengan mengarahkan pistolnya ke mereka, tampaknya mereka ketakutan. Tapi Ryu sadar, ketakutan itu hanyalah kebohongan.


"Jangan..."


"Tolong aku..."


"Ara-ara...kau serius akan melenyapkan ku?"


"Aagghhh! Hentikan!!"


"Huh? Kau akan membunuh ku? T-tidak mungkin...."


Ryu muak mendengarnya, "jika aku tidak menghentikannya, sampai kapan pun kalian tetap kembali menyakitinya."


Setelah itu, dia menembaknya, "metal devil's destroyer diaktifkan."


Mereka berlima lenyap mendebu, meski sempat tidak terima. Ryu juga menyesali atas perbuatannya yang sudah membangkitkan Miyuki dengan Eidose, padahal sebenarnya Ryu mampu membangkitkannya dengan mudah yaitu, energy aseptic.


"Selesai."


Kedua mata Miyuki terbuka sadar, orang yang pertama dia lihat adalah Ryu.


"Ryu...?"


"Aku memang terlalu bodoh ya, sampai melakukan berbagai hal untukmu dengan cara bantuan orang lain padahal...aku bisa melakukannya sendiri."


Salah satu tangan Miyuki menyentuh lembut pada wajah Ryu.


"Hangat..."


Ryu ikut memegang tangannya dengan lembut, "tentu saja, selamat datang Miyuki."


Bibir Miyuki melebarkan senyum kedamaian menatap Ryu.


"Aku kembali."


Begitu, Miyuki dan Ryu bangkit. Tak disangka, mereka lengah pada sesuatu.


"Ap...!?"


Sebuah panah menancap ke tubuh Miyuki hingga mulutnya mengeluarkan darah akibat pendarah hebat di perutnya.


"Siapa yang melakukannya?!"


Kedua mata Ryu terbuka lebar, gemetar dan merasa benar-benar tidak menyangka bahwa yang melakukannya adalah...


"Jangan melupakan ku, loo."


"Huh? M-mayumi?!"


"Cih! Sial!!"

__ADS_1


•••


{Bersambung . . . .}


__ADS_2