Emergency Love

Emergency Love
Bab 63


__ADS_3

Hari yang ditunggu pun tiba, di malam sebelum Rosaline menjalani sidang lanjutan, anak satu-satunya tidak bisa menyembunyikan rasa khawatirnya. Meski tampak tenang. Namun, jauh di lubuk hati Prada sangat memikirkan wanita yang sudah melahirkan dirinya.


Bahkan kedatangan Greta di ruang kerjanya tidak bisa menyingkirkan rasa gundah di hati. Prada tidak menyadari keberadaan sang istri. Sehingga Greta harus memberi dukungan semangat untuk pria pilihannya itu, "Aku yakin kamu akan menang, Bojo."


Tergugah, Prada menatap keberatan Greta yang kini berada tepat di hadapannya, "Kenapa belum tidur? Ini sudah malam. Jangan sampai anak kita tidak berisitirahat!'


"Bagaimana anak kita bisa beristirahat, jika ayahnya gundah seperti ini? Aku tahu kamu cukup mengkhawatirkan Ibu. Tapi, jangan lupakan kesehatanmu, Bojo!"


Ucapan dari Greta ada benarnya, meski memiliki permasalahan sebesar apapun. Seharusnya Pradabhasu tidak boleh mengabaikan dirinya sendiri. Sehingga, dia tidak ingin mengecewakan sang istri. Prada lalu mengulurkan kedua tangannya serta membukanya selebar mungkin agar istrinya bisa menghambur ke arahnya.


"Dasar! kaya anak kecil,"


Meskipun mulut menghujat Prada, toh nyatanya Greta tidak bisa menolak keinginan sang suami. Dengan cara seperti inilah, dia bisa membantu Prada.


Dia, Prada tidak ingin melewatkan waktu berharga seperti ini. Bahkan Prada berharap, "Jika aku bisa menahan waktu, aku ingin waktu berhenti seperti sekarang ini."


Keduanya tampak mesra dengan Greta memeluk tubuh sang suami di mana kini dia berada di pangkuan sang suami. "Thanks, ya Sayang."


"Setelah semua ini terselesaikan, ayo kita jalani hidup normal, Suamiku. Aku ingin berjalan bersama dengan memegang tanganmu." Usai berkata demikian, Greta semakin dalam membenamkan kepalanya di da da bidang sang suami.


"Terima kasih sudah bersedia hidup bersamaku, Ta. Aku akan memenuhi semua permintaanmu asal masuk akal." godanya.


"Prada ... ih, gak bisa apa romantis dikit?"


Guna menyenangkan hati sang istri, Prada pun mengangkat tubuh Greta dan membawanya keluar dari ruang kerja, "Iya, iya bawel."


**


Dan, pada hari ini. Sidang lanjutan digelar untuk mendengarkan pernyataan Rosaline. Wanita itu telah duduk di tempatnya guna mengurai apa yang sebenarnya terjadi. Pihak kejaksaan sangat berharap Rosaline akan berkata jujur dengan menjawab semua pertanyaan yang diajukan oleh jaksa.


Jika pada sidang sebenarnya, Rosaline ditemani oleh pengacara dari keluarga suaminya. Maka kini, anak lelakinya pula yang akan duduk sebagai pembela hukum bagi Rosaline.

__ADS_1


Seperti janjinya pada Rosaline, Prada akan membantu kasus ibunya agar bisa mendapatkan keringanan hukum.


"Apa yang Saudara lakukan pada jam tersebut?" Jaksa mencerca ibu Prada dengan pernyataan yang meragukan alibinya.


Pada sidang sebelum ini, Rosaline mengaku jika dia tidak tahu apa-apa. Dan sedang menunggu kabar dari suaminya di rumah.


"Sebelum kecelakaan terjadi, saya sempat menghubungi korban." jawab Rosaline dengan nada rendah.


"Benarkah? Untuk apa? Apa seorang mantan istri ingin mengorek informasi mantan suaminya?"


Buru-buru Prada menyela, "Keberatan, Yang Mulia. Pertanyaan dari Jaksa sangat tidak relevan. Tidak ada hubungannya dengan isi pengajuan." sanggah Prada karena melihat rona tertekan di wajah Ibunya.


Hakim menolak ketidaksetujuan Prada, dan meminta jaksa untuk melanjutkan pernyataannya. "Lanjukan!"


Firman terus mencerca Rosaline dengan banyak pertanyaan yang harus dijawab. Untung saja, ibu Prada itu bisa menjawab meski tertatih.


Kini, giliran Prada untuk mengajukan pertanyaan yang bisa membela ibunya. "Apa benar Anda ingin menemui mantan suami Anda?"


"Benar, aku ingin mengajaknya bertemu karena ... " Ada getir yang terasa ketika Rosaline menitikan air mata. "Aku ingin memintanya untuk berhenti menyelidiki kasus itu."


Greta mengikuti jalannya sidang dari tempat peserta sidang. Selain mengkhawatirkan ibu mertuanya, Greta juga harap-harap cemas dengan Prada. Meski Wahyu sempat mengatakan sebelumnya bahwa, "Bapak tidak mungkin kalah, sudah berapa kasus yang berhasil ditangani? Semuanya sukses."


Dan untuk menguatkan alibi kliennya, Prada juga telah mendatangkan saksi. Saksi tersebut merupakan ahli di bidang penyelidikan barang bukti berupa kendaraan korban.


Tak tanggung-tanggung, Prada bahkan mendatangkan saksi yang berasal dari negara panikan mobil milik mendiang sang ayah untuk meng-autopsi bangkai mobil.


Dan hasil dari pernyataan saksi, mobil tersebut telah disabotase mesin dan sistem pengeremannya.


Tidak hanya itu saja, usai saksi ahli memberikan kesaksian. Prada dibangun oleh Edo mampu menelusuri orang yang dibayar untuk melakukan perbuatan buruk tersebut.


Saksi itu tidak bisa berkutik mana kala pihak Prada dengan Edo sebagai kepala tim mendatangi dengan membawanya bukti berupa rekaman kamera pengawas serta jejak transaksi mencurigakan di akun bank milik orang tersebut.

__ADS_1


Sehingga dengan kesadaran penuh, saksi itu menyanggupi dan bersaksi di persidangan ini. Semua bukti telah mengarah kepada suami Rosaline.


Kini, tinggal satu orang lagi yang akan memberikan kesaksian. Hakim mengizinkan pihak kuasa hukum untuk memanggil saksi tersebut.


Semua mata tertuju pada seorang pria yang baru saja memasuki ruang persidangan. Tidak ada yang menyangka jika Direktur Rumah Sakit Universitas Ganesha lah yang datang dan duduk di tempat saksi pada hari ini.


Sebelum mengucapkan sumpah, sempat paman Greta itu tersenyum simpul ke Rosaline dan Putranya.


Prada hanya mengangguk sembari tersenyum, dia sangat berterima kasih karena pamannya bisa dengan senang hati datang memberikan kesaksian.


"Paman, terima kasih. Greta banyak menyusahkan, Paman." ucap Greta pada saat Greta berhasil meminta kesediaan pamannya untuk datang sebagai saksi di persidangan ibu mertuanya.


Direktur bersaksi jika dia lah yang mengizinkan pihak suami Rosaline untuk mengubah hasil autopsi pertama pada jasad kedua dokter yang merupakan kakak serta kakak iparnya.


Dengan imbalan akan menjadi pemimpin rumah sakit, dia bersedia membantu. Meski pada kenyataannya, dia melakukan semua ini untuk melindungi Rosaline. Wanita yang dia cinta selama ini.


"Aku bersalah pada mendiang kakak dan kakak iparku. Aku melakukan semua ini hanya untuk melindunginya." Sebelum mengakhiri kesaksian, Direktur juga meminta maaf kepada semua pihak yang telah disakiti olehnya. Terutama Greta dan Prada.


Cinta memang telah membutakan kenyataan, bahkan paman juga berniat menyerahkan diri karena bersekongkol dalam menyetujui dan menandatangani sabotase autopsi tersebut.


"Greta, Prada maafkan aku."


Rosaline benar-benar tidak bisa membendung tangisnya. Semua ini karena keserakahannya. Dia tidak menyangka jika perbuatannya telah menyakiti banyak pihak.


"Prada, maafkan ibumu, Nak. Dia melakukan semua ini demi dirimu. Dia bercerai dari ayahmu karena paksaan dari suaminya yang sekarang. Dia butuh biaya untuk pengobatan kakekmu. Waktu itu, ayahmu sibuk dengan semua kasusnya hingga tidak memedulikan ibumu. Dia tertekan dan sempat meminta bantuanku. Tetapi waktu itu, aku hanya seorang dokter muda yang belum memiliki kesejahteraan."


Prada memeluk wanita yang duduk di sampingnya yang dalam keadaan tangan diborgol, Prada tak ingin melepaskan pelukan untuk ibunya.


"Ibu minta maaf, ibu banyak bersalah pada kalian."


...****************...

__ADS_1



Happy Birthday


__ADS_2