
Sebelum sidang selanjutnya digelar, Greta secara khusus menemui ibu mertuanya di tempat Rosaline ditahan. Rosaline menjalani masa percobaan dengan status masih sebagai tersangka.
Rasa percaya dirinya membuatnya masih terlihat tenang. Bahkan ketika wanita yang kini menjadi menantunya datang menjenguk, tak ada sedikitpun rona ketakutan di matanya.
"Ibu apa kabar?" Biar bagaimanapun, Rosaline adalah ibu kandung Prada. Sudah sepantasnya Greta tetap bersikap hormat terhadap wanita yang telah menggadaikan kebahagiaannya dengan uang.
Hanya senyum penuh arti yang bisa Rosaline berikan kepada Greta, tidak hanya itu saja. Wanita berambut sebahu itu mencela kedatangan Greta ke sini hanya akan menambah rasa kesal pada menantunya itu. "Jika kau terus menemuiku, kau akan semakin sakit hati padaku."
"Tahukah, Ibu? Jika dia sudah banyak menderita dengan semua ini. Tolong beri sedikit ketenangan di hidup Prada."
"Sejak kapan kau peduli dengan anakku?" Pertanyaannya dari Rosaline ini tentu saja menyentak hati Greta. Ingin sekali wanita itu menembus dinding kaca dan menampar wanita itu jika bisa.
Tetapi, dokter cantik itu masih bisa menahan amarahnya hingga tidak perlu mengotori tangan cantiknya. "Apa ibu lupa? Dia adalah ayah dari anak yang kini ada di perutku!" ucap Greta dengan mengelus lembut perutnya yang rata.
Rosaline tidak Menyangka jika kehidupan pernikahan anak kesayangannya akan serius seperti ini. Dia yang sudah mengetahui pernikahan Prada dan Greta yang hanya sebatas kerjasama belaka, tidak menyangka jika Pradabhasu akan bergerak hingga sejauh ini terhadap anak dari mantan kekasihnya dulu.
"Jadi, Ibu ... mohon doa Ibu untuk anak ini. Dia akan menjadi penerus keluarga Mahendra." Sengaja Greta menambah api permusuhan dengan Rosaline yang dia tahu belum bisa menerimanya sebagai seorang menantu.
"Tidak, kalian tidak bisa membuatku di sini."
Greta terbahak, dia merasa ucapan ibunya sungguh lucu. Sembari mencibir, Greta juga mengingatkan beberapa kejadian di masa lalu. Di mana ibu mertuanya sengaja menjebak dirinya agar memakan kue strawberry yang diberikan oleh kakek.
"Aku salut dengan usaha Ibu untuk memisahkan kami berdua, apa Ibu akan seperti ini karena aku adalah anak dari mantan pacar, Ibu?" Cara balas dendam terbaik adalah mencari kelemahan lawan dan menghajarnya ketika tahu kondisi lawan jauh berada di bawahnya.
Semua itu Greta pelajari dari suaminya yang berprofesi sebagai seorang pengacara. Secara harfiah, Prada memang suaminya. Namun, banyak pelajaran hidup yang bisa diambil oleh Greta. Meski tak jarang keduanya masih berselisih paham.
__ADS_1
Seperti perdebatan antara memakan masakan Greta ataupun pergi makan di luar. Prada yang sudah tahu seperti apa kredibilitas sang istri dalam dunia dapur, ngotot ingin mengajak Greta makan di tempat romantis. Karena dia tak ingin berakhir seperti ketika Prada demam dulu.
Sangat jelas di wajah Rosaline, jika wanita itu menahan gelombang emosi. Ingin sekali dia berteriak layaknya orang pada umumnya. Namun, semua itu dia tahan lantaran image wanita berkelas yang selalu dia jaga.
"Kau keras kepala seperti papamu dulu, karena itulah aku meninggalkannya."
"Ibu, tolong berhenti. Semua masamu sudah berakhir. Mentari hangat akan menyinari masa kelam. Kumohon dengan sangat, tolong lakukan demi Prada. Aku hanya ingin dia hidup normal seperti pada umumnya. Berilah ketenangan di hidupnya. Jangan biarkan penenang menjadi teman tidurnya lagi. Sungguh mati, aku tidak akan membiarkan hal itu terjadi. Pertemuan kami memang telah diatur olehnya, tetapi aku percaya jika takdir lah yang akhirnya menyatukan kami. Tolong biarkan dia dan anaknya bahagia dengan memiliki seorang ibu dan nenek yang mereka banggakan."
Tanpa terasa Rosaline menitikan air mata mendengar kata demi kata yang meluncur keluar dari mulut wanita di depannya. Hatinya hancur.
Jauh di relungnya, dia tak menyangka jika kehidupan Prada selama ini yang tampak luar biasa 'ternyata menyimpan sebuah rahasia. Hidup anak lelaki begitu rapuh hingga membuat pria itu tidak bisa mempercayai wanita.
Dan kini, kegelapan itu mulai tersingkir dengan adanya menantunya. Meski dia masih tidak terima dengan keberadaan Greta dan calon buah hatinya. Tetapi Rosaline percaya dengan adanya Greta telah banyak mengubah kehidupan Prada.
**
"Prada,"
"Apa?"
Meski kegiatan di tempat kerja banyak menyita waktunya, Prada tidak melupakan untuk memanjakan sang istri di malam hari.
"Aku memiliki sebuah berita bagus, tetapi ... " Greta tidak melanjutkan ucapannya. Dia menatap mata Prada dalam-dalam agar bisa menyentuh hati pria itu nantinya.
"Tetapi apa? Ingin aku berinvestasi apa lagi di proyekmu? Atau aku harus menyumbang di yayasan keluarga?"
__ADS_1
"Tidak, bukan itu." Greta bangkit dari tempat tidur. Meski sempat dilarang oleh Prada. Namun, wanita itu menjelaskan jika dia memilih berita bagus untuknya.
Greta berjalan mendekati laci di kamar mandi. Kemudian tak sampai tiga menit, wanita itu kembali dan duduk di sebelah Prada yang masih berbaring dengan mengenakan hanya celana pendek saja.
Wanita itu mengulurkan sebuah stick berwarna pink kepada yang suami. Sudah ingin sekali dia membagi kabar bahagia ini sejak pagi. Namun, karena kesibukan sang suami lah akhirnya dia baru bisa mengatakan malam ini.
Girang, tentu saja. Bukan hanya bahagia karena akan mendapatkan sembilan puluh persen aset kakek saja. Pria itu juga mengucap syukur karena usahanya menggempur sang istri selama ini membuahkan hasil.
"Benarkah? Sayang .... Honey akhirnya kita memiliki semua aset kakek."
Greta mendengus kesal, "Apa? Jadi kamu senang karena wasiat itu?"
Hahaha ... "Kau ini bicara apa? Tentu saja aku senang karena sebentar lagi kita akan segera memiliki momongan." Prada meraih tubuh sang istri lalu mendekapnya dengan erat.
"Aku mencintaimu, tanpa memedulikan apapun. Bahkan tanpa apa yang telah kumiliki." imbuhnya meyakinkan sang istri.
"Ini kabar baiknya, jadi aku boleh meminta bantuan?" pinta Greta masih tetap dalam pelukan sang suami.
Prada melepaskan pelukannya sejenak, dia menatap wajah ayu istrinya yang kini sedang mengandung calon buah hati mereka.
"Meski ini baru pemeriksaan mandiri, aku akan mencoba memastikannya besok. Tapi aku memiliki satu permintaan padamu, Suamiku!"
"Apa itu?"
"Jadilah lawyer Ibu!"
__ADS_1
...****************...