Emergency Love

Emergency Love
Apapun Caranya!


__ADS_3

Ilustrasi ;


Emergency LOVE


Genre ; Romantis, komedi, fantasi.



"She will die.."


"Apa maksudmu?" Tanya Ryu masih tak mengerti apa yang sedang dibicarakan oleh Ito.


"Hiroishi baru saja bilang kalau dia bertemu dengan Mayumi dan mencari pembunuh ayahnya dan.."


"Kau juga tau kan, siapa pembunuhnya?" Ujar Ito menatapnya dengan serius.


Mendengar nama Mayumi membuat dirinya terdiam membulat, "huh? Apa? M-mayumi masih hidup, itu tidak mungkin kan?"


"Tapi..apa maksud semua ini?" Kedua tangannya tampak mengepal erat penuh amarah, meski dirinya sempat terkejut mendengar sosok Mayumi masih hidup rasanya benar-benar dirinya telah dipermainkan olehnya.


"aku akan pergi menyelamatkannya."


Ryu bersikeras pada dirinya, bahwa ia tak peduli jika berhadapan dengan Mayumi alias sosok pernah dicintainya. Yang terpenting, Miyuki harus diselamatkan karena tau gadis itu memiliki kegelapan yang mudah tenggelam. Tampaknya Ryu khawatir jika Miyuki tidak disisinya lagi.


"Aku benci dipermainkan." Sahut batinnya, ia benar-benar marah jika cinta dan kasih sayangnya telah dipermainkan.


"Tunggu Ryuzaki." Sahut Tatsuro.


"Kau tidak akan tepat waktu jika tidak menggunakan benda ini." Tambahnya, dengan memberikan sarung tangan pada Ryu.


"God of design, yaitu tangan tuhan yang bisa membuat ilusi menjadi kenyataan. Gunakan benda itu dan..jika terjadi apa-apa dengannya,


"Jangan terbawa oleh amarahmu sendiri, mengerti?"


"Aku mengerti." Ryu menerimanya, begitu mengenakannya. Tubuhnya terasa penuh dengan over power oleh sarung tangan yang diselimuti cahaya aurora.


Dengan keputusan seratus persen, Ryu sudah siap menggunakan overpower milik ayahnya. Meski kekuatannya telah disegel oleh Mayumi, setidaknya dia ingin menyelamatkan Miyuki tepat waktu dengan kekuatan.


"Aku pergi dulu."


Begitu Ryu sudah pergi, dan sosok Haru tampaknya sudah kembali. Tetapi, tiga pria itu heran melihat sekujur pakaiannya basah kuyup.


"Apa yang terjadi padamu, kelelawar?" Tanya Lujinian.


"Hehehhe...aku tercebur ke laut." Jawab Haru melebarkan senyum cerianya.


Ketiganya terdiam sejenak. "Heh?"


"Apa karena tendangan Ryu tadi?" Pikir Ito


"Wuiii, ***** banget tendangan Ryu bisa sampe ke lautt.." batin Lujinian terkejut membulat.


"Benar-benar tendangan luar biasa." Puji Tatsuro dengan wajah santai nan damainya.


"A-anu, kemana Ryu? Kapan kita akan melakukan penyegelannya? Apa sudah selesai?" Tanya Haru membuat mereka berwajah kosong sejenak kembali.πŸ˜‘πŸ˜‘


EH?


Tatsuro dan Lujinian menatap Ito seoalah memintanya untuk menjawab pertanyaan Haru. "Aku?"


Sebenarnya, Ito menolak dengan wajah pahitnya. Tetapi dua pria itu tetap menatap Ito dengan serius tapi menakutkan hingga pria berjulukan elang putih itu menyerah.


"Ada apa?" Tanya Haru pada Ito.


"Eh? Tidak ada apa-apa kok."


Perlahan-lahan Ito mendekatkan wajahnya ke telinga Haru, kemudian dia berbisik.


"Sepertinya kau terlambat menyaksikan sesuatu."


"Huh? Apa?"


"Overpower Ryuzaki."


HEHHHHHH??


"Tidakkkkkkk!!!!! Aku ketinggalan aksinyaaaaaa!!!"


"Hehhhh...sebenarnya apa sih isi otaknya si kelelawar ini?" Batin Lujinian.


Mendengar teriakan Haru membuat burung-burung bubar dari sarangnya hingga mengatakan..


🐦...🐦..🐦.. Bodoh.. bodoh😝😝 LOL!


β€’β€’


Saat ini, tubuh Ryu terbang dengan kecepatan kilat agar tepat waktu menyelamatkan Miyuki.


God of design atau disebut tangan tuhan adalah sarung tangan yang dibuat oleh klan Nishimura. Yang terdiri dari benda ilusi mampu menjadi kenyataan, berbagai kekuatan atom yang bercampuran salah satu jenis senyawa hingga menghasilkan overpower mematikan dan tidak hanya itu, kekuatan benda itu hampir setara dengan penyihir tingkat strategis.


Sayangnya, kecepatan Ryu hanyalah sia-sia karena saat ini dia terlambat. Kedua matanya membulat lebar, kaget bercampur aduk emosinya antara sedih dan marah melihat Miyuki mengenai serangan Mayumi hingga tubuh Miyuki jatuh dan tak ada yang menolongnya.


"Miyuki?"


Saking marahnya, kecepatan terbangnya berubah jauh lebih cepat menyelamatkan tubuh Miyuki sudah tak berkutip lagi.


Dia berhasil menangkapnya, "miyuki? Oi? Miyuki? Bangun miyuki?! Jangan tinggalkan aku.."


Ia berusaha membangunkan Miyuki tepat dipangkuannya, namum gadis itu tak bergerak sedikitpun dan tubuhnya dingin memucat membuat Ryu merasa marah.


"MIYUKIIIII!!!!" teriaknya sangat marah itu lantas membuat langit biru meraung panggil awan gelap hingga sambaran petir ikut hadir.


Ryu dilanda oleh kemarahannya sendiri, tiba-tiba dirinya tersadarkan dengan ucapan ayahnya sebelumnya.


"Jangan terbawa oleh amarahmu sendiri, mengerti?"


Ryuzaki sadar, perlahan-lahan airmatanya mengalir membasahi pipinya.


"Apa yang harus aku lakukan? Miyuki,.aku benar-benar tidak ingin kau menghilang dari sisiku."


"Karena aku..aku..juga mencintaimu seumur hidupku hingga ajal menjemputku..hiks..hiks..tapi..kenapa?"


"..Kenapa harus terjadi seperti ini?"


Untungnya pria itu dapat mengendalikan amarahnya, tapi kali ini wajah Ryu dipenuhi tekad kuatnya bahwa dia ingin menghidupkan Miyuki kembali.


"Akan ku lakukan apapun caranya agar dia benar-benar kembali."


"..maafkan aku Miyuki, aku tidak siap jika harus kehilangan dirimu, aku tidak terima!!!"


Dia membawa jasad gadis itu ke suatu tempat, dia tak terima jika hidupnya harus kehilangan orang yang sangat disayangi. Tentunya dia tak tinggal diam melakukan segala cara agar bisa menghidupkannya kembali.

__ADS_1


β€’β€’


Kediaman Villa Shimizu, Mayumi kembali dengan kondisi terluka parah.


"Mayumi-sama?" Meri yang menyambut kedatangan Mayumi juga terkejut melihat pendarahan hebat diperut tuannya.


"Meri? Aaaghh.." Gadis berpirang merah muda mencoba menghampiri Meri, namun tubuhnya lemah itu terjatuh papar ke lantai. Untungnya, Meri menyambutnya.


"Apa yang terjadi?" Tanya Meri.


"Ternyata benar dugaan ku, Miyuki adalah pembunuhnya."


"Dan untungnya a-aku su-sudah melenyapkannya."


"Huh?"


"Mayumi-sama...mem-b-bunuh M-miyuki?" Kedua mata Meri terbuka lebar mendengar Miyuki berhasil dibunuh oleh serangan sihir Mayumi.


"T-tolong lakukan perawatan..s-segera.." Perintah Mayumi yang kemudian jatuh pingsan dipangkuan Meri.


Meri tak bisa berkutip menjawabnya, melainkan wajahnya dibanjiri airmata. "Hikss..hikss.."


"Dasar bodoh! Kenapa kau melakukan ini pada Miyuki? hanya karena dia pembunuh ayahmu kah?"😭😭


"Padahal semua itu ada alasannya mengapa Miyuki melakukannya." Ucapnya benar-benar terisak tangis.


Dia begitu kenal dan akrab dengan Miyuki, meski saat itu Miyuki sangat polos dan tak mengerti akibat siksaan yang melanda dirinya.


Meri mengingat kembali, bahwa malam itu dia adalah saksi mata melihat Miyuki menusuk samurai tepat ke jantung ayahnya, shimizu kato.


Saat itu, Miyuki tidak sadar kehadiran Meri disana karena wajahnya tampak takut gemetaran hingga meneteskan airmatanya. Dengan rasa takut meraunginya, dia berlari tanpa mengetahui arah.


"Kenapa dia membunuhnya?" Gumam Meri bertanya pada dirinya.


Diam-diam langkahnya menghampiri Kato yang tertusuk samurai.


"Kau?"


"Eh? D-dia m-masih hidup?" Gadis berpirang abu-abu terkejut melihat Kato masih bisa bicara. Padahal, samurai itu masih menempel tepat didadanya.


"K-kau pasti ter-kejut m-melihatnya bukan?"


"Ini k-kesalahan ku t-telah membunuh ibunya." Jawab Kato.


"I-ibunya? Anu..paman mengenalnya?"


"Miyuki, dia a-anakku.."


"Huh? Tapi k-kenapa?"


"Orang-orang itu bilang, kalau ibunya adalah monster dan meminta ku untuk membunuhnya. Aku berhasil melakukannya t-tapi.. Aku menyesalinya karena sadar dia adalah istriku sendiri. Ku rasa aku sudah dibawah kendali oleh mereka."


"Orang-orang?" Gumam Meri.


"Miyuki pasti juga sedih kehilangan dia, ini benar-benar salahku dan..aku pantas mendapatkan seperti ini." Sambung Kato.


"Tapi.." Meri mencoba untuk mengatakan bahwa Kato harus bertahan agar bisa menyelesaikan hubungannya dengan Miyuki. Tetapi, pria itu berusaha menolak dan malah meminta permohonan pada Meri.


"Aku mohon... jika kau bertemu Miyuki bertemanlah dengannya dia menderita karena dalam tubuhnya itu memiliki hati kegelapan dan ingat..jangan sampai dia dibunuh oleh Mayumi."


"..Membunuhnya saja tidak akan membuat masalahnya maupun penderitaannya selesai dengan mudah." Ucap terakhir Kato yang kemudian tak bergerak lagi.


Meri juga sulit mengekspresikan wajahnya. Tapi, dia berjanji akan berteman dengan Miyuki.


Setelah mengingatnya, Meri menyesalinya karena tak dapat menepati janjinya.


"Maafkan aku, paman.. Aku..aku terlambat." 😭😭


β€’β€’


Maya bersama Miya sedang menikmati makan siang di restoran mewah. Keduanya asik ngobrol satu sama lain karena mereka saudara, sangat wajar sesama saudara itu berbagi cerita. Tetapi, tiba-tiba saja sebuah aura buruk datang itu dapat dirasakan oleh mereka.


"Kau merasakannya?" Tanya Miya.


Maya membenarkannya, "perasaan ini adalah..Ryuzaki."


"Apa ada sesuatu terjadi?"


"Mana ku tahu, kau itu ibunya. Setidaknya tanyakan saja padanya."


Mendengar jawaban Maya sedikit tak sopan itu membuat Miya menahan amarah dengan tatapannya yang serius.


"Aku serius." Tegasnya.


"Faktanya, kau itu ibunya mengerti?" Sayangnya, Maya dengan santai itu membuat adiknya tak bisa berkutip.


"Kau itu ya!." Gumam Miya tampak greget pada Maya.


Tak disangka setiap bertemu atau obrol selalu saja ada pertengkaran kecil diantara mereka. Bukankah hal itu wajar diantara saudara? Jangan ditiru yahhh.


"Maya-sama? Miya-sama?!" Panggil Minami menghampiri mereka dengan wajah tergesa-gesa.


"Ada apa Minami?" Tanya Miya.


"Miyuki tak dapat ditolong lagi."


"Apa yang terjadi sebenarnya?" Tanya Maya masih tak mengerti pada jawaban Minami.


"Mayumi menemukan Miyuki, mereka bertarung dan lebih tepatnya mengenai serangan masing-masing. Tapi kondisi Miyuki mengalami kerusakan parah pada organ tubuhnya." Jawab minami.


"Mayumi?" Miya terkejut mendengar Mayumi kembali.


"Jadi..perasaan tadi itu benar-benar Ryuzaki? bagaimana dengannya?" Tanya Miya.


"Saat ini, Ryu-sama sedang membawa tubuh Miyuki ke pusat laboratorium. Dia sedikit terbawa amarahnya, ku rasa dia benar-benar terpukul."


"Kalau begitu, ayo ke sana."


Mereka memutuskan ke pusat laboratorium untuk melihat kondisi Miyuki. Karena mereka juga khawatir akibat Miyuki tak tertolong dan pastinya Ryuzaki ikut tidak tenang.


"Gawat!" Maya merasakan sesuatu tidak beres.


Ketiganya baru saja beranjak dari tempat duduknya. Tiba-tiba tempat itu meledak, BAMNπŸ’₯


Seseorang dari kejauhan tampaknya berdiri disalah satu bangunan itu memperhatikan tempat yang sudah meledak. Dia menerima laporan dari ponselnya.


"Target telah di tuntaskan."


"Kerja bagus, pastikan jasad mereka di temukan." Perintahnya.


"Dimengerti, Masaki-sama."

__ADS_1


Pria muda memiliki tubuh mungil dan bucin itu adalah sosok Masaki, alias putra kedua Shimizu. Dia menghela nafas panjang nan berat.


"Hufhh..ku harap targetku menghilang karena membunuh itu adalah perbuatan yang jahat."


"Kau pernah mengatakan hal itu padaku, bukan Miyuki?" Sambil menatap langit yang terbuka lebar nan indah.


"Maafkan kakakku." Sahutnya bernada sedih.


Masaki terpaksa menuruti perintah kakeknya alias Victor untuk melenyapkan dua wanita bersaudara itu. Kedua tangannya mengepal erat serta mengharapkan mereka selamat.


β€’β€’


Ryu dengan menggendong jasad Miyuki itu kembali ke pusat laboratorium. Dengan wajah yang hampa itu melangkah demi selangkah berhadapan dengan ayahnya.


Lujinian, Ito bersama Lina, Arata dan Hiroishi ikut hadir berada ditempat itu. Mereka menyaksikan pembicaraan ayah dan anak.


"Aku..terlambat." Ucap Ryu.


"Aku tau itu." Singkat Tatsuro bersikap datar nan dingin.


Suasana itu jatuh keheningan kembali karena tak ada satupun berani berucap, akibat kesalahan masing-masing membuat semua merasa benar-benar bersalah tak dapat menolong Miyuki tepat waktu.


Ryu berlutut dihadapan ayahnya, "ku mohon, apa ada cara untuk mengembalikannya?!" Serunya.


"Semua ini salah ku, harusnya aku berada disampingnya dan tidak meninggalkannya sendirian, aku tidak sanggup..a-aku benar-benar tidak sanggup."


"Semua orang juga punya kesalahan, itu tidak akan selesai tanpa adanya kekuatan hati." jawab Tatsuro.


"Jujur saja, aku berturut duka cita padanya padahal 6 hari lagi kau akan resmi menikah dengannya. Tapi sangat di sayangkan sebuah kecelakaan menimpanya hingga tak dapat ditolong."


"Lalu, apa yang harus aku lakukan agar Miyuki kembali?" tanya Ryu.


"Kau menginginkannya kembali? Kalau begitu, Ito siapkan perawatan Eidos." Perintah Tatsuro pada Ito.


Perawatan Eidos adalah penggabungan antara eksperimen dari hasil dua gen DNA yang bisa menciptakan sebuah telur ovarium hingga terciptalah manusia modifikasi.


"Baik, dilaksanakan." Jawab Ito.


"Kita akan melakukan penggabungan eksperimen tapi..sebelum itu segel ditubuhmu harus segera dilepaskan karena kaulah yang bisa memulihkannya dengann..."


"..Darahmu." Sahut Tatsuro.


Ryu tidak tau harus senang atau bernafas lega karena baginya hanya ingin menghidupkan Miyuki kembali. Dengan menghidupkannya, dia tidak trauma lagi.


Sementara Ito lagi mempersiapkan alat pemakaian Eidos, Tatsuro meminta Haru, Hiroishi dan Arata membantunya untuk menghapus segel di tubuh Ryu.


Ryu tampaknya melentangkan tubuhnya di kasur laboratorium, dia sudah mempersiapkan diri dan berharap rencana ini berjalan dengan sesuai yang diinginkannya.


"Tunggu aku, Miyuki."


Lina dan Lujinian hanya menyaksikannya, tak disangka sosok Aori datang ingin mengabarkan sesuatu.


"Apa aku mengganggu?" Tanya Aori pada mereka.


"Ku rasa tidak, ada apa?"


"Lihat ini.." Aori sambil memperlihatkan berita dari tablet miliknya.


Keduanya terkejut mendengar kabar buruk bahwa restoran yang sering didatangi oleh Miya dan Maya itu telah diledakkan bom.


"Lalu, bagaimana dengan mereka?" Tanya Lina.


"Data GPSnya tidak bisa terdeteksi." Jawab Aori.


"Sebaiknya kita tidak perlu mengganggu mereka, ini giliran kita untuk menyelesaikannya."


"K-kita?" Aori jadi gugup, jika satu pria memimpi dua gadis jomblo.


"Baiklah." Jawab Lina begitu siap.


Ketiganya memutuskan untuk mencari Miya, Maya dan Minami di lokasi kejadian. Ito menyadari kepergian mereka, sekalian mendengarnya. Ia berharap mereka menemukannya.


"Kami mengandalkanmu.."


β€’β€’


Di sisi lain, yaitu hanya cuaca dingin menyelimuti tempat itu hingga tak ada satupun rumah atau tempat tinggal disana.


"I-ini dimana?" Suara gadis familiar, berwajah polos dan pucat itu terbangun melihat disekelilingi oleh gunung-gunung es.


Perlahan-lahan dia berdiri, ternyata gadis itu adalah sosok Miyuki yang kini tidak tau dimana dirinya maupun mengenal dirinya.


"Ternyata kau disini."


"Huh?" Mendengar suara seseorang dibelakangnya membuatnya terkejut. "K-kau s-siapa?!"


"Kau tidak mengenalku?" Raut wajah orang itu heran mendengar Miyuki tidak mengenalnya.


"Huh?" Miyuki makin bertambah bingung.


"Namaku Tatsuro Nishimura, aku menggunakan kekuatan mata batinku untuk mencarimu dan betapa mudahnya aku menemukanmu."


"Kau tersesat disalah satu dimensi." Jawab Tatsuro.


Tak sampai dua detik, gadis itu kabur sambil mengatakan,


"Ada hantu maut di sini..."


"Eh?" 😢😢 lantas Tatsuro tak berkutip sejenak.


"Sepertinya Miyuki akan kembali tapi dengan kondisi lupa ingatan."


Pria itu menghela nafas panjang, "itu lebih baik daripada dia menderita karena masalalunya. Dengan kondisinya seperti ini, ku rasa dia benar-benar manusia seutuhnya."


Tampaknya ia lega Miyuki akan sadar dalan waktu yang panjang, meski kondisinya sedang dalam keadaan lupa ingatan. Ia harap kekuatan monsternya ikut menghilang agar Miyuki terbebas dari penderitaannya.


Jika kekuatan monsternya menghilang, lalu kemanakah kekuatan itu??


Miyuki masih berlari tak tau arah sambil meneriaki nama seseorang.


"Ryuzaki..! Apa kau ada di tempat ini?"


.


.


.


{BERSAMBUNG. . .}


terima kasih sudah mampir membaca, jangan lupa tinggalkan jejak sarannya ya sekalian tambahin ke favoritπŸ˜„πŸ˜„πŸ˜„

__ADS_1


oyya, selamat menunaikan ibadah puasa ya bagi yang muslim. meski dalam pandemi covid-19 tetap stay at home...


__ADS_2