Emergency Love

Emergency Love
Bab 36


__ADS_3

Dengan bantuan dari Prada lah, Greta bisa membuat list hal apa yang disukai dan dihindari oleh ibu mertuanya. Meski terkesan terlambat, niat untuk bertemu agat bisa menjadi lebih dekat lagi tidak akan dokter wanita itu abaikan.


Bahkan jika Prada tidak menyuruh Greta untuk segera mengakhiri usahanya, wanita itu melupakannya waktu istirahatnya.


"Lanjutkan besok! bukankah besok kau masih harus berjuang di IGD?" Memahami kesulitan seperti apa pekerjaan sang istri, hingga membuat Prada tak tega rasanya melihat Greta harus terjaga hanya untuk pekerjaan seperti ini.


"Iya, aku sudah membooking tiket pameran seni lusa, ibu pasti akan datang karena dia menyukai lukisan."


Prada mengangguk membenarkan pernyataan Greta, dia juga bangga jika wanita itu berkeinginan untuk selangkah lebih dekat dengan wanita yang telah melahirkannya. "Ibu pasti senang melihatmu,"


Usai merapikan pekerjaannya, Greta bangkit dari tempat duduk di ruang kerja Prada. Karena sudah larut, maka dia harus segera pergi tidur.


**


Sebenarnya bukan karena kasus orangtuanya saja yang menyita waktu Greta. Di ICU rumah sakit tempat Greta bekerja, baru saja masuk seorang pasien gagal jantung.


Penyakit gagal jantung bukan hal pertama yang pernah ditangani oleh Greta, lalu kenapa dokter wanita itu hingga banyak mengorbankan waktunya untuk terus memantau pasien tersebut?


"Bagaimana kondisinya? Ada perubahan?" tanya Greta begitu wanita itu menginjakkan kaki di ICU rumah sakit.


Para perawat yang sudah paham dengan arah pertanyaan Greta hanya bisa menghela napas dengan kasar, "Masih sama."


Gagal jantung adalah kondisi ketika jantung melemah sehingga tidak mampu memompa darah yang cukup ke seluruh tubuh. Dan yang membuat kasus ini begitu menarik perhatian para dokter adalah pasien tersebut adalah ibu hamil dan berisiko cukup tinggi untuk tetap mempertahankan kehamilannya.


Sempat Prada berceletuk dengan santainya ketika mengantar Greta bekerja tadi pagi, "Mudah saja, gugurkan saja kandungannya. Beres bukan?'


"Tidak semudah itu, pasien memiliki hak untuk mempertahankan nyawa janin. Dia bersikeras ingin melahirkan anaknya." jelas Greta mengingat bagaimana kokohnya pendirian wanita hamil itu ketika para dokter bahkan anggota keluarganya meminta melepas kehamilannya.


"Daripada membahayakan nyawanya," imbuh Prada lagi.


"Bahkan ketika aku memindahkannya ke ICU dia mengutuk aku tidak akan memiliki anak jika menggugurkan kandungan tanpa izin darinya." Wajah Greta berubah kecut ketika mengingat kata-kata sadis wanita itu.

__ADS_1


Hal tersebut berbanding terbalik dengan Prada, pengacara itu tak kuasa menahan tawanya karena ulah sang istri yang begitu mempercayai kata-kata pasiennya. "Kau ini dokter, kenapa percaya dengan hal begituan, sih? Lagipula tahu dari mana kau tidak bisa punya anak? Aku cukup sehat lahir batin." Secara tidak sengaja Prada melontarkan candaan sedikit mengarah ke step lebih jauh lagi, yakni keturunan.


"Masalah ini lebih kompleks, karena dia bukan pasien kami sebelumnya. Mereka baru saja pindah dari luar kota. Dan kami kesulitan menghubungi dokter yang merawatnya dulu."


Jurnal medis yang dibaca oleh Greta juga banyak yang menyarankan untuk tidak mempertahankan bayinya. Hanya saja, semua itu kembali lagi ke hak pasien.


"Aku percaya kau dan timmu bisa melakukannya dengan," Meski begitu, Prada tetap menyemangati sang istri dalam pekerjaannya.


**


Greta memilah cara yang lebih efektif selain menggugurkan kandungan wanita itu. Dia menyarankan untuk melakukan operasi gagal jantung agar kinerja jantung pasien tidak semakin melemah seiring berkembangnya janin di kandungan.


Gagal Jantung merupakan kondisi saat otot jantung cukup melemah. Akibat dari kondisi ini, organ ini tidak mampu lagi memompa cukup darah ke seluruh tubuh pada tekanan yang seharusnya. Meski bisa terjadi pada siapa saja, penyakit ini disebut lebih sering terjadi pada orang yang berusia lanjut. Kondisi ini tidak boleh disepelekan begitu saja dan harus segera mendapatkan penanganan medis.


Tetapi Departemen Obgyn menolak rencana itu, mereka bersikeras untuk tetap melakukan pembedahan dan mengeluarkan janin.


"Kita harus menghormati hak pasien!" tolaknya pada rapat penentuan tindakan yang dipimpin langsung oleh direktur.


Greta masih ngotot dengan tetap membela hak pasien dengan mendahulukan operasi jantung terlebih dahulu. "Tetapi efek bius pada operasi jantung bisa membahayakan janin, dok!"


Sebagai ahli jantung, hal sekecil ini tentu sudah menjadi pertimbangan Greta. Oleh karena itu, dokter wanita itu akan menghubungi metode ramah untuk kedua nyawa tersebut.


Untuk penyakit gagal jantung dengan problem khusus ini, Greta telah banyak memiliki opsi pada tindakannya. "Aku akan mengganti otot jantungnya, jika perlu kita bisa lakukan transplantasi jantung. Dan aku sudah melakukan pencarian donor yang cocok dengan ibu tersebut." ucap Greta sebelum mengakui rapat penindakan hari ini.


Meski sedikit keberatan dengan metode sang keponakan, Direktur juga tidak bisa menganggap remeh kemampuan Greta. Dia tidak mau pesimis dengan keyakinan Greta, sehingga meminta semua dokter yang terlibat dalam kasus ini mencari jalan paling efektif dan efisien untuk melindungi nyawa pasien dan janinnya.


*


"Ta, kamu yakin akan memperbaiki jantungnya dulu?" tegur pamannya ketika keduanya berada di dalam lift yang akan membawa keduanya ke ruang kerja masing-masing.


"Bapak jangan khawatir, kita akan berusaha dan tidak menyerah."

__ADS_1


Sebenarnya selain menghormati hak pasien, Greta juga memikirkan dan merenungkan umpatan wanita itu. "Bagaimana jika aku tidak memiliki anak? Pasti suamiku akan kecewa, bukan?"


**


Sibuk mengawasi dan mencari solusi, hingga membuat hampir melupakan pertemuannya dengan sang ibu mertua. Sore ini, menurut rencana Greta, dia akan menemui Rosaline di galery yang akan segera diresmikan oleh pemiliknya.


Mudah bagi Greta untuk memperoleh tiket masuk secara ekslusif, selain pandai berkomunikasi, dia juga manfaatkan link dari sang suami. Hal tersebut layak mendapatkan apresiasi, bukan?


Usai bertukar jam jaga dengan rekannya, Greta mengubah penampilannya agar lebih menawan. Bahkan, wanita itu secara perdana mengenakan perhiasan yang dibelikan oleh sang suami.


Perhiasan itu bukan salah satu alasan penampilan Greta bisa memukau. Selain memiliki wajah cantik, Greta juga menarik dengan aura serta kepribadiannya yang unik.


Sebelum turun dari mobil yang membawanya ke sebuah pembukaan Galery seni, tak lupa Greta memastikan kecantikannya terlebih dahulu.


Dan tepat seperti dugaannya, Rosaline tampak baru saja memasuki aula utama galery. Wanita modis itu masih sangat cantik di usianya saat ini.


"Hai, Ibu. lama tidak bertemu?" sapa Greta dengan ramahnya.


Rosaline menoleh dan menemukan sosok menantu yang sudah dipilih oleh sang putra. "Dia sangat menawan, pantas saja anakku menyukainya. Ah, takdir kenapa mempertemukanku dengan anaknya."


Tidak hanya seorang diri, Rosaline melenggang cantik ditemani oleh seorang wanita muda yang familiar di mata Greta. "Ah aku ingat, bukankah dia adalah wanita yang berada di pangkuan Prada waktu itu?"


"Kamu!" serobot wanita itu melirik ke arah Greta.


"Dia menantu, Mama. Ucapkan salam pada kakak iparmu." pinta Rosaline pada wanita muda itu.


"Maafkan Amora, Greta. Dia adalah anak sambung Ibu."


"Anak sambung? Hanya anak sambung? Kenapa berani berbuat demikian dengan kakak sambungnya? Levelnya juga masih jauh di bawahku."


...----------------...

__ADS_1


__ADS_2