Emergency Love

Emergency Love
Serangan


__ADS_3

Ilustrasi ;


Emergency LOVE


Genre ; Romantis, fantasi, komedi


Novel ringan ini adalah karya kecil yang mengandung ilustrasi, hasil dari buatan sendiri.


••



Pertemuan besar yang dihadirkan di Departemen Yokohama oleh para penelitian dan dewan sekolah hanya menyaksikan hasil penelitian sihir baru yang baru saja diciptakan seseorang yaitu sihir gravitasi, bunyi, modifikasi dan ilusi.


"Mayumi-sama?" Panggil Meri.


"Ada apa?"


"Akhir-akhir ini kau begitu dingin."


"Hm?" Kedua alis Mayumi mengerut bertanya, mengapa Meri mendadak menanyakan hal itu padanya.


"Semenjak kejadian itu, kau berubah seolah kau benar-benar melupakannya. Ku rasa kau memang harus berubah, bukan?" Tebak Meri.


Mayumi membuang nafas perlahan-lahan, kemudian dia memiringkan sedikit kepalanya dan bola matanya menatap rumah-rumahan lewat dari pintu jendela mobilnya.


"Aku tidak mencoba untuk melupakannya, tapi...aku hanya butuh waktu yang tepat."


"Heh?" Kaget Meri.


Mayumi dengan tersenyum cerdik menatap Meri, "urusan ku dengan Miyuki masih belum selesai, jadi...salah satu dari kami harus menyerah. Tapi, aku belum bisa menyerah layaknya pecundang."


Meri menyerah dengan wajah yang lesu, "kau seperti ini karena tidak terima jika Ryuzaki lebih memilih Miyuki, bukan?"


"Yapp, benar sekali. Maka dari itu mari hadir pertemuan besar, karena pria itu sangat penting di tempat itu, aku sedikit khawatir sesuatu." Jawab Mayumi melebarkan senyumnya.


"Hmm...ya udah dehhh."


"Bagaimana pertemuanmu dengan Ryu minggu lalu?" Tanya Mayumi.


"Dia tidak membencimu, dia hanya ingin kau berubah sampai kau bisa membuat Miyuki memaafkanmu."


"Itu sama saja, aku harus mengalah."


"Aku tidak mau."


"Heh?"


Meri merasa kecewa mendengae jawaban Mayumi masih belum bisa menerima kenyataan.


"Sampai kapan kau akan seperti ini, Mayumi-sama."


Diam-diam bibir Mayumi tersenyum licik, "aku bisa merasakannya, aura masa depan akan lenyap. Aku tidak sabar menyaksikannya di pertemuan itu."


•••


Yokohama, pukul 8:02 pagi.


Suasana departemen mulai ramai mendapatkan tempat duduk, Lina bersama Arata juga hadir.


"Sudah ramai ya."


"Apa yang lain sudah datang juga?" Tambah Lina.


"Monster hitam bersama kelelawar sudah datang."


"Huh? Awal banget, dimana mereka?"


"Tuuuuuu...di sana." Jawab Arata menunjuk keberadaan Hiroishi bersama Haru di kursi paling depan.


Mata Lina kaget membulat, melihat dua pria tampan itu sudah ada di tempat duduk bagian depan.


"Dan si elang putih itu bersama Tatsuro, akan datang dalan 10 menit lagi." Tambah Arata.

__ADS_1


"Ryu dan Miyuki?"


"Sedang dalam perjalanan."


"Apa?!"


Arata kaget mendengar Lina lebih kaget darinya, "Heh?"


"Apa mereka tidak sadar, kalau mereka akan terlambat. Bukankah 5 menit lagi dimulai ya?" Gerutu Lina.


Arata jadi ikut protes meskipun terpaksa tapi demi adiknya, dia harus peduli.


"Hoh? Benar juga!! Kenapa mereka lambat sekali??!!"


"Berharaplah mereka datang tepat waktu." Tambah Arata menepuk pundak Lina.


Pada akhirnya, Lina nurut dengan tenang.


"Baiklah."


"Benar-benar polos."


Lol 😂🤣


•••


Ryu bersama Miyuki juga baru tiba di tempat itu, tetapi langkah keduanya berhenti melihat mobil berhenti disampingnya. Wajah mereka tampak waspada menyaksikan dua orang keluar dari pintu mobil itu.


"Kebetulan sekali." Ucap Mayumi menatap tantangan pada Ryu dan Miyuki.


"Ku pikir kau berubah pikiran setelah kejadian itu." Sahut Ryu.


"Aku memang sempat berubah pikiran, tapi..." Balas Mayumi memutar bola matanya tatap Miyuki.


"Ada satu hal yang perlu ku selesaikan." Tambahnya.


Miyuki yang wajanya kaku itu mengalihkan matanya ke bawah hingga suara tawa kecil Mayumi terdengar seolah mengejek Miyuki.


"Jadi...kau mengunakan eidose?" Tebak Mayumi pada Ryu.


Ryu kesal itu sedikit menggertakkan giginya.


"Sebaiknya jaga sikapmu, mengerti?"


"Cih!" Mayumi sengaja menyerah karena sadar saat ini posisinya berada ditempat umum. Akan jadi masalah jika orang-orang menyaksikannya.


Dia pergi duluan, sementara Meri membungkukkan badanya dengan sopan.


"tolong maafkan Mayumi-sama." Ujarnya, kemudian pamit mengikuti Mayumi.


"Ayo lupakan ini atau kau akan terlambat." Ucap Miyuki.


"Apa kau baik-baik saja?"


"A-aku hanya gemetar saja."


"Tenang saja, kau akan selalu bersama ku."


"Iya."


"Ayo..." Sambil menggenggam erat jemari Miyuki, kemudian mereka masuk.


•••


Pertemuan besar di Departemen Yokohama itu telah dimulai. Seorang wanita sebagai ketua dewan sekolah itu menyambut kedatangan Ryuzaki yang akan menyampaikan beberapa pidato.


"Terima kasih sudah mengundang ku ke pertemuan besar ini, di tahun sebelumnya yaitu sihir kuno akhirnya dibangunkan kembali dan digunakan khusus pemakaian senjata militer. Sebagai direktur LIVE sangat berterima kasih pada klan master yang berhasil membangunkan sihir dengan hasil memuaskan. Hingga membangun generasi-generasi muda yang mampu menciptakan sihir baru."


"Aku benar-benar mengaguminya dan berharap apa yang ada dipertunjukan ini bisa pelajaran baik untuk kita maupun siswa lainnya. Terima kasih banyak."


Setelah mendengar pidato singkat dari Ryuzaki, semuanya di aula itu memberikan tepuk meriah dengan kagum.


Ryuzaki kembali duduk paling depan disamping istrinya.

__ADS_1


"Kau sangat keren, Ryu." Puji Miyuki


"Benarkah?"


Miyuki membenarkannya dengan senyum memuaskan.


Kemudian, pertunjukan proses sihir yang mulai dari gravitasi, bunyi, ilusi dan modifikasi sedang berlangsung.


Ito dan Tatsuro sudah hadir itu duduk disamping Arata dan Lina di kursi paling belakang.


"Ku pikir kalian terlambat." Ucap Lina.


"Ku rasa kami hanya telat 30 detik." Jawab Ito.


"Lalu apa yang harus kita lakukan?" Tanya Arata.


"Tentu saja operasi tahap pertama." Jawab Tatsuro singkat itu membuat Lina dan Arata ternganga bingung.


"Heh?"


"Haru dan Hiroishi akan mengawasi ruang ini." Sahut Ito.


"Ooh, aku mengerti. Mari beraksi." Balas Lina bangun dari tempat duduknya.


berempat orang itu keluar untuk berjaga-jaga. Karena sebelumnya khawatir jika pusat Yokohama adalah targetnya Elizabeth.


•••


Pertunjukkan masih berlangsung itu, Miyuki tiba-tiba merasa lelah dan melemah.


"Kau baik-baik saja?" Tanya Ryu sempat khawatir melihat wajah Miyuki sedikit memucat keringat.


"Entahlah, tiba-tiba aku merasa lelah."


Ryu menyentuh dahi Miyuki, dan tubuh istrinya dilanda suhu meninggi.


"Kau sedang tidak enak badan, aku akan membawamu ke ruang VIP." Ucap Ryu.


Namun, dengan lembut Miyuki menolak bantuan dari Ryu.


"Tidak, aku akan pergi sendiri. Bukankah kau harus menyaksikannya karena kau seorang direktur tertinggi."


"Tapi..."


Miyuki bersikeras dengan tenang agar Ryu tidak mengkhawatirkannya.


"Aku hanya perlu istirahat, dan aku akan menghubungimu jika aku ada perlu."


Ryu terpaksa mengalah, "Uhmm...b-baiklah, jaga dirimu."


tapi hal itu membuatnya tidak tenang.


"O-oke." Balas Miyuki bangkit meninggalkan aula itu.


Begitu Miyuki pergi, sebuah ledakan mengenai sebagian atas gedung departemen hingga membuat semuanya panik.


BAMMN💣💥


"Apa yang terjadi?!"


"Di luar ada ledakan mengenai atas gedung departemen ini."


Ryu ikut panik itu segera mencari Miyuki. Karena ruang VIP itu berada di lantai atas.


"Miyuki?! Kau baik-baik saja bukan?"


Mayumi masih duduk santai di kursi tengah itu merasa tenang. Diam-diam bibirnya tersenyum senang tapi mengerikan,


"begitu yahh, aku sudah lama menantikan serangan ini...."


•••


{Bersambung . . .}

__ADS_1


Jangan lupa tinggalkan jejak kalian dikolom komentar. Terima kasihhh😄😄😄


__ADS_2