Emergency Love

Emergency Love
Strategi


__ADS_3

Ilustrasi ;


Emergency LOVE


Genre ; Romantis, fantasi, komedi


Novel ringan ini adalah karya kecil yang mengandung ilustrasi, hasil dari buatan sendiri.


••


"I-ini dimana?" Ucap Miyuki terbangun di sebuah tempat yang hanya es di sekelilingnya.


Perlahan-lahan dia membangunkan tubuhnya yang begitu anggun, indah dan bentuk tubuh yang sempurna.


"A-anu, apa yang terjadi dengan ku?"


Dia mencoba ingat-ingat namanya, tetapi...


"Siapa aku?"


"Kau sudah bangun? Syukurlah...." Sahut suara di sampingnya.


"Heh?" Gadis itu terkejut melihat orang di sampingnya adalah kembarnya, namun bentuk tubuhnya saja yang berbeda.


"Siapa?" Tanya Miyuki.


Kembarannya terkurung oleh kubus es membuat tubuhnya tidak bisa bergerak melainkan hanya bicara. Miyuki mendekat, kemudian sekali lagi dia bertanya.


"Kau siapa?"


"Aku adalah sebagian dirimu, Miyuki." Jawab kembarannya.


"Miyuki?" Gadis itu bingung dengan namanya sendiri, dia bahkan tak percaya punya nama yang begitu aneh.


"Benar, namamu Miyuki sebagian tubuhmu lagi adalah modifikasi eidos." Kembarannya berusaha menyatakannya agar Miyuki mengerti, malahan....


"Eidos?" Dia masih tidak mengerti, kembarnya menghela nafas dan mengalah. Sebaiknya saja dia mengubah topik pembicaraannya pada Miyuki.


"Ryu berusaha mengembalikan diriku, meski sebelumnya aku sudah meninggal."


"Huh?"


"Ryu itu...siapa?" Tanya Miyuki.


"Pria yang aku cintai, jika kau bertemu dengannya maka cintailah dia seperti yang ada dihatiku padamu." Jawab kembarannya santai.


"Oh, b-baik."


"Lalu, kapan kau bebas dari kubus itu?" Miyuki bertanya lagi, karena berharap kembarannya ikut bebas.


Sayangnya, dengan wajah damai kembarannya. Dia menjawabnya,


"Aku tidak akan bisa bebas, tempat ini akan meledak bersamaku."


"Tapi?" Miyuki mencoba bantah, tak rela jika kembarannya hancur didalam kubus es.


Kembarannya hanya tersenyum lembut, lalu menjawab,


"jika kau membebaskan ku, maka kutukan ini akan menghancurkanmu itu artinya kau membuat Ryu sedih."


"Kutukan?"


"Kutukan ku adalah penderitaan yang tak pernah henti, aku bersyukur Ryu membangun sesuatu yang baru untukku, melupakan penderitaan, membuang tangisan dan hanya membawa senyuman untukknya."


Miyuki hanya diam tanpa meresponnya, kembarannya melebarkan senyumannya.


"Sebenarnya aku ingin bicara lebih banyak padamu, tapi waktu ku hanya tersisa 60 detik."


"Dengar Miyuki, begitu kau sadar maka wajah yang pertama muncul adalah kekasihku maupun kekasihmu, Ryuzaki Nishimura."


"Cintai dan sayangi dia karena baginya kita adalah satu-satunya yang berharga."


Miyuki masih tidak menanggapinya, karena banyak hal yang belum bisa dibuat mengerti. Diam-diam kembarannya mengerti, dia sadar bahwa orang itu adalah dirinya. Akibat waktu makin menipis, saatnya dirinya pergi dengan mengatakan,


"Sayonara, Miyuki."


"...Berbahagialah." Tambahnya.


Perlahan-lahan kubus es dihadapan Miyuki hancur kian mendebu. Wajahnya sedikit merautkan kesedihan, diam-diam dia bergumam.


"Ya, akan ku lakukan seperti yang kau inginkan."


"Karena kau adalah sebagian diriku."


•••


Jari-jemari Miyuki mulai bergerak, Ryuzaki masih tidak menyadarinya akibat sibuk menghangatkan dengan sihir god of design pada tubuh Miyuki kedinginan. Kemudian, mata gadis itu terbuka perlahan-lahan dan melihat sosok Ryu.


"Ryu...."


Mendengar suara lembut itu disamping Ryu, membuat kedua matanya terbuka lebar membinar.


"Miyuki?"


Dia menatap wajah polos gadis itu bangkit kemudian duduk. Dengan bahagianya, pria itu memeluk erat tubuh istrinya.


"Syukurlah, aku berhasil...."


"Aku berhasil."


Kedua tangan Miyuki ikut memeluk Ryu dan mengatakan, "kau sudah bekerja keras untukku,"


"Terima kasih, Ryuzaki Nishimura."


Miyuki menarik wajah pria itu, kemudian menatapnya dengan tersenyum.


"Maafkan aku telah membuatmu seperti ini." Ucap Ryu.


"Jangan salahkan dirimu, hanya saja kau tidak ingin kehilangan ku. Bukankah begitu?"


"Benar, itu benar."


Kemudian, Ryu berlutut dihadapan Miyuki. Lalu membuat perjanjian seumur hidupnya bahwa,


"Aku bersumpah dan berjanji pada diriku maupun Miyuki, bahwa aku akan melindungimu dan tidak akan membiarkan setetes darah yang terlihat ditubuhmu, jika seseorang telah membuatmu terluka maka akan ku tenggelamkannya dari dunia ini, tidak peduli mereka temanku maupun orang asing." Ujar Ryu.


Miyuki mengusap kepala Ryu dengan lembut. "Kau tidak usah berlebihan."


"Tidak, ini merupakan tanggungjawabku. Karena aku suamimu"


Mendengar kalimat itu, lantas membuat Miyuki bingung. "Eh? Suami?"


"A-anu, Ryu? Apa kita pernah nikah sebelumnya?" Tanya Miyuki juga membuat Ryu memiringkan kepalanya.


"Eh?"


"Lalu, mengapa kau ingat nama ku?" Tanya Ryu kembali.


"Ahhh...sebenarnya aku bertemu dengan kembaran ku, dia memanggilku Miyuki dan menceritakan tentangmu." Jawab Miyuki.


"Ooh, aku bahkan tidak percaya punya nama Miyuki. Rasanya aneh." Tambahnya.


Beberapa detik kemudian, Ryu tertawa bahak meledak. "Bufffttt...Hahahahahahaha."


"Ryu?" Miyuki masih tidak mengerti melihat pria itu tiba-tiba tertawa. "Ada apa?"


"Tidak juga, kau sangat lucu bertindak seolah kau baik-baik saja. Tapi sebenarnya kau itu lupa ingatan, dasar yahh." Sahut Ryu.

__ADS_1


Miyuki jadi tersenyum bahagia melihat pria itu akhirnya tertawa. Keduanya pun saling menatap bahagia satu sama lain,


"Selamat datang kembali, Miyuki."


"Ya, aku kembali."


Tatsuro, Arata, Haru, Ito dan Lina ikut bahagia menyaksikan pasangan itu akhirnya kembali. Tak sangka perawatan Mahou Eidose telah berhasil membangun setengah modifikasi. Itu artinya, tindakan Ryu terhadap tekhnik Eidos miliknya juga telah mencetak sejarah dunia. Hingga Tatsuro dibuat penasaran oleh tekhnik apa yang sebenarnya dilakukan anaknya itu.


"Kau sudah melakukan yang terbaik, Ryu." Kagumnya.


•••


Hari berikutnya, Ryu bersama ibunya, Miya menghadiri pertemuan klan master. Sebelumnya, Ryu menerima kabar dari ibunya bahwa Lujinian mengundang Ryu.


Pertemuan klan master diadakan di Yokohama, begitu keduanya datang. Lujinian sudah siap berdiri menyambut kehadiran mereka.


"Terima kasih sudah datang, Ryuzaki." Ucap Lujinian membungkukkan badannya dengan sopan dihadapan Ryu.


"Sama-sama, lalu ada apa kau mengundangku?" Tanya Ryu.


"Sebaiknya ayo masuk dulu, aku akan menjawab pertanyaan nanti." Ajak Lujinian, namun Ryu menolak dan meminta paksa agar Lujinian segera menjawab pertanyaannya.


"Tidak, itu akan memakan waktu." Lagi pula dia butuh alasan mengapa Lujinian mengundangnya. Padahal pertemuan klan master hanyalah dihadari oleh ketua klan masing-masing saling membahas perkembangan senjata dan kemajuan teknologi sihir.


Lujinian menyerah, "Baiklah, aku mengundangmu itu karena aku ingin mengajukan calon ketua klan master."


"Jika aku menuntaskannya maka yang direncanakan oleh istrimu juga ikut kelar, bukan?" Tambah Lujinian.


"Apa ada sesuatu yang direncanakan Miyuki?" Tanya Miya sedikit mengerutkan wajah penasaran akan jawaban itu.


Tentu saja Lujinian menjawabnya, "Benar, dia pernah bilang dia tidak ingin mati sebelum tugasnya tuntas."


Kemudian disambung oleh Ryu, "Membebaskan penderitaan klan cabang."


"Ma-maksudmu membubarkan klan cabang?" tanya Miya untuk memastikannya lagi.


"Benar." Jawab dua pria itu bersamaan


"Kalau begitu aku setuju, tapi aku kurang tau pendapat lainnya seperti apa." Balas Miya.


"Maka dari itu, ayo bahas didalam." Ajak Lujinian.


"Baik."


Lujinian meminta pada mereka bahwa alangkah baiknya mereka membahasnya bersama para klan master agar bisa sepakat menentukan tujuan.


•••


Lina berniat untuk menemui Miyuki di villa Nishimura, namun tak disangka dia bertemu dengan Yuri tepat di stasiun kereta.


"Yuri?"


"Ah? Lina, lama tidak bertemu ya." Sapa Yuri menghampiri Lina.


"Benar, lama tidak bertemu juga. Bagaimana kabarmu?" Balas Lina ikut menyapanya.


"Belakangan ini aku baik-baik saja." Jawab Yuri.


"Syukurlah...."


"Oya, aku sering mendengar kabar Miyuki dari kak dokter Hiroishi."


Mendengar kata “kak” dari ucapan Yuri membuat Lina bertanya, "kak dokter Hiroishi?"


"Oh! Itu... anuu, aku sepupu ketiganya." Jawab Yuri santai membuat Lina kaget.


"Hah? Beneran?!"


"Eh? Dia tidak memberitahumu ya?" Yuri tidak percaya bahwa Hiroishi tidak memberitahu Lina tentang dirinya.


Tak lama kemudian dua gadis itu malah bertemu tiga pria itu alias Haru, Ito dan Arata yang baru saja keluar dari kafe kecil. Dan Lina mencoba mengatakan bahwa Yuri adalah adik sepupu ketiga dari Hiroishi.


Dan mereka serentak menjawab, "kami sudah tahu kok." Singkatnya.


"Hah???" Lantas membuat Lina marah dan kesal. "Kalian ya....!!"


"Kenapa tidak pernah bilang padaku!!?"


"Terutama kau, kak Arata!!" Teriak Lina memukul Arata dengan sekali genggaman.


Hingga pria itu melayang ke langit dan berteriak, "kau tidak bertanya, Lina!!!"


Haru yang sempat menyaksikannya merasa lucu hingga dia ingin menertawakannya. Tetapi, melihat wajah masam Lina yang mengerikan membuat giginya nyaris copot.


"*Ampun! Ampun aku tidak akan tertawa lagii."


"Anjirr seremm wuiii*."


Ito menghela nafas panjang dan menepuk kepala Lina.


"Tidak usah diperpanjangkan." Ucap Ito.


Sentuhan lembutnya itu membuat pipi Lina ikut memerah, namun gadis itu memilih menundukkan wajahnya dan berkata,


"Maaf."


•••


Di Villa Nishimura, Aori bersama Minami tampaknya berusaha bicara dengan Miyuki yang dari tadi tidak membuka mulutnya untuk bicara.


"A-anu, Miyuki-sama? Kau mendengar kami, waktunya makan siang." Ucap Aori mencoba ajak makan siang pada Miyuki sekali lagi.


"Itu benar, kau harus mengisi perutmu. Jika tidak, Ryu-sama akan memarahimu." Ikut Minami.


Miyuki masih tidak meresponnya, wajahnya sedikit memucat dan dipenuhi raut kesedihan.


"Miyuki-sama?" Panggil Minami.


"Apa dia baik-baik saja?" Tanya Aori pada Minami.


"Aku tidak tau, apa sebaiknya kita tanyakan saja pada Maya-sama?" Jawab Minami.


Dan kebetulan, Maya datang ke kamar itu. "Ada apa ini?"


"Maya-sama? Syukurlah..." Kedua gadis itu lega melihat sosok Maya yang kebetulan kemari.


"Apa dia baik-baik saja?" Tanya Maya menghampiri mereka.


"Dia tidak mau makan bahkan tidak mau bicara, kami khawatir padanya Maya-sama." Jawab Aori.


Maya mendekati Miyuki itu mencoba ajak bicara lagi. "Miyuki?"


"Ada apa?" Sambil menarik wajah Miyuki menatapnya.


"Kemana Ryu?" Tanya Miyuki singkat itu akhirnya membuka bicara.


"Daritadi dia tidak muncul, begitu sadar aku berada ditempat ini dan...kalian, siapa?"


"Kalian terus memanggilku, apa sebelumnya aku akrab dengan kalian?"


"Jika itu benar, maafkan aku." Sambil menundukkan kepalanya sebagai permohon maafnya.


Bibir Maya tersenyum itu mengusap rambut Miyuki dengan lembut.


"Jadi begitu...."


"Sekarang kau makan dulu setelah itu kita akan membicarakannya."

__ADS_1


"Baik, terima kasih." Jawab Miyuki.


Aori dan Minami lega melihat Miyuki sepertinya baik-baik saja. Kemudian, bel depan rumah berbunyi. Mereka menduga bahwa beberapa orang datang menjenguk Miyuki.


"Selamat siang, Miyuki." Sapa Lina, Yuri, Ito, Haru dan Arata serentak.


"Heh?" Miyuki terkejut sejenak. Tetapi melihat wajah-wajah baru mereka membuatnya teringat,


"Ooh, ini orang yang kemarin kan? si kelelawar, elang putih, ubi jalar dan si cantik." Sahut Miyuki hanya mengingat nama julukan mereka.


Kemarin, Ryu sempat memperkenalkan mereka pada Miyuki. Tetapi, mereka protes karena cara Ryu sangatlah tidak sopan yang hanya memperkenalkan julukan bukan nama mereka.


"Heh?" Bahkan mereka tidak menyangka mendengar Miyuki hanya mengingat nama julukan mereka.


"Dan kau?" Tanya Miyuki pada Yuri.


Yuri sempat terkejut itu cepat-cepat menjawab,


"Ohh, nama ku Yuri."


"Y-yuri? Salam kenal ya namaku Elizabeth Miyuki."


Yuri terdiam sejenak mendengar nama marga yang disebutkan oleh Miyuki, “Elizabeth” karena sebelumnya marga Miyuki adalah “Yamashita” itu cukup membingungkan, mengapa gadis itu mengubah nama marganya?


"Eh? Oh...salam kenal Miyuki." Balas Yuri.


Sosok Minami datang menghampiri Miyuki,


"Miyuki-sama makanannya sudah siap."


"Ooh, baik. Ajak mereka masuk dan perlakukan mereka dengan baik." Balas Miyuki masuk duluan.


"Di mengerti nona."


Mereka yang menyaksikan sikap Miyuki sangatlah jauh berbeda dari sebelumnya. Bahkan mereka tak tau harus bilang apa lagi.


"Idiottt." Sahut Minami pada mereka.


•••


Kembali ke topik pembahasan di pertemuan Klan Master Yokohama, begitu Ryu berdiri dihadapan para klan master, mereka sempat kaget dan bertanya ada apa sebenarnya? Mengapa sosok Ryuzaki datang ke tempat itu?


Lujinian siap menjawab alasan mengundang Ryuzaki.


"Aku memintanya untuk kemari membahas sesuatu dengan kalian, mohon kerjasamanya."


Semuanya dipersilahkan duduk, Lujinian terlebih dahulu membuka topik pembahasan.


"Mengenai pimpinan klan master, aku sudah mencoret namanya Victor Rihito."


Mendengar Lujinian yang tiba-tiba ke inti pembahasan membuat semuanya bingung.


"Apa yang terjadi sebenarnya, Lujinian-sama?" Tanya pimpinan klan Saito.


"Apa sesuatu terjadi sebelumnya diantara kalian?" Ikut pimpinan Suzuki.


Lujinian sempat dibuat pusing menjawab pertanyaan satu-persatu dari mereka hingga dia menyerah, kemudian menunjukkan sebuah rekaman yang disimpan sebelumnya.


"Ku rasa rekaman ini akan menjawabnya pertanyaan kalian."


Setelah menyaksikan rekaman tersebut, jujur saja mereka tidak mempercayainya. Ada yang protes bahwa rekaman itu hanyalah rekayasa, satunya lagi hanyalah drama. Miya tak kuat menahan kritik tidak jelas yang sama sekali tidak masul akal membuat dirinya ikut membentak mereka.


"Tenanglah!!" Serunya dengan meninggikan nadanya lantas membuat semua terdiam hingga suasana terasa tegang sejenak.


Setelah suasana membaik, satu-persatu mulai bertanya. "Apa maksud semua ini?" Tanya pimpinan Kobayashi pada Lujinian.


"Bukankah rekaman itu sudah menjawab pertanyaanmu? Itu terjadi saat aku kembali ke rumah ku kemarin."


"Tapi...."


"Yang direkam oleh Lujinian-sama itu benar." Sahut Miya.


"Ayahku hanyalah pria yang lemah, tidak punya kekuatan maupun pintar dalam tekhnik sihir. Tapi, dia seorang ahli psikologis hingga dia menemukan pulau Miyaki yang memiliki batu kecil misterius."


"Batu itu adalah sumber kekuatan gelap, Youkai."


Miya menceritakan tentang ayahnya alias Rihito yang telah mendapatkan kekuatan gelap Youkai agar bisa memimpin klan master maupun dunia yang sudah diatur oleh kekuatannya.


Ryu hanya diam mendengarnya, ini pertama kali ibunya menceritakan tentang Rihito yang awalnya lemah kemudian kuat karena kekuatan Youkai alias iblis.


Miya dan Maya sudah lama menyadari sosok ayah sebenarnya dari Moyuka. Karena Moyuka adalah teman yang paling akrab dengan Rihito, sayangnya itu berakhir dikhianati olehnya.


Perlahan-lahan para pimpinan klan master mulai memahaminya membuat Lujinian dan Miya bernafas lega.


"Lalu apa yang harus kita lakukan sekarang tanpa pemimpin?" Tanya Juumonjii.


"Sebelum mencalonkan pimpinan baru, aku meminta kesepakatan kalian yaitu membubarkan klan cabang." Jawab Lujinian.


"Itu benar, aku sudah lelah melihat mereka menderita hanya sebagai boneka klan ini." Sahut pimpinan Yamamoto.


Lagipula yang membentuk klan cabang itu adalah Rihito, akibat pembentukan klan cabang banyak yang menderita karena dijadikan boneka atai guardian, dimusnahkan dan banyak larangan yang mereka lakukan.


Yang lainnya juga sudah lelah dan setuju akan membubarkan klan cabang karena mereka yang tak berdosa itu berhak bahagia.


Diam-diam Lujinian memperhatikan di sekelilingnya, "kemana pimpinan Fujii-san?"


Mereka baru sadar bahwa pimpinan Fujii tidak hadir dipertemuan itu. Miya khawatir jika Matsumoto berulah lagi pada pimpinan Fujii.


"Aku mengkhawatirkan wanita itu?" Gumamnya.


"Wanita itu?" Tanya pimpinan Nakamura mengangkat salah satu alisnya menatap Miya.


"Matsumoto Shimizu." Jawab Miya singkat.


"Bukankah itu ibunya Mayumi, si penyihir tingkat strategis itu?" Tebak Tanaka dan Lujinian membenarkannya.


Ryu yang dari tadi diam itu akhirnya angkat bicara, "aku sempat memastikan kondisi Chiba dan tempat itu telah dikuasai aliansi Elizabeth America." Katanya.


"Sejak kapan kau ke sana? Tempat itu berbahaya, " Tegur ibunya pada Ryu.


Ryu malah mengabaikannya, "di sana juga ada Mayumi dan mencoba mengacaukan tempat itu."


"Begitu ya, sepertinya mereka sudah mulai mempersiapkan diri." Gumam Lujinian.


Kemudian, dia berbisik di kuping Ryu. "Apa itu berarti kedatangan mereka itu karena istrimu ya?"


"Bukankah kau sudah tau jawabannya?"


"Ahahhaha...iya juga yahh."


Lujinian serius kembali dan meminta para pemimpin klan master untuk mempersiapkan senjata dan anggota yanga akan bergabung dengan tentara sihir Batalion 1-0-2.


"Di mengerti!"


•••


Di sisi lain, sosok pimpinan Fujii tampaknya terikat tali di tubuhnya.


"Ini dimana?" Melihat disekelilingnya sangatlah sepi, tidak ada benda apapun di ruang itu hanya jendela besar di belakangnya.


"Sebenarnya apa yang terjadi?"


Kemudian, suara langkah mendekat hingga membuat Fujii terkejut melihat tiga orang itu datang berhadapan dengannya.


"K-kalian???"


{Bersambung. . . }

__ADS_1


__ADS_2