
Dari tempat duduk penonton, Greta tidak bisa membendung perasaannya. Perasaan hati yang tergugah melihat momen mengharukan ini tak bisa lagi disembunyikan. Bahkan ketika berakhirnya sidang, wanita berambut sebahu itu terus mengusap manik indahnya yang sejak tadi menitikkan air mata.
Bukan hanya terharu, tetapi Greta juga merasa lega karena dia bisa meluruskan semua masalah yang menimpa keluarganya. Terlebih lagi, ketika sang paman dengan kesadaran penuh yakni bersedia menjadi salah satu saksi yang dihadirkan untuk meringankan hukuman bagi Rosaline.
Kini, yang harus Ibu Prada lakukan hanya berserah diri menunggu sidang vonis untuknya. Sebelum sidang hari ini diakhiri, Firman sempat mendakwa Rosaline dengan kesalahan yang dilakukan olehnya. Jaksa mengajukan vonis 10 tahun kurungan penjara.
Namun, tidak ada sedikit rasa khawatir di wajah Ibu satu anak itu. Dan Prada sendiri merasa lega bisa membantu ibunya dengan semaksimal mungkin. Dan memenuhi permintaan ngidam sang istri.
Dia secara khusus meminta sedikit waktu untuk berbicara dengan Rosaline sebelum wanita itu kembali digelandang pada masa hukuman percobaan.
Di sebuah ruangan tunggu khusus di pengadilan ini, Prada berbicara dari hati ke hati dengan ibunya. Bahkan Greta merasa enggan untuk merusak momen indah antara ibu dan anak ini.
"Happy birthday to you ... happy birthday to you ... " Greta masuk dengan sebuah kue di tangannya. Lirik lagu yang dia nyanyikan seharunya penuh dengan kebahagiaan, tetapi kini berubah menjadi penuh haru.
Mendengar suara Greta yang hadir tiba-tiba, sontak membuat ibu dan anak itu menoleh ke arah wanita muda itu. Hari ini merupakan hari bahagia untuk Prada. Karena bertepatan dengan momen ulang tahun pengacara tampan tersebut.
"Selamat ulang tahun, Putraku. Ibu harap hidupmu selalu dilimpahkan kebahagiaan."
"Honey, terima kasih kejutannya." Dia, Prada sangat terharu dengan usaha yang dilakukan serta perhatian dari Greta. Wanita berhati emas inilah yang berhasil mengubah pendirian Prada.
"Aku yang berterima kasih sudah memenuhi keinginanku, kamu hebat."
__ADS_1
Rosaline juga tak kuasa membendung perasaan bersalahnya terhadap Greta. Jika bersujud bisa mendapatkan maaf dari menantunya, maka dia akan melakukannya.
"Greta, maafkan Ibu, Nak. Jika kau masih mau menganggap aku ibumu."
"Ibu, tolong jangan bicara seperti itu. Aku sudah tidak memiliki orang tua lagi. Hanya ibu lah satu-satunya orang tuaku saat ini."
Mereka bertiga berpelukan sebelum Prada meniup lilin yang tersemat di atas kue ulang tahun tersebut. Pria itu berharap dalam ulang tahunnya yang sekarang, "Aku hanya ingin semua orang yang kusayangi berbahagia. Lancarkan kehamilan istriku dan berilah kesehatan untuknya."
Usai meniup lilin, Prada diminta untuk memotong kue yang seharusnya dia berikan kepada ibunya.
Tepat setelah itu, Wahyu dan Paman Greta juga hadir untuk mengucapkan selamat atas persidangan ini dan juga memberi doa bagi Prada.
Rosaline kembali menjalani masa percobaan hukumannya, dan pasangan suami istri itu kini bergeser meninggalkan pengadilan ditemani oleh Wahyu sebagai supir mereka.
Mata Prada menelisik hal yang tidak biasa baginya, "Yu, ini mau ke mana? Bukan jalan ke kantor ataupun ke rumah."
"Sssttt .... manut aja, deh. Aku ada kejutan lagi untuk kamu. Kita ke hotel Autumn, Pak Wahyu." perintah Greta seperti rencana yang telah disusun olehnya.
Prada merasa ini masih terlalu awal, bahkan ini belum memasuki waktu magrib, "Bilang dong kalau kamu mau dike loni di hotel, Ta."
Greta terlonjak hingga buru-buru menutup mulut sang suami karena hal yang pria itu ucapkan sangatlah tidak pantas didengar oleh orang lain. "Jangan ngomong sembarangan, aku ini sudah menyiapkan dinner dengan kakek di sana."
__ADS_1
"Tapi kamu booking suite room, kan?" selidik Prada lagi.
"Untuk apa? Ini hanya acara antara kita dan Kakek Kresna."
Prada menyayangkan Greta karena tidak sekalian memesan kamar dengan fasilitas nomor wahid untuk mereka berdua. Karena selain momen yang pas, dia juga sudah tak tahan lagi untuk tidak menyentuh wanita itu.
Seperti seorang anak kecil yang merengek, "Yang ... yang ... ah ayolah, pesankan kamar, ya?"
"Apaan, sih? Ini di luar rencana. Bisa rugi dong akunya."
"Yang ... udah gak bisa lagi apa? Berapapun akan kubayar deh harganya."
"Nggak, malam ini aku ada piket malam."
Prada merasa jika Greta benar-benar keterlaluan padanya. Bahkan di hari ulang tahunnya, wanita itu tega pergi bekerja dan meninggalkan suaminya seorang diri. "Coba saja kau pergi bekerja, maka besok rumah sakit itu akan rata dengan tanah."
...****************...
Saengil Chukae Hamnida
__ADS_1