Emergency Love

Emergency Love
Bab 55


__ADS_3

Atas bantuan dari Prada dan Greta lah, korban mendapatkan penanganan pertama meski ala kadarnya. Korban yang selamat maupun yang telah berpulang juga dibawa ke rumah sakit terdekat.


"Terimakasih banyak telah membantu, dok!" ucap seorang petugas medis sebelum pergi membawa korban terakhir.


Prada menatap intens sang istri, dia tidak menampik rasa kagumnya kepada Greta. Selain memiliki hati yang lembut, rupanya Greta juga sangat profesional dalam pekerjaannya.


"Ayo kita segera pulang!"


"Iya, aku lelah sekali." Benar saja, sejak tadi Greta banyak kehilangan tenaga untuk menangani korban kecelakaan sebelum petugas medis datang. Dia berlarian ke sana ke mari ditemani oleh pengendara lain yang juga membantu Greta. Bahkan mereka juga bahu membahu mengeluarkan korban selamat yang terjepit di badan kendaraan.


Selain mengajak Greta masuk kembali ke dalam mobil, Prada juga meminta sang istri untuk menyandarkan kepala wanita yang dia cintai ke pundaknya.


"Apakah nyaman?" Dia sangat tahu jika Greta sangat menyukai perlakuan manisnya. Karena tak ada penolakan lagi dari wanita yang dulu keras kepala itu.


Greta mencoba memejamkan kedua matanya untuk beristirahat, "Lumayan,"


Prada mengelus lembut pucuk kepala sang istri, "Itulah gunanya memiliki suami, aku cukup bisa diandalkan."

__ADS_1


Selain mulai terasa nyaman, Greta juga tak ragu lagi untuk melingkarkan tangannya ke pinggang lelaki halalnya. "Bajuku kotor kena noda darah, apa kamu gak jijik?" tanyanya spontan karena baru saja teringat jika noda darah di bajunya cukup banyak usai menolong orang tadi.


Tentu saja hal seperti itu tak akan mengurangi rasa kasih yang dimiliki oleh Prada untuknya. Bahkan karena kejadian tadi, nilai kecintaan Prada semakin besar dan lebih besar lagi.


Karena terasa cukup nyaman, Greta mulai tertidur dalam dekapan sang suami. Memang, dia sering tertidur dalam perjalan pulang. Mungkin karena ada sosok yang bisa membuatnya nyaman ataupun karena kelelahan.


**


Pejalan ke rumah tak memakan waktu yang lama, mereka tiba di rumah dengan selamat. Namun, ada hal yang mengganjal di dipikirkan Prada.


Dia tak tega jika harus membangunkan Greta. Tetapi, jika dia tertidur dalam kondisi seperti itu, Greta tidak akan nyaman jika mengenakan pakaian kotor tanpa menggantinya terlebih dahulu.


Wanita itu menggeliat hingga kepalanya menyentuh hidung mancung sang suami. Gerakan pada tangannya tanpa kesadaran itu mulai membuat Prada merinding. Hal tersebut telah membangkitkan jiwa breng seknya.


"Sayang jangan bergerak sembarangan, please!"


"Heh ... sudah sampai, ya?" Greta tak paham jika hal yang dilakukan sangat berdampak bagi kesejahteraan jiwa Prada.

__ADS_1


Bahkan sialnya, Greta sama sekali tidak merasa telah mendobrak dinding kokoh yang telah ditahan oleh Prada. Dengan wajah tanpa dosanya, Greta membuka pintu mobil seenaknya dan berjalan keluar tanpa memikirkan akibat yang telah dia lakukan pada Prada.


"Siaaal ... sekali! Greta kau harus tanggung jawab!"


Greta menoleh ke belakang, kedua alisnya menyatu dengan wajah tersentak, "Me? For what?" Dia melanjutkan kembali jalannya hingga masuk ke dalam rumah dan meninggalkan Prada di belakangnya.


Wanita itu bejalan masuk melewati pintu utama dan terus hingga mendekati tangga ke lantai dua. Greta ingin cepat-cepat membersihkan diri dan segera tidur. Meski seharian ini dia hanya bersantai dan menghabiskan uang Prada, tetapi kejadian tadi cukup banyak menguras tenaganya.


"Hei mau ke mana?" tegur Prada ketika Greta mulai berbelok dari tangga yang menghubungkan lantai satu dan lantai dua.


Greta mengajukan jari telunjuknya ke arah kamar yang selama ini dihuni olehnya. Karena Greta ingin bermalam di kamarnya sendiri, maka sudah pasti Prada tidak akan ketinggalan untuk ikut serta.


Merasa ada yang mengikuti, Greta menoleh ke arah Prada, "Eh ... salah jalan! seharusnya ke sana, kan?" Selain itu, dia juga menunjuk ke tangga yang menghubungkan lantai tiga tempat kamar Prada.


"Kita sudah tidur bersama, jadi apa salahnya jika aku tidur di tempatmu kini?"


Wah ... "Ini signal bahaya. pria itu bisa menghabisiku malam ini."

__ADS_1


"Aku udah siap lahir batin, kok. Aku siap menabur benih,"


...****************...


__ADS_2