Emergency Love

Emergency Love
Bab 40


__ADS_3

Hanya Greta lah wanita yang bisa mengubah profesi seorang Pradabhasu menjadi seorang kurir jasa ekspedisi. Tidak tanggung-tanggung, Demi permintaan sang istri, Prada bahkan merelakan Aston Martin Vanquish miliknya sebagai dijadikan mobil pengiriman paket berharga yang berisi jantung yang akan ditransplantasikan. Mobil dengan harga milyaran rupiah itu melenggang dengan santainya usai Prada membayar mahal pihak yang berwenang untuk mensterilkan jalurnya. Pihak lalu lintas memperbolehkan Prada untuk tetap melaju meski traffic light berwarna merah. Prioritas ini melebihi pejabat ataupun keadaan darurat lainnya.


Seperti sudah mengira mengenai kedatangan suaminya, Greta memerintahkan Alina untuk bergegas ke pintu masuk IGD guna menerima jantung X dari Prada. Sedangkan Greta sendiri bersama dengan tim dokter lainnya tengah bersiap di ruang operasi.


"Semoga, cepat sampai!" ucap salah satu dokter bedah yang akan membantu operasi transplantasi jantung pasien ini.


"Aku percaya dia akan segera sampai." Tentu saja Greta percaya sepenuhnya dengan Prada. Selain bisa dipegang omongannya, Prada juga sudah berjanji akan menjadi perisai dirinya di kemudian hari.


Sesuai dugaan Greta, begitu Alina turun ke pintu masuk IGD, dari jauh dokter muda itu melihat mobil berjenis sedan yang melaju kencang mendekati pintu masuk. Alina sudah menduga pula jika si pengendara mobil itu tak lain dan tak bukan Pak Pengacara yang merupakan suami dokter Greta.


Begitu mobil berhenti, seseorang keluar dari dalam mobil dengan membawa sebuah boks dengan tali menyerupai tas selempang. Tidak hanya Prada saja, Alina menyeringai melihat seorang pria muda yang sering terlihat bersama Pak Pradabhasu.


"Dokter Greta sudah menunggu ini," Maksud Alina adalah benda yang berada ditangan Prada.


Alina tidak hanya menerima benda penting itu saja, usai mendapatkan barang tersebut. Tak lupa Alina mengulurkan sebotol air mineral seperti pesan dokter Greta yang memintanya.


"Makasih, Pak. Ini dari dokter Greta." ucap Alina sebelum wanita muda itu berlalu meninggalkan Prada dan juga Wahyu.


Meski sedikit, Prada masih sempat mengulas senyum sebelum menyembunyikan dalam wajah datarnya. Dan sebelum pergi bertolak dari rumah sakit, Pradabhasu masih menyempatkan untuk menyapa paman dari sang istri.

__ADS_1


Lebih tepatnya memperingatkan Paman Greta selaku Direktur Rumah Sakit. "Segera pindahkan Greta dari IGD, karena semalaman dia tidak bisa tidur dengan baik karena prioritasnya pada rumah sakit ini. Lagipula kami harus banyak melakukan hal bersama karena pengantin baru." ucap Prada untuk menekankan pemikirannya pada Direktur.


Atas hal tersebut, Direktur membenarkan kesalahannya karena tidak memikirkan sebelumnya, "Maafkan Pamanmu ini, Nak. Paman akan mengembalikan posisi Greta seperti semula."


Karena sebelum dipindahkan ke IGD karena sikap sembrononya, Greta adalah salah satu dokter kompeten di departemen jantung dan pembuluh darah. Kini, Direktur akan mengembalikan posisi Greta ke sediakala.


**


Lampu di ruang operasi telah dinyatakan, pertanda bahwa operasi transplantasi jantung akan segera dimulai.


Mula-mula, tim dokter akan membedah dada pasien dan mengeluarkan jantungnya setelah sebelum dokter memastikan bius telah bereaksi dengan baik.


Operasi cangkok jantung dimulai dengan mengeluarkan jantung pasien dengan membuat penampang melintang pada arteri pulmonari utama, aorta, dan vena cava superior dan inferior. Lalu, atrium kiri dibagi, dengan meninggalkan dinding belakang atrium kiri beserta pembuluh darah pulmonal yang terbuka. Setelah mengeluarkan jantung yang sakit, dokter bedah jantung akan menghubungkan jantung donor pada tubuh pasien dengan menjahit vena kava, aorta, arteri paru, dan atrium kiri.


Lebih dari empat jam, tim dokter yang dikepalai oleh Greta berjibaku menanamkan jantung pendonor kepada penerima jantung. Usai dokter yang menjahit dada pasien selesai, lampu operasi dimatikan yang menandakan jika operasi telah selesai.


Ada tangis haru di antara para dokter yang bertanggungjawab pada operasi kali ini. Selain keteguhan hati serta keoptimisan untuk sembuh dari pasien sendiri, perjuangan para tim juga patut diapresiasi. Salah satunya dokter Greta yang telah meluangkan waktu dan tenaganya hanya untuk operasi kali ini.


"Syukurlah," Mereka semua mengucap syukur karena Tuhan telah memberi jalan melalui tangan banyak orang.

__ADS_1


Kini, kondisi pasien pasca operasi transplantasi jantung akan diobservasi di ICU untuk memantau perkembangan jantungnya.


Greta dan Alina bertoss ria begitu jam kerja mereka usai. "Akhirnya kita bisa tidur nyenyak malam ini, dok!" ucap Alina tanpa memikirkan apapun. Teringat bahwa dia telah banyak melewatkan episode seri drama favoritnya dan hanya bisa menontonnya jika memiliki waktu longgar saja.


"Mau pacaran, kan elu?" goda Greta pada salah satu staff muda arahannya itu.


"Ye, boro-boro pacaran, ada yang suka aja kagak. Gimana mau cari cowok kalau jadi penghuni IGD kaya aku?"


"Derita elo." imbuh Greta lagi.


Keduanya saling menggoda dan melontarkan joke joke ringan dalam perjalan menuju pintu keluar. Selain menggoda Greta mengenai statusnya kini, Alina juga memuji seniornya itu yang cukup kompeten dalam mencari suami.


"Dok, kenalin Alin satu aja napa, pengacara teman Pak Prada."


Dalam candaan Alina itu, mereka tidak menyadari jika Prada sudah menunggu sang istri di dekat mobilnya.


"Ada, pengacara muda yang cocok buat elu, Emang mau?" Sebelum meninggalkan Alina dan berlari mendekati Prada, Greta sempat melambaikan tangannya ke arah juniornya itu.


"Capek, ya? Kenapa mukamu murung? Apa operasinya berjalan lancar?" Prada menyerang sang istri dengan pertanyaan bertubi tubi seperti dalam persidangan.

__ADS_1


"Gula darahku turun kayaknya, aku butuh yang manis-manis." sahut Greta dengan wajah lesu kelelahan karena kurang tidur dan banyak berpikir.


...****************...


__ADS_2