Endless System

Endless System
Bab 97


__ADS_3

Setelah pertarungan semi-final telah selesai, semua orang tahu bahwa selanjutnya adalah final. Namun, di dalam selang waktu itu terdapat istirahat seperti biasa.


Liu Shan yang sedang duduk di dalam ruang tunggu pun melipat kedua tangan di depan dada. Dia menghela nafas sembari merenggangkan diri melihat ke langit-langit.


Isi kepala tidak berubah sejak awal. Sekalipun dia telah melihat bagaimana pertarungan antara Xiao Lin dan Hao Fenhua, hal tersebut tidak menggoyahkannya sama sekali.


“(Saat aku melawan Tang Shin, aku mengira bahwa kekuatanku akan terukur. Tapi, hal itu ternyata salah)”


Ketika dia sedang terjun ke dalam pikirannya sendiri, tiba-tiba saja pintu ruangannya terbuka.


Clak!


“Kalau lagi begini enaknya dinginin kepa-!”


Di tengah langkah kaki menuntunnya masuk, Hao Fenhua terdiam melihat Liu Shan yang sedang duduk di depannya.


“Eh, Liu Shan? Kok kau ada di sini?” gumam Hao Fenhua.


“Ini ruangan persiapanku,” sahut Liu Shan.


“Ruang persiapanmu? Tunggu, bukannya- ah!”


Kata-katanya sontak terhenti begitu dia menengok keluar. Tulisan untuk ruangan tersebut terlihat jelas untuk peserta final pertama, yaitu Liu Shan. Hao Fenhua menepuk dahinya sembari tertawa kecil.


“Haish, maaf. Aku tak melihatnya.”


“Tidak apa.”


Sahut Liu Shan yang menarik pandangannya menunduk. Kedua telapak tangannya dilipat menyatu di atas meja.


Sedangkan Hao Fenhua terdiam melihatnya seperti itu. Entah kenapa, Liu Shan memberikan sebuah energi dan aura yang berbeda dari biasanya. Merasa hal aneh itu mengganggunya, Hao Fenhua pun berjalan menghampirinya.


“Hei, semenjak kau menang melawan Tang Shin, kau menjadi sedikit berubah.”


Pandangan Liu Shan melirik ke samping. Dan Hao Fenhua berlanjut tanya,


“Ada sesuatu yang mengganggumu?”


Liu Shan menarik kembali pandangannya. Dia terdiam sejenak hingga tak lama menjawab,


“Aku tak tahu.”


Singkat namun membingungkan. Hao Fenhua sendiri tak tahu harus bersikap bagaimana ketika mendengar jawaban itu.


“Tak tahu?”


Dia hanya bisa menggaruk kepala sembari menatap Liu Shan kebingungan. Karena dia merasa dirinya tak bisa membantu apapun, Hao Fenhua pun hanya bisa berbalik jalan ke arah pintu keluar.


Tap!


Langkah kaki pertama yang keluar dari ruangan tersebut pun terhenti sejenak.


“Aku tak bisa berkata banyak. Tapi jangan masuk ke dalam arena seperti itu.”


Kata-katanya menarik pandangan Liu Shan untuk melirik kembali padanya. Dia melihat bagaimana Hao Fenhua menengok sedikit ke belakang sembari berbicara.


“Aku tak ingin melawan orang yang ragu untuk menang.”

__ADS_1


Klak!


* * * * *


Waaa!!


Sorakan meriah dari para penonton datang menyambut suasana arena. Bersamaan dengan Bai Ling yang berada di tengah arena sebagai pembawa acara.


“Baiklah semuanya, kita kembali lagi pada turnamen akademi Liliang. Waktu telah berjalan panjang hingga matahari berada di titik terbenam. Hari yang panjang dan meriah ini akan di tutup oleh pertarungan final dari kedua peserta yang telah mendaki puncak kekuatan generasi murid akademi Liliang tahun ini!”


Waaa!


“Akhirnya final!”


“Walau nona Xu Xiao tidak lolos, tetapi si Hao Fenhua itu menarik untuk dilihat!”


“Benar. Aku tak menyangka orang seperti dia bisa lolos sampai ke sini.”


Di antara perbincangan penonton terjadi sebuah dukungan dan pembelaan satu sama lain dalam memilih orang.


“Hao Fenhua? Justru Liu Shan lah. Kalian tidak lihat bagaimana dia bisa mengalahkan tuan Tang Shin?”


“Hah, Hao Fenhua juga sama. Dia mengalahkan nona muda Lin dengan rencana sempurna tahu!”


“Liu Shan jauh lebih unggul. Memang kau pernah lihat ada peserta yang sanggup mengalahkan lawannya tanpa menyentuhnya sama sekali?”


Debat yang tiada henti di antara para penonton membuat situasi semakin ramai.


“Semuanya, aku tahu kalian semua sudah tidak sabar. Dan jangan khawatir, karena kita sekarang akan langsung memasuki pertarungan final turnamen akademi Liliang!”


Waaa!!


“Ini adalah pertarungan yang akan menentukan kemampuan dari peserta terbaik di antara generasi akademi Liliang tahun ini.”


Selagi Bai Ling mengatakan hal tersebut, dirinya menoleh bergantian ke arah mereka berdua. Setelah keduanya mengangguk, Bai Ling melanjutkan,


“Pertarungan final turnamen akademi Liliang, Liu Shan melawan Hao Fenhua. Dimulai!”


Sesaat pertarungan itu di mulai, keduanya meluapkan sejumlah energi Ki dari sekujur tubuhnya.


Wosshh!


Dak!


Dorongan kaki membuat mereka melesat maju satu sama lain. Keduanya melemparkan sebuah pukulan pertama yang di adu secara empat mata.


Dum!


“Uwaa!!”


Dentuman kuat menggetarkan arena. Hembusan angin datang membuat orang-orang hampir terhempas dari tempat duduk mereka.


“Serangan langsung di detik pertama?!” gumam Sheng Tong.


“Kelihatannya mereka tidak ingin membuang-buang waktu!” sahut Qing Yao di sampingnya.


Dum dum dum!

__ADS_1


Pertarungan secepat kilat yang terjadi di atas arena itu membuat satu arena terpukau. Liu Shan menyerang berulang kali, bersamaan dengan bagaimana Hao Fenhua menangkis dan menyerang balik.


“Kau memang hebat, Liu Shan,” ucap Hao Fenhua selagi melempar dan menangkis serangan.


Dak dak!


Pukulan dan tendangan mereka berdua yang mendarat selaras pun membuat keduanya terhempas mundur.


“Hampir, tapi ….”


Dari kata-kata Hao Fenhua, dia menggerakan jari telunjuknnya seperti sedang menarik sesuatu.


Sret!


Sebuah goresan muncul di pipi Liu Shan. Kulit terbuka dengan darah yang menetes turun di dagu secara perlahan. Walau kecil, tetapi hal ini memperlihatkan sebuah perubahan alur dan kemeriahan bagi para penonton.


Waaaa!


Liu Shan mengusap darah itu dari wajahnya.


“Biar aku katakan sekali lagi. Aku tidak ingin melawan orang yang ragu untuk menang.”


Kata-kata itu dilontarkan oleh Hao Fenhua sekali lagi. Liu Shan kini menajamkan tatapan mata untuk pertama kali kepadanya.


“Apa maksudmu?”


“Seperti yang kau dengar.”


Wush!


Gerakan cepat diikuti dengan pukulan yang mengayun tepat di depan mata. Liu Shan menghindar sangat tipis sebelum melancarkan serangan balik.


Dak dak dak!


“Penghakiman telapak bumi!”


Gejolak energi Ki yang dia hempaskan ke depan dapat di tahan Hao Fenhua menggunakan lengannya. Kedua matanya sontak terbuka sedikit lebih lebar melihat hal tersebut.


“(Di tahan?)”


“Aku yakin kau tidak mengira hal itu bukan?!” sahut Hao Fenhua sembari melesat kembali maju.


Setiap serangan yang dia kerahkan kini memberikan satu langkah lebih dekat dalam merubah alur pertarungan. Liu Shan semakin terkecoh dan membuat kesalahan dalam pergerakannya. Memberikan celah yang semakin banyak bagi Hao Fenhua.


Tap!


Kedua telapak tangannya disatukan dan mengalirkan energi Ki.


“Perlepasan Ki : Tarian simpul angin!”


Sebuah energi Ki yang dia salurkan sontak menggetarkan udara. Dan secara perlahan, udara sekitar berubah menjadi sebuah tebasan beruntun yang datang mengincar Liu Shan.


Srat srat srat!


“Ugh!”


“(Dia … mengendalikan angin?!)”

__ADS_1


__ADS_2