
Fitur baru itu membuat Liu Shan semakin bingung dan penasaran. Kalau sesuai dengan namanya, berarti fitur itu memberikannya kemampuan untuk membeli suatu barang. Rasa penasaran itu pun dia jawab dengan menekan panel ‘Toko’ tersebut.
Ting!
[ Fitur Toko telah dibuka. Berikut adalah panduan singkat untuk fitur yang ada :
- Toko memiliki sejumlah item dengan berbagai macam kegunaan. Dimulai dari pil potion HP/MP\, Perlengkapan senjata dan item serba guna lainnya.
- Toko memiliki fitur untuk menyortir item dalam empat tingkat yang berbeda. Dimulai dari :
1. Common
2. Rare
3. Heroic
4. Legend ]
“Kelihatannya seperti toko di dalam game pada umumnya. Yah, kuharap fitur ini bisa memberikan sesuatu yang bagus,” gumam Liu Shan.
[ Apakah anda ingin menutup panduan ini dan melanjutkan masuk ke fitur Toko? ]
[ Ya/Tidak ]
Liu Shan menekan panel ‘ya’ tanpa keraguan. Panel panduan singkat dari sistem itu langsung dan berganti dengan panel baru.
Ting!
[ Toko :
- Pil potion HP (5 pcs)
Tingkat : Rare
Deskripsi : Memulihkan HP sebanyak 20%
Harga : 1.000 gold/pcs
- Pil Potion MP (10 pcs)
Tingkat : Common
Deskripsi : Memulihkan HP sebanyak 10%
Harga : 500 gold/pcs
- Voluminous Backpack
Tingkat : Heroic
Deskripsi : Memberikan sebuah tas virtual yang tersimpan dalam sistem. Host dapat menyimpan berbagai macam item di dalamnya sesuai dengan kapasitas yang tertera.
Harga : 40.000 gold
- Pil Kultivasi petarung jenderal bintang satu (1pcs)
Tingkat : Rare
Deskripsi : Memberikan sejumlah Ki untuk meningkatkan kekuatan hingga mencapai tingkat yang tertera.
Catatan : Hanya bisa digunakan untuk kultivator dengan tingkat yang berada di bawahnya
Harga : 25.000 gold ]
Dari empat slot yang ada, Liu Shan lebih tertarik terhadap ‘Voluminous Backpack’ dari sistem tersebut yang memiliki arti tiada kata jauh dari sebuah ransel penyimpanan yang luas. Dia terdiam di dalam kamarnya sembari duduk memandangi panel sistem tersebut.
“(Backpack? Berarti … seperti sebuah tempat penyimpanan ya. Harganya sih lumayan mahal. Kalau aku beli ini, sisa gold yang aku dapatkan hanya bisa beli potion)”
__ADS_1
Liu Shan terdiam sementara sembari memikirkan solusinya. Namun, pemikirannya tetap memutuskan bahwa Backpack itu jauh lebih berharga. Terlepas dari tingkat Heroic, Liu Shan lebih tertarik dengan perjalanannya ke depan yang akan menjadi jauh lebih efisien jika memiliki item tersebut.
Setelah beberapa waktu pertimbangan, Liu Shan pun memilih backpack tersebut dari panel toko.
Ting!
[ Membeli Voluminous Backpack seharga 40.000 gold ]
[ Ya/tidak ]
Jarinya menekan tombol dari panel ‘ya’.
Ting!
[ Item telah berhasil dibeli ]
[ Anda mendapatkan ‘Voluminous Backpack’ ]
Sebuah panel baru datang dengan ukuran yang cukup luas. Di sana terlihat seperti sebuah tampilan umum sebuah ‘inventory’ di dalam sebuah game.
“Sekarang aku sudah dapat tas nya. Lalu ….”
Liu Shan menoleh kembali ke arah panel toko yang dia munculkan tepat di samping panel tas. Jari telunjuknya mendekat tekan panel potion HP dan MP secara bergantian. Dengan kedua item yang dia beli, Liu Shan menghabiskan seluruh uangnya begitu saja.
Ting!
[ Item berhasil di beli ]
[ Anda telah mendapatkan potion HP (Rare) dan potion MP (Common) ]
Tiba-tiba saja panel yang datang di hadapannya itu tidak berhenti.
[ Sistem telah diperbaharui ]
[ Potion HP (Rare) dan potion MP (Common) telah dimasukkan secara otomatis ke dalam tas ]
Liu Shan terkesan dengan bagaimana optimisasi sistem yang cepat tanggap.
“(Hebat. Bahkan baru saja aku beli tasnya, tapi sistem ini langsung memasukkan item yang aku dapatkan ke dalam tas dengan optimisasi terbarunya)”
Liu Shan tersenyum tipis sembari mencengkramkan tangannya. Dia merasa lega dan senang ketika tahu bahwa pemilihan tas itu tidaklah salah baginya. Tak hanya dari bantuan sistem, tetapi hal ini akan memudahkan perjalanannya di masa depan.
Di kala dia sedang menikmati momen itu, pintu kamar Liu Shan sontak terbuka keras.
Brak!
“Bangun hei, ini hari yang penting!”
Teriak Hao Fenhua yang terlihat heboh memasuki kamarnya.
“Fenhua, sudah kubilang jangan masuk ke kamarku sembarangan!” ucap Liu Shan.
“Heh, memangnya kenapa? Kau kan di kamar doang, memangnya ada apa,” sahut Hao Fenhua.
“Privasi. P-r-i-v-a-s-i. Kau pikir orang-orang tidak butuh privasi gitu?” balas Liu Shan.
Tak lama kemudian, Hao Fenhua terdiam. Dia melihat sekitar seolah sedang mencari-cari suatu hal dengan mata yang mencurigakan.
“Apa yang kau lihat?” tanya Liu Shan.
Tiba-tiba saja, matanya terlihat terbuka lebar sembari menyadari sesuatu.
“Oh, begitu ya. Privasi yang kau maksud adalah ‘itu’,” gumam Hao Fenhua.
“Apanya ‘itu’?” sahut Liu Shan.
“Tidak kok. Hanya saja, lain kali lakukan kalau aku tidak ada di sini. Agak canggung kalau misalnya tiba-tiba aku melihatmu sedang ‘berbuat’,” jelas Hao Fenhua dengan kedua tangannya yang menekankan gestur mengutip kata tertentu.
__ADS_1
Liu Shan justru jadi kebingungan setelah ucapan Hao Fenhua. Tetapi, dia tidak ingin terlihat seperti tidak memahami kata-katanya.
“Ya-yah, baguslah kalau kau paham.”
Dia beranjak bangun dari kasurnya dan berjalan keluar dari kamar. Hao Fenhua yang menyusul dari belakang pun segera menutup pintu kamar Liu Shan.
“(Tak kusangka Liu Shan sering ‘berbuat’ sendirian).”
* * * *
Setelah berjalan keluar dari asrama, Liu Shan dan Hao Fenhua melihat begitu banyak orang-orang yang berjalan terburu-buru menuju satu arah yang sama.
“Ibu, cepat!”
“Sebentar nak!”
“Ayo ayo, tuan dan nyonya. Beli kipasnya untuk dukung murid kesukaan anda!”
Liu Shan yang melihat beberapa penjual memiliki model barang yang dijual itu merasa unik. Tak sedikit dari orang-orang yang menjual kipas, cangkir dan barang lain dengan lukisan bermodel seseorang sebagai tampilan.
“Banyak sekali orang yang menggunakan kesempatan ini,” gumam Liu Shan.
Hao Fenhua dari samping pun menyahut.
“Tentu saja. Reputasi dari murid yang berhasil lolos dari pelatihan Shenmi akan memasuki turnamen akademi. Terutama beberapa dari mereka sudah memiliki pengaruh tersendiri di beberapa kalangan. Termasuk seperti ....”
Kedua mata Hao Fenhua bergerak cepat seolah mencari sesuatu. Sampai ketika kedua matanya terbuka lebar sembari menunjuknya.
“Ah, seperti itu!” ujar Hao Fenhua.
Arah telunjuk Hao Fenhua membuat Liu Shan menoleh ke arah yang sama. Di sana dia melihat bagaimana seseorang menjual sebuah lukisan elegan dari seorang wanita rupawan.
“Kemarilah! Ini adalah lukisan edisi terbatas. Benar, sebuah lukisan dari wanita rupawan dari keluarga Xu. Dia berhasil lolos dari pelatihan hutan Shenmi dan akan maju ke dalam babak pertarungan di turnamen akademi Liliang!”
Liu Shan yang mendengar sekaligus melihat promosi tersebut pun langsung menurunkan wajahnya menjadi kecewa.
“Hah, ku kira apa,” gumam Liu Shan sembari menghela nafas.
Namun, hal seperti itu tidaklah buruk. Dengan menambah popularitas, bukan hanya pengaruh yang dimiliki akan menjadi lebih besar, tetapi bagi Liu Shan dia bisa menarik perhatian beberapa orang hebat lainnya dan berusaha untuk menjadi lebih kuat dengan cepat.
Ketika dia di tengah memikirkan hal itu, Liu Shan berbalik sembari berbicara pada Hao Fenhua.
“Kurasa promosi semacam ini tidak buruk juga. Yah, bukan berarti aku ingin membuatnya. Agak aneh kalau misalnya promosi diri sendiri, terlalu narsis ga sih?” gumam Liu Shan sembari sedikit tertawa.
Liu Shan terdiam sejenak ketika dia tidak mendengar balasan dari Hao Fenhua. Nyatanya, dia sudah berjalan entah kemana seperti sedang mencari-cari sesuatu sembari menyipitkan matanya.
“Hei, apa yang kau cari?” tanya Liu Shan sembari memegang pundaknya.
“Hm? Tidak ada yang menjual lukisanku sama sekali. Ini aneh, padahal aku ada di peringkat ke-tiga loh di pelatihan hutan Shenmi kemarin!” keluh Hao Fenhua.
Liu Shan menghela nafas sembari menepuk jidatnya.
“Haish, harusnya aku tahu kau pasti begini,” gumam Liu Shan.
“Ini aneh tahu!”
“Terserah kau saja lah.”
Begitu dia berbalik, Liu Shan kembali berjalan ingin menuju ke turnamen, jalannya di halangi oleh sekumpulan orang yang memakai sebuah seragam dengan lukisan seorang gadis. Tampilan lukisan dari gadis itu terlihat familiar baginya hingga Liu Shan menajamkan pandangannya.
Dari segerombolan laki-laki tersebut pun, ada satu orang yang mengomando mereka bersorak bersama-sama.
“Indah bagai permata. Sebuah anugerah dari sang dewa. Putri yang turun dari langit ke dalam akademi Liliang!”
“Hidup nona Liu Siyue! Puja nona Liu Siyue!”
Liu Shan tertegun diam dengan tatapan mata kosong melihat nama adiknya di teriak-teriakkan seperti itu. Di lain sisi, Hao Fenhua datang dari sampingnya dan membalas tepukan pundaknya.
__ADS_1
“Adikmu populer ya,” gumam Hao Fenhua sembari tersenyum tipis.