Endless System

Endless System
Bab 83


__ADS_3

Keduanya berdiri di atas arena. Sebelum pertarungan itu di mulai, Liu Shan datang ikut duduk bersama Hao Fenhua dan Liu Siyue di bangku penonton. Kedatangannya yang tiba-tiba duduk tanpa sepatah kata apapun membuat mereka berdua terkejut.


“Ah, kakak!” kejut Liu Siyue.


“Ngagetin aja. Ada apa denganmu ini, memangnya kau hantu?!” heran Hao Fenhua.


“Kau berlebihan. Lihat ke depan, ada pertarungan yang akan berlanjut itu,” ujar Liu Shan sembari melihat ke arah arena.


Di lain sisi, Liu Siyue yang melihat kakaknya baru muncul setelah pertarungan pertama membuatnya heran.


“Kakak, kau darimana saja?” tanya Liu Siyue.


“Hm? Kamar kecil,” sahut Liu Shan.


“Kau tidak terlihat dari tadi. Mana mungkin ke kamar kecil sampai melewatkan dua pertarungan,” bantah Liu Siyue.


“Aku sebenarnya ada di antara penonton. Cuma karena terlalu fokus, jadi tak pindah-pindah,” jelas Liu Shan.


“Hmm, gitu ya.”


Tak lama setelah itu, mata dari mereka bertiga tertuju ke arah yang sama. Arena yang di isi oleh Xiao Lin serta Guan Liu membuat sebuah kontes bertarung yang cukup menarik.


“Guan Liu melawan nona Xiao Lin ya. Menurutmu bagaimana, Liu Shan?” tanya Hao Fenhua.


Tiba-tiba saja, Liu Siyue datang menyahut.


“Bukannya orang itu yang pernah hampir berantem dengan kakak?”


“Yah, tidak salah sih. Tapi untungnya tetua khan dan nona Qing Yao datang untuk menghentikan mereka berdua,” sahut Hao Fenhua.


Liu Shan tidak bergeming sama sekali. Matanya tertuju ke arah arena seperti tidak tertarik dengan hal lain. Hal ini sampai membuat Hao Fenhua dan Liu Siyue terheran melhatnya.


“Hei, Liu Shan,” panggil Hao Fenhua.


Liu Shan pun menjawab, “Guan Liu memang kuat. Tapi, itu tidak berada di level Xiao Lin saat ini.”


Alih-alih dari mereka, Bai Ling yang berada di antara Xiao Lin dan Guan Liu pun menoleh secara bergantian.


“Siap?”


Keduanya mengangguk dan sontak memasuki kuda-kuda mereka.


“Pertarungan keempat turnamen akademi Liliang, di mulai!”


Grak!


Hentakan kaki yang membuat dentuman di sekitar arena datang dari sisi kiri. Guan Liu memusatkan seluruh energi Ki nya ke dalam satu kepalan tangannya dengan kuda-kuda yang kokoh.


Wooshh!


“(Gadis ini … dia bersama Liu Shan saat aku dipermalukan. Aku tahu kalau aku tak bisa mengalahkan Liu Shan saat ini. Kalau begitu, aku akan menghancurkan orang yang dekat darinya terlebih dahulu!)”

__ADS_1


“Hyah!”


Kobaran energi Ki semakin menguat seiring waktu. Udara di sekitar terasa berubah seperti menjadi lebih berat.


“Akan kuselesaikan ini dengan cepat. Satu serangan penuh untuk melumpukanmu!”


Guan Liu mendorong tubuhnya sekuat tenaga. Dia melesat dengan kecepatan penuh sembari mengayunkan lengannya.


Wush!


“(Kena kau!)”


Tepat di depan mata sasarannya. Begitu Guan Liu mengira dia akan bisa mendaratkan pukulan telak, Xiao Lin bereaksi dengan cepat.


Pergerakannya terlihat begitu elegan dan tenang. Bagai aliran air yang mengikuti arus energi Ki di sekitarnya.


“(Apa … yang-!)”


Dan sebelum Guan Liu menyadarinya, Xiao Lin telah mengunci pergerakannya. Lengannya di tarik ke belakang sembari tubuhnya dibanting ke tanah dalam keadaan tengkurap.


Bruak!


“(Eh, sejak kapan-!)”


“Ugh!” erang Guan Liu yang memberontak.


Namun, posisi Xiao Lin saat itu sama sekali tidak bergeming menahannya.


“Hah?! Kau pikir aku butuh belas kasihanmu, hanya karena kau cucu dari tetua Khan?!” bentak Guan Liu.


Walau Guan Liu terus berusaha memberontak, Xiao Lin tetap menahannya tanpa memberikan celah sama sekali. Sampai pada akhirnya, Bai Ling sebagai pengawas pertarungan pun datang dan membuat keputusan.


“Pertarungan keempat telah selesai. Pemenangnya, Xiao Lin!”


Waa!


Penonton bersorak meriah melihat apa yang terjadi didepan mata mereka. Tak henti meneriakan nama Xiao Lin yang baru saja memperlihatkan pergerakan yang diluar dugaan.


Tak terpungkiri, bahwa Liu Siyue bahkan sampai terkesan melihat Xiao Lin saat itu. Dari luar, dia terlihat seperti gadis lemah lembut. Nyatanya, dia lebih terlihat seperti sebuah tanaman Venus yang melahap musuhnya dengan perangkap manis.


“Tidak kusangka kak Xiao Lin akan bisa menang semudah itu.”


Dia mengganti arah pandangannya kepada Liu Shan yang duduk di sampingnya. Mengingat bahwa dia pernah mengatakan hasil pertarungan tersebut.


“Kakak, sebelumnya kau bilang kalau kak Lin akan menang. Kau tahu darimana?” tanya Liu Siyue.


Liu Shan menatapnya sejenak. Lalu dia berbalik menoleh ke arah arena sembari menjelaskan maksudnya.


“Guan Liu berada dalam tingkat kultivasi di bawah Xiao Lin, itu saja.”


“Di bawah? Setauku, Xiao Lin itu ada di petarung jenderal bintang empat. Sama seperti Guan Liu,” sahut Hao Fenhua dari belakang.

__ADS_1


“Itu dulu. Tapi, sekarang Xiao Lin sudah menjadi petarung master bintang satu.”


Berbeda dengan Liu Siyue yang membuka lebar kedua mata seolah tak percaya, Hao Fenhua justru menghela nafas panjang sembari bersandar di kursinya.


“Petarung master bintang satu?!” sahut Liu Siyue.


“Haisshh, pantas saja dia bisa melakukan pergerakan semacam tadi,” gumam Hao Fenhua.


“Tunggu dulu. Kalau memang kak Lin ada di tingkat itu, gimana caranya kakak jelaskan tentang auranya? Semakin tinggi tingkat kultivasi seseorang, maka dia akan memberikan aura dan tekanan yang berbeda bukan?” tanya Liu Siyue.


“Benar. Tapi, ada pengecualian. Bagi mereka yang dapat mengontrol Ki mereka dengan baik, maka untuk meredam kekuatan itu bukanlah hal yang sulit,” jawab Liu Shan.


Hao Fenhua yang dari belakang pun kembali menyahut.


“Benar juga. Tidak enak juga kan kalau misalnya sedang berbincang dengan orang, kau malah jadi tertekan hanya dengan aura Ki nya yang tidak bisa di kontrol. Tapi kurasa, nona Xiao Lin memilih untuk menyembunyikan kekuatannya, karena dia memang tidak ingin terlalu memerkan diri saja,” sambung Hao Fenhua.


Liu Shan menarik kembali pandangannya ke depan. Di arah arena yang telah selesai pertarungan keempat, Xiao Lin berbalik jalan untuk keluar dari sana. Sedangkan Guan Liu yang beranjak berdiri pun menggertakan gigi dengan kuat.


“(Sial, sial, sial. Lagi dan lagi, aku terus dipermalukan oleh mereka semua. Aku tidak terima. Aku tidak terima semua ini!)”


Guan Liu berbalik dan mengumpulkan sejumlah energi Ki ke dalam tubuhnya. Respon aura Ki yang terasa merubah suasana udara di sana telah membuat Liu Shan dan orang-orang disekitar menyadari sesuatu.


“Dia ini-!” gerutu Liu Shan yang menggeretakan gigi.


“Huoo!!” teriak Guan Liu sembari berlari mengejar Xiao Lin.


“Apa-!” gumam Xiao Lin yang berbalik terkejut.


Rasa kesal melihat Guan Liu saja sudah membuatnya paham, kalau tujuan Guan Liu mengumpulkan energi Ki itu adalah untuk menyerang Xiao Lin dari belakang.


Namun, sebelum hal itu terjadi, Bai Ling datang dengan cepat di hadapan Guan Liu.


“Uckh!”


“Pertarungannya sudah selesai. Kalau kau masih ingin berbuat aneh-aneh lagi, maka ….”


Bai Ling menempelkan dua jarinya di dahi Guan Liu.


“Aku harus memaksamu untuk tidur.”


Deg!


Gejolak energi Ki datang memasuki tubuh Guan Liu. Aliran di dalam tubuhnya seperti rusak seketika dan membuat tubuhnya pingsan dalam sekejap mata.


Bruk!


Dia terjatuh terkapar di atas arena. Tim medis bergegas membawanya pergi keluar arena. Dengan cepat, Bai Ling mengambil alih situasi.


“Maaf ya, semuanya untuk barusan. Nona Xiao Lin, anda dipersilahkan untuk istirahat. Kalau ada luka, boleh diperiksa ke tim medis ya,” ucap Bai Ling.


“Ba-baiklah. Terima kasih, nona Bai Ling,” sahut Xiao Lin.

__ADS_1


Setelah Xiao Lin keluar dari arena, Bai Ling langsung melanjutkan acara turnamennya.


__ADS_2