Endless System

Endless System
Bab 71


__ADS_3

Liu Shan dan Xiao Lin berjalan bersama untuk segera keluar dan menyelesaikan pelatihan tersebut. Tetapi seiring perjalanan, Liu Shan terlihat terus diam saja dan pikirannya terbang memikirkan hal lain.


Xiao Lin sebenarnya sudah menyadari hal itu. Tetapi, dia memilih untuk diam saja karena masih malu memikirkan kejadian sebelumnya.


“(Uwaa! A-apa yang kupikirkan?! Kenapa aku … kenapa saat itu… aku ingin menciumnya?!! AHHH!!! Kuharap dia tidak memikirkan hal itu. Tolonglah dewa, buat Shan melupakan hal itu!)”


Entah lupa dengan dunia di sekitarnya. Xiong yang melihat nona nya menggelengkan kepalanya penuh wajah yang memerah seperti tomat, langsung memanggilnya.


“Nona,” panggil Xiong.


“A-ah! A-ada apa, Xiong?” sahut Xiao Lin.


Xiong mendekati telinga Xiao Lin dan berbisik pelan padanya.


“Nona, apa nona tidak merasa kalau tuan Liu Shan sedikit aneh?” tanya Xiong.


“Eh?”


“Lihatlah. Sejak tadi dia terus diam saja, dan bahkan tatapan matanya itu terlihat jelas kalau dia sedang memikirkan sesuatu.”


Ketika Xiao Lin mencuri pandang pada Liu Shan, dia menjadi semakin pada dirinya dan juga Xiong.


“Nona, cobalah ajak dia bicara. Aku merasa kalau memang ada sesuatu yang menganggunya” ujar Xiong


“E-eh, kenapa aku?!” sahut Xiao Lin dengan malu-malu.


“Tentu saja karena tidak ada orang lain disini selain nona sendiri. Sudahlah, ayo nona!” ucap Xiong.


Dengan dorongan Xiong, Xiao Lin pun mengumpulkan keberanian untuk membuka percakapan pada Liu Shan. Namun sebelum itu, Liu Shan yang sejak tadi terdiam saja sebenarnya sedang berjalan sembari melihat panel statusnya sendiri.


[ Nama : Liu Shan ]


[ Level : 70 ]


[ HP : 30000/30000 ]


[ MP : 2000/2000 ]


[ Title : Alchemist ]


[ Tingkat kultivasi : Petarung master bintang dua ]


[ Kelas : Petarung ]


[ Kekuatan : 72 ]


[ Daya Tahan : 60 ]


[ Kelincahan :52 ]


[ Kecepatan : 52 ]


[ Pengetahuan : 66 ]


[ Skill :


- Penghakiman telapak bumi : MP - 200 ( Level 2 )


Deksripsi : Pengumpulan energi Ki yang di pusatkan ke dalam telapak tangan. Di keluarkan menjadi serangan mematikan yang dapat menghancurkan tubuh lawannya


- Penghakiman telapak bumi beruntun : MP - 300


Deksripsi : Teknik dasar dari penghakiman telapak bumi yang di kembangkan untuk meluncurkan serangan beruntun


- Sprint : MP – 50


Deskripsi : Skill yang di gunakan untuk meningkatkan pergerakan dan percepatan tubuh(Poin status kecepatan dan kelincahan +50 selama satu menit).


- Bloodlust : MP -100


Deksripsi : Menggunakan energi Ki yang kuat terhadap target tertentu dan membuat mereka ke dalam status ‘takut’ selama satu menit.


Efek :


- Target yang terkena skill ini tidak akan bisa bergerak selama lima detik


- Target akan kehilangan status mereka sebanyak -50%


- Tiga pukulan beruntun -  150 MP


Deksripsi : Tiga pukulan yang di kerahkan dengan melakukan tiga gerakan dan bentuk yang berbeda. Pukulan pertama berupa pukulan telapak tangan. Pukulan kedua, pukulan tangan membuka. Pukulan terakhir berupa kepalan tangan yang kuat


- Absolute Shield : MP -300


Deksripsi : pemain akan mendapatkan sebuah tameng berlapis energi Ki yang tak kasat mata. Tingkat kekohonan tameng Ki tidaklah terbatas. Sekuat apapun serangan yang di terima, akan bisa di netralisir dan di tahan oleh skill ini


- Kekebalan racun (pasif)


Deskripsi : pemain mendapatkan kekebalan racun ketika masuk ke dalam tubuhnya. Tidak ada racun yang bisa menyakiti tubuh pemain dengan skill ini. (Skill akan aktif secara otomatis ketika ada racun masuk ke dalam tubuh)


- Teknik bela diri : Panas mentari terbit - 200 MP

__ADS_1


Deskripsi : Pengumpulan energi Ki yang dahsyat di satu bagian tubuh pemain. Merubah dasar energi Ki menjadi kobaran api yang melapisi serangan telak ]


Dari beberapa skill yang dia punya, setelah pertarungan dengan Xuan Wudan itu memberikan keuntungan baginya. Dia mendapatkan dua skill baru dengan kegunaan yang berbeda. Dan salah satunya memiliki kemampuan unik.


“(Kekebalan racun. Aku beruntung sekali bisa dapat skill ini diambang kematianku. Kalau saja aku mati saat itu … untuk apa aku dapat kesempatan kedua?)”


Liu Shan membatin kebingungan sendirian. Dia memikirkan tujuan Xuan Wudan yang berniat untuk membunuhnya. Kemungkinan besar pikirnya, itu berasal karena dia telah menumpahkan darah di dalam hutan Shenmi.


Dia mengingat dirinya saat masih menjadi seorang agen rahasia. Liu Shan bukanlah sembarang agen rahasia pada umumnya. Sifatnya yang seperti pembunuh berdarah dingin itu membuatnya memiliki reputasi hebat dalam menyelesaikan misi paling berbahaya di bumi.


Sudah wajar kalau sifatnya itu memang akan menempel pada dirinya. Namun, tidak di bumi ataupun di dunia pararel ini, Liu Shan menyadari bahwa sifatnya saat itu mengundang banyak konflik


“(Aku … terlahir kembali ke dunia ini untuk menjadi lebih baik. Xuan Wudan … kata-katanya mungkin ada benarnya)”


Di kala Liu Shan sedang melayang pada pikirannya sendiri, tiba-tiba saja suara lembut Xiao Lin masuk ke dalam telinganya.


“A-anu … Shan?” panggil Xiao Lin.


Liu Shan yang mendengarnya sontak terlihat terkejut dan berbalik menghadapnya.


“A-ah, ada apa Lin’er?”


“Kira-kira berapa lama lagi ya bisa keluar dari hutan?”


“Hm … entahlah. Tetapi dengan hutan seluas ini, bisa saja kita tersesat dan berjalan memutar terus menerus”


“Te-tersesat?! To-tolong jangan menakut-nakutiku seperti itu!”


“Tidak apa. Lagipula kalau kita tersesat, pasti para guru dan petinggi akademi akan menolong kita,”


“Be-benar juga ya….”


Xiao Lin menunduk malu karena topik perbicangan yang dia bawa terlihat membuatnya seperti orang bodoh. Tetapi, Liu Shan saat itu tersenyum tipis karena menyadari niat baiknya.


“Terima kasih, Lin’er,” ucap Liu Shan.


“Kenapa?”


“Kau berbicara denganku karena merasa khawatir kan?”


“E-eh?!”


“Jujur saja, daritadi aku sedikit heran oleh perbuatan Xuan Wudan. Dia membawaku ke alam dewa miliknya, dan memiliki hasrat membunuh yang bahkan membuatku terpojok. Tetapi, tiba-tiba saja dia bilang kalau dia tidak lagi tertarik untuk membunuhku lagi. Sejak tadi aku berpikir, apa yang membuatnya berubah pikiran?”


Ternyata itulah yang Liu Shan pikiran daritadi. Tetapi, walau sudah tahu apa yang dia pikirkan, bukan berarti Xiao Lin tahu solusinya. Karena Xuan Wudan sendiri tidak pernah memberitahu apa-apa padanya ataupun Liu Shan.


“Maaf, tetapi aku juga … tidak tahu,” lirih Xiao Lin.


Mendengar kata-kata dari Liu Shan membuat perasaan hangat mengalir dalam hati dan tubuh Xiao Lin. Dia langsung tersenyum lebar tepat di hadapan Liu Shan bagaikan mentari.


“Iya. Sama-sama, Shan.”


Di tengah percakapan itu, tiba-tiba saja Xiong yang sedang duduk tenang di atas bahu Xiao Lin langsung beranjak bangun.


Hidungnya yang bergerak seolah mencium sesuatu di dekatnya.


“Nona. Kita sudah sampai.”


Ucapan Xiong membuat mereka berdua menarik pandangannya dan menatap ke depan. Langkah kaki yang tak berhenti menuntun mereka keluar dan berada di tujuan sisi balik hutan Shenmi.


Lapangan rumut hijau yang luas. Hembusan angin sejuk yang menanangkan. Tetapi, yang telah sampai di sana bukanlah mereka saja. Liu Shan yang melihat mereka semua pun menghitung jumlah mereka.


“Sudah ada sekitar 16 orang di sini)” batin Liu Shan.


“Wah, jadi ini sisi balik hutannya?!” ucap Xiao Lin.


“Kelihatannya kita bukan yang pertama kali selesai” gumam Liu Shan.


Di saat Liu Shan sedang melihat-lihat orang yang ada di sana, tatapan matanya terhenti ketika merasakan sebuah energi Ki yang cukup kuat. Di sana dia melihat seorang laki-laki yang berdiri seorang diri dengan wajah dingin.


[ Nama : Tang Shin ]


[ Umur : 21 tahun ]


[ Tingkat kultivasi : petarung master bintang dua ]


Ketika sedang membaca statusnya, tiba-tiba datang seekor burung berbulu merah yang hinggap di atas bahunya.


[ Nama : Qin ]


[ Hewan : Burung Rajawali ]


[ Tingkat : Mythical ]


Saat melihat tingkat dan identitas burung itu, Liu Shan tersenyum tipis.


“(Heeh … jadi ada yang berhasil membuat kontrak selain Lin’er ya. Menarik sekali)” batin Liu Shan.


Di kala Liu Shan sedang terfokus padanya, Xiao Lin yang berdiri di samping langsung menarik pakaiannya.


“Shan. Shan!” panggil Xiao Lin.

__ADS_1


“A-ah, apa?” sahut Liu Shan.


“Lihat,” ucap Xiao Lin sembari menunjuk ke sampingnya.


Liu Shan langsung mengangkat pandangannya dan mengarah pada jari yang Xiao Lin menunjuk.


“Kakak!”


Liu Shan mengenali suara itu bahkan sebelum seluruh matanya memandang ke depan. Dan tentu saja, senyuman tipis langsung terbentuk di wajahnya tanpa harus memastikan wajah yang memanggilnya.


“Liu Siyue,” gumam Liu Shan.


Saat memandang ke depan, Liu Shan melihat di belakang Liu Siyue ada Hao Fenhua yang berjalan bersamanya.


“Kalian berdua bersama?” tanya Liu Shan.


“Hei, hei. Sebelum kau ingin membunuhku karena berduaan dengan adikmu yang cantik dan seksi ini. Izinkan aku untuk menjelaskan situasinya dulu,” sahut Hao Fenhua yang begitu defensif.


Namun, bukan Liu Shan lah yang marah lebih dulu. Tetapi Liu Siyue sendiri yang langsung melemparkan tinjunya ke wajah Hao Fenhua.


Buaak!!


“Uagh! U-untuk apa-!”


Kata-katanya terhenti sebelum sampai akhir. Hao Fenhua yang mengangkat pandangan dan menatap ke arah Liu Siyue langsung merinding tak karuan ketika melihat tatapan tajam dan gertakan tangannya.


“Mulutmu itu tidak bisa di tahan untuk tidak bicara ya? Apa perlu aku bantu untuk bungkam?!”


“Uwaa!! Shan!!”


Hao Fenhua berlari ketakutan dan bersembunyi di belakang Liu Shan.


“Haahh … Sudahlah Liu Siyue, memang dia orangnya seperti itu,” bujuk Liu Shan.


“Hmph!” kesal Liu Siyue sembari membuang muka.


“Hei, aku ini korban di sini tahu. Khawatir sedikit kek!” sahut Hao Fenhua.


“Yang penting kalian baik-baik saja, itu sudah cukup” sahut Liu Shan sembari menepuk kepala adiknya


Tangan yang besar dan gagah, perasaan nostalgia juga mengalir ketika Liu Siyue merasakan tangan Liu Shan mengusap kepalanya. Tetapi, bagi Liu Siyue yang sudah berumur 17 tahun pun langsung menunduk untuk menutupi wajahnya yang memerah malu.


Tak lama kemudian, Xiao Lin ikut menimbrung dengan mereka.


“Hei, adik Jia. Bagaimana dengan pelatihanmu? Apa kau mendapatkan banyak liontin?” tanya Xiao Lin.


“Hm … aku mendapatkan … 31 liontin!” sahut Liu Siyue sembari menarik keluar liontinnya.


“Ah! Banyak sekali!” kejut Xiao Lin.


“Hehe, kak Lin terlalu memujiku” sahut Liu Siyue.


Berbicara dengan Xiao Lin membuat perhatian Liu Siyue yang sedang menatapnya langsung teralihkan ketika melihat Xiong yang berada di atas bahunya. Kedua mata Liu Siyue sontak membuka lebar dan penuh perasaan gemas.


“Uwaa, lu-lucu sekali!” ucap Liu Siyue.


“E-eh?!” sahut Xiong.


“Kak Lin, apa jangan-jangan hewan mistis ini membuat kontrak dengan kakak?!” tanya Liu Siyue.


“Benar sekali,” jawab Xiao Lin.


Secara refleks, Liu Siyue mengelus-ngelus bulu halus milik Xiong. Walaupun pada awalnya sempat merasa ragu dan tidak nyaman, tetapi saat merasakannya sendiri langsung membuat Xiong ketagihan.


Alih-alih dari apa yang sedang di lakukannya, tiba-tiba saja Liu Siyue teringat akan liontin pelatihan itu.


“Ah. Ngomong-ngomong, bagaimana dengan kak Lin? Berapa liontin yang kakak kumpulkan?” tanya Liu Siyue


“Aku hanya mendapatkan 29 liontin,” sambung Xiao Lin.


Di kala perbincangan sedang mengarah pada liontin, tiba-tiba saja Liu Siyue menarik pandangannya ke arah Liu Shan dengan malu-malu.


“Ka-kalau kakak … punya kakak ada berapa?” tanya Liu Siyue.


“Hm? Ah … sekitar 38 liontin.”


Sempat tertegun untuk saat. Berbeda dengan Xiao Lin yang sudah bersama Liu Shan di dalam pelatihan, Hao Fenhua dan juga Liu Siyue sontak terkejut mendengarnya. Terlebih lagi untuk Liu Siyue yang memandang takjub pada kakaknya yang hebat.


“38 … liontin?!” sahut Hao Fenhua.


“I-iya … kenapa?” tanya Liu Shan.


“Kau ini monster atau apa? Bahkan Liu Siyue saja sudah hebat, tetapi kau bisa jauh lebih dari itu,” ucap Hao Fenhua.


“Kau berlebihan tahu. Lagipula, pasti akan ada orang yang memiliki liontin lebih banyak dariku,” ujar Liu Shan


Wush!!


Hembusan angin sejuk tiba-tiba saja berubah dengan cepat. Hawa dan suasana terasa sangat berbeda dan membuat semua yang ada di sana menjadi waspada. Tak hanya Liu Shan, tetapi seluruh peserta yang berhasil lolos di dalam pelatihan itu langsung menoleh ke satu arah yang sama, yaitu ke dalam hutan Shenmi.


Tak lama dari hal tersebut, tiba-tiba saja tiga orang telah keluar dari dalam hutan Shenmi. Dan orang itu bukanlah lain dari petinggi akademi pengawas pelatihan mistis. Mereka adalah Qing Yao, Sheng Tong dan Bai Ling.

__ADS_1


“Semuanya sudah sampai ya,” ucap Qing Yao.


__ADS_2