Endless System

Endless System
Bab 61


__ADS_3

“Graa!!!” raung beruang raksasa


“Be-beruang itu … melindunginya?!” gumam Liu Shan.


Xiao Lin tidak bisa berkata-kata selain takjub sekaligus takut melihat beruang itu sudah bangkit lagi. Tatapan matanya yang begitu besar melirik ke bawah di mana Xiao Lin sedang berdiri.


Beruang itu membuka lebar-lebar mulutnya yang penuh dengan taring tajam. Xiao Lin yang memejamkan matanya karena ketakutan, tiba-tiba saja mendengar suara yang begitu nyaring bunyinya.


Klang…!!


Suara dari rantai Ki yang di buat oleh Feng Bufan telah di hancurkan oleh beruang raksasa itu. Xiao Lin yang lengan kanannya telah terbebaskan pun merasa terkejut dan membuka lebar kedua matanya.


“Ta-tanganku bebas. Ka-kau membantuku?”


Entah apa yang telah membuatnya berubah, tetapi beruang raksasa itu menundukkan kepalanya dan bersikap manja pada Xiao Lin. Seolah seekor peliharaan yang sedang ingin meminta perhatian pada majikannya.


“E-eh … a-ada apa?!”


“Grrr.”


Bulu coklatnya yang halus itu menempel pada tubuh Xiao Lin dan di gesek tiada henti. Hal itu menunjukan betapa sayang dan menyukainya beruang itu terhadap Xiao Lin.


Perlahan melihat sikap manja dari beruang itu, membuat Xiao Lin secara inisiatif mengelus kepala dan bulu coklatnya yang halus.


“Sudah sudah … tidak apa. Tidak ada yang menyakitimu lagi.”


Alih-alih dari Xiao Lin yang sedang meladeni beruang manja itu, Liu Shan menghela nafas lega karena melihat bahwa situasinya telah berbalik aman untuk Xiao Lin. Namun, semuanya belum selesai begitu saja.


Suara dari gesekan tanah dan semak-semak yang berbunyi di belakangnya, membuat Liu Shan menoleh ke arah sana.


Dia melihat adanya Feng Bufan yang terkapar  dan berusaha untuk bangkit penuh luka setelah terhempas dari pukulan beruang raksasa itu.


“Ugh, tidak mungkin aku di hina oleh seorang gadis lemah dan hewan tak punya akal!” gerutu Feng Bufan.


“Grr!!”


Insting dari beruang itu langsung aktif kembali karena merasakan ancaman dan niat jahat dari Feng Bufan. Taringnya yang di keluarkan dan dia mengerang penuh amarah berusaha di tenangkan oleh Xiao Lin.


“Tenanglah, jangan marah!” ucap Xiao Lin


“Graa!” raung beruang raksasa


Melihat Xiao Lin dan beruang raksasa itu terlihat akrab, membuat Feng Bufan semakin kesal.


Matanya yang menatap tajam dan tangan yang berusaha di angkat sembari membuka telapak tangannya.


“Kalian berdua … kalian berdua tidak akan lolos begitu saja. Aku akan menarik kalian untuk tumbang bersamaku!”

__ADS_1


Klang klang!!!


Rantai Ki yang di keluarkan dari jari-jemari milik Feng Bufan langsung menerjang ke arah mereka berdua. Beruang itu sudah menjadi semakin ganas dan ingin melawan balik.


Tetapi, rantai-rantai itu di hentikan dengan mudah oleh satu lengan Liu Shan.


Trang!!


Lima jemari, berarti ada lima rantai. Dan Liu Shan menahannya dengan satu lengan yang membuat semua rantai itu terlilit di lengannya.


Tatapan matanya yang begitu dingin dan aksi yang menahan serangannya membuat semua orang terkejut.


“Lima menit sudah lewat.”


Klang…!!


Liu Shan menarik rantai Ki tersebut dan membuat Feng Bufan tertarik ke arahnya.


Greb…!!


Lehernya di cekik dan di angkat ketika masuk ke dalam genggamannya. Liu Shan tidak berbelas kasihan dan bahkan membuat Feng Bufan meronta karena kesulitan bernafas.


“A-aacckhh, le-lepaskan!!”


“Kau sudah kalah. Oleh seorang gadis dan beruang raksasa. Pertarungannya sudah berakhir….”


“Tidak peduli.”


Liu Shan menjawab dengan dingin karena memang pada dasarnya dia tidak peduli sama sekali.Dengan cekikannya saat itu, Liu Shan menekan salah satu saraf di leher Feng Bufan dan membuatnya kehilangan kesadaran.


Urat dan seluruh ototnya yang meronta sejak awal langsung melemas. Kepalanya langsung menunduk seolah mengantuk. Liu Shan yang melihat hal itu langsung melepaskan cekikannya dan membiarkan Feng Bufan terjatuh begitu saja di permukaan tanah.


Membalikan pandangannya seolah tak tertarik, Liu Shan mengganti arah pandangannya kepada Xiao Lin yang berdiri bersama beruang raksasa itu. Dia berjalan perlahan menghampiri beruang itu yang masih bermanja pada Xiao Lin.


“Sudah sudah … orang jahat itu sudah tidak ada lagi,” ucap Xiao Lin.


“Tak kusangka beruang ini bisa jinak olehmu,” sahut Liu Shan.


“Jinak? Ti-tidak tidak, kurasa dia hanya ketakutan.”


Xiao Lin menolak pernyataan kalau beruang itu jinak padanya. Tetapi, argumen Liu Shan di perkuat dengan tubuh beruang kecil itu yang mengecil secara tiba-tiba. Berubah layaknya bayi beruang yang mungil seperti sebelumnya, dan melompat tepat ke atas pelukan Xiao Lin.


“Grawr grawr.”


Beruang itu meraung kecil dan terlihat sangat lucu. Bahkan membuat Liu Shan dan Xiao Lin secara refleks tersenyum senang melihatnya.


Di sisi lain, beruang itu semakin liar dalam bermain di dalam pelukan Xiao Lin. Bulunya yang lembut itu bermain berguling-gulingan di atas pelukannya dan juga dada Xiao Lin yang terbilang cukup besar.

__ADS_1


“Hahaha! Itu geli tahu, dasar beruang nakal!”


“Grawr grawr…!!”


Liu Shan yang melihat pemandangan tersebut sempat tergoda terhadap dada Xiao Lin yang terus bergoyang karena ulah beruang kecil itu.


Boing…boing…!!


Dia langsung melirik ke samping agar menutupi wajahnya yang sedikit memerah.


“(Woah, beruang itu benar-benar membuat daya tarik milik Xiao Lin bersinar. Tu-tunggu dulu, apa yang aku pikirkan?!)”


Alih-alih darinya yang sedang menutupi perasaan malunya, Xiao Lin yang menatap khawatir pada Liu Shan terus saja terdiam pun memanggilnya dengan lembut.


“Shan? Kau tidak apa?” tanya Xiao Lin sembari muncul tepat di wajahnya


“A-ah… ti-tidak apa-apa….”


Tak henti bagi mata Liu Shan untuk terus mencuri pandang ke dada Xiao Lin yang begitu besar dan empuk kelihatannya. Namanya juga insting laki-laki, tidak bisa di pungkiri kalau matanya akan sempat mencuri kesempatan walau iman Liu Shan terbilang kuat dan kadang tak terlalu peduli dengan hal seksual.


Di kala perasaan canggung sedang mengalir dalam diri Liu Shan, dan Xiao Lin di penuhi kebingungan sembari menatapnya. Liu Shan berusaha untuk menarik topik dan suasana kembali seperti normal.


“E-ehem… aah, Lin’er. Beruang ini kelihatannya sangat menyukaimu, apa kau tidak ingin mencoba untuk membuat kontrak dengannya?” tanya Liu Shan


Kedua mata Xiao Lin terbuka lebar ketika mendengar hal tersebut. Seharusnya dia merasa bahagia karena dengan membuat kontrak dengan beruang itu, dia bisa mendapatkan kekuatan kultivasi yang lebih tinggi dalam sekejap, dan memiliki rekan yang dapat di andalkan kapan saja.


Tetapi, hal itu tidak terasa bagi Xiao Lin. Dia melihat kontrak antar hewan mistis dan manusia itu hanya seperti belenggu bagi para hewan. Karena mereka di paksa untuk mengikuti dan menuruti perintah dari manusia. Dan juga, Xiao Lin telah melihat banyak orang yang berada di tingkat kultivasi tinggi dengan cara memperlakukan para hewan mistis itu seperti sebatas sumber kekuatan saja.


Dan semua pikirannya yang menyatu saat itu, membuatnya mendapatkan sebuah kesimpulan.


“Aku… aku tidak mau….” Ucap Xiao Lin


Liu Shan tertegun diam dengan kedua mata yang terbuka lebar ketika mendengar ucapan Xiao Lin. Tak hanya dirinya, tetapi beruang kecil itu terlihat seperti sedikit kecewa menatapnya.


“Kenapa? Bukankah itu kesempatan yang bagus?”


“Aku tahu. Tetapi, melihat para hewan mistis yang di buat kontrak denganku, hanya akan membuat hidup mereka terbelenggu dan tidak bebas seperti biasa. Mereka memiliki hak untuk hidup bebas, oleh karena itu aku tidak mau membuat kontrak dengan mereka”


Penjelasan singkat dari Xiao Lin membuat Liu Shan sepaham untuk sesaat. Dia tak bisa berkomentar banyak, karena itu sudah menjadi keputusan Xiao Lin.


Namun, berbeda dengan beruang itu sendiri. Dia terlihat seperti tak senang dengan keputusan Xiao Lin dan langsung melompat turun dari pelukannya.


“Grr..!!”


“E-eh… beruang kecil, apa yang kau lakukan?!”


Beruang kecil itu berdiri dengan keempat kakinya tepat di depan Xiao Lin. Mata yang di buka secara tiba-tiba itu memunculkan sebuah pancaran energi Ki yang begitu kuat, dan diikuti oleh sebuah lingkaran energi yang memiliki ukiran rumit.

__ADS_1


Sring…!!


__ADS_2