Endless System

Endless System
Bab 23


__ADS_3

Melihat perubahan drastis dari aura serta wujud Lian Ping membuat semua orang yang menyaksikannya dalam arena itu terheran. Kedua mata yang melebar and mulut yang terbuka seolah tak bisa mengeluarkan sepatah kata apapun terjadi sama rata oleh setiap orang yang ada.


Begitu juga dengan Liu Shan yang terus menerus merasakan tatapan penuh hasrat membunuh yang tertuju ke arahnya dari kedua mata Lian Ping. Taringnya yang begitu tajam terlihat memanjang keluar seperti taring harimau dan dirinya menyeringai lebar menatapnya.


“Haah … Kau terkejut ya, Liu Shan?” gerutu Lian Ping.


“Lian Ping, apa yang kau lakukan?” tanya Liu Shan sembari mencari posisi langkah kakinya yang berkuda-kuda waspada.


Di sisi lain, Lian Ping mengangkat lengannya dan melihat aura hitam pekat yang mengalir di sekujur lengannya dan tubuhnya itu. Dia merasa sangat puas seperti mendapatkan anugerah yang begitu dahsyat setelah memakan pil hitam itu.


“Khuhu! Apa yang aku lakukan, bukankah itu sudah jelas? Aku memakan pil iblis untuk meningkatkan kemampuanku menjadi petarung jenderal bintang satu!”


Liu Shan langsung membuka lebar kedua matanya lebih lagi ketika mendengar ucapan Lian Ping. Dia bereskpresi seolah dirinya sangatlah terkejut, mengapa?


Ucapan Lian ping menyebutkan sesuatu tentang pil iblis. Hanya ada satu pil yang di lempar oleh Lian Ping ke dalam mulutnya, dan sudah pasti dia membicarakan pil yang sama.


Melihat raut wajah Liu Shan yang semakin di banjiri keringat dingin, membuat Lian Ping semakin menyeringai lebar seolah puas melihat ekspresinya itu.


“Hahaha! Menyenangkan sekali melihat orang lemah ketakutan. Terutama kau, Liu Shan!”


Lian Ping membungkuk dan meletakkan kedua tangannya di tanah dan berpose seperti harimau yang akan bersiap untuk melompat ke arah mangsanya.


Liu Shan yang melihat posisi kuda-kuda Lian Ping yang aneh pun segera menarik mundur satu langkah kakinya dan berkuda-kuda waspada.


“Tenang saja Liu Shan. Setelah kau mati, akan kupastikan aku akan merawat adikmu baik-baik”


Dahi Liu Shan mengerut kesal ketika mendengar ucapan Lian Ping. Karena di dalam ucapannya itu, tersirat sebuah niat jahat dan licik di dalamnya. Liu Shan yang tidak akan pernah terima adiknya untuk jatuh ke tangan seseorang sepertinya, sontak mendorong tubuhnya sekuat tenaga menggunakan kedua kakinya.


GRAKK!!


Tanah yang dia pijak sebelumnya menjadi hancur dan retak, sedangkan dia melesat maju ke arah Lian Ping dengan tinju yang di ayunkan ke arahnya. Lian Ping bergerak sama dengannya, dan saling melesat ke arah satu sama lain.


Dan ketika mereka bertemu depan mata, keduanya saling melemparkan tinju mereka dan beradu satu sama lain.


Buaaakk!


Hentakan kuat dari kedua serangan yang saling beradu sanggup membuat hempasan angin kuat di sekitar arena tersebut. Seluruh penonton yang berada di sana sontak terkejut dan bahkan berusaha untuk bertahan di posisinya agar tak terbawa hempasan angin mereka.


Di sisi lain, Liu Shan yang telah mengerahkan seluruh tenaganya untuk memukul ke arah Lian Ping, ternyata terlihat tak efektif sama sekali. Bahkan tinju mereka berdua masih saling bersentuhan dan Lian Ping menyeringai lebar menatap ke arahnya.


“Apa?!” gumam Liu Shan


“Terkejut? Aku juga sama!” sahut Lian Ping


Lian Ping menggunakan satu tangannya lagi untuk menangkap lengan Liu Shan yang di gunakan untuk beradu tinju dengannya. Dan ketika dia memegangnya, Lian Ping tiada belas kasih dalam mengangkat dan membanting Liu Shan ke belakangnya.

__ADS_1


Bruk!


“Ackh!” erang Liu Shan yang terbanting keras


Tanah yang menopang tubuhnya saat itu bahkan sampai retak, hal itu menunjukan seberapa kerasnya Lian Ping membantingnya.


Liu Shan menyadari bahwa kekuatan Lian Ping meningkat drastis karena mamakan pil itu. Dan saat dia membuka kedua matanya lagi, dia sudah melihat ayunan tinju yang kembali mengarah padanya dari atas.


Liu Shan segera berguling ke samping dan menghindari pukulan yang sanggup membuat tanah itu berlubang. Dari posisi bergulingnya itu, dia berusaha kembali bangkit dengan kedua kakinya secepat mungkin.


Namun, hal itu juga sama bagi Lian Ping. Dia menarik keluar tangannya dari tanah yang dia lubangi itu dan langsung melesat ke arah Liu Shan lagi.


Tinju demi tinju di ayunkannya. Pergerakan Lian Ping semakin cepat dan kuat seiring waktu, sedangkan Liu Shan tidak memiliki pilihan selain menghindar dan berusaha menahan setiap pukulan yang datang.


“Ugh!” erang Liu Shan yang semakin kesulitan


“Ada apa, Liu Shan?! Bukankah sebelumnya kau sangat sombong?! Kemana semua sifat aroganmu itu sekarang?!” teriak Lian Ping


Di satu kesempatan Lian Ping menghantam pertahanan Liu Shan hingga terbuka lebar. Dan dia menyatukan kedua lengannya dan di ayunkan dari atas secara bersamaan.


Liu Shan yang melihat pergerakan itu masih sempat dalam memasang pertahanan dengan kedua lengan di atas kepalanya.


BRUAAKK!!


“Urggh!” erang Liu Shan yang berusaha untuk menahan kekuatan luar biasa itu


“Serangga keras kepala. Kau benar-benar berusaha bertarung sampai akhir ya!” Lian Ping menyahut kesal karena melihat Liu Shan yang masih bersikeras untuk melawannya


“Tidak akan….” Gumam Liu Shan


Gumamannya itu tertutupi oleh kerasnya suara retakan tanah di sekitarnya. Lian Ping yang berada di atasnya pun menyahut kebingungan.


“Hah?”


Dan di kesempatan itu, Liu Shan mengangkat wajahnya dan menatap tajam ke arah Lian Ping.


“Adikku, tidak akan kuserahkan padamu!”


Sorotan mata dan teriakannya itu benar-benar menyatu antar satu sama lain. Itu adalah bentuk semangat Liu Shan yang masih belum menyerah.


Lian Ping yang melihatnya seperti itu pun tak peduli lagi dan semakin memperkuat dorongan tangannya untuk menghancurkan Liu Shan.


“Terserah kau!”


Dorongan yang semakin kuat itu dapat terasa oleh Liu Shan yang semakin terdorong lebih dalam ke tanah yang dia pijak. Dan sebelum hal itu terjadi lebih lanjut, dia memiringkan tubuhnya dan menyelengkat kedua kaki Lian Ping hingga tak lagi terpijak di tanah.

__ADS_1


Lian Ping membuka kedua matanya sontak terkejut. Seluruh kekuatannya hilang dalam sesaat dan waktu terasa melambat. Kedua matanya terfokus pada Liu Shan yang masih berdiri tepat di hadapannya dan membuka satu telapak tangan di depannya.


Liu Shan memukul Lian Ping tepat di tubuhnya. Pukulan keras itu di ikuti oleh energi Ki yang memberikan dorongan lebih dan membuat Lian Ping terhempas mundur ke belakang. Sama seperti sebelumnya dia terhempas karena tendangan Liu Shan.


Bruaakk!


Tubuhnya yang telah meningkat baik dari fisik dan kultivasi, kini di temui berbaring di atas tanah setelah terhempas oleh serangan Liu Shan. Bukan pertama, melainkan sudah kedua kalinya.


Lian Ping terus bertanya pada dirinya sendiri tentang kenyataan itu. Semakin dia memikirkannya, semakin besar pula amarah yang terkumpul dan meledak di dalam kepala.


Gertakan gigi yang keras seolah sanggup menghancurkan giginya sendiri, dan aura mencekam semakin terpancar kuat di sekitar tubuhnya. Lian Ping menatap tajam ke arah Liu Shan seolah tak akan melepaskannya begitu saja.


“Dua kali… kau membuatku terjatuh di tanah ini sebanyak dua kali!” teriak Lian Ping


Di sisi lain, Liu Shan saat itu masih berdiri dan tak gentar terhadap Lian Ping yang menatap marah padanya. Bahkan, lagi-lagi pun Liu Shan menantang maju Lian Ping dengan ayunan jarinya.


“Memang tanah itulah tempatmu. Kau tidak bisa terbang tinggi di udara seperti elang, kau hanyalah ular yang melata di tanah. Berbeda denganku!”


Tak ada lagi yang bisa membuatnya semakin marah. Karena setiap ucapan yang keluar dari mulut Liu Shan itu telah membuat seluruh darah di dalam tubuh Lian Ping mendidih akan amarah yang mengalir dalam nadinya.


Lian Ping berteriak penuh dengan pelampiasan amarahnya sembari melesat depan. Sedangkan Liu Shan sendiri menarik mundur satu langkah kakinya dan mengumpulkan energi Ki ke dalam telapak tangan kanannya.


Wushh!


Betapa kuatnya energi Ki yang terkumpul itu dapat terasa dari perubahan aura yang mencekam, berubah menjadi lebih tenang dan di penuhi energi Ki berwarna hijau tenang seperti hijaunya alam yang indah.


Lengannya yang mengumpulkan energi Ki begitu banyak pun mulai bergetar seolah tak sanggup menahannya. Tetapi, Liu Shan masih bersikeras untuk melakukannya.


“(Tahanlah! Sedikit lagi!)”


Di sisi lain, Lian Ping yang sudah melesat dari jauh itu kini semakin dekat dengan cepat. Dan ketika berjarak beberapa langkah lagi, dia mengayunkan tinjunya untuk menghantam wajah Liu Shan yang pertahannya terbuka lebar.


“Mati kau!” teriak Lian Ping


Dan tepat di saat itu juga, energi Ki yang di kumpulkan Liu Shan telah mencapai titik penuh. Sistem muncul tepat di hadapannya dengan memberikan notifikasi terkait energi Ki itu.


[ Pengumpulan energi Ki telah mencapai titik tertinggi ]


[ Penghakiman telapak bumi - naik tingkat menjadi teknik tingkat petarung jenderal ]


Keduanya berdiri tepat di depan mata satu sama lain. Dan Lian Ping mengayunkan tinjunya pun di hindari ke samping oleh Liu Shan dengan mengorbankan beberapa helai rambutnya.


Dan dari serangan Lian Ping yang berhasil dia hindari, Liu Shan memukul tubuh Lian Ping dengan telapak tangannya sekuat tenaga.


“Penghakiman telapak bumi!”

__ADS_1


__ADS_2