Endless System

Endless System
Bab 34


__ADS_3

Melihat seekor burung elang betina raksasa, memiliki tinggi hampir 10 kaki dan menatap ke arah Liu Shan seolah menatap makhluk kerdil.


Liu Shan sendiri yang melihat elang itu tertegun diam. Terlebih lagi, dia merasakan energi Ki yang kuat terpancar darinya membuat rasa penasaran tinggi muncul di dalam kepala. Tak lama kemudian, sistem datang dan menunjukan status tepat di depan hadapannya.


Ting!


[ Nama : Gu ]


[ Jenis : Hewan Mistis Elang ]


[ Tingkat :Mythical ]


Membaca status tersebut membuat Liu Shan sontak teringat terhadap tingkat elang itu lebih tinggi dari Haishe, sang penjaga hutan Sheng.


“(Lebih tinggi dari Haishe? Tunggu, tingkat Mythical kan hanya ada bisa di dapatkan dari petarung jenderal bintang empat hingga master. Berarti, kak Yao-)”


Panel sistem datang tepat di depan matanya. Menunjukan status dari Qing Yao yang terlihat berubah drastis.


Ting!


[ Nama : Qing Yao ]


[ Umur : 23 tahun ]


[ Tingkat kultivasi : Petarung master bintang empat ]


Liu Shan sontak terkejut begitu melihat status Qing Yao yang telah meningkat dari seorang petarung Jenderal, kini menjadi petarung master.


“(Dugaanku benar. Kak Yao sudah naik tingkat. Entah latihan macam apa yang dia lakukan untuk bisa menjadi lebih kuat dalam waktu singkat. Aku harus tahu!)”


Di sisi lain, Qing Yao yang baru saja memunculkan Gu di hadapannya pun mengelus kepalanya layaknya hewan peliharaan penurut.


“Yao, ada apa kau tiba-tiba memanggilku?” tanya Gu.


“Gu, apa kau akan membantuku?” ucap Qing Yao.


“Jika itu untukmu, aku rela melakukan apa saja” sahut Gu.


“Terima kasih, Gu.”


Qing Yao mengelus lembut bulu Gu seperti seorang ibu yang mengelus anaknya penuh kasih sayang. Gu sendiri terlihat sangat menikmatinya dan bahkan terlihat sangat menggemaskan dengan sikap yang manja.


Qing Yao menarik pandangannya dan menatap kembali ke arah Liu Shan dan Liu Siyue yang terus terdiam. Mereka bukannya diam karena takut, melainkan rasa takjub karena baru pertama kali melihat seekor hewan mistis yang telah membuat kontrak.


“Kalian berdua tidak apa?” tanya Qing Yao.


“A-ah! Ti-tidak apa. Hanya saja … ini pertama kali aku melihat hewan mistis yang telah membuat kontrak,” gumam Liu Shan.


Qing Yao hanya tersenyum tipis ketika mendengar respon Liu Shan. Dan tak lama kemudian, dia langsung melompat ke punggung Gu. Qing Yao kembali menoleh ke bawah dan mengajak Liu Shan dan Liu Siyue untuk naik bersamanya.

__ADS_1


“Ayo naik,” ucap Qing Yao.


Liu Shan dan Liu Siyue saling menatap satu sama lain. Mereka berdua tersenyum semangat seolah tak sabar untuk menaiki seekor hewan mistis. Keduanya segera melompat dan mendarat tepat di punggung elang itu bersama dengan Qing Yao di samping mereka.


“Uwa!” gumam Liu Siyue.


“Hati-hati, Liu Siyue,” sahut Liu Shan.


“Baiklah, kita akan segera berangkat. Ucapkan selamat tinggal pada ayah, ibu dan adik kalian,” ucap Qing Yao.


Sesuai dengan ucapan Qing Yao, mereka berdua sontak menoleh ke belakang dan melambaikan pada ayah, ibu serta Mingming yang mengantar kepergian mereka.


“Ibu, ayah, Mingming. Kita berangkat!” ucap Liu Siyue.


“Liu Shan, Liu Siyue, jaga diri kalian baik-baik!!” teriak Ibunya.


“Kakak, jangan lupa bawakan Mingming teman yang bulunya lembut!!” teriak Mingming.


Liu Shan yang mendengar ucapan Mingming jadi mengingat percakapannya yang membahas tentang hewan mistis. Dia mengangkat ibu jarinya seolah bersikap yakin pada adiknya bahwa suatu saat ketika pulang, dia akan menepati kata-katanya itu.


“Ya, kakak pasti akan menepati janji!" sahut Liu Shan.


Ketika salam perpisahan itu telah selesai dan tersisa lambaian tangan, Qing Yao menarik pandangannya kembali pada Gu.


“Gu.”


Hanya dari satu kata panggilan, Gu langsung memahami maksud dari Qing Yao. Sayapnya yang begitu besar itu perlahan di kepakkan dan membuatnya langsung lepas landas ke udara dengan begitu kuat.


WUSSHH!!


Dalam sekejap mata, satu kali hempasan sayap itu membuat tubuh Gu yang membawa mereka bertiga di atas punggungnya sudah mencapai tinggi di udara.


Liu Shan dan Liu Siyue yang menatap ke bawah dapat melihat kota Feng yang begitu luas berubah menjadi sangat kecil jika di lihat dari ketinggian itu.


Wajah mereka berdua tak bisa berhenti tersenyum. Bagaimana tidak? Di jemput dan bahkan di antar pergi ke akademi Liliang bersama Qing Yao, yang merupakan salah satu orang penting di akademi itu sendiri.


Terlebih lagi, mereka sedang menaiki seekor hewan mistis tingkat Legenda sebagai transportasi yang lebih cepat.


“Haha, ini hebat sekali!” ucap Liu Siyue.


“(Tak kusangka hewan mistis tingkat legenda sepertinya akan bisa tunduk oleh kak Yao. Tak di ragukan lagi, bahwa kak Yao sangat hebat),” batin Liu Shan.


Liu Shan pun bangkit berdiri dan berjalan hingga berdiri tepat di belakang Qing Yao.


“Kak Yao,” panggil Liu Shan.


“Hm, ada apa?” sahut Qing Yao.


“Bagaimana caranya anda bisa membuat kontrak dengan Gu?” tanya Liu Shan.

__ADS_1


Qing Yao memandang langsung ke dalam mata Liu Shan. Di dalamnya terdapat sebuah api yang membara seolah haus akan jawaban dan pengetahuan. Dia yang menyadari betapa antusiasnya Liu Shan pun tidak memiliki alasan untuk menolak menjawab.


“Membuat kontrak dengan hewan mistis adalah suatu hal yang sedikit rumit. Karena kedua belah pihak harus mencapai persetujuan dan kekuatan mereka akan terhubung satu sama lain”


“Terhubung?”


“Paling mudah untuk menggambarkannya adalah, jika aku dan Gu membuat kontrak maka kekuatan kami berdua akan saling terhubung. Jika Gu terluka, maka tentu saja aku akan mendapatkan sedikit luka yang dia terima”


“Seperti berbagi rasa sakit?”


“Benar sekali. Karena itu, ketika ingin membuat kontrak dengan hewan mistis harus saling mempercayai dan memahami satu sama lain.”


Liu Shan sontak terdiam dan merenung seorang diri. Dia berpikir tentang cara membuat kontrak yang di jelaskan oleh Qing Yao. Walaupun hasil dari kontrak sangat menggiurkan, tetapi resiko yang dia terima merupakan pembagian rasa sakit dan kekuatan antar kedua yang membaut kontrak tersebut.


Tak lama kemudian, tiba-tiba saja Qing Yao melanjutkan ucapannya.


“Tetapi, zaman dari dulu tidak pernah berubah.”


Mendengar nada Qing Yao yang merendah dan penuh kesedihan yang tersirat di dalamnya membuat perhatian Liu Shan teralihkan padanya.


Dia melihat raut wajah Qing Yao yang berubah spontan. Dari seorang wanita ceria yang selalu memasang senyuman tulus, kini menghilang dan berubah menjadi penuh sorot mata dan raut sedih di dalamnya.


“Ada apa?” tanya Liu Shan yang merasa khawatir.


“Walaupun kontrak di perlakukan seperti itu, tetapi tidak sedikit dari manusia yang melanggarnya. Mereka menaklukan hewan mistis dengan cara membunuh mereka dan mengambil inti tubuh mereka agar di jadikan pil peningkat kultivasi,” jelas Qing Yao.


Kedua mata Liu Shan terbuka lebar dan pikirannya langsung tenggelam pada masa lalu yang pernah Haishe ceritakan padanya. Ketika para manusia datang ke hutan Sheng dan membunuh para hewan mistis lainnya demi menjadikan mereka sebagai pil peningkat kultivasi.


Karena bagi mereka yang tidak mendapatkan kepercayaan dan persetujuan dari hewan mistis, tidak akan bisa membuat kontrak secara paksa. Maupun mereka sekuat apapun dalam memaksa, kontrak itu tidak akan bisa tercapai.


Tetapi, berbeda cerita jika membunuh mereka dan mengambil inti kekuatan mereka. Dan hal ini lah yang sudah di lakukan sejak ribuan tahun yang lalu. Tak hanya di hutan Sheng saja, bahkan dari ucapan Qing Yao itu sudah terdengar seolah hal itu sering dan terus terjadi hingga detik ini.


Liu Shan tenggalam dalam memikirkan betapa kejamnya manusia selama ribuan tahun, tak heran lah kenapa para hewan mistis, termasuk Haishe sendiri bersikap waspada dan juga brutal ketika melihat manusia yang akan membuat ancaman.


Di kala dia sedang tenggelam di pikirannya itu, tiba-tiba saja Liu Siyue sontak berteriak.


“Ah, kakak. Lihat itu!”


Teriakan adiknya itu membuat Liu Shan menoleh ke arahnya terlebih dulu, dan berganti untuk melihat ke arah yang di tunjuknya. Jauh di bawah sana, awan putih yang tebal itu perlahan menghilang dari cepatnya kepakan sayap Gu.


Dan di baliknya, terdapat permukaan yang di landasi bangunan yang begitu besar dan megah. Penuh dengan kehidupan oleh orang-orang berseragam layaknya seorang pelajar kultivator dan ukiran bangunan yang kuno seperti sekolah mewah di sekitarnya.


Di dalam kepala Liu Shan, hanya ada satu nama tempat yang terpikirkan di kepalanya ketika melihat hal itu.


“Apa itu benar ….”


Sebelum sempat menyelesaikan kalimatnya, Qing Yao pun menyahut.


“Ya, itu adalah Akademi kalian. Selamat datang di akademi Liliang.”

__ADS_1


__ADS_2