Endless System

Endless System
Bab 42


__ADS_3

Di sisi lain, Liu Shan yang pergi bersama dengan Qing Yao dan Hao Fenhua pun di bawa ke sebuah taman akademi yang terlihat luas nan hijau. Setelah berjalan cukup jauh, Qing Yao pun mulai berhenti melangkah lagi.


Liu Shan dan Hao Fenhua yang mengikutinya dari belakang pun jadi ikut berhenti. Hingga tak lama kemudian, Qing Yao berbalik menatap pada arah Liu Shan.


“Haah… Kau belum ada satu hari datang ke akademi, dan sudah mendapatkan masalah. Sebenarnya apa yang terjadi?” tanya Qing Yao


Liu Shan menggaruk bagian belakang kepalanya sembari memalingkan pandangannya.


“Maaf, kak Yao. Tetapi, dia duluan lah yang mencari masalah dengan merendahkan kami” sahut Liu Shan


“Dimana-mana tidak pernah berubah ya. Namun, kau juga tidak perlu mengerahkan pukulan terkuatmu demi memberi pelajaran pada orang sepertinya. Jika pukulan itu sampai mendarat di hadapannya, bisa-bisa Guan Liu langsung mati dan kau akan menjadi musuh dari keluarga Guan tahu” jelas Qing Yao dengan nada yang mulai menenang


Liu Shan hanya terdiam sembari menunduk karena tahu bahwa dia telah menyebabkan masalah bagi Qing Yao. Dia di bawa ke akademi demi menunjukan bahwa kekuatannya hebat dan pilihan Qing Yao dalam memilihnya tidaklah salah.


Sedangkan Qing Yao sendiri pun hanya menghela nafas ketika melihat raut wajah bersalah Liu Shan. Dia menepuk pelan pundaknya dan tetap tersenyum ramah seperti biasa.


“Sudahlah, setidaknya tidak ada hal buruk yang terjadi,” sahut Qing Yao.


“Benar sekali. Lain kali kau harus hati-hati tahu Shan,” sambung Hao Fenhua.


Hao Fenhua yang tiba-tiba menyambung ucapan Qing Yao pun membuat perhatiannya teralihkan. Qing Yao menatap sedikit bingung dan bertanya padanya.


“Em … kau?” tanya Qing Yao.


“Ah-! Salam kenal, nona Qing Yao. Aku salah satu murid baru juga di akademi ini, namaku Hao Fenhua!” ucap Hao Fenhua sembari memberi salam seperti pada seorang senior.


“Ah, senang bertemu denganmu, Hao Fenhua,” sahut Qing Yao.


“Aduh, nona Qing Yao. Anda begitu cantik, tidak perlu memanggilku dengan formal seperti itu. Panggil saja Fenhua, dan aku ini belum punya pasangan loh!”


Hao Fenhua dengan percaya dirinya langsung mencoba untuk menggoda dan menarik perhatian Qing Yao dengan gaya dan sikapnya saat itu. Liu Shan yang berdiri di sampingnya pun menatapnya dengan tatapan jijik dan heran.


Sedangkan Qing Yao dengan frontalnya memasang sebuah dinding keras dengan jawabannya pada Hao Fenhua.


“Maaf, aku tidak tertarik padamu. Kau bukan tipeku” jawabn Qing Yao dengan senyuman ramah namun mematikan

__ADS_1


Hao Fenhua yang mendengar jawaban tersebut sontak tertusuk dari dalam seolah tak ada harapan. Dia hampir muntah darah karena di tolak dengan cepat.


Sedangkan Liu Shan yang melihatnya membatu seperti orang patah hati pun sedikit tergelitik tawa.


“Pfft!”


“Hei, apa yang kau tertawakan?! Kau tidak lihat aku sedang patah hati?!”


“Ya ya. Lain kali jangan coba menggoda perempuan dengan aksi bodoh seperti itu.”


“Ckckck, kau ini tidak mengerti ya Shan. Perempuan itu suka dengan laki-laki yang percaya diri.”


“Yap, tetapi aku tidak yakin karena baru saja kau langsung tertolak.”


Hao Fenhua kembali tertegun diam dari ucapan pahit Liu Shan saat itu. Dia langsung terdiam murung dan bahkan aura dari seseorang ramah dan ceria sepertinya langsung menghilang seolah berganti musim.


Di sisi lain, Qing Yao saat itu pun menarik kembali pandangan dan topiknya.


“Liu Shan, usahakan untuk menjauh dari masalah dari orang-orang arogan di akademi. Kau cukup beruntung karena tetua Gong melepaskan begitu saja tentang masalah ini, jika sampai di lihat oleh para senior atau seseorang dengan level arogan tinggi, maka akan menjadi masalah besar,” jelas Qing Yao.


“Kalau begitu, aku akan kembali lebih dulu. Kalian jangan membuat masalah lagi ya,” ucap Qing Yao.


Liu Shan mengangguk pelan seolah mengiyakan ucapan Qing Yao. Dan setelah melihat responnya yang sangat menurut, Qing Yao segera berbalik dan berjalan meninggalkan Liu Shan dan Hao Fenhua di taman tersebut.


Liu Shan saat itu menghela nafas dengan penuh hawa kekecewaan. Bukan pada siapapun, tetapi pada dirinya sendiri.


“(Haah … aku baru saja datang ke akademi ini sudah mendapatkan masalah untuk Kak Yao. Ini bukan kesan yang bagus sama sekali).”


Liu Shan membatin dan menyalahkan dirinya sendiri atas apa yang terjadi. Walaupun yang memulai pertama adalah Guan Liu, tetapi Liu Shan juga salah karena terprovokasi dan mencoba untuk hampir membunuh Guan Liu.


Alih-alih darinya, Hao Fenhua yang berdiri di sampingnya pun menoleh dan menepuk pundak Liu Shan.


“Hei”


“Hm? Ada apa?”

__ADS_1


“Untuk saat ini, kau sebaiknya hati-hati.”


Liu Shan menatap bingung ke arah Hao Fenhua yang tiba-tiba saja berbicara serius dan menatapnya dengan seksama.


“Hah? Apa maksudmu?”


“Guan Liu, tuan muda yang ingin kau bunuh tadi itu bukanlah orang yang gampang untuk di urus. Orang-orang dengan level arogansi sepertinya, pasti tidak akan terima ketika sudah di permalukan seperti itu, kau pasti sudah tahu maksudku bukan?”


Dari penjelasan singkat tersebut, pandangan mata Liu Shan langsung berpaling dan menghela nafas seolah langsung memahami percakapan itu.


“Ah, benar juga. Aku pernah mengalami hal yang sama juga ketika masih berada di kotaku” gumam Liu Shan


“Ya kan? Jadi sebaiknya kau waspada saja. Seperti yang di katakan oleh dua orang pengikutnya itu, Guan Liu memiliki seorang kakak yang memiliki tingkat kultivasi setara dengan tetua Gong.”


Liu Shan kembali mengingat ucapan kedua pengikut Guan Liu yang berkata bahwa kakaknya adalah seorang kultivator tingkat raja petarung bintang satu. Tingkatan yang setara dengan tetua Gong, kepala akademi Liliang.


Namun, Liu Shan saat itu tidak merasakan takut ketika mendengar hal itu. Telapak tangannya yang terbuka di kepal erat seolah menunjukan sebuah sifat tidak berbelas kasih.


“Yah, sebenarnya aku juga tidak peduli. JIka mereka ingin datang melawanku, aku dengan senang hati akan meladeninya.”


Tetapi, beberapa saat setelah Liu Shan mengucapkan hal tersebut, raut wajahnya berubah drastis menjadi murung seperti anak anjing yang bersalah.


“Tetapi, aku tidak ingin membuat masalah untuk Kak Yao. Jadi, jika bisa di hindari, maka lebih baik aku menghindarinya ketimbang meladeni mereka,” ucap Liu Shan.


Hao Fenhua yang melihat dan mendengar respon Liu Shan saat itu cukup terkejut. Dia tersenyum tipis karena mengetahui sifat dari Liu Shan yang sangat berbeda dengan seorang jenius pada umumnya.


Mereka yang jenius, akan merasa arogan dengan kemampuan mereka yang lebih tinggi dan hebat dari orang lain. Namun, Liu Shan memiliki hati yang cukup rendah hati dan juga lembut seperti kapas karena mementingkan orang lain di banding dirinya sendiri.


Merasa bahwa suasana itu berubah menjadi sedikit berat, membuat Hao Fenhua berinisiatif langsung merangkul Liu Shan bergurau ria untuk melupakan hal tersebut.


“Hahaha! Yah, kalau hal itu datang pikirkan saja nanti. Untuk saat ini, kita masih harus merayakan kemenanganmu dalam melawan tuan muda arogan itu!” ucap Hao Fenhua.


“Apanya yang di rayakan?! Yang lebih penting, lepaskan lenganmu dari leherku. Aku kesulitan bernafas!” gerutu Liu Shan.


“Ayolah, jangan jadi orang yang pemarah. Kita bisa merayakan ini, aku akan traktir kau biskuit kalengku!” ucap Hao Fenhua.

__ADS_1


“Tidak, terima kasih!” sahut Liu Shan.


__ADS_2