
Kemunculan Liu Shan tepat di tengah arena tersebut membuat satu arena terkejut hingga banyak yang berdiri dari duduknya. Begitu juga dengan Liu Hanbei dan Shen Tian sebagai ayah dan ibunya, serta Liu Siyue sang adik yang berada tepat di belakang Liu Ming.
“Liu Shan?!” ucap Liu Hanbei dan Shen Tian
“Kakak?!” ucap Liu Siyue
Liu Shan menarik pandangannya ke arah Liu Siyue dan tersenyum tipis melihat adiknya.
“Liu Siyue, kakak sudah kembali”
Ucapan itu menandakan bahwa kemampuan Liu Shan yang telah lama menghilang pun sudah kembali. Liu Siyue yang mendengar dan melihatnya dengan mata kepalanya sendiri pun meneteskan air mata bahagia.
“Syukurlah, syukurlah! Selamat datang kembali, kakak!”
Bisikan dari seluruh arena pun tersebar dan membicarakan hal yang sama. Mereka terkejut terhadap Liu Shan yang muncul sebagai sosok laki-laki bernama Chen yang misterius itu. Terlebih lagi, sebelumnya dia telah mengukur kemampuan kultivasinya yang berada di tingkat petarung elite bintang satu.
Xu Xiao yang sebelumnya berusaha untuk menggodanya pun sama-sama terkejut.
“(Laki-laki Chen itu adalah Liu Shan?! Tidak mungkin! Seharusnya dia sudah menjadi manusia lemah dan tidak berguna. Kenapa tiba-tiba dia bisa berkultivasi lagi?!)”
Keringat dingin dan penyesalan pun muncul di dalam hatinya. Dia yang telah mencampakkan Liu Shan, kini melihatnya kembali dengan kemampuan yang meningkat drastis dalam kurun waktu yang sangat cepat.
“(Tidak. Aku yakin Liu Shan masih memiliki perasaan terhadapku. Jika aku bisa memanfaatkannya, maka semua yang telah kubuang dahulu bisa kembali dengan mudah!)”
Pikiran liciknya pun mulai terbuka lagi. Dia yang masih menganggap Liu Shan memiliki perasaan terhadapnya pun tidak menyerah untuk membuat Liu Shan kembali di sisinya.
Dia berjalan mendekati Liu Shan dan berbisik lembut di belakangnya.
“Liu Shan, apa kau masih mengingatku?”
Mendengar panggilan itu, Liu Ming mereggangkan pelukannya dari Liu Shan. Sedangkan Liu Shan sendiri sedikit melirik tajam ke belakang di mana Xu Xiao sedang berdiri.
Namun, Xu Xiao yang mendapatakan tatapan dari Liu Shan pun menganggap hal itu sebagai peluang. Oleh karena itu, dia terus melanjutkan godaannya.
“Liu Shan, kau sekarang sudah menjadi kuat ya. Aku selalu percaya untuk menunggu bakatmu itu kembali keluar”
Sudah jelas dari motif Xu Xiao yang tercium busuk bagi Liu Shan. Tetapi, hal ini membuatnya menjadi tertarik untuk bermain-main dengannya.
“Terima kasih atas kepercayaanmu padaku, Xu Xiao” sahut Liu Shan dengan tatapan dan raut wajah yang tajam
“Tidak perlu di pikirkan kok” ucap Xu Xiao yang tersenyum
Dia mencari kesempatan untuk berjalan lebih dekat dan membelai lembut bahu gagah milik Liu Shan.
“Liu Shan, aku benar-benar minta maaf atas perbuatanku dulu. Aku terpaksa untuk membatalkan pertunangan kita karena kehendak ayahku. Tetapi perasaanku padamu tidak pernah berubah. Dari dulu hingga sekarang, aku selalu mencintaimu!”
Wajah palsu yang di pasang dan air mata yang berkaca-kaca itu benar-benar mendalami perannya sebagia gadis yang pura-pura lemah.
Kedua adik Liu Shan yang melihat sikap busuk milik Xu Xiao pun menggertakan gigi mereka dengan kuat dan amarah telah menyebar di seluruh titik darah tubuh mereka.
Namun, Liu Shan dengan tenangnya memegang tangan Xu Xiao.
“Xu Xiao….”
__ADS_1
“(Tanganku di pegang olehnya?! Bagus, dia ternyata memang masih mencintaiku!)”
“Aku berterima kasih atas perasaanmu yang masih mencintaiku. Tetapi….”
Kata tetapi di akhir membuat matanya tertuju kepada wajah Liu Shan yang berubah penuh dengan tatapan tajam. Ki yang di pancarkan keluar melalui tatapan mata yang tajam menyiratkan amarah energi ki alam yang menyatu di dalam tubuhnya.
“Aku lah yang tidak bisa mencintai wanita murahan sepertimu!”
Ki yang dia pancarkan makin terasa kuat dan bahkan membuat Xu Xiao, seorang kultivator yang berada dua bintang di atas Liu Shan gemetar ketakutan.
Liu Shan berbalik badan dan mengabaikan Xu Xiao setelah di berikan tatapan ancaman itu. Dia berjalan dan melewati kedua adiknya hingga mereka berdua mengikutinya.
Di sisi lain, Xu Xiao yang menyadari dirinya merasa takut pun merasa amat kesal terhadap Liu Shan.
“(Liu Shan, kau berani menolakku?! Lihat saja, kau akan kubuat menyesal seumur hidup!)”
Setelah menolaknya, Liu Shan bersama dengan kedua adiknya pun berjalan ke belakang arena. Di sana mereka berdua melihat adanya Liu Hanbei dan Shen Tian yang berlari khawatir menghampirinya.
“Putraku! Liu Shan!” teriak Shen Tian dengan nafas yang tak teratur
“Ibu, ayah!” sahut Liu Shan
“Liu Shan!” teriak Ling Tao yang berlari lebih cepat dari Shen Tian dan sontak merangkul kepala putranya
Greb!
“Putraku! Ayah bangga sekali padamu. Kau telah keluar dari keputusasaan dan membuka kembali meridianmu!”
Karena terlalu bahagia, Liu Hanbei merangkul anaknya tanpa memperhatikan kondisi Liu Shan yang wajahnya mulai memerah karena kesulitan bernafas.
CTAK
“Aduh!”
“Suamiku, hentikan! Putra kita tidak bisa bernafas!!”
Liu Hanbei yang mendapatakan peringatan dari istri tercintanya itu pun segera tersadar dan melepaskan Liu Shan dari rangkulannya.
“A-ah maafkan aku, Liu Shan. Ayah hanya sangat senang melihatmu yang telah kembali”
“Tidak apa, ayah”
Shen Tian yang berada tepat di depan putranya pun berwajah khawatir dan mengelus lembut wajahnya.
“Putraku, sejak kapan semua ini kembali padamu? Kenapa kau merahasiakannya dari kami?”
“Ibu, aku tidak bermaksud merahasiakannya. Tetapi, aku hanya ingin memberikan kejutan pada kalian. Selama empat tahun terakhir, aku telah menyebabkan keluarga kita di pandang rendah oleh banyak orang. Di hina, di tindas, dan bahkan memperlakukan kekerasan terhadap diriku sendiri”
“Tetapi, hal itu tidak akan terjadi lagi. Karena aku akan kembali dan menjadi kultivator terkuat yang pernah ada, dan membuat keluarga Liu berjaya!”
Perasaan terharu dari sang ibu membuat air mata mengalir di matanya. Dia sontak melompat dan memeluk putranya yang bertujuan begitu mulia hingga menggerakan hatinya.
“Putraku, kau bukanlah masalah bagi keluarga. Ayah dan Ibu sangat bersyukur memiliki putra sepertimu!”
__ADS_1
“Benar apa kata ibumu, Liu Shan. Ayah, maupun di antar akami tidak ada yang pernah menganggapmu sebagai sebuah masalah”
Perasaan yakin dari kedua orang tuanya itu, di berikan lanjutan oleh adik kecilnya.
“Kakak akan selalu menjadi kakak terhebat bagi Mingming!” ucap Mingming sembari tersenyum lebar
“Mingming….” gumam Liu Shan yang terharu melihatnya
Dia pun melepaskan pelukan ibunya secara perlahan dan berbalik ke arah adiknya itu.
“Kalau kau bilang seperti itu, maka kakak Liu Siyue akan cemburu loh”
Dari ucapan Liu Shan, semua menoleh ke arah Liu Siyue secara bersamaan. Liu Siyue yang di hadapkan oleh tatapan dan ucapan sebelumnya pun menjadi memerah malu. Dia melipat kedua tangan di depan dadanya dan memalingkan wajahnya.
“Si-siapa yang cemburu?! Hmph!”
Melihat sifat adiknya yang malu-malu membuat Liu Shan pun tergelitik tawa. Dia beranjak mengangkat tubuhnya dan berjalan menghampirinya. Perasaan gemas dari sang kakak membuatnya secara refleks meletakan tangannya di atas kepala Liu Siyue yang sedang malu-malu.
Puk…
“Huh?!” sahut Liu Siyue yang terkejut dan menoleh ke arah Liu Shan yang berada di depan
“kalau Mingming menganggapku sebagai kakak terhebat, maka biar adik aku akan menganggap Liu Siyue sebagai adik terhebat. Bagaimana?” ucap Liu Shan sembari tersenyum
Liu Siyue saat itu menjadi semakin memerah malu dan bergumam tanpa bahasa yang jelas. Dia yang tak bisa menahan raut wajahnya itu mengayunkan tangannya untuk memukul kakak yang jahil menggodanya.
“Hwahwahawha!”
“Da-dasar kakak bodoh!”
“Hahaha!”
Liu Shan hanya tergelitik tawa melihat reaksi dari Liu Siyue. Dan dari suasana keluarga yang harmonis, tiba-tiba saja terdengar suara seorang perempuan yang datang memanggil Liu Shan.
“Pertunjukan yang sangat menarik, tuan muda Liu Shan”
Liu Shan sontak berbalik ke belakang dan melihat adanya seorang perempuan menawan memanggil namanya. Seorang wanita menawan berambut biru cerah dan memiliki hawa keberadaan yang kuat. Perempuan itu adalah Qing Yao, ketua dari organisasi murid akademi Liliang.
“Nona Qing Yao? Salam hormat, nona!”
Tak hanya Liu Shan, tetapi kedua adiknya membungkuk hormat kepadanya.
“Salam hormat. Angkat kepala kalian, tidak perlu bersikap terlalu formal denganku”
Sikap ramah dari Qing Yao membuat Liu Shan dan kedua adiknya pun mengangkat kembali tubuhnya. Sedangkan Qing Yao sendiri pun menoleh ke arah kedua orang tua Liu Shan dan berbicara kepada mereka.
“Salam hormat, tuan dan nyonya besar keluarga Liu, perkenalkan namaku adalah Qing Yao. Aku datang sebagai perwakilan akademi Liliang untuk merekrut kultivator muda di kota ini.”
Liu Hanbei dan Shen Tian pun ikut membalas salam hormat dari Qing Yao dan menyambung ucapannya.
“Salam hormat, nona Qing Yao!” sahut mereka berdua
“Apakah ada sesuatu yang di perlukan nona Qing Yao kepada kami?” tanya Liu Hanbei
__ADS_1
Qing Yao menarik pandangannya dan menatap bergantian di antara ketiga putra dan putri mereka. Dan di akhir, tatapan matanya terhenti di arah Liu Shan sembari tersenyum tipis.
“Aku ingin mengundang putra dan putri anda masuk ke dalam akademi Liliang”