
5 Iblis penghancur. Itu adalah gelar yang diberikan oleh Zhong Kui terhadap 5 jenderal iblis terkuat yang melayaninya secara langsung.
Liu Shan sempat terdiam sejenak ketika mengetahui Daolao adalah salah satu dari 5 iblis penghancur tersebut.
“5 Iblis penghancur ya. Apa kau tahu 4 orang sisanya?” tanya Liu Shan.
“(Hundun, Taotie, Taowu dan Qiongqi. Itulah nama keempat dari lima iblis penghancur)”
Keberadaan dari 5 iblis penghancur itu memberikan sebuah rintangan bagi Liu Shan dan semua orang di daratan kultivator. Karena keberadaan klan iblis saja sudah sangat mengancam, kekuatan Ming Xiao sendiri dapat meningkat dengan drastis hanya dengan berubah menjadi seorang iblis.
Tak terbayangkan kekuatan dari seorang iblis murni seperti 5 iblis penghancur itu, dan juga ‘iblis’ dari segala iblis, Zhong Kui sendiri.
Ming Xiao dan Daolao yang telah menampakkan diri di akademi Liliang memberikan sebuah petunjuk yang membuat Liu Shan dapat mengisi kepingan kosong dari teka-tekinya.
“Xuan Wudan, sebelumnya kau bilang kalau keempat segel Zhong Kui disebar ke dalam empat negara besar, kan?”
“(Iya)”
Jawabannya pun membuat Jun tersadar tujuan utama kedatangan mereka. Akademi Liliang berada di dalam kawasan utara, yaitu negara Tu. Terlebih lagi, akademi Liliang adalah akademi terbesar dan memiliki kultivator berbakat di dalamnya. Ruang naga sebagai salah satunya adalah harta yang di simpan oleh negara Tu untuk menjaga gulungan kultivasi yang telah berumur ratusan, bahkan ribuan tahun.
“Mereka datang ke sini bukan sebatas melepaskan para klan iblis. Mereka mengambil salah satu segel Zhong Kui dari ruang naga!”
Xuan Wudan sendiri sontak terkejut begitu mendengar ucapan Liu Shan. Sebagai seorang dewa yang menjaga hutan Shenmi dan negara Tu dari Utara, Xuan Wudan memiliki tanggung jawab untuk menjaga segel tersebut.
“(Nak, segel itu dijaga kuat dengan teknik kuno yang membuat tidak sembarang orang bisa mengambilnya. Seorang iblis semacam Ming Xiao itu tidak akan mungkin bisa menghancurkan teknik itu!)”
“Memang tidak. Lalu, bagaimana dengan Daolao?”
Kekuatan dari seorang iblis penghancur seperti Daolao adalah sebuah pengecualian. Kalau seorang iblis yang sudah berumur ribuan tahun lamanya masih bisa menginjakkan kaki di masa tersebut, tidak mustahil baginya untuk menghancurkan teknik tersebut untuk mendapatkan segel Zhong Kui.
“(Tch, kalau saja aku tahu Daolao masih hidup!)”
__ADS_1
“Tidak ada yang bisa dilakukan lagi. Salah satu segel sudah diambil dari ruang naga. Mereka pasti menuju tiga negara lainnya untuk mengambil sisa segel tersebut,” ujar Liu Shan.
Liu Shan berbalik dan melangkahkan kakinya dengan cepat ke arah ruang naga. Dia dikejar dengan waktu, semakin lama dia mengambil keputusan, maka semakin bebas Ming Xiao dan Daolao untuk mengambil kembali segel Zhong Kui.
Ketika dia sampai di depan ruang naga, Liu Shan sedikit heran melihat kondisi gerbang yang tidak ada penjaganya. Dia langsung masuk sembari menoleh ke kiri dan kanan. Mencari ruangan yang menyimpan segel itu berada.
Dan ketika dia memasuki suatu lorong, Liu Shan sudah melihat adanya para petinggi akademi yang telah berdiri ramai di depan. Tetua Khan, Sheng Tong, Qing Yao, Bai Ling, dan beberapa tetua akademi lainnya.
Suara langkah kaki Liu Shan menarik perhatian mereka semua. Raut wajah terlihat suntuk, terkejut dan juga kecewa di saat yang sama.
“Liu Shan,” gumam Qing Yao.
Jauh di depannya, Liu Shan melihat sebuah cawan kosong yang berada di atas sebuah batu pilar. Dan dari posisi cawan tersebut, Liu Shan dapat mengetahui bahwa sebelumnya segel tersebut ada di dalamnya.
“Kau sudah tahu ya,” lirih Qing Yao.
Liu Shan hanya mengangguk pelan menjawabnya. Suasana dari ruang naga terlihat sangat suram dengan kehilangannya segel Zhong Kui dari sana.
“Kita harus menghentikannya. Apapun yang terjadi, ‘iblis’ itu tidak boleh bangkit kembali!”
Para tetua lainnya terlihat panik sembari menggerutu satu sama lain. Namun, tetua Khan sendiri berbalik pada mereka.
“Tenang dulu. Panik tidak akan merubah apapun. Salah satu segel telah diambil, prioritas kita bukanlah menggerutu. Cepat kirimkan informasi ini lewat merpati pada ketiga negara lainnya. Memperkuat pertahanan adalah langkah pertama yang harus kita ambil!”
“Ba-baik!”
Para tetua lainnya segera bergerak sesuai perintah tetua Khan. Sedangkan Qing Yao, Sheng Tong dan Bai Ling masih berada di dalam ruangan bersama Liu Shan.
“Tetua Khan, memberikan informasi seperti itu saja tidak akan efektif banyak. Kau sudah lihat betapa mengerikannya iblis bernama Daolao itu, kan?” ujar Liu Shan.
“Aku tahu nak. Tetapi ini lah langkah pertamanya,” sahut tetua Khan sembari mengganti arah pandangannya pada Qing Yao.
__ADS_1
“Qing Yao, kau akan menjadi ketua tim ekspedisi ke negara Feng dari timur. Bawa orang-orangmu untuk menyusun strategi sebelum Ming Xiao sampai di sana.”
Tanpa mempertanyakannya, Qing Yao mengangguk dan segera bergerak melaksanakan perintah tersebut. Tetua Khan yang mengambil keputusan cepat pun mengganti arah pandangannya lagi pada Liu Shan.
“Dan Liu Shan, aku ingin kau pergi ke negara Huo di Selatan.”
Kedua matanya terbuka lebar sembari tertegun diam. Tak terlepas bagi Bai Ling dan Sheng Tong yang ada di sana. Qing Yao sendiri sampai terhenti langkah kakinya saat ingin keluar dari ruang naga.
“Tetua Khan!” sahut Qing Yao.
Teriakannya itu menuntun langkah kaki Qing Yao untuk menghampiri tetua Khan dan Liu Shan lagi. Raut wajah tidak sedang sembari mengernyitkan dahi itu terpandang jelas oleh mereka.
“Apa maksudnya menyuruh Liu Shan? Masih ada Sheng Tong dan Bai Ling untuk mengawasi tiga negara lainnya!” bantah Qing Yao.
“Qing Yao, aku tahu kau khawatir dengannya. Tapi, Liu Shan tidak selemah yang kau pikirkan,” sahut tetua Khan.
“Lalu kenapa? Sekalipun dia tidak lemah, dia masih murid di akademi Liliang. Sudah menjadi tanggung jawab kita untuk menjaga keselamatan murid!” ujar Qing Yao.
Ucapan Qing Yao tidak salah. Tetua Khan yang membuat keputusan seperti itu sudah sewajarnya di pertanyakan, karena membiarkan seorang murid untuk turun tangan ke dalam pertarungan di luar pengawasan akademi.
“Aku tidak setuju dengan hal ini. Kirimkan Sheng Tong atau Bai Ling saja untuk pergi negara Huo, mereka jauh lebih mengerti tentang situasinya!”
Sekalipun tetua Khan adalah kepala akademi, tetapi Qing Yao adalah guru yang bertanggung jawab secara langsung atas Liu Shan.
Tetapi, situasi telah berubah dengan drastis. Keadaan dunia mungkin tak lama lagi akan menghadapi ancaman besar di masa depan. Liu Shan tidak bisa tinggal diam di akademi, sekalipun harus membantah wanita yang telah membantunya.
Dia mengangkat kepalanya dan memandang lurus ke arah Qing Yao. Tangan yang di kepal sembari berusaha untuk mengeluarkan hembusan nafas dari mulutnya yang tertutup rapat.
Liu Shan pun berkata,
“Kalau begitu, aku keluar dari akademi Liliang.”
__ADS_1