Endless System

Endless System
Bab 33


__ADS_3

Mendengar kabar tersebut dari Xiao Nian membuat Liu Shan kembali teringat pada undangan akademi Liliang yang Qing Yao ajukan untuknya dan Liu Siyue dua bulan yang lalu.


Tak di sangka bahwa waktu berlalu begitu cepat dan bahkan penerimaan murid baru di akademi tersebut sudah kembali di buka.


“Ah, ternyata itu. Aku bahkan sampai lupa!”


“Baiklah, Xiao Nian. Terima kasih, aku akan segera kesana. Kau boleh keluar dulu.”


“Baik tuan muda.”


Xiao Nian pun undur diri setelah menyampaikan informasi itu kepada Liu Shan. Pintu kembali tertutup dan Liu Shan pun menjadi seorang diri di dalam kamarnya lagi.


* * * * *


Tepat di ruang tamu yang sebelumnya pernah di gunakan, terdapat Qing Yao yang sedang berdiri menunggu Liu Shan.


Tak hanya mereka, tetapi kedua orang tua Liu Shan serta kedua adiknya telah berada di sana juga. Terutama Liu Siyue yang mendapatkan undangan ke akademi Liliang juga, sudah terlihat rapih mengenakan pakaian yang biasa dia gunakan untuk berkultivasi ataupun berlatih.


Liu Siyue yang raut wajahnya mulai gelisah pun menjadi tak tahan karena menunggu Liu Shan yang tak kunjung datang.


“Uhh… kenapa Kakak lama sekali?!” keluh Liu Siyue.


“Mungkin kakak sedang di tengah berlatih tadi, jadi dia harus bersiap-siap buru-buru,” sahut Mingming yang berdiri di sebelahnya.


Di sisi lain, ibu Liu Shan yang melihat Qing Yao menunggunya cukup lama merasa tidak enak padanya.


“Maaf, nona Qing Yao. Anda harus menunggu Liu Shan seperti ini,” ucap ibu Liu Shan.


“Tidak perlu di pikiran nyonya Li. Aku tidak keberatan jika menunggu, terlebih lagi kalau menunggu Liu Shan,” sahut Qing Yao sembari tersenyum tipis.


Di kala dia mengucapkan hal itu, Qing Yao merasakan sebuah tatapan tajam dari arah yang berlawanan. Dan ketika dia menoleh ke depan, di sana dia melihat Liu Siyue yang menatapinya dengan bibir yang menurun cemberut dan pipi mengembang kesal.


“(Dasar tukang penggoda!)” batin Liu Siyue.


Qing Yao tahu, bahwa ucapannya itu ternyata telah membuat Liu Siyue cemburu. Tetapi, Qing Yao justru semakin menjadi-jadi dan berbalik tersenyum pada Liu Siyue seolah tidak terjadi apa-apa.


Melihat Qing Yao berbalik senyum padanya malah membuat Liu Siyue menjadi semakin kesal dan bahkan membuang pandangan matanya yang sedang terpejam.


Ketika Liu Siyue membuka kedua matanya, tiba-tiba saja dia mendengar suara langkah kaki yang cukup terburu-buru dari dalam lorong rumah. Dan dari sana, terlihat adanya Liu Shan yang sontak keluar dan telah siap untuk berangkat.


“Maaf, telah membuat kalian menunggu lama!” ucap Liu Shan.


“Liu Shan, darimana saja kau?” tanya ibunya.

__ADS_1


“Maaf bu, tadi aku sedang di tengah latihan. Jadi waktu untuk bersiap-siap sedikit lama,” sahut Liu Shan./


“Ternyata begitu,” gumam ibunya..


Liu Siyue dan Qing Yao yang menatap Liu Shan saat itu tertegun diam dan tak bisa berkata-kata. Liu Shan terlihat jauh lebih tampan dan gagah di banding sebelum-sebelumnya. Bahkan untuk Liu Siyue sendiri yang selalu bertemu karena satu rumah saja sampai terkejut dengan aura Liu Shan yang begitu kuat dan jantan.


Wanita pada umur dewasa, ataupun gadis yang masih dalam masa pubertas, dari kalangan manapun yang melihat Liu Shan saat itu langsung terpana pada pandangan pertama.


Pakaiannya yang dahulu pernah di pakai ketika sedang berlatih terlihat sangat sesuai dengan tubuhnya yang kekar. Walaupun jika Liu Shan memakai pakaian yang longgar tidak terlalu terlihat gagah, tetapi ketika dia memakai pakaian seperti itu akan terlihat lebih tampan dan intimidatif.


Liu Shan yang berjalan mendekat pun melihat sekitarnya. Dan matanya terhenti ketika tertuju pada Liu Siyue yang membuka lebar kedua matanya dan terus memandangnya tanpa berkedip sama sekali.


“Liu Siyue?” panggil Liu Shan.


Panggilan tersebut sontak mengejutkan Liu Siyue karena wajah Liu Shan berada tepat di depannya. Wajahnya langsung memerah malu dan memalingkan pandangan dari kakaknya.


“A-ah, iya!”


Liu Siyue berpaling dan tak kuat memandang kakaknya sendiri. Sedangakan Liu Shan sendiri memiringkan kepalanya dengan bingung ketika melihat reaksi dari Liu Siyue.


Tiba-tiba saja, Qing Yao yang memperhatikan mereka dari depan pun memanggil Liu Shan.


“Liu Shan, kita bertemu lagi.”


“Ah, nona Qing Yao. Senang bertemu dengan anda lagi” sahut Liu Shan sembari memberi hormat.


Namun, Qing Yao yang melihat Liu Shan menyapa dengan begitu formal pun menjadi sedikit cemberut padanya.


“Hm, Liu Shan. Bukankah sudah kubilang padamu, untuk memanggilku Yue saja?” ucap Qing Yao.


“Eh?! Ah, begitu ya. Ma-maaf, kak Yao. Aku lupa” sahut Liu Shan sembari tersenyum canggung dan mengelus bagian belakang kepalanya.


Tiba-tiba saja, sebuah hantaman datang dari belakang kepalanya.


BUAK!


“Agh!”


Liu Shan mengerang sakit dan menoleh ke belakang. Di sana dia melihat Liu Siyue yang baru saja mengayunkan tangannya untuk memukul kepalanya.


“Liu Siyue, untuk apa itu barusan?!” keluh Liu Shan.


“Berisik, dasar kakak mesum!” teriak Liu Siyue sembari menutupi wajahnya yang merah merona

__ADS_1


Di sisi lain, ayah Liu Shan yang melihat putranya di kelilingi gadis pun tertawa terbahak-bahak.


“Hahaha! Putraku sangat populer ya!” tawa ayahnya.


“Suamiku, perhatikan sikapmu!” ucap istrinya.


**


Setelah penyampaian formal dari Qing Yao kepada kedua orang tua Liu Shan, mereka pun telah keluar dan berada tepat di depan kediaman Li.


Kedua orang tua Liu Shan bersama dengan Mingming menunggu mereka tepat di pintu masuk. Sedangkan Liu Shan berada di luar bersama Liu Siyue dan Qing Yao, bersiap untuk segera pergi ke akademi Liliang.


Sebelum jalan, Langkah kaki Liu Shan terhenti dan bertanya pada Qing Yao.


“Kak Yao” panggil Liu Shan.


“Hm, ada apa Liu Shan?”tanya Qing Yao.


“Bukankah akademi Liliang berada jauh di bagian utara? Dan kalau tidak salah, berjalan ke sana akan memakan waktu lebih dari satu bulan” ucap Liu Shan


Qing Yao pada saat itu tergelitik tawa ketika mendengar ucapannya.


“Haha! Kau ini, kita tidak mungkin akan kesana jalan kaki.”


“Eh?!”


Liu Shan terdiam heran dengan wajah orang bodoh yang seolah tidak mengerti apa-apa. Tak lama kemudian, Qing Yao menghadap ke sampingnya dan membuka telapak tangannya.


“Gu.”


Dari panggilan tersebut, tiba-tiba saja sebuah energi Ki terpusat ke depan telapak tangannya.


Wusshh!


Angin berhembus kuat dan Ki alam menyatu ke depan hingga menjadi padat. Dan dari pengumpulan energi Ki itu, Liu Shan dan Liu Siyue sontak terkejut ketika melihat seekor burung elang raksasa muncul di hadapan mereka.


“Se-seekor elang?!” gumam Liu Shan.


“Datang darimana-!” sambung Liu Siyue.


Qing Yao menoleh ke arah mereka berdua dan menjelaskan secara singkat.


“Biar kuperkenalkan pada kalian. Dia adalah hewan mistisku. Namanya adalah Gu.”

__ADS_1


__ADS_2