Endless System

Endless System
Bab 55


__ADS_3

Ancaman dari Liu Shan benar-benar membuat mereka semua terkejut hingga hampir mengompol. Namun, laki-laki dengan pedangnya yang di tahan oleh Liu Shan berusaha untuk tidak terlihat takut dan menggertakan giginya.


“Hah?! Siapa kau berani datang mengganggu urusan kami?!”


Ketika laki-laki itu berbicara, kedua temannya mengangkat pedang mereka dan di ayunkan ke arah Liu Shan secara bersamaan.


“Menyingkir!”


“Kau menyuruhku untuk menyingkir?! Sadari dulu posisi kalian!”


Liu Shan memperkuat genggamannya hingga menghancurkan bilah pedang itu dengan tangan kosong.


Krak…!!


Tak terhenti di sana, ayunan pedang itu masih bergerak ke arahnya. Dan dengan mudah, Liu Shan langsung membuka kedua matanya lebar-lebar.


[ Skill : Bloodlust - Aktif > MP - 100 ]


[ Target telah terkena efek skill ]


[ Pengurangan status sebanyak -50% ]


[ Pelumpuhan tubuh selama satu menit ]


Ketiga orang itu terkena efek skill Bloodlust dan sontak tak bisa menggerakan tubuh mereka lagi di tengah kebingungan.


“(A-apa?!)”


“(Tubuhku… tidak mau bergerak?! Apa yang dia lakukan padaku?!)”


Liu Shan menarik mundur lengannya dan mengepalnya erat-erat.


[ Skill : Penghakiman telapak bumi TIGA KALI LIPAT - di aktifkan ]


Sebuah evolusi dari skill yang Liu Shan miliki di awal-awal. Dia membuat sebuah pelepasan energi Ki berupa pukulan telapak tangan sebanyak tiga pukulan ke arah orang-orang itu secara bersamaan.


BUAAK….!!


“Arghh!!”


Hantaman keras itu membuat mereka terhempas mundur ke belakang dan terbentur ke arah dalam pepohonan hutan Shenmi.


Bruak… bruaak….!!


Pukulan Liu Shan tidak ada kata menahan diri sama sekali. Ketiga orang itu yang terhempas dan terbaring di antara reruntuhan pohon yang tumbang telah tidak sadarkan diri, namun nafas mereka masih berhembus secara tak beraturan.

__ADS_1


Bagaimana pun juga, ini masih sebuah ujian yang di adakan oleh akademi. Liu Shan tidak berniat untuk membunuh siapapun secara nyata.


Dia yang berbalik ke belakang dan melihat Xiao Lin yang menatapnya penuh takjub dan juga tertegun diam.


“Nona Xiao Lin, kau tidak apa?” tanya Liu Shan


“I…iya… berkatmu….” Gumam Xiao Lin


Berbeda dengan reaksi biasanya. Xiao Lin saat itu memalingkan pandanganya yang murung, melainkan dari memalingkan pandangannya secara canggung yang biasa dia lakukan. Liu Shan yang menyadari hal tersebut merasa kebingungan dan menatap heran.


Namun, melihat pakaian Xiao Lin yang sedikit sobek pun membuat Liu Shan secara insiatif membuka pakaian luarnya dan memakaikannya pada Xiao Lin.


“Ini… pakailah jubahku. Tidak baik bagi seorang gadis untuk memakai pakaian seperti itu”


“Terima kasih….”


Setelah di pakaikan jubah milik Liu Shan, Xiao Lin menggigit bibirnya sendiri dan menggengam erat kain jubahnya itu. Seolah ada sesuatu yang ingin dia katakan, namun  memiliki kabar atau hal yang berujung tidak lah positif.


“Tu… tuan Shan….”


“Hm?”


“Apa aku… adalah seorang beban?”


Tak heran bagi Liu Shan untuk terkejut. Karena yang berbicara seperti itu adalah seorang nona muda dari keluarga Xiao yang menggerakan akademi Liliang. Dan dia berbicara dengannya, mata dengan mata, satu dengan satu, seorang diri di tengah ujian pelatihan mistis itu.


“Apa maksudmu, nona Xiao Lin?”


Xiao Lin langsung membuka lebar matanya karena sadar atas apa yang dia katakan. Dia langsung mengusap air mata yang ada di pelupuk mata. Beranjak berdiri sembari memalingkan pandangannya agar tak terlihat oleh Liu Shan kalau dia hampir menangis.


“Ti…tidak ada apa-apa! Maaf, aku tadi hanya berbicara sendiri….”


Liu Shan yang melihat Xiao Lin yang berusaha menutupi wajahnya dengan berbalik badan pun merasa sedikit ragu dengan kata-kata yang dia bilang. Punggung yang gemetar dan juga dengusan hidung seolah menahan tangis, itu tidak terlihat seperti seorang gadis yang baik-baik saja baginya.


Namun, Xiao Lin tetap bersikeras dan menoleh ke arah Liu Shan memasang senyumannya.


“Baiklah, tuan Shan. Terima kasih banyak karena sudah menolongku sebelumnya” ucap Xiao Lin


“Tidak perlu di pikirkan. Lagipula, mereka sendiri yang gila karena menyerangmu bertiga sekaligus” sahut Liu Shan


Ketika menarik topik ke sana, Liu Shan mengingat suatu hal. Dia memasukan tangan ke dalam pakaiannya dan menarik keluar tiga liontin yang dia ambil ketika menyerang ketiga orang itu.


“Ah, ini. Liontin milik mereka….”


Liu Shan menyodorkan tangannya yang memegang ketiga liontin itu kepada Xiao Lin. Namun, tangannya di hentikan dengan telapak tangan Xiao Lin. Liu Shan yang menatap kebingungan mengangkat kepalanya dan melihat langsung ke arahnya.

__ADS_1


Xiao Lin tersenyum tipis dengan sebuah perasaan kecewa yang tersirat di dalamnya.


“Aku tidak layak untuk memiliki liontin ini”


“Eh?”


“Liontin ini… bukanlah hasil kerja kerasku. Tuan Shan lah yang mengalahkan ketiga orang itu, sedangkan aku hanya….”


Sebelum sempat menyelesaikan kalimatnya, kedua mata Xiao Lin terbuka lebar dan mulutnya terhenti di posisi terbuka. Dia melihat kedua lengan Liu Shan melewati hingga ke belakangnya dan berhenti tepat di bagian leher.


Tek…!


Liu Shan memasangkan ketiga liontin kecil bermotif kura-kura itu di lehernya.


“Nah, sudah di pasang….”


Xiao Lin masih tak mengerti dan juga terkejut melihat apa yang di lakukan Liu Shan. Dia membeku diam dan memegang liontin yang di pasangnya.


“Ke-kenapa?! Aku kan bilang kalau aku tidak layak untuk mendapatkannya. Ini bukan hasil dari kerja kerasku. Bagaimana mungkin aku bisa menerimanya hanya karena belas kasihan tuan Shan?!” bantah Xiao Lin


“Siapa yang bilang kalau aku memberikannya karena belas kasihan?” sahut Liu Shan dengan tatapan wajah datar


“Eh?!”


Xiao Lin tertegun diam ketika Liu Shan merespon dengan nada dan ucapan seperti itu.


“Aku memberikannya karena itulah yang seharusnya kau miliki. Kau, adalah seorang kultivator tingkat petarung guru bintang empat, dan kau bisa bertahan melawan tiga orang tingkatnya setara denganmu. Itu sudah lebih dari cukup untuk membuktikan padaku, kalau kau telah bekerja keras”


Ucapan Liu Shan membuat Xiao Lin tidak bisa berkata-kata. Dia berdiri diam dan menatapnya penuh dengan makna dan kekaguman.


Liu Shan bisa mengetahui situasi dan juga status kemampuan Xiao Lin berkat sistem yang membantunya untuk memberikan informasi terkait tingkat kultivasinya dan juga ketiga orang sebelumnya.


“Yah, bukannya bermaksud untuk mencari-cari alasan. Tetapi, jika kau bertarung secara adil secara satu lawan satu, aku bisa yakin sepenuhnya kalau kau pasti akan menang dengan mudah”


Walau tidak terdengar seperti meyakinkan, tetapi itu memang bisa terjadi jika di pikirkan secara logis. Xiao Lin bertarung melawan tiga orang sekaligus, seharusnya itu sudah membuatnya sangat terpojok dan bahkan kalah dari awal. Tetapi, dia yang berhasil bertahan itu telah membuktikan kalau dia tidaklah lemah.


Dia yang sempat ragu akan kemampuan diri sendiri dan bahkan memikirkan bahwa dirinya adalah beban bagi keluarga Xiao, kini telah tersadarkan oleh kata-kata Liu Shan.


“Aku… tidak lemah?” gumam Xiao Lin sembari memegang liontin di lehernya


“Tentu saja tidak. Kau bahkan bertahan dari sebuah kutukan iblis, siapa yang berani bilang kalau kau itu lemah? Jika aku mendengar orangnya, maka dia akan langsung ku hajar!” sahut Liu Shan


Semakin dia menatap Liu Shan dari belakang, semakin terpana dan jatuh hati Xiao Lin kepada Liu Shan. Hatinya berdegup dengan kencang, wajahnya memerah seperti tomat dan perasaan tenang mengalir di tubuhnya. Rasa sakit dari goresan yang dia miliki terasa seperti tidak nyata dan terlupakan sepenuhnya.


Dan pada saat itu lah, Xiao Lin menyadari. Alasan kenapa dia sangat malu dan juga senang ketika bersama Liu Shan. Hati yang berdegup kencang hanya menandakan dan memperkuat kenyataan bahwa dia sudah jatuh cinta pada Liu Shan sejak pandangan pertama.

__ADS_1


__ADS_2