Endless System

Endless System
Bab 59


__ADS_3

Menatap heran antar satu sama lain. Liu Shan yang melihat kehadiran sekelompok orang itu merasakan sebuah firasat buruk yang melintas di kepala dan tubuhnya.


“(Dia ini … seluruh penampilannya membuat firasat ‘masalah’ ku menyala terus. Kuharap sifatnya tidak searogan penampilannya)”


Liu Shan membatin dan berharap bahwa sifat orang itu tidak sama dengan penampilannya. Selagi dia berpikir itu, sistem datang dengan memunculkan status dari setiap orang yang ada. Liu Shan tak terlalu membaca penting terhadap tiga orang lainnya, dia terfokus pada satu laki-laki di tengah yang memiliki tingkat lebih tinggi di banding mereka.


[ Nama : Feng Bufan ]


[ Umur : 22 tahun ]


[ Tingkat Kultivasi : Petarung jenderal bintang lima ]


“(Petarung jenderal bintang lima. Dia berada satu tingkat lebih tinggi dariku, dan sisa orang di belakangnya semua berada di tingkat petarung guru bintang dua kebawah ya. Sepertinya mereka bawahan atau pengikut orang ini)”


Di sisi lain,Feng Bufan memandang bergantian dari Liu Shan, Xiao Lin, dan terakhir matanya tertuju ke langsung ke beruang besar yang ada di belakang mereka berdua.


Mata Feng Bufan langsung terbuka lebar dan bibirnya tersenyum tipis seolah merasa senang.


“Kalian berdua, apa kalian yang mengalahkan makhluk ini?” tanya Feng Bufan.


Liu Shan memastikan pertanyaannya itu dengan menarik pandangannya untuk melihat ke arah beruang itu sekali lagi. Dan setelah yakin kalau yang di maksud dari Feng Bufan adalah beruang tersebut, Liu Shan berbalik dan menjawab.


“Kurasa bisa di bilang seperti itu. Memangnya kenapa?”


Feng Bufan menjadi semakin tersenyum lebar. Namun, berbeda dengan senyuman bahagia pada umumnya, Liu Shan yang melihat senyuman itu merasakan sebuah niat buruk di dalamnya.


Tiba-tiba saja, Feng Bufan mengangkat tangan dan menjentikkan jarinya.


Ctak…!!


Liu Shan dan Xiao Lin terheran dengan maksud dari pergerakan laki-laki itu. Tetapi, tak lama kemudian laki-laki lain yang terlihat seperti pengikutnya, berjalan tepat ke hadapan Liu Shan.


“Ayo kita buat kesepakatan,” ucap Feng Bufan.


“Kesepakatan?” sahut Liu Shan dengan menatap curiga.


Entah darimana asalnya, tiba-tiba saja laki-laki bawahan itu mengambil keluar dua buah pil kultivasi berwarna hijau pekat dan memancarkan energi Ki yang cukup kuat.


Liu Shan yang melihatnya mengeluarkan pil tersebut langsung di bantu oleh sistem yang memperlihatkan statusnya.


[ Nama barang : Pil kultivasi ]

__ADS_1


[ Jenis barang : Potion ]


[ Tingkat : Petarung jenderal bintang dua ]


Liu Shan yang melihat pil tersebut pun langsung menajamkan tatapannya.


Kenapa?


Karena niat dari Feng Bufan dalam menyodorkan pil itu, pasti berhubungan dengan kesepakatan yang dia ucapkan sebelumnya. Dan Liu Shan merasakan firasat buruk kembali menghantuinya.


“Kalian berdua, serahkan makhluk mistis ini untukku. Dan aku akan memberikan kalian masing-masing pil kultivasi tingkat petarung jenderal bintang satu ini.”


Kini, tak hanya Liu Shan saja. Tetapi, tatapan mata Xiao Lin juga berubah tajam, dan bahkan dirinya bangkit berdiri sembari menatap langsung ke arah Feng Bufan dengan penuh aura tak bersahabat.


“Apa yang ingin kau lakukan padanya?” tanya Xiao Lin.


“Hm? Bukankah sudah jelas? Manfaat dari keberadaan dari makhluk mistis ini hanyalah menjadi alat bantu untuk kita manusia demi menjadi lebih kuat,” sahut Feng Bufan.


Liu Shan yang menajamkan matanya pun menjadi membuka lebar matanya karena terkejut mendengar ucapan Feng Bufan. Dia menarik pandangannya ke arah Xiao Lin dan langsung mengetahui seberapa kesal Xiao Lin hanya dari gertakan gigi dan tatapan tajamnya mengarah langsung pada Feng Bufan.


“(Ya… kau baru saja menginjak ranjau, kawan).”


Tatapan mata Xiao Lin tertuju tiada lain kepada Feng Bufan. Dia membuka telapak tangannya dan mengambil pedangnya keluar dari pinggangnya.


“Aku tanya sekali lagi. Mau kau apakan dia?!”


Wush…!!!


Aura amarah dan juga energi Ki yang terpancar keluar dari tubuh Xiao Lin sempat mengejutkan Feng Bufan serta ketiga bawahannya. Mereka mengambil sedikit langkah mundur sembari membuka lebar matanya, sedangkan Feng Bufan sendiri menatap tajam penuh perasaan mengancam.


Di sisi lain, Liu Shan yang melihat ke arah Xiao Lin pun di bantu oleh sistem dengan menunjukan panel statusnya.


[ Nama : Xiao Lin ]


[ Umur : 21 tahun ]


[ Tingkat Kultivasi : Petarung jenderal bintang tiga ]


Walau Xiao Lin terlihat seperti gadis yang lemah, tetapi sebenarnya tingkat kemampuannya dalam berkultivasi termasuk kategori ahli dan cepat untuk umurnya yang masih 21 tahun.


Namun, aura yang di pancarkan Xiao Lin saat itu tidak membuat Feng Bufan tertekan sama sekali. Bahkan senyuman tipisnya itu menjadi semakin melebar dan matanya membuka tajam ke arahnya.

__ADS_1


“Apa kau tidak paham maksud ucapanku? Tentu saja, aku akan mengambil inti Ki beruang itu untuk memperkuat tingkat kultivasiku!”


Sudah cukup bagi Xiao Lin untuk mendengar omong kosongnya. Dengan pedang yang dia keluarkan itu di aliri oleh seluruh energi Ki yang dia miliki. Xiao Lin mendorong tubuhnya kuat-kuat dan bergerak secepat kilat mengarah pada Feng Bufan.


Wush!!!


Zrat!!!


Pedang yang dia hunuskan bersamaan dengan pergerakannya yang begitu cepat, membuat dampak asap tebal dan juga hembusan angin yang begitu kuat hingga menutupi area sekitarnya.


Tak ada yang bisa di lihat dengan jelas. Mereka menunggu hingga asap tebal itu menghilang secara perlahan.


Sedangkan Liu Shan sendiri, ketika membuka kedua matanya di kejutkan melihat Xiao Lin yang berada tepat di hadapan Feng Bufan dengan pedangnya yang berada tepat di samping wajahnya.


Bagian sisi pedang yang melewati wajah Feng Bufan saat itu menggores wajahnya dan perlahan meneteskan darah. Kedua matanya di buat terbuka lebar bersamaan dengan ketiga bawahannya yang tak habis pikir dengan kemampuan Xiao Lin.


Dari segi kekuatan, tentu saja mereka berempat tahu kalau Feng Bufan sendiri memiliki tingkat paling tinggi dalam hal kultivasi. Tetapi, kini dia di desak dan bahkan wajahnya tergores oleh seorang gadis yang memiliki tingkat kultivasi dua bintang di bawahnya.


“Ka-kau!!” gerutu Feng Bufan.


“Kak Feng!” teriak para bawahannya.


“Akan kuberi kau peringatan terakhir. Mundurlah, bersama orang-orangmu. Lupakan untuk mengambil nyawa dan inti tubuh beruang ini, atau kau akan kehilangan liontin dan kehormatanmu!” jelas Xiao Lin.


Mendengar ucapan Xiao Lin telah membuat ketiga bawahan Feng Bufan sontak membuka mulut mereka dengan kesal.


“Hei perempuan. Kau pikir kau siapa?! Berani-beraninya menyuruh kak Feng untuk mundur dan mengancamnya!”


Feng Bufan mengangkat satu tangannya seolah memberikan sinyal kepada mereka bertiga untuk tidak bertindak gegabah.


“Diam,” ucap Feng Bufan.


Sesuai dengan ucapannya, ketiga bawahan Feng Bufan langsung terdiam menuruti perintahnya. Tatapan matanya yang melirik ke belakang pun di tarik kembali ke depan di mana ada Xiao Lin yang masih mengancamnya.


Feng Bufan tergelitik tawa ketika mengingat perkataan dan juga melihat aksi menakjubkan dari Xiao Lin.


“Khuhu … Hahaha!!”


Tak hanya Xiao Lin, tetapi Liu Shan dan juga ketiga bawahannya yang melihat Feng Bufan tiba-tiba tertawa sendiri pun menjadi menatap heran.


Dan tak lama kemudian, tawaan Feng Bufan mulai mereda. Matanya yang tertutup seolah tak tahan dengan tawaannya, kembali terbuka secara tiba-tiba. Mata yang menatap tajam ke arah Xiao Lin itu menyiratkan sebuah perasaan mengancan dan tekanan kuat padanya.

__ADS_1


“Jangan sombong, gadis murahan!”


__ADS_2