Endless System

Endless System
Bab 90


__ADS_3

Liu Shan tak bergeming. Dia menatap lelaki itu dengan datar, sembari memiringkan sedikit kepalanya.


“Hah?” gumam Liu Shan.


“Kau pura-pura bodoh?!” sahut lelaki satunya.


“Jangan ‘hah’ padaku. Munculnya kau di akademi Liliang membuat turnamen yang seharusnya dinantikan banyak orang, sekarang menjadi hancur ekspektasinya,” gerutu lelaki itu.


Langkah kaki orang-orang mulai terhenti. Mereka jadi lebih menjauh sembari sorotan mata tertuju ke arah Liu Shan dan lelaki di depannya. Bisikan demi bisikan muncul selagi lelaki tadi terus memojokkan Liu Shan.


“Hei, katakan sesuatu. Trik murahan macam apa yang kau lakukan?!”


Liu Shan hanya berdiri diam di sana. Lirikan mata menuju ke arah orang-orang di sekitar yang sedang berbisik entah apa yang kurang lebih sama dengan lelaki di depan.


“Dia … orang yang lolos kualifikasi pelatihan hutan Shenmi kan? Kalau tak salah, dia ada di peringkat kedua.”


“Iya. Tapi, rumornya dia berbuat curang.”


“Eh, curang?!”


“Di ronde pertama turnamen, dia menang tanpa harus menyentuh lawannya. Lalu, barusan lawannya mengundurkan diri tanpa alasan yang jelas.”


Sorot mata tajam tertuju dengan jelas dari segala arah padanya. Liu Shan hanya menatap kembali ke depan dimana lelaki tadi berada.


“Semua orang tahu kalau kau pasti melakukan sesuatu. Tidak mungkin ada orang yang sebodoh itu untuk mundur dari kesempatan emas seperti ikut serta dalam turnamen akademi Liliang!”


Nadanya berubah tinggi dengan cepat. Tatapan Liu Shan sontak berubah tajam seiring mendengar bagaimana lelaki itu memaki.


“Aku tidak tahu apapun. Aku hanya masuk ke dalam arena untuk melakukan tugasku,” bantah Liu Shan.


“Omong kosong. Apa yang kau lakukan pada Tao Xihan?!” gerutu lelaki itu.


“Sudah kubilang, aku tidak tahu. Kalau kau hanya ingin berdiri di depanku dan terus bertanya hal bodoh, maka simpanlah tenagamu,” ujar Liu Shan.


Liu Shan berusaha untuk menahan diri. Aura di sekujur tubuhnya seperti berusaha untuk meluap sejak awal. Namun, dia beralih dengan pergi berjalan dari sana.


Begitu dia melewati lelaki tersebut ….


“Hei, sialan!”


Dia berbalik dan melihat sebuah ayunan tangan menujunya.


Tak!


Mata semua orang terbuka lebar. Terutama lelaki tersebut yang terkesiap melihat sosok lelaki yang menahan lengannya.


“Tu-tuan Sheng Tong?!”

__ADS_1


Bisikan datang dari kiri dan kanan. Segerombolan orang yang menonton hal tersebut pun terkejut melihat kedatang Sheng Tong di sana.


“Kekerasan di dalam akademi?” ujar Sheng Tong.


“Bu-bukan seperti itu! Dia ini-!”


Lelaki tersebut menarik tangannya lepas dari Sheng Tong. Namun, sebelum dia sempat berikan alasan, Sheng Tong datang memotong ucapannya.


“Jangan mencari masalah. Pergi sana.”


Kata-kata yang keluar dari mulutnya memberikan tekanan kuat untuk kedua lelaki tersebut. Kaki yang gemetar sembari berusaha berbalik lari dari sana membuat mereka terlihat menyedihkan.


Dari sana, Sheng Tong menoleh ke area sekitar. Tatapan mata orang-orang yang melihat bagaimana situasi tersebut sebelumnya terjadi, langsung berpaling dengan cepat satu persatu. Lalu lalang kembali seperti normal layaknya orang-orang sedang berjalan di tengah akademi.


Di lain sisi, Liu Shan yang berdiri di belakang Sheng Tong pun terdiam saja. Sampai Sheng Tong berbalik padanya dan bertanya.


“Kau baik-baik saja?” tanya Sheng Tong.


“Berkat kau,” sahut Liu Shan.


“Kau menarik perhatian banyak orang dari semenjak masuk ke dalam akademi,” ujar Sheng Tong.


“Termasuk guru Sheng Tong sendiri?” jawab Liu Shan.


Ucapannya membuat Sheng Tong teringat peristiwa di ruang naga dengan kutukan iblis milik Xiao Lin. Sheng Tong hanya tertawa kecil sembari menatap Liu Shan.


“Akan kuingat.”


Sheng Tong menoleh ke belakang untuk sesaat. Dia melihat ke arah besarnya gedung arena turnamen akademi Liliang. Tak lama kemudian, dia berganti menatap Liu Shan lagi.


“Semi-final. Pertarunganmu dengan Tang Shin kelihatannya akan mengundang banyak perdebatan.”


“Benarkah?”


Liu Shan menyahut dengan nada dan wajah datar.


“Namamu sangat populer di antara para penonton. Mereka menyebutmu “Kultivator licik” setelah semua pertarunganmu,” ujar Sheng Tong.


Liu Shan tertarik dengan kata licik tersebut. Dia mengingat bahwa kata itu juga tidak ada salahnya, karena dia memanfaatkan keberadaan sistem secara optimal untuk meningkatkan kemampuannya dalam waktu singkat.


Dia hanya mengangkat kedua bahu dan alisnya sedikit.


“Benarkah? Menarik juga ya,” gumam Liu Shan.


“Kelihatannya kau tidak terlalu terganggu dengan kata-kata mereka,” ucap Sheng Tong.


“Untuk apa?”

__ADS_1


Cara Liu Shan berdialog dengannya pun membuat Sheng Tong sedikit tertawa kecil berulang kali.


“Hahaha, kau benar-benar sesuatu. Penilaianku terhadapmu saat pertama kali bertemu telah berubah total sampai saat ini.”


Liu Shan hanya terdiam mendengar ucapan Sheng Tong. Sampai tak lama, Sheng Tong berjalan melewatinya setelah menepuk pundaknya.


“Kalau begitu, aku seharusnya tidak khawatir. Semoga beruntung di semi-final.”


Sheng Tong pergi masuk ke dalam gedung arena turnamen terlebih dahulu. Meninggalkan Liu Shan berdiri sendirian di antara orang-orang yang berlalu lalang di akademi Liliang.


Walau hanya sebentar, tetapi Liu Shan paham dengan situasinya saat ini. Dia bukanlah orang yang diterima di antara banyaknya penonton. Kehadirannya sebagai seorang murid baru cukup kontroversial, terutama atas masalah yang pernah dia terlibat dan performa pertarungan di dalam turnamen akademi Liliang.


Tapi, langkah kakinya saat itu tidak terhenti di sana. Liu Shan berjalan masuk ke dalam gedung arena lagi tanpa menoleh ke sampai atau belakangnya sama sekali.


* * * * *


Waaa!!


Sorakan meriah datang dari seluruh penonton. Kemunculan Bai Ling di tengah arena membuat suasana menjadi meningkat lebih lagi.


“Kita kembali di babak semi-final turnamen akademi Liliang. Seperti yang telah di umumkan sebelumnya, babak semi-final telah di isi oleh keempat petarung paling berkompeten yang telah lolos dari tiga ronde sebelumnya.”


“Dan sekarang, mari kita sambut pertarungan pertama dari babak semi-final ini!”


Bai Ling mengarahkan tangannya ke kanan dengan telapak tangan terbuka.


“Dari sisi kanan, kalian dapat melihat seorang pemuda dengan kegigihan tinggi. Salah satu murid yang memberikan performa pertarungan menakjubkan dalam melumpukan lawannya dengan kekuatan yang dahsyat. Di katakan sebagai ‘Juara para penonton’, inilah Tang Shin!”


Waaa!


Penonton sontak bersorak heboh begitu melihat Tang Shin berjalan keluar dari arah lorong dan masuk ke dalam arena.


“Dan dari sisi kiri, terlihat seorang pemuda dengan kemenangan mutlak yang dia berikan. Peserta misterius yang mengalahkan lawannya di babak pertama, tanpa harus menyentuhnya. Keahlian yang dia tunjukan membuat sebuah perdebatan besar di antara para penonton, ini dia Liu Shan!”


Berbanding terbalik dengan Tang Shin. Sorakan meriah itu terselip dengan bisikan rumor yang telah berdear di antara para penonton.


“Haish, dia ya.”


“Jujur, aku muak melihatnya. Tuan Tang Shin harus membungkammnya dan membongkar isi kecurangan yang telah dia lakukan untuk sampai di sini!”


“Benar. Tidak adil bagi orang licik sepertinya untuk berdiri di atas arena suci!”


Liu Shan mendengar dengan jelas bagaimana orang-orang membicarakannya. Namun, hal itu tidak menghentikan langkah kakinya untuk berdiri di atas arena tersebut.


Di lain sisi, tempat khusus untuk para petinggi akademi sedang duduk berdampingan. Tetua Khan sebagai kepala akademi pun menatap ke arah arena penuh konsentrasi. Dia tersenyum tipis sembari melipat kedua tangan di depan bibir.


“Baiklah, nak. Aku penasaran terhadap pertunjukan apa yang akan kutunjukan padaku, Liu Shan."

__ADS_1


__ADS_2