
Kedatangan Xiao Lin membawanya datang ke paviliun yang berada di belakang ruang naga. Paviliun tersebut adalah kediaman dari keluarga Xiao, dan rumah dari Xiao Lin.
Liu Shan yang melangkahkan kakinya sekali lagi di dalam tempat tersebut pun menjadi teringat dengan dirinya yang datang untuk menyembuhkan Xiao Lin dari kutukan iblis.
Sama halnya dengan Xiao Lin yang berjalan di dalam lorong berdampingan dengannya. Lirikan mata Xiao Lin terus mencuri pandang ke arah Liu Shan seolah ingin dia menyadari sesuatu.
Sampai pada akhirnya,
“Melihat tempat ini jadi membuatku ingat tentangmu.”
Kata-kata Liu Shan menarik perhatian Xiao Lin. Wajahnya sedikit memerah sembari membuka lebar mata penuh harapan.
“Tentangku?”
“Ini kedua kalinya aku datang ke sini. Yang pertama adalah saat aku datang untuk membantumu dari kutukan iblis,” ucap Liu Shan sembari mengangguk pelan.
“Aahh, itu ya,” sahut Xiao Lin.
Liu Shan menoleh dan bertanya.
“Ngomong-ngomong, kenapa tetua Khan memanggilku?”
Xiao Lin menggelengkan pelan kepalanya. Lalu dia menjawab,
“Aku tak tahu. Sebelum ini, aku sebenarnya sedang membantu ibu di taman belakang, tapi tiba-tiba kakek memintaku untuk memanggilmu.”
Jawaban Xiao Lin saat itu membuat Liu Shan terdiam sejenak. Dia yang menunduk sembari terus melangkah pun berpikir bahwa tetua Khan memanggilnya untuk membahas terkait turnamen akademi Liliang atau penyerangan Ming Xiao dan klan iblis setelahnya.
Namun, tidak ada yang bisa dia ketahui secara pasti. Sekalipun dia dulu adalah seorang agen rahasia, tetapi dia masih hanya bisa berspekulasi bahwa itu adalah dua kemungkinan hal yang membuatnya di panggil.
Tap tap tap!
Tak sadar, langkah kaki mereka sudah mencapai di depan pintu ruangan. Xiao Lin sontak membukanya dan berjalan masuk ke dalam.
Kreak!
“Kakek, ini aku.”
“Ah, masuklah.”
Suara dari pria tua yang sedang duduk sembari menyeduhkan teh di atas meja bundarnya. Tepat dari sisi kirinya Liu Shan berjalan, dia menyadari bahwa salah satu telinga tetua Khan yang hilang itu membuatnya teringat kembali pada Daolao.
“Silahkan duduk, buatlah diri kalian serasa di rumah.”
Begitu Xiao Lin dan Liu Shan duduk, mereka berdua langsung diberikan secangkir teh di depan meja. Walau tanpa melirik sama sekali, tetua Khan dapat menyadari tatapan Liu Shan.
__ADS_1
“Tidak perlu khawatir. Hanya sebuah telinga, itu bukan masalah besar,” ujar tetua Khan.
Liu Shan sedikit terkejut mendengarnya. Dia hanya berdiam diri tanpa mengatakan sepatah kata apapun. Sampai tak lama kemudian, Xiao Lin pun membuka obrolan.
“Kakek, kenapa kakek memanggil Liu Shan tiba-tiba begini?”
Tetua Khan meminum sisa teh di cangkirnya. Setelah cangkir itu diletakkan di atas meja, dia berkata,
“Nak, pertama-tama aku ucapkan selamat untuk kemenanganmu di final turnamen akademi Liliang.”
“Terima kasih banyak, tetua Khan,” sahut Liu Shan sembari agak membungkuk.
“Tapi, sayangnya aku dan para petinggi akademi tidak bisa memberikanmu perayaan pemenang yang seharusnya. Karena kedatangan Ming Xiao dan klan iblis mengacaukan semuanya,” jelas tetua Khan.
Nama Ming Xiao yang disebut membuat sebuah pertanyaan di dalam kepalanya. Liu Shan bertanya-tanya terhadap keberadaan Ming Xiao yang dulu merupakan mantan murid dari Qing Yao.
“Tetua Khan. Tentang Ming Xiao … kenapa dia menjadi iblis?” tanya Liu Shan.
Pertanyaan itu sudah tetua Khan kira akan keluar dari Liu Shan.
“Di sini aku akan menjelaskan semuanya padamu. Oleh karena itu, aku mengundang satu orang lagi ke sini.”
Tok tok tok!
“Masuklah.”
“Permisi.”
Kreaak!
Pintu yang terbuka memperlihatkan seorang gadis menawan datang masuk ke dalam ruangan tersebut. Qing Yao yang melihat adanya Liu Shan dan Xiao Lin sudah duduk di sana pun sedikit membuka lebar kedua mata.
“Liu Shan? Kau di sini juga?” gumam Qing Yao.
Liu Shan mengangguk pelan. Sedangkan Qing Yao pun duduk tepat di sampingnya.
“Baiklah, karena semuanya sudah ada di sini, aku akan menjelaskan semuanya. Penyerangan Ming Xiao di turnamen kemarin adalah separuh salahku. Seharusnya aku sadar dan meningkatkan penjagaan ruang naga, agar dia tidak dapat mengambil gulungan iblis.”
Kata-kata tetua Khan tidak bisa diterima oleh mereka bertiga. Karena dilihat dari mana pun, itu bukanlah kesalahan tetua Khan. Namun, sebelum mereka sempat mengatakan apapun, tetua Khan melanjutkan ucapannya.
“Sebelum kalian bilang apapun, aku meminta kalian untuk tidak membela hal ini.”
Mereka bertiga dibuat terdiam. Keheningan sejenak itu memberikan tarikan nafas untuk tetua Khan melanjutkan ucapannya lagi.
“Liu Shan, kau bertanya bagaimana Ming Xiao bisa menjadi seorang iblis kan?” tanya tetua Khan..
__ADS_1
Liu Shan mengangkat pandangannya. Dia menoleh bergantian dari tetua Khan ke Qing Yao. Lalu, dia mengangguk pelan.
“Iya.”
“Baiklah, harus dimulai dari mana ya?”
* * *
6 tahun lalu, Ming Xiao yang masih berumur 16 tahun sudah hidup di dunia lepas. Tanpa orang tua, tanpa guru dan tanpa teman. Dia terjebak di dalam sebuah hutan mistis selagi kelaparan. Tak tahu arah mana yang harus dia ambil untuk bisa keluar dan bertahan hidup.
Setiap kali dia mengambil langkah untuk lari, selalu saja ada hewan mistis yang menyadari keberadaannya dan langsung mengejar. Hingga pada suatu kesempatan, Ming Xiao yang terhadang oleh seekor serigala mistis tingkat Epic pun sanggup mengalahkannya.
Di tengah cerita tersebut, Xiao Lin datang menyahut dengan pertanyaan.
“Dia mengalahkannya? Memangnya dia ada di tingkat apa?” tanya Xiao Lin.
“Saat itu, Ming Xiao ada di tingkat petarung junior bintang tiga,” jawab Qing Yao.
Reaksi yang sama muncul dari Liu Shan dan Xiao Lin. Keduanya membuka mata lebar sembari menatap Qing Yao tak percaya.
“Petarung junior bintang tiga?!”
Sedangkan Qing Yao mengangguk pelan menjawabnya. Lalu,
“Saat itu, kebetulan aku ada dalam misi ekspedisi yang diberikan tetua Khan untuk mengawasi hutan mistis yang ada di bagian Timur. Dan dari sanalah aku bertemu Ming Xiao.”
Dia mengangkat Ming Xiao menjadi murid pertamanya dan dibawa ke akademi Liliang. Qing Yao mengerahkan semua kemampuan dan pengetahuannya untuk membantu Ming Xiao menjadi lebih kuat.
Namun, kekuatan yang Ming Xiao dapatkan menjadi buta seiring waktu. Dia haus akan kekuatan yang lebih besar dan berusaha untuk mencari tahu lebih lagi.
“Dia melihat gulungan iblis dan mempelajari teknik mereka. Sampai suatu saat, dia membawa teknik itu ke dalam pertarungan antar murid di akademi.”
“Tentu saja, aku memarahinya. Tapi, Ming Xiao tidak mendengarkanku sama sekali. Kekuatan yang dia cari menjadi semakin gelap. Sampai pada akhirnya, dia mencuri gulungan iblis dari ruang naga.”
Penjelasan Qing Yao berlanjut ke bagaimana Ming Xiao yang mempelajari teknik kelahiran iblis tingkat tinggi. Dia mengorbankan seluruh daging dan organ tubuhnya ke dalam teknik tersebut untuk mewujudkan tubuh sempurna, yaitu menjadi seorang iblis.
Kekuatannya berubah pesat dalam waktu singkat, sama seperti sifatnya. Dia mengamuk di dalam akademi Liliang dan membawa kehancuran. Qing Yao yang bertanggung jawab atas perbuatan Ming Xiao pun harus menghentikannya, tapi melihat bayangan dari murid pertamanya di balik wujud iblis itu membuat dirinya tak sanggup melakukannya.
Ketika semua orang berada dalam kepanikan, tetua Khan lah yang turun tangan untuk menghentikan Ming Xiao.
Selang cerita itu berlangsung, tetua Khan pun menyahut ke dalamnya.
“Dan dari sanalah kau mendapatkan kekuatan iblismu.”
Tetua Khan mengatakan hal tersebut sembari menatap ke arah cucunya sendiri, Xiao Lin.
__ADS_1